
"Baik saya akan segera kirimkan datanya, maaf apakah nomer pak Kho ini juga termasuk nomer WA bapak ?"
tanya Andi balik.
"Benar sekali pak Andi, nomer ini termasuk nomer WA ku.."
jawab Pak Kho.
"Pak Kho kira kira biayanya berapa ya ?"
tanya Andi hati hati.
"Biaya jasa 5000 Yuan, sedangkan biaya operasional nanti ada rincian kwitansinya.."
"Setiap Minggu akan di laporkan ke pak Andi."
ucap pak Kho ringan.
Andi mengangguk, lalu berkata,
"Jadi berapa biaya deposit yang harus saya bayar, pak Kho mau ambil ke kantor ku atau aku transfer .?"
"Karena pak Andi di kenalkan oleh Bos Lin, uang deposit tidak perlu, Minggu depan saja, saya akan berikan rincian tagihannya."
"Saat ini cukup kirimkan data kedua orang yang hendak pak Andi lacak..'
"Tapi saya katakan di awal, saya hanya melacak keberadaan mereka, bukan menangkap mereka,"
"Kondisi ku kini, pak Andi pasti sudah tahu, saya tidak punya kemampuan untuk itu.."
Pak Kho diam sesaat lalu kembali berkata,
"Tapi bila pak Andi ingin lebih, saya bisa rekomendasikan ke teman saya ini nomer WA nya.."
"Kalau mereka bisa, mau hidup mau mati, pak Andi tinggal pesan saja.."
"Yang penting bayaran cocok beres.."
ucap Pak Kho serius.
"Tidak perlu sejauh itu, cukup pak Kho saja yang kerjakan, sisanya saya akan urus sendiri.."
ucap Andi.
"Baik kalau begitu saya tunggu data dari pak Andi.."
ucap pak Kho, sambil memutus sambungan nya.
Andi merasa penasaran dengan nomer yang Pak Kho berikan barusan
Andi melihat nomer itu sepertinya dia kenal, Andi coba masukkan nomer tersebut di safe ke ponselnya.
Tapi begitu hendak di simpan, ponsel Andi muncul nama James, ini menunjukkan nomer itu sama dengan nomer HP James kakak Sarah.
Andi sangat kaget melihat hal itu,..
"Kok bisa,..?"
gumam Andi pelan.
Kalau saja memori Andi masih ada, dia pasti semakin yakin James adalah profesional seperti itu.
Karena James memiliki kemampuan yang tidak seperti orang biasa.
Andi cuma heran sejenak saja, sesaat kemudian dia langsung melakukan panggilan telepon ke sekretaris Bos Wang Lei.
"Halo, nona Fei Fei ini Andi, saya mau repotin nona Fei Fei sedikit boleh ?"
"Ohh pak Andi, tentu boleh apa yang bisa Fei Fei bantu..?"
"Ini Fei Fei saya butuh data pribadi bagian keuangan pak Seno bisa ? Kalau bisa lebih lengkap lebih baik.."
__ADS_1
"Ohh itu bisa pak, harap tunggu sebentar saya nanti minta kan dulu, ke bagian personalia."
"Nanti saya kirimkan ke bapak via ekspedisi..'
ucap Fei Fei ramah.
"Ada lagi pak Andi,..?"
Andi berpikir sejenak kemudian berkata,
"Ohh ya kira kira Bos Wang tiba di Canada jam berapa ya,.."
"2 jam lagi mungkin sudah sampai pak,.."
ucap Fei Fei setelah mengecek buku jadwal kegiatan Bos Wang.
"Baik Fei Fei terimakasih banyak, kalau begitu saya tidak akan menganggu lebih jauh.."
ucap Andi sopan.
"Sama sama pak Andi..."
ucap Fei Fei ramah.
Setelah memutuskan sambungan dengan Fei Fei, Andi langsung menghubungi sekretaris nya Vera.
"Vera tolong kamu kirimkan semua data pengeluaran perusahaan Minggu ini, termasuk tansfer antar bank ya.."
"Baik pak,..ada lagi pak..?"
"Belum ada sementara itu saja dulu.."
"Siap pak "
jawab Vera,
Kemudian dia memutuskan sambungan telponnya dan bergegas menyiapkan permintaan Andi.
