
Si Badak meludah dengan kesal, karena Andi kembali berdiri, yang artinya dia masih harus melanjutkan pertandingan yang sangat melelahkan ini.
Dia tidak habis pikir, kenapa Andi yang tubuhnya begitu kecil, sudah 3 kali terkena hantaman nya masih sanggup bangun.
Tapi dia tidak punya banyak waktu untuk berpikir, dia segera meliuk-liuk kan badannya ke kiri-kanan sambil kembali maju menekan Andi.
Andi sebenarnya hanya beruntung saja di saat-saat terakhir, dia kembali berhasil memaksakan diri untuk kembali bangun.
Andi tidak punya pilihan, dia harus memenangkan pertandingan ini, atau mimpinya untuk bisa kembali bersama Viona akan kandas di sini.
Si badak mulai kembali mendekati Andi dan melepaskan pukulan kerasnya,
Dia kini mengganti strategi, dia ingin melumpuhkan kedua lengan Andi, sehingga tidak bisa memberikan serangan balasan.
Si badak tidak berhenti meninju lengan dan bahu Andi secara bertubi-tubi.
Setelah terhantam beberapa kali, di mana Andi mulai merasa ngilu kedua lengannya.
Andi langsung memutuskan tidak melakukan tangkisan lagi, melainkan terus menghindari setiap pukulan yang di lepaskan oleh Si Badak.
Melihat strateginya ketahuan dan gagal, Si badak mulai memaki-maki Andi dengan kesal.
Menggunakan bahasa yang Andi kurang mengerti.
Andi hanya menanggapinya dengan tersenyum tenang dan terus bergerak menghindar kesana kemari dengan lebih cepat lagi.
Sehingga terkadang Andi hanya terlihat bayangan saja berkelebatan, diantara kesiur tinju yang di lepaskan oleh Si Badak.
Si Badak seperti sedang meninju sehelai kapas, setiap di tinju, tinju belum sampai Andi sudah melayang mundur menjauh.
Setelah beberapa kali memperhatikan pergerakan Si Badak yang terus mengejarnya, akhirnya Andi malah mendapatkan pencerahan.
Andi kini tidak bergerak menghindar lagi dia berdiri diam di tempat menanti serangan si Badak.
Saat Si Badak melepaskan pukulannya kearah Andi, Andi baru bergerak menghindar mengikuti arah gerakan tinju si Badak.
Sambil menangkap dan menarik tangan Si Badak kedepan mengikuti daya dorong serangan nya sendiri.
Dengan meminjam tenaga si Badak Andi menarik si badak hingga melewati tubuhnya dan hampir tersungkur.
Dengan tubuh terhuyung-huyung Si badak menabrak jeruji kawat pembatas.
__ADS_1
Dengan kesal si badak memukul jeruji pagar pembatas, lalu kembali bergerak mendekati Andi.
Dan kembali melepaskan tinjunya lagi ke Andi, tapi lagi-lagi tubuhnya diseret oleh Andi kedepan, dan sekali ini dia bahkan terjatuh tersungkur keatas lantai.
Karena saat menarik Andi juga menendang bagian belakang lututnya.
Si badak memukul lantai dengan kesal, kemudian kembali melepaskan 4 kali pukulan kombinasi keperut kiri kanan kerahang dan ditutup dengan Upercut kearah dagu .
Dari 4 pukulan kombinasi itu tidak ada satupun yang berhasil mengenai Andi yang sangat lincah seperti bisa menghilang.
Malah pukulan Upercut nya, di manfaatkan Andi yang sedang bersalto melewati atas kepala nya.
Sambil menarik lengannya kearah belakang sambil melakukan tendangan keras kearah pinggang belakang nya.
Sehingga tanpa ampun tubuh Si Badak kembali terjungkal kebelakang seperti batang pisang ambruk.
"Brakkkk...!"
Andi sebenarnya punya kesempatan menyerang dan menyarangkan beberapa pukulan ke Si Badak saat dia terjatuh terlentang.
Tapi Andi memilih tidak melakukannya, karena Andi tahu pukulan nya, tidak akan berarti bagi si Badak yang kebal dan tahan pukul.
Malah dirinya yang berada dalam resiko besar, bila Si Badak berhasil melakukan serangan balasan.
