AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
CERITA VIONA


__ADS_3

Viona tersenyum lembut dan berkata,


"Sudahlah mari kita lupakan masa masa suram itu, kita nikmati saja kebahagiaan saat ini.."


"Benar tidak..?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Bagus kamu cepat belajarnya, semoga saja hari hari kita kedepannya hanya ada bahagia, tidak ada lagi kesulitan.."


Setelah menyelesaikan suapan terakhir Andi pun berkata,


"Aku panggil suster Emi kemari membantu mu bersiap siap.."


"Aku tunggu di luar.."


ucap Andi sambil menggunakan tisu membersihkan mulut Viona yang sedikit berminyak.


Viona mengangguk dan berkata,


"Terimakasih ya di,.."


Andi tersenyum mengangguk, setelah mencium kening Viona, dia pun keluar dari kamar sambil membawa nampan berisi peralatan makan Viona.


Setelah Andi keluar tak lama berganti dengan Suster Emi yang masuk kedalam kamar.


Menyapa Viona, kemudian membantunya pergi ke kamar mandi.


Sedangkan Andi setelah membawa nampan berisi peralatan makan ke dapur, dia pun kembali keruang tengah duduk santai mendengar musik.


Beberapa saat kemudian Suster Emi yang mendorong kursi roda Viona keluar dari dalam kamar nya.


Melihat Viona sudah rapi dan jauh lebih segar, Andi tersenyum puas dan berkata,


"Ayo kita berangkat main ke rumah James, sekarang.."


Viona mengangguk sambil tersenyum.


Andi pun berdiri dari kursi sofa, menggantikan posisi Suster Emi mendorong kursi roda Viona, meninggalkan apartemen.


Menuju lift yang membawa mereka ke parkiran mobil yang terletak di basemen apartemen.


Tak lama kemudian Andi pun mengendarai mobil nya, ditemani Viona meninggalkan apartemen menuju Rumah James yang terletak di kawasan komplek perumahan elit.


Akhirnya mobil Andi tiba di depan halaman rumah James, Andi memarkirkan kendaraan nya tepat di sebelah mobil Jeep Wrangler hitam milik James.


Andi duluan turun menyiapkan kursi roda buat Viona, baru dia menggendong dan memindahkan Viona dari bangku mobil, pindah ke kursi roda.


Setelah itu dia baru mendorong Viona menuju teras depan rumah kediaman James.


Saat Andi tiba di depan pintu rumah dan menekan bel.


Tak lama kemudian pintu pun terbuka, terlihat di sana James yang membuka pintu, menatap Andi sambil tersenyum lebar, lalu maju memeluk Andi dan berkata,


"Lama tak bertemu ayo kita masuk kedalam.."

__ADS_1


"Santi Sarah dan yang lainnya ada di dalam,. "


James sedikit terkejut saat melihat kondisi Viona yang duduk di kursi roda.


Tapi dia tidak berkata apa-apa, hanya menganggukkan kepalanya dan tersenyum.


Setelah itu dia langsung membalikkan badannya berjalan di depan membawa mereka masuk kedalam rumah nya yang besar dan mewah.


Rumah ini pernah di sita, tapi James sudah mengurusnya semua, kini rumah orang tuanya.


Sepenuhnya sudah kembali ketangan James.


Kakeknya yang sempat di tahan juga sudah di bebaskan, semua aset perusahaan dan rekening yang sempat di bekukan sudah di kembalikan lagi.


Dan semuanya kini dipegang kendali sepenuhnya oleh James.


"Santi,..! Sarah,..! kalian lihat siapa yang datang.."


teriak James kearah Santi dan Sarah yang sedang duduk santai mengobrol di ruang tengah.


Kedua wanita itu langsung menoleh kearah James dan bangkit dari tempat duduknya.


Begitu melihat Andi mereka pun tersenyum lebar, tapi begitu melihat Viona.


Kedua wanita itu sangat kaget hingga menggunakan tangan mereka untuk menutupi mulut yang sedikit terbuka.


Mereka berdua buru buru menghampiri Viona dengan airmata berderai Ketiga nya berangkulan menjadi satu.


"Mengapa Vi,..apa yang terjadi ? mengapa kamu bisa seperti ini ?"


tegur Santi sedih sambil bercucuran air mata.


