AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
BEBI DAN ENI


__ADS_3

"Maaf kak aku berbicara terlalu banyak, seakan akan berkesan menjelekkan kakak ku sendiri.."


"Aku tidak punya maksud lain, hanya ingin kakak jangan terlalu bersedih dan menyalahkan diri.."


"Kak, kakak harus ingat, sebaiknya kak Viona jangan sampai tahu, dan terlihat olehnya perasaan sedih dan bersalah kakak ini."


"Itu tidak akan membawa dampak baik, itu justru akan membuat nya semakin bersalah pada kakak.."


ucap Violin mengingatkan Andi dengan serius..


Andi mengangguk mengerti dan berkata,


"Aku mengerti Lin terimakasih atas nasehatnya, aku akan selalu mengingatnya.."


"Lin sekarang sudah larut malam, kamu pergilah istirahat, besok mungkin masih banyak pekerjaan yang menunggu mu.."


"Jangan lupa minum vitamin, tetap sehat jaga dirimu..ya.."


Violin mengangguk dan berkata,


"Baiklah kak, selamat istirahat, bye.."


Melihat layarnya sudah gelap, Andi pun menyimpan HP nya, mencuci muka.


Kemudian keluar dari kamar mandi, kembali ke sisi Viona, melanjutkan menemaninya tidur.


Viona setiap Subuh masih suka terjaga dari tidurnya dan bersikap histeris dan ketakutan.


Makanya Andi selalu dengan setia menemaninya tidur, agar bisa menenangkan nya saat dia ketakutan.


Tapi malam ini sampai pagi ternyata spesial, Viona tertidur pulas sambil tersenyum hingga pagi.


Dia tidak kumat sama sekali.


Saat sinar matahari mulai menembus kamar dia baru bangun tidur dan menatap Andi dengan mesra.


Andi yang sudah lebih duluan bangun membalas tatapan Viona dengan senyum mesra.


"Di,.. maaf ya, dengan kondisi ku, aku tidak bisa menunaikan kewajiban ku sebagai istri mu dengan baik.."


"Tapi kalau kamu menginginkan nya, aku bisa gunakan yang lain seperti mulut atau tangan.."


ucap Viona penuh arti.


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,


"Tidak Vi,..aku tidak memikirkan hal itu, bisa seperti ini dan tidur berbaring bersama, berpelukan aku sudah sangat bahagia."


Viona tersenyum nakal dan berkata,


"Kamu dari dulu gak pernah berubah selalu pandai menahan diri.."


"Bila orang tidak tahu dan mengenal mu secara dekat, mereka tentu akan mengira kamu tidak normal.."


Viona dengan nakal menjulurkan tangannya ke bawah menyentuh tonggak Andi yang sedang berdiri mengacung keras bagaikan mentimun.


Andi sangat kaget mendapati sentuhan lembut Viona, dia buru-buru mundur, menciumi kening Viona dan berkata,


"Aku mandi duluan, sebentar lagi kita harus kerumah sakit periksa keadaan mu.."

__ADS_1


Viona tertawa nakal dan melempari Andi dengan guling di dekatnya.


Andi menangkap nya, sambil tersenyum, dia berjalan kembali mengembalikannya, setelah memberikan ciuman lembut di bibir Viona.


Andi baru pergi menuju kamar mandi.


Setelah Andi rapi dan keluar dari dalam kamar, suster Emi baru masuk kedalam kamar membantu mengurus Viona.


Setelah Viona siap mereka pun menuju rumah sakit, melakukan cek up rutin.


Setelah hasil cek up keluar dan di periksa oleh dokter yang menangani Viona.


Dokter itu tersenyum lebar dan berkata,


"Perkembangan nya cukup baik, selamat ya,.. semoga bisa terus lebih dari ini, di check up berikutnya.."


Setelah bersalaman bergantian dengan dokter.Andi pun mendorong kursi roda Viona meninggalkan rumah sakit dengan gembira


Viona memegang tangan Andi sambil tersenyum bahagia berkata,


"Terimakasih ya di,.."


Andi tersenyum dan berkata,


"Bukan masalah sayang."


"Vi,.. kamu ada rencana ingin main atau jalan kemana tidak ?"


tanya Andi lembut sambil mendorong kursi roda Viona masuk kedalam lift.


