AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENDATANGI PT PC


__ADS_3

"Baik paman Hotman, Andi akan segera kebawah sekarang juga.."


Saat Andi tiba di lobby hotel, dia celingukan kesana-kemari mencari pengacaranya.


Baru saja Andi mengeluarkan HP nya, hendak melakukan panggilan.


Bahu nya di tepuk dari belakang oleh seorang pria pendek gendut, tapi dari setelan pakaian yang melekat di tubuhnya.


Semua orang bisa langsung menebak, dia ini bukan orang biasa.


Belum lagi cincin berlian yang melingkar di semua jarinya.


Serta jam tangan emas yang melingkar di tangannya


Ini semakin menunjukkan dia adalah seorang yang high' class dan sangat memperhatikan penampilannya.


"Anda Andi kan..?"


tanya pria itu sambil tersenyum lebar.


Kemudian dia mengulurkan tangannya kehadapan Andi dan berkata,


"Kenalkan aku Hotman, paman angkatnya Sarah.."


Andi buru-buru menyalaminya, lalu dia pun berkata,


"Makasih banyak paman Hotman sudah jauh jauh datang kemari untuk membantu ku.."


"Jangan sungkan nak Andi, kamu teman baik Sarah, berarti termasuk keponakan ku juga.."


ucap Hotman sambil tersenyum.


Andi mengangguk kemudian dia pun berkata,


"Begini paman Horman, saya..."


"Tunggu kita jangan bicara di sini, tidak nyaman..ayo ikut dengan ku. "


ucap Hotman, dia mengajak Andi ikut dengannya masuk kedalam sebuah restoran yang terletak di lobby hotel.


Kepada pelayan restoran, Hotman memintanya mencarikan sebuah ruangan privasi untuknya.


Pelayan itu dengan senang hati mengantar Andi dan Hotman kesebuah ruangan khusus.


Setelah duduk santai Hotman pun berkata,


"Nah sekarang cerita kan pada ku semuanya dari awal hingga akhir, jangan ada yang ketinggalan.


Andi pun menceritakan semua nya, ke Hotman, kecuali perihal bisikan Ginting dan pukulan mematikan yang sengaja, dia lakukan untuk membalas ucapan tidak senonoh dari Ginting yang kelewatan.

__ADS_1


Andi terlihat polos, tapi dia tidak bodoh, dia tidak khawatir Hotman, bila tahu belakangan akan memarahi dan memakinya.


Tapi sebagai pengacara profesional, Hotman pasti akan menjaga nama baik nya sendiri di persidangan.


Tidak akan membiarkan dirinya kalah begitu saja, dari jaksa penuntut.


Selain hal ini ada satu hal yang membuat Andi tidak mau berterus terang pada Hotman, Andi khawatir bila rahasianya di pegang orang siapapun itu.


Dia suatu hari bisa menggunakan hal itu untuk mengancamnya.


Musuhnya saat ini adalah orang berpengaruh dan sangat berduit, jadi Andi harus berhati-hati.


Saat ini Hotman ada di pihaknya, tapi dia tidak pernah tahu kedepannya bakal jadi teman atau musuh.


Jadi berhati hati adalah yang terbaik.


Andi sangat yakin, bisikan Ginting itu hanya antara dia dan Ginting saja, orang lain tidak akan ada yang tahu.


Bahkan CCTV pun tidak bisa menangkap bisikan Ginting padanya.


Hal lain adalah Andi yakin Ginting saat ini adalah seorang bisu buta dan tuli, sepasang tangan dan kakinya juga tidak bisa di gerakkan.


Jadi Ginting tidak mungkin bisa memberikan kesaksian tentang bisikannya, yang menjadi penyebab dirinya celaka di tangan Andi.


Setelah mendengar penjelasan Andi, Hotman pun berkata,


"Tenang saja nak Andi, kalaupun kamu dalam posisi salah sekalipun aku akan membantu mu keluar dari masalah ini.."


"Hal ini bahkan tidak akan sampai ke persidangan, malah bila tidak hati-hati kepolisian dan kejaksaan bisa dalam masalah besar.."


ucap Hotman yakin.


Ayo sekarang kita temui dua polisi yang mau jemput paksa kamu, kita ikuti permainan mereka ke kantor polisi.