Jadi Andi memilih menjauh mengambil jarak, sebelum dia menemukan kesempatan emas, Andi tidak akan pernah melepaskan pukulannya.
Si Badak kembali bangun berdiri dan mengejar kearah Andi.
Dia kembali melepaskan pukulannya kearah Andi dengan posisi tubuh sedikit merunduk lalu melepaskan pukulan upper cut.
Sekali ini Andi menghindar sambil merapatkan tubuhnya, lalu dengan cepat dia mendorong siku tangan sibadak
Sehingga upercut si Badak malah menghantam wajahnya sendiri dengan telak.
Si Badak sendiri sampai tidak habis pikir kenapa bisa demikian dan bagaimana caranya sungguh tidak masuk akal.
Si Badak sampai pusing Kepalanya, terkena pukulan tangannya sendiri.
Setelah menggoyangkan kepalanya mengusir rasa pusing.
Si Badak kembali maju mendekati Andi, meski dengan cara ini, Andi bisa berhemat tenaga dan membuat Si Badak kehilangan banyak poin karena selalu jatuh bangun.
__ADS_1
Tapi ini pertandingan Underground harus ada yang roboh dan tidak bisa berdiri lagi, jadi point sama sekali tidak berarti.
Di sini tidak ada istilah menang angka, sedangkan bila harus menunggu sampai si badak roboh kelelahan.
Tidak tahu harus tunggu sampai kapan, bila dalam masa itu sedikit saja salah terkena pukulan Si Badak maka tamatlah riwayat nya.
Jadi sambil mengerjai si Badak yang kini pontang panting di permainkan oleh Andi, Andi terus berpikir cara yang tepat untuk meraih kemenangan.
Pada satu kesempatan setelah menjatuhkan si Badak, Andi dengan cepat melakukan kuncian di leher Si Badak dari arah belakang.
Seperti seekor lintah yang menempel dengan ketat di punggung si badak.
Sebenarnya kuncian Andi yang dia pelajari dari ko Ahong sudah tepat, bila orang lain pasti akan menyerah karena kesulitan bernafas.
Tapi terhadap si Badak yang berleher beton, kuncian Andi tidak menghasilkan apa-apa, selain sempat mengagetkan si Badak.
Tapi sesaat kemudian karena Andi kalah tenaga, Si badak berhasil menarik tangan Andi hingga terlepas dari kuncian lehernya.
Lalu dia dengan cepat berbalik badan memberikan tinjunya kearah Andi secara beruntun.
Untungnya Andi dengan cepat maju menempel di dadanya sibadak, sambil memeluk si badak erat-erat, sehingga si badak tidak berhasil menyerang Andi.
Tapi itu bukan berarti Andi bisa meloloskan diri dari situasi berbahaya itu.
Si badak kini dengan sikunya menghantam lurus dari atas kebawah kepunggung dan kepala Andi.
Andi sampai mengeluarkan keluhan kecil saat kepala dan punggungnya terkena hantaman siku si Badak.
Andi buru-buru merubah posisi kebelakang tubuh Si Badak kemudian dengan sekuat tenaga mendorong si badak menjauh darinya.
Andi mundur menjauh sambil melakukan tehnik pernafasan untuk memulihkan rasa sakit di kepala dan punggungnya.
Si Badak yang sudah bangun dari ground fighting, kembali mendekati Andi dan melepaskan berkali-kali pukulan beruntun.
Andi kembali hanya bisa menghindar dan mencari kesempatan.
Karena si Badak terus menerus melepaskan pukulan, nafasnya mulai memburu, dada di sebelah kiri terlihat berdegup kencang, setiap dia melepaskan Upercut.
Posisi dada kirinya yang terbuka, bisa terlihat jelas oleh Andi, jantungnya si Badak.sedang berdetak dengan sangat kencang
Melihat hal itu, Andi pun jadi teringat dengan salah satu jurus pamungkas keluarganya, yang bisa melukai organ bagian dalam musuh secara langsung.
__ADS_1
Terutama 5 organ penting, diantaranya yang paling utama adalah jantung.
Berpikir sampai di sini, begitu melihat ada kesempatan, tanpa berpikir panjang lagi Andi langsung melepaskan pukulannya kearah dada kiri si badak.