AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
INSIDEN DI DEPAN PABRIK


__ADS_3

"Andi kamu harus secepatnya menemui Viona, membantu nya keluar dari masalah ini."


"Si bangsat itu pasti memaksa dan mengancamnya, kasihan Viona si bangsat itu telah menghancurkan masa depannya .."


ucap Santi sedih dan juga cemas.


"Aku memang berencana besok malam akan menemui Viona langsung, dan berbicara dengan nya secara langsung.."


"Bila dia sedang dalam masalah, aku pasti akan menolongnya, asal dia bersedia memulai hidup baru dan melupakan semuanya."


"Aku tidak akan mempermasalahkan apapun yang pernah terjadi.."


ucap Andi serius dan yakin..


James menghela nafas panjang dan berkata,


"Di .. setelah mendengar ucapan serius mu ini.."


"Aku memutuskan akan memberitahu mu satu hal, yang tadinya tidak akan ku ceritakan pada mu."


"Tapi situasi kini telah seperti ini, aku harus cerita.."


"Apa itu..?"


tanya Andi penasaran.


Santi juga ikut menatap penasaran ke suaminya, karena James memang tidak pernah cerita apa pun ke dia.


"Di sebenarnya dari tiga Minggu yang lalu saat kamu menghubungi ku."


"Aku sudah meminta anak buah ku mengurus hal ini, dan mereka sudah memberikan informasi lengkap pada ku.."


"Dari hasil pantauan mereka, ke 6 gadis teman Viona kembali ke Mess jam 11 malam, tapi tidak ditemukan Viona di antara mereka.."


"Mereka akhirnya berhasil menemukan Viona keluar dari hotel H sekitar jam 7 pagi..dan langsung mengabari ku.."


"Saat itu pula aku mengirim.pesan pada mu.."


ucap James mengakhiri ceritanya.


Andi langsung teringat dan kini dia pun sadar, kenapa saat itu dia menelpon Viona pagi pagi bisa nyambung, pasti inilah alasan nya.


Dan saat mereka berbicara Viona malah menangis, pasti karena hal itu pulalah alasannya.


Setelah berpikir bolak balik, Andi pun sadar Viona pasti di jebak, dan di ancam oleh Rio.


"Ahh tidak.."


ucap Andi sambil bersandar lemas di bangku, yang dia duduki bersama Santi.


Sesaat kemudian Andi langsung berkata,


"Santi James,.. maaf aku, dengan terpaksa harus batalkan acara makan malam bersama ini, mungkin lain waktu saja.."


"Aku saat ini juga harus pergi menemui Viona, aku harus menolong nya.."


"Hal ini tidak bisa di biarkan.."

__ADS_1


ucap Andi terlihat cemas kalut dan galau.


Santi dan James saling pandang kemudian keduanya mengangguk, lalu James berkata,


"Kamu pergilah di,.. aku mendukung mu..bila ada apa apa telpon saja.."


"Kalau perlu pabrik maksiat itu akan ku ratakan, urusan dengan pusat aku akan bicara dengan presiden Xi.."


"Mengingat hubungan baik masa lalu, kurasa dia juga tidak akan mempermasalahkan nya.."


"Kamu tidak perlu khawatir teman, berjuang lah aku akan mendukung mu,


ucap James sambil menepuk bahu Andi..


Andi mengangguk dan berkata,


"Terimakasih banyak, aku permisi.."


Andi langsung bergegas pergi dengan buru-buru menuju pabrik PT PC, Andi terus melihat jam tangannya, untuk memastikan masih keburu sampai di sana tepat waktu, sebelum Rio kembali membawa Viona pergi.


Andi membawa mobilnya seperti kesetanan menyalip kesana kemari, sambil membunyikan klakson mobil nya.


Seumur hidup ini adalah pertama kalinya Andi membawa mobilnya dengan cara seperti ini.


Akhirnya Andi tiba di depan pabrik tepat waktu.


Saat Andi tiba., pas bertepatan dengan mobil hitam Rio datang menjemput Viona, yang sedang berdiri di depan pintu pabrik ditemani oleh pria kemaren.


Andi langsung menyalipkan mobilnya tepat di depan mobil Rio.


Andi turun dari mobil nya, lalu berteriak ,


"Viona...!"