Sesaat kemudian setelah menghabiskan juice yang mereka minum, Hotman dan Andi pun keluar dari dalam ruangan restoran.


Pergi menuju polisi Bobby dan Tigor yang duduk menunggu di lobby, hingga pantat terasa panas.


Setelah bersalaman dan berkenalan basa basi dengan pengacara Andi, mereka pun bergerak menuju kantor polisi wilayah BU.


Se sampai di kantor polisi, Andi di interogasi langsung oleh Bobby Tigor dan di saksikan oleh Horman dan Guntur kepala kepolisian wilayah tersebut.


Interogasi berjalan hampir 3 jam, selesai interogasi, mereka pun melepaskan Andi pergi meninggalkan kantor polisi.


Mereka mengingatkan Andi untuk sementara waktu tidak pergi meninggalkan kota B.


Agar bila ada pemeriksaan lanjutan Andi bisa datang menghadiri panggilan pihak kepolisian.


Setelah keluar dari kantor kepolisian dan kembali ke hotel, Hotman menyalami Andi sambil berkata,

__ADS_1


"Nak Andi jangan khawatir, bila ada panggilan lebih lanjut, langsung telpon saja saya, saya akan langsung kemari menemani mu.."


Andi menyalami Hotman dan berkata,


"Terimakasih banyak paman Hotman..maaf jadi merepotkan paman.."


Hotman tersenyum dan berkata,


"Tidak apa-apa, kamu tenang saja, tak perlu sungkan."


"Paman pasti akan dampingi kamu hingga masalah ini tuntas.."


Andi sewaktu ngobrol di dalam restoran, sempat menyinggung perihal bayaran biaya pengacaranya.


Tapi Hotman menolak nya dengan tegas, dan berkeras tidak menerima bayaran sepeserpun dari Andi.


Sehingga Andi hanya bisa mentraktirnya minum juice dan membantu mengisikan bahan bakar kendaraan Hotman hingga full tank.


Setelah berpisah dari Hotman, Andi langsung cek out dari hotel, dia pindah ke kamar kostnya dulu saat kuliah.


Yang kebetulan kamar tersebut masih kosong belum ada yang mengisinya.


Andi menyewa kamar kost tersebut untuk dua Minggu, Andi berencana sambil menunggu Viona menyelesaikan kontrak nya di PT PC, Andi akan membuat skripsinya di kota B ini.


Jadi saat kembali ke kota J dia tinggal menyerahkan ke dosen pembimbing untuk diperiksa.


Setelah Viona keluar dari pabrik PT PC, Andi berencana menemani Viona selama seminggu sebelum dia kembali lagi ke kota J.


Andi setelah kembali kekost lamanya, dia duduk santai di dalam kamar tersebut, Andi mengirim pesan alamatnya sekarang ke polisi Bobby .


Agar mereka tidak lost kontak darinya.


Andi berbaring sejenak, menjelang sore Andi pun langsung berangkat ke luar kota, menuju pabrik PT PC .


Setelah bertanya tanya pada orang di sepanjang jalan, akhirnya Andi sampai juga di pabrik PT PC.


Andi memarkirkan mobilnya, lalu mencari warung tempat nongkrong, Andi duduk di sana memesan segelas kopi.


Duduk santai di warung tersebut sambil memantau pintu gerbang keluar masuk PT PC.


Saat Andi tiba di lokasi hari sudah mulai gelap, hujan rintik-rintik pun mulai turun, Andi mengeratkan jaket yang dia kenakan untuk mengurangi rasa dingin yang menusuk tulang.


Karena PT PC ini letaknya ada di lereng gunung, sehingga hawanya sangat dingin bila malam tiba.


Andi terus duduk diam menunggu di sana seorang diri, sedangkan pemilik warung bersama istrinya, sudah bersembunyi kedalam kamar di belakang warung.


Karena bagian depan warung benar benar sangat dingin.


Saat jam 7 tepat, Andi melihat seorang pria berjalan keluar dari gerbang pabrik bersama seorang gadis cantik.

__ADS_1


Si pria Andi tidak mengenalnya, sedangkan si wanita cantik itu Andi tentu sangat mengenalnya.


__ADS_2