"Panjang ceritanya San,.. aku sengaja tidak menghubungi kalian, karena aku juga tahu kesulitan yang kalian alami akibat ulah Rio dan ayahnya.."


ucap Viona pelan.


Andi sedikit menengadah kesamping berusaha menahan airmatanya yang hendak runtuh.


James maju merangkul bahu Andi dan berkata,


"Yuk kita ngobrol ngobrol keruangan ku saja, dragon juga ada di sana sedang latihan.."


"Beri waktu kepada mereka untuk mengobrol dengan bebas.


ucap James merangkul Andi meninggalkan ruang tamu menuju lantai dua


Andi di bawa ke sebuah ruang kerja, yang merangkap ruang perpustakaan, juga ada ruang latihan dan fitnes menyatu di sana.


Sedangkan Santi dan Sarah sudah duduk berdampingan dengan Viona mereka menatap Viona dengan kasihan, merasa ikut bersedih untuk nya.


Semua kebencian dan kekesalan mereka terhadap Viona dulu, seketika lenyap tak berbekas.


Bagaimana salah paham dan beda pendapat, mereka tetap adalah adalah teman akrab.


Perasaan tali persahabatan itu selamanya tidak pernah bisa putus begitu saja.

__ADS_1


Setiap detik setiap waktu mereka tetap saling merindukan satu sama lain nya.


"Vi,..kamu,..aiss, aku sungguh tak menyangka kamu bisa seperti ini, apa yang sebenarnya di lakukan oleh si bajingan itu pada mu..?"


Viona termenung bercucuran air mata, dia seperti sedang melihat kilas balik hal hal yang sangat menyakitkan terjadi padanya..


Perlahan-lahan dia pun buka suara,


"Semua berawal dari sehabis mereka menggunakan aku untuk menahan dan menjebak James di kediaman Ferdinand Chu.."


"Waktu itu setelah pertempuran berakhir, Rio dan ayahnya menghilang begitu saja.."


"Meninggalkan aku sendirian di rumah itu bersama beberapa pembantu di sana.."


"Hampir sebulan dia tidak pulang, saat dia pulang, dia hanya buru buru membereskan semua barang dan pakaiannya."


"Waktu itu aku begitu bodohnya terus bertanya padanya dan terus bertanya padanya.."


ucap Viona dengan sepasang mata basah dan bibir gemetar.


Dia terlihat sangat sedih, dari ekspresi wajahnya yang sedang mengingat momen saat itu, terlihat begitu menyedihkan dan sengsara.


Sudah bisa terbayang bagaimana keadaan menyakitkan yang di hadapi nya saat itu.


"James,..! James,..! apa yang terjadi ? apa yang sedang kamu lakukan ?"


"Mengapa kamu membawa pergi semua barang barang mu.."


tanya Viona bertubi tubi dan terus mengikuti James kemanapun dia bergerak.


Tapi James sama sekali tidak menyahut, dia hanya terus membereskan semua barang barangnya, tanpa berkata sepatah pun juga.


Hingga saat dia sedang menarik resleting menutup tasnya, tangan nya di hentikan oleh Viona yang bersimbah air mata, berlutut di sampingnya berkata,


"James aku mohon pada mu,.jangan tinggalkan aku.."


"Saat ini selain kamu dan anak ini, aku sudah tidak memiliki siapa pun lagi.."


"Aku mohon James.."


"Bila aku ada salah, bila aku ada melakukan sesuatu yang kamu tidak suka.."


"Kamu cerita lah, jangan seperti ini.."


"Demi anak mu yang sedang ku kandung ini, aku janji aku pasti akan berusaha berubah sesuai keinginan mu.."


ucap Viona sambil menahan Isak, airmatanya bercucuran tanpa henti.


Dia terlihat sangat menyedihkan, wajahnya dan tubuhnya terlihat kurus, hanya perutnya yang buncit membesar kedepan.


Rio melepaskan tangan Viona dari tangan nya, menyingkirkan tangan Viona darinya dan berkata,


"Maaf Vi,.. kamu lupakan saja aku.."


"Aku pergi dulu.."

__ADS_1


__ADS_2