
"Tidak ada cara lain pak, bila kita tidak ingin menjadi sumber masalah, solusinya adalah merubah laporan tahun ini pak.."
jawab pak John mengemukakan pendapatnya.
Andi berpikir sejenak kemudian berkata,
"Pak John bila laporan kita bermasalah, kenapa laporan tahun pertama dan kedua kita bisa lolos dan gak ada masalah, begitu pula dengan group."
"Baru pada tahun ketiga ini malah jadi masalah..?"
tanya Andi heran.
"Pak Andi pada tahun pertama dan kedua perusahaan pak Andi masih baru rintis banyak biaya, dan modal yang keluar, sedangkan pendapatan belum maximal.'
"Sedangkan group dan anak perusahaan cenderung stabil, sehingga laporan kami masih jauh lebih besar dari sini.."
"Di tahun ketiga berbeda, pendapatan group menurun cukup signifikan, sedangkan pendapatan perusahaan ini mengalami peningkatan fantastis."
"Sedangkan pengeluaran perusahaan ini juga tidak banyak, karena belum ada proyek baru, hingga di tahun keempat ini baru mulai ada proyek baru.."
ucap Pak Seno memberikan penjelasan ke Andi.
Andi mengangguk paham, penjelasan pak Seno sangat masuk akal..
Andi menatap kedua orang di hadapannya dan berkata,
"Ini adalah masalah besar, saya harus mengkonsultasikan dengan Bos Wang dan Nicole baru bisa ambil keputusan.."
Kedua orang itu saling pandang sejenak, kemudian pak Seno berkata,
"Pak Andi kami tahu pak Andi sangat sibuk dan juga ingin berhati-hati, tapi masalah ini sangat penting dan tidak main main.."
"Di mana waktu setiap detik, sangat berharga, kami berdua hanya bisa menunggu hingga sore ini jam 5.."
"Di luar jam itu kami angkat tangan.."
"Sementara waktu sambil menunggu, ijinkanlah kami berdua menyiapkan segala sesuatunya.."
"Sehingga saat ada keputusan, pak Andi tinggal tanda tangan saja beres.."
"Sekali lagi waktu sangat mepet, situasi sedang genting, kami berharap pak Andi bisa kasih solusi yang cepat dan tepat.."
ucap pak Seno sambil menatap Andi dengan serius.
Andi menghela nafas berat dan berkata,
"Baiklah kalian persiapkan saja semuanya, semoga aku ada waktu untuk mempelajari nya.."
Dari sana Andi mulai menelpon Nicole, tapi panggilan Andi tidak tersambung.
__ADS_1
Andi pun menelpon Bos Wang, lagi.lagi.panggilannya tidak tersambung..
Andi lalu mencoba menelpon kerumah Bos Wang, dari sana Andi pun mendapatkan kabar Bos Wang sekeluarga sedang berlibur ke Canada.
Andi benar benar pusing sekali ini, karena bila sesuai perhitungan dari jam mereka berangkat, saat ini mereka semua sedang berada dalam pesawat.
Pantas saja panggilan Andi tidak tersambung, bila menunggu hingga mereka landing kemungkinan besok pagi baru bisa terhubungi.
Sedangkan masalah di sini tidak bisa di tunda hingga besok, akhirnya Andi mencoba menelpon sekretaris Bos Wang.
Dari sekretaris Bos Wang, Andi di rekomendasikan ke wakil presiden direktur Pak Zoro.
Tapi dari pak Zoro Andi tetap di sarankan untuk menghubungi direktur keuangan pak Seno.
Setelah berputar-putar, Andi tetap di kembalikan ke Pak Seno juga.
Karena berputar-putar cukup lama, Andi akhirnya kehabisan waktu, tanpa sempat membaca secara detil Andi pun dengan setengah terpaksa menandatangani semua berkas, yang sudah di siapkan oleh pak Seno dan Pak John untuknya.
Dari judul dan bagian depan yang sempat Andi baca, semua berkas itu tidak ada masalah.
Sehingga tanpa sempat berpikir panjang lagi, Andi langsung menandatangani semua semua berkas itu,.di bawah arahan pak Seno.
