
Sesaat kemudian Andi sudah meluncur keluar dari gedung kantornya menuju alamat yang di tunjukkan oleh Nicole.
Baru saja tiba didepan kompleks perumahan, HP Andi sudah bunyi, saat di lihat panggilan datang dari Nicole.
Andi pun mengenakan hand free ditelinga nya dan berkata,
"Ya Nicole kenapa ?"
"Kamu ada di mana kak ? kamu gak lupa kan dengan janji kita tadi pagi ?"
tanya Nicole panik.
Andi tersenyum dan berkata,
"Aku sudah ada di depan komplek, kenapa ? ada perubahan rencana ya..?"
Nicole langsung cemberut dan berkata,
"Gak da perubahan, cepat kemari..."
"Awas kalau berani telat papa mama sudah menunggu semua, jangan bikin malu aku.."
tegur Nicole pura pura galak.
Andi sambil tersenyum berkata,
"Ya,..Ya,.. bawel,.. kalau kamu telpon terus aku malah bisa nyasar dan telat beneran.."
"Dasar, ya udah,.. hati hati.."
ucap Nicole lalu memutuskan sambungan telpon nya.
Andi melepaskan handfree nya, lalu mulai mencari cari alamat rumah pemberian Nicole.
Alamat rumah itu membawa Andi menuju sebuah rumah besar yang berdiri diatas sebuah bukit yang bangunan rumahnya seperti sebuah istana yang menghadap kearah laut.
Melihat bangunan rumah ini, Andi di dalam hati semakin yakin, Nicole pasti punya hubungan dekat dengan Bos Wang.
Begitu mobil Andi tiba didepan gerbang pagar rumah mewah itu, pagar pintu langsung terbuka otomatis.
Mobil Andi pun langsung melaju masuk kedalam, setelah melewati taman yang sangat luas dan rapi.
Akhirnya Andi tiba di depan sebuah rumah yang sangat besar dan mewah, bahkan rumah ini jauh lebih besar dan jauh lebih mewah dari rumah MR BRONSON yang pernah dia datangi 3 tahun lalu di New York.
Andi memarkirkan mobilnya berderet dengan sederetan mobil mewah yang terparkir di sana.
Saat melihat mobil Wrangler yang dulu sering di gunakan oleh Nicole untuk mengantar jemput dirinya dulu, Andi pun tersenyum sendiri.
Saat Andi memasuki halaman depan rumah, seorang pria bertubuh tinggi besar berkacamata hitam mengenakan seragam jas yang rapi.
Langsung menyambut Andi dengan sopan dan berkata,
"Pak Andi ya ?"
Andi mengangguk sambil tersenyum.
"Lewat sini pak Andi, bos nyonya bos dan nona besar sudah lama menunggu di dalam..."
__ADS_1
ucap pria itu sambil bergerak menjadi penunjuk jalan buat Andi.
Andi berjalan tenang mengikutinya hingga tiba di depan sebuah ruangan.
Pria itupun berkata,
"Silahkan pak Andi, mereka semua sudah menunggu di dalam.."
Andi mengangguk lalu melangkah memasuki ruangan mewah tersebut.
Begitu Andi melangkah memasuki ruangan dan melihat siapa yang hadir didalam ruangan tersebut.
Andi langsung di sambut lambaian tangan dan senyum lebar dari Bos Wang Lei Bos besarnya Andi.
Melihat Bis Wang Lei hadir duduk di sana mendampingi seorang wanita cantik yang wajahnya mirip Nicole.
Andi pun kini semakin yakin Papanya Nicole adalah Bis Wang Lei.
Sesuai perkiraan nya selama ini, sambil tersenyum Andi melangkah maju menyalami Bos Wang Lei dan Wanita disebelahnya.
Sedangkan Nicole terlihat sedang tertawa menutupi mulutnya.
Andi setelah bersalaman dengan Bos Wang dan istrinya yang mempersilahkan dia duduk.
Andi pun kemudian duduk di kursi kosong tepat sebelah Nicole.
"Maaf nak Andi, selama ini saya tidak berterus terang pada mu Nicole ini putri tunggal kami berdua ."
ucap Bos Wang Lei sambil tersenyum tidak enak hati.
Andi tersenyum dan berkata,
"Lagi pula dari awal pertemuan, saya sebenarnya sempat curiga Nicole putrinya Bos.."