Setelah menunggu beberapa saat, pintu ruangan kerja Andi di ketuk dari luar.
"Tok,..Tok,..Tok,..!"
"Masuk,..!!"
sahut Andi dari dalam.
Pintu terbuka terlihat Vera datang membawa setumpuk berkas keuangan memasuki ruang kerja Andi
"Mau di taruh di mana pak,..?"
tanya Vero saat berhadapan dengan Andi.
"Di sini saja.."
ucap Andi, sambil menunjuk mejanya yang penuh berkas.
Vera mengangguk lalu meletakkan berkas berkas yang ada di tangannya.
"Vera permisi pak,.."
"Ya,.. silahkan,.."
jawab Andi singkat, sambil mulai memeriksa satu persatu data keuangan perusahaan yang di bawa oleh Vera.
Setelah memeriksa hampir 2 jam lebih, Andi tidak menemukan adanya pengeluaran ataupun pengalihan dana yang janggal.
Semuanya normal tidak ada masalah, Andi sendiri menjadi heran akan maksud dan tujuan John dan Seno yang menghilang.
Setelah memaksanya menandatangani beberapa berkas kemaren.
Andi tiba-tiba teringat dengan rencana nya yang ingin menghubungi Bos Wang.
__ADS_1
Andi pun buru buru mengeluarkan HP nya dan melakukan panggilan ke Bos Wang.
Ternyata kini bisa tersambung, saat telpon diangkat terdengar suara Bos Wang yang tertawa senang..
"Ha..ha,..ha,.. ! Andi tumben kamu nelpon saya ada apa,? mau ke saya atau ke putri saya, ? atau mau ikut gabung liburan keluarga..?"
"Papa,.. jangan bikin malu deh,..!"
terdengar suara Nicole yang komplain dari samping Bos Wang...
Lalu kembali terdengar suara tertawa gembira Bos Wang.
Andi hanya tersenyum menanggapi candaan Bos Wang.
Andi menunggu hingga suara tawa mereda, baru berkata,
"Bos Wang saya ingin menceritakan hal serius yang sangat janggal, tolong di voice call, agar Nicole juga dengar..'
"Aku butuh pendapat Bos Wang dan Nicole atas kasus ini.."
"Baik sebentar,.. "
jawab Bos Wang serius.
Andi pun mulai menceritakan semua kejadian yang terjadi antara dirinya Seno dan John dari divisi keuangan.
Selesai Andi bercerita, langsung terdengar suara Nicole.
"Di kamu tunggu kabar dari ku, sebentar saya akan meminta Zorro mengecek semua pos pengeluaran grup."
"Apakah ada pengalihan dana keluar dengan menggunakan tanda tangan mu..'
"Sebentar,.. "
ucap Bos Wang.
"Di,.. bila di group rasanya tanda tangan mu tidak akan berfungsi.."
"Tapi kami tetap akan melakukan pengecekan.."
"Justru yang ku khawatirkan adalah Aliran dana perusahaan mu, itu lebih berkemungkinan di manfaatkan oleh mereka.."
"Aku sudah melakukan pengecekan aliran dana keluar perusahaan ku, tidak ada yang janggal.."
ucap Andi bingung.
"Baiklah kalau begitu, kamu tunggu saja, kabar dari kami nanti.."
"Bos Wang benarkah seperti cerita Seno, group kita melakukan manipulasi data laporan keuangan untuk pajak ?"
tanya Andi ingin tahu.
"Tidak ada di,.. aku melarang keras hal itu."
"Semua perusahaan ku sangat terang bila menyangkut hal itu,. bahkan terakhir ini Nicole berkeliling ke semua anak perusahaan."
"Hanya khusus untuk memeriksa laporan keuangan semua anak perusahaan kita.."
ucap Bos Wang tegas.
Mendengar penjelasan Bos Wang, Andi pun semakin yakin, kedua orang itu memang sengaja muncul untuk menjebaknya..
Tapi Andi belum bisa membaca maksud dan tujuan dari kedua orang itu, karena dia tidak berhasil menemukan tujuan kedua orang itu..
"Baiklah Bos Wang sampai di sini saja, maaf telah menganggu acara wisata kalian."
"Selamat berwisata.."
ucap Andi kemudian memutuskan sambungannya.
.
__ADS_1