Setelah pak Seno dan Pak John pergi, Andi baru merasa sedikit janggal dan menyesal, tapi menyesal juga percuma berkas sudah terlanjur dia tanda tangani.
Andi sempat mencoba menghubungi kedua orang itu, tapi sambungan telponnya selalu di reject.
Dimana sebentar lagi sepertinya bakal ada hal besar yang akan menimpa dirinya.
Tapi Andi sendiri sulit menjelaskan hal seperti apa yang bakal menimpa dirinya.
Akhirnya Andi hanya bisa menghibur diri, mungkin kedua orang itu sedang benar benar sibuk menangani kasus itu.
Sehingga mereka mereject panggilan dari nya, karena tidak mau di ganggu.
Andi semalaman hingga pagi sulit tidur, Dia bolak balik hanya terus memikirkan berbagai kemungkinan yang akan terjadi karena hal itu.
Saat Vera masuk kantor pagi pagi sekali, Andi seperti orang frustasi yang paranoid, langsung meminjam HP Vera untuk menghubungi kedua orang itu.
Tapi hasilnya tetap sama di reject juga panggilannya.
Andi langsung bergegas pergi ke divisi keuangan mencari pak John bawahan nya.
Tapi dia mendapatkan laporan dari personalia Pak John mengajukan cuti panjang.
Mendapatkan informasi ini, Andi menjadi semakin curiga,.dia segera mencari pak Seno ke kantor pusat, hasilnya juga sama pak Seno juga mengambil cuti panjang.
Berdasarkan data alamat di personalia, Andi langsung mengejar kerumah pak Seno.
Tapi di sini Andi menemukan rumah pak Seno kosong, begitu pula dengan rumah.pak John.
__ADS_1
Sampai di sini pun Andi yakin, dirinya telah di tipu mentah mentah oleh kedua biawak itu.
Tapi mau gimana lagi, semua sudah terjadi, menjelang sore, Andi dengan wajah stress dan putus asa baru kembali ke kediaman nya.
Andi terbaring lemas di kursi sofa kantor, Dia menjadi kehilangan semangat untuk mengerjakan berkas berkas yang menumpuk di meja kerjanya.
Akhirnya Andi memutuskan untuk mandi, lalu melakukan meditasi pengumpulan tenaga sakti Fu Mo Se San Cang.
Dengan melakukan tehnik itu secara berulang-ulang hingga pagi,
Akhirnya pikiran dan hati Andi mulai jauh lebih tenang.
Keesokan paginya, Andi mencoba bertanya tanya kepada relasi bisnisnya satu persatu mencari detektif yang handal dan terpercaya.
Akhirnya lewat rekan bisnisnya Andi di rekomendasikan untuk menemui seorang mantan detektip berpangkat sersan di kepolisian, khusus divisi kriminal.
Detektip tersebut bernama Kho Cung Cung, karena suatu insiden kecelakaan saat menangkap penjahat.
Kakinya menjadi pincang, sehingga dia di minta oleh atasannya untuk pindah ke divisi bagian dalam kantor.
Tapi karena tidak tertarik, dia akhirnya memilih pensiun muda, lalu membuka sendiri kantor detektif swasta.
Berdasarkan nomer telpon yang dia dapatkan dari relasi bisnisnya, Andi mencoba menghubungi Kho Cung Cung.
Saat telpon diangkat Andi pun langsung berkata,
"Halo apa saya berbicara dengan pak Kho Cung Cung langsung..?"
"Ya saya sendiri, maaf dengan siapa ya ini..?"
tanya Kho Cung Cung balik.
"Saya Andi, saya teman Bos Lin yang bergerak di bidang usaha manufaktur mesin pabrik mobil itu.."
ucap Andi memperkenalkan dirinya.
"Apa yang bisa saya bantu ya pak Andi ?"
tanya Kho Cung Cung to the point.
"Begini pak Kho, saya ingin melacak keberadaan dua orang yang telah melakukan penipuan ke saya, apa pak Kho bisa bantu saya..?"
tanya Andi terus terang.
"Kirimkan foto, dan data lengkap pribadinya ke saya, kalau ada foto tanda pengenalnya lebih baik.."
"Tapi untuk pekerjaan ini perlu biaya, pak Andi mengertikan..?"
tanya Kho Cung Cung berterus terang.
__ADS_1