"Saat kunjungan pertama kali ke pabrik, sikap dan panggilan kepala proyek Yang, membuat ku semakin yakin Nicole Wang adalah putrinya Bos."
"Tapi berhubung Nicole tidak mau cerita, saya pun memilih pura pura tidak tahu .."
ucap Andi sambil tersenyum.
Bos Wang melihat kearah Nicole dan berkata,
"Tuh kan apa papa bilang, kamu tidak mungkin bisa menipu mata talenta kebanggaan papa yang satu ini.."
"Bila kamu bisa, maka itu pasti bukan Andi Huo yang papa kenal."
ucap Bos Wang sambil tertawa senang.
Mama Nicole tiba-tiba ikut berkata,
"Sudah ngobrol nya nanti saja selesai makan,.. ayo kita makan.."
"Nanti bila masakan nya dingin jadi gak enak.."
"Ayo silahkan di cicip nak Andi, ini masakan yang sengaja Nicole masak untuk mu..'
"Cobain gimana rasanya.."
__ADS_1
ucap mama Nicole sambil membantu mengambilkan masakan buatan Nicole untuk Andi.
Andi mencicipinya kemudian menoleh kearah Nicole dan berkata,
"Ehmm,.. kurang enak.."
Nicole agak terkejut, dia buru-buru berkata,
"Masa sih,.. coba.aku cicip.."
Ucap Nicole kurang percaya, tanpa sadar dia langsung menggunakan sendok nya mencicipi masakan di piring Andi tanpa sungkan.
Karena mereka berdua sudah sangat akrab hal ini sudah biasa Nicole lakukan.
Hanya saja bila Andi yang mencicipi makanan Nicole, Andi tidak pernah mau makan sepiring berdua dengan Nicole.
Karena momen itu, bagi Andi hanya bisa khusus buat dia dan Violin, selamanya tidak bisa di gantikan oleh yang lain.
Andi sambil tersenyum lebar berkata,
"Tidak kok aku cuma bercanda saja, masakan mu sudah sempurna sangat sangat pas dan enak.."
Nicole pun tersenyum lega, tapi dia segera mencubit pinggang Andi dengan gemas.
Kedua orang tua Nicole saling pandang mereka berdua tersenyum penuh arti, melihat kedekatan Andi dan Nicole putri tunggal mereka.
Mereka berempat makan dan ngobrol bersama dengan gembira.
Setelah selesai makan, dimana piring piring dan peralatan makan sudah di bersihkan oleh pelayan rumah.
Bos Wang baru menatap Andi dengan serius dan berkata,
"Nak Andi, aku ada sedikit pembicaraan pribadi yang ingin ku bicarakan dengan mu."
"Kamu tidak keberatan kan ?"
Andi mengangguk sambil berusaha tersenyum tenang berkata,
"Silahkan saja Bos Wang, Andi siap mendengarkan dan menjawab apapun pertanyaan Bos ke Andi..."
Di dalam hati Andi sebenarnya juga sudah menebak apa yang ingin di sampaikan oleh Bos Wang.
Ini adalah momen yang Andi kurang suka, karena Andi sadar jawabannya pasti bakal menyakiti perasaan bos Wang, terutama Nicole sahabat baiknya ini.
Tapi Andi tidak punya pilihan, dia harus jawab dengan jujur, dia tidak boleh membohongi perasaan sahabatnya itu.
Meski resikonya Andi bisa di musuhi Bos Wang dan berujung dengan pemecatan, Andi tetap akan bicara jujur apa adanya.
Nicole terlihat menundukkan kepalanya dalam dalam wajahnya merah padam, dia bahkan tidak. berani melirik kearah Andi sama sekali selama Bos Wang memulai pembicaraan tersebut.
"Nak Andi bagaimana menurutmu putri kami Nicole..?"
tanya Bos Wang hati hati sambil menatap kearah Andi dengan harap harap cemas.
Andi melirik sekilas kearah Nicole kemudian berkata,
"Nicole adalah seorang gadis yang sangat cantik baik lembut, riang gembira dan sangat pengertian, siapapun yang dekat dengannya pasti akan merasa nyaman dan menyukainya.."
__ADS_1
"Nicole juga sangat dewasa cerdas rajin gigih dalam bekerja, sangat bisa diandalkan saat bekerja sama dengan nya."