Viona sangat terkejut melihat kedatangan Andi yang tiba-tiba, wajahnya langsung pucat airmatanya langsung turun membasahi pipinya.


Sepasang mata Viona yang indah membelalak lebar, mulutnya sedikit terbuka, sesaat kemudian dia menggunakan telapak tangannya menutupi mulutnya sendiri.


Menahan suara sedu sedan nya yang tertahan, dia terus menatap Andi dengan tubuh' gemetaran.


Andi berjalan mendekati pria yang berdiri memayungi Viona.


Pria itu terlihat gelisah dan ketakutan saat melihat kedatangan Andi.


Setelah tiba di hadapan pria itu, Andi merampas payung dari tangan pria itu.


Lalu dengan sekali cengkram kearah kerah baju pria itu.


Andi melempar nya, seperti sedang melempar kain basah, kearah pagar besi pabrik sambil berteriak,


"Bangsat germo pabrik, pergilah...!!"


Andi menggantikan posisi pria itu memayungi Viona.


Dengan tubuh' basah oleh siraman air hujan, Andi berkata,


"Vi,..maaf aku datang terlambat.. ayolah ikut dengan ku, mulai saat ini aku akan selalu berada di sisi mu..!"

__ADS_1


"Aku tidak akan membiarkan mu di tindas oleh siapapun lagi..!"


ucap Andi sedikit berteriak untuk mengatasi suara bunyi hujan .


Viona menatap Andi sambil menggelengkan kepalanya pelan, dia tidak bisa berkata apa-apa.


Selain terus menggelengkan kepalanya.


"Awas...!!"


teriak Viona tiba tiba..


Saat Andi menoleh ke belakang sebuah pukulan yang dilancarkan oleh Rio telah tiba.


Tapi Andi bukan orang biasa, dia sudah melalui berbagai pertarungan hidup mati secara berulang-ulang.


Dia sangat gesit, kecepatan reflek nya juga tinggi.


Dengan mudah Andi menepis pukulan lurus strike Rio, kearah wajah nya, dengan menggunakan berat tubuhnya sebagai tenaga dorongan bantuan.


Dengan gerakan cepat, setelah menepis pukulan Rio, tangan Andi masuk dengan telapak tangan terbuka menghantam hidung Rio.


Disaat wajah Rio terdorong keatas oleh hantaman tangan Andi, sebuah tendangan kearah kaki dan perut menyusul.


Membuat Rio terlempar tersungkur jatuh berlutut di atas tanah, dengan hidung bocor bercucuran darah, bercampur dengan air hujan membasahi baju kemeja putihnya.


Viona menjerit ngeri, lalu menubruk kearah Rio, memeluk dan membantunya berdiri, Viona jadi ikut basah dan kehujanan..


Andi yang tangan nya masih memegang payung, kini payungnya jatuh terlepas keatas tanah.


Seluruh tubuhnya basah kuyup di guyur hujan, Andi tidak perduli dengan keadaannya yang basah kuyup, dia hanya bergumam lirih,


"Viona,.. kenapa...?"


Viona menoleh kearah Andi dan berteriak,


"Andi pergilah..cepat pergi dari sini... hubungan kita sudah selesai...jangan bikin onar...lagi..!!"


Andi berdiri dengan tubuh gemetar, dia benar-benar tidak menyangka Viona akan berkata seperti itu padanya..


Di saat Andi sedang berdiri seperti orang linglung, 5 orang satpam pabrik yang datang membawa pentungan, langsung menghajar kepala Andi dari belakang.


Viona hanya bisa menjerit ngeri, dengan mata terbelalak dan mulut sedikit terbuka.


Melihat Andi terhuyung huyung kedepan dengan kepala dan wajah berlumuran darah.


Tidak cukup sampai di sana para satpam itu masih mengejar dan menyusulkan hantaman berulang kali kearah kepala dan punggung Andi.


Andi tidak melakukan perlawanan, dia hanya terus menatap kearah Viona dengan tatapan tak percaya.. dan sedih.


"Tidak...jangan... hentikan pak...jangan..!"


teriak Viona histeris ingin menghampiri Andi.


Tapi bahu dan lengan nya, di tahan oleh Rio dengan kuat.


Sehingga Viona tidak bisa berlari kearah Andi..

__ADS_1


__ADS_2