"Ke kampus yuk di,..?"


"Aku kangen dan ingin main kesana."


Andi tersenyum dan berkata,


"Apapun itu asal princess ku senang, aku akan selalu siap.."


"Kalau aku suka nya,.. seperti yang tadi pagi..gimana ?"


tanya Viona sambil tersenyum nakal.


Andi tersenyum dan berkata.


"Jangan berpikir yang bukan bukan, bila sudah sembuh total baru kita pikirkan cara bikin kesebelasan."


Viona langsung menggeleng cepat dan berkata,


"Gak mau dua aja cukup.."


Andi tersenyum dan mencium pipinya sambil berbisik


"Terserah pada mu, aku nurut.."


Mereka berdua sambil tersenyum bahagia meninggalkan rumah sakit langsung menuju kampus.


Andi mendorong Viona berkeliling kampus, karena hari itu hari biasa, suasana kampus cukup ramai.


Banyak diantara para mahasiswi kampus pada melihat kondisi Viona dengan penuh prihatin.

__ADS_1


Tapi mereka rata-rata menatap kearah Andi yang ganteng dan dewasa dengan tatapan mata penuh kagum.


"Kamu lihat dia bukan hanya ganteng tapi sangat perhatian dan setia dan sungguh mengagumkan, benar benar bikin iri.."


"Tidak tahu kelak aku bisa punya nasib sebaik itu gak ya,?" menemukan kekasih seperti itu."


ucap salah satu mahasiswi cantik kepada teman di sebelah nya.


"Bi,.. kamu perhatikan baik-baik, cowok itu bukan nya beberapa waktu yang lalu sempat bikin heboh di Nanjing..?"


"Gosipnya dia menolong aktris Dilra yang sedang populer saat ini, sekaligus juga menolaknya.."


"Eh ya ya benar sangat mirip, bentar En, aku cek dulu."


"Nah ini dia.."


"Tuh kan benar Bi,..ayo kita samperin yuk, minta foto bersama juga boleh.."


"Yuk yuk En, sebelum telat.."


ucap cewek cantik yang di panggil Bi itu penuh semangat.


Mereka berdua sambil memeluk buku mereka di dada berlari kecil menghampiri Andi dan berkata,


"Kak tunggu,.. kak,.. tunggu..!!"


Andi sebenarnya sudah mendengar pembicaraan mereka berdua dari awal dengan pendengaran nya yang tajam, semua itu tidak akan ada yang bisa lewat, makanya dia pura pura tidak dengar dan mempercepat langkah nya.


Baru saat Viona menoleh dan berkata,


"Tunggu di,.. mereka seperti nya sedang mengejar kita.."


Mendengar permintaan Viona Andi terpaksa menghentikan langkahnya, dia hanya bisa mengangguk sambil tersenyum Canggung.


Begitu mendekat, gadis cantik yang bernama Bi sangat cerdik.


Dia tidak menyalami Andi dan langsung mengajak ngobrol Andi.


Melainkan dia mengulurkan tangannya menyalami Viona dan berkata,


"Kak maaf menganggu, kami sangat kagum dengan kemesraan kakak berdua, kalau boleh tahu kakak berdua dulu alumni kampus ini ya kak ?"


"Nama ku Bebi dan dia Eni teman ku, kita bolehkan kak, berkenalan dan foto foto bersama..?"


tanya Bebi dengan cerdik.


Viona sambil tersenyum ramah membalas menyalami Bebi dan Eni, dia yang tidak tahu maksud tujuan ke dua gadis itu.


Tentu sangat gembira, dia menyambut baik perkenalan itu.


"Viona,.."


ucap Viona sambil bersalaman secara bergantian dengan mereka.


Setelah menyalami Viona, mereka otomatis berkesempatan menyalami Andi secara bergantian.


Andi dengan senyum canggung menyalami mereka dan berkata,


"Andi,.."

__ADS_1


Setelah itu mereka baru mengambil foto bersama, tentu saja kedua gadis itu mengambil pose mengapit Andi dari kiri kanan.


Bila tidak ada Viona, ingin rasanya Andi memberikan mereka foto juling seperti dulu saat dia mengerjai pramugari di pesawat.


__ADS_2