AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
PENJELASAN ANDI


__ADS_3

Violin tertawa manja dan berkata,


"Apa yang membuat mu begitu tidak sabaran, bukannya kamu biasanya gayanya paling slowly, seperti kakek kakek.."


Andi menciumi leher Violin dengan lembut dan berbisik,


"Ini karena godaan di ruang ganti kemaren..."


"Ihh genit,.. kak Andi mulai nakal.."


tegur Violin manja pura pura cemberut menjauhi Andi sambil menahan senyum.


Andi tersenyum kemudian menciumi kening Violin dengan lembut dan berkata,


"Bersiaplah, aku tunggu di luar, nanti gak tahan kalau di dalam.."


Violin mencubit pinggang Andi dengan gemas dan berkata,


"Dasar semakin nakal.."


Andi sambil tertawa berkata,


"Aku nakal pun hanya sama kamu saja.."


"Karena aku tahu kamu suka yang nakal benar kan ?"


ucap Andi sambil tertawa.


Violin sambil menahan tawa, membalikkan badan Andi dan mendorongnya keluar dari kamar.


Dia hanya sekedar menutup saja tanpa menguncinya.


Dengan riang dia langsung melepaskan gaun pengantin dan pakaian dalam pengantinnya yang ribet.


Lalu dia membuka lemari sesuai dugaan nya, di dalam lemari Andi ada menyimpan sejumlah pakaian dalam dan pakaian kesukaan nya yang di simpan dengan rapi.


Semua tertutup plastik laundry, yang masih ada labelnya.


Pantas saja dia selalu merasa ada beberapa pakaian nya yang hilang.


Ternyata semuanya di culik oleh oleh Andi dan di pindahkan oleh Andi secara diam diam.


karena Andi memang memiliki kunci apartemen yang dia miliki dan bisa keluar masuk sesuka hati.


Tapi Andi tetap lah Andi pikir Violin, tanpa persetujuan dan kerelaannya, Andi tidak akan pernah memanfaatkan situasi itu, untuk datang menganggunya.


Violin tersenyum bahagia dan berdendang kecil sambil berganti pakaian.


Lagu yang dia dendang kan adalah You are my sunshine, lagu favoritnya dan Andi.


Sudah lama rasanya Violin tidak merasakan kebahagiaan seperti saat ini..


Padahal tidak sampai 4 bulan dia dan Andi berpisah, tapi dia seolah olah merasa kehilangan kebahagiaan nya telah begitu lama.

__ADS_1


Andi membiarkan Violin bebas berkarya sesukanya, Andi sendiri setelah menghubungi pihak terkait membereskan pagar dan mobil di halaman nya, dia memilih duduk dengan santai mendengarkan musik kegemarannya.


Andi memejamkan matanya menikmati dan menghayati lagu yang pernah membuatnya merasa begitu bersedih, tapi kini justru membuatnya merasa sangat bahagia.



Hingga Andi mencium wangi Violin yang duduk di sisinya, Andi baru membuka matanya, menoleh kearah Violin dan berkata,


"Sudah siap , ayo kita berangkat.."


Violin mengangguk, lalu dia menggandeng tangan Andi dengan mesra dan berkata,


"Apa yang kakak rasakan saat mendengar lagu ini ?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Saat ini mendengarnya tentu sangat bahagia, tapi hampir saja aku mendengarnya untuk kedua kalinya dengan penuh penderitaan dan terluka.."


Violin menghela nafas panjang dan berkata,


"Ini juga termasuk salah satu alasan aku meninggalkan acara pernikahan ku dan DoDo.."


"Aku benar-benar tidak sanggup saat terbayang kak Andi akan menghadapi situasi seperti kakak kehilangan kak Viona dulu.."


Mendengar ucapan Violin, Andi memutar Violin menghadap kearah nya dan berkata dengan penuh haru,


"Terimakasih Lin, kamu memang adalah yang terbaik tuhan ciptakan untuk Ku,.."


"Ada kamu di sisi ku aku sudah cukup puas.."


Violin mengangguk dan berkata,


"Sama sama kak, kedepannya aku juga akan berusaha jadi yang terbaik buat kakak.."


Tak lama kemudian kedua orang itu berjalan sambil berpelukan, menuju garasi mobil dimana mobil Mercedes Benz Andi terparkir di sana.


Beberapa saat kemudian terlihat Andi mengendarai mobilnya meninggalkan Villa mewah mereka, yang kini tanpa pagar.


Karena pagarnya sudah di copot dan di bawa pergi oleh ahli pagar dan teralis, yang Andi hubungi tadi bersamaan dengan mobil derek, yang membawa pergi rongsokan mobil yang ada di depan pagarnya.


Andi Setelah memarkirkan mobilnya di depan kantor catatan sipil, dengan santai dia bergandengan tangan bersama Violin masuk kedalam gedung tersebut untuk melakukan pendaftaran.


Tanpa kesulitan berarti setelah melakukan sesi pemotretan dan wawancara singkat.


Tak lama kemudian Andi dan Violin sudah keluar dari dalam gedung, sambil masing masing memegang sebuah buku kecil merah di tangan mereka.


Mereka masing masing terlihat tersenyum bahagia dengan buku kecil di tangan mereka.


"Lin dari sini, kita terpaksa kembali lagi ke tempat pemberkatan menemui pemuka agama tadi pagi itu, kamu gak papa ?"


tanya Andi sambil menyetir dan menahan senyum.


Violin dengan gaya nya yang cuek berkata,

__ADS_1


"Mau gimana lagi, ya kita temui saja.."


"Kan cuma tukar personil aja, dan rubah rubah sedikit lah di komputer."


Menanggapi gaya kekasih kecilnya, Andi tidak dapat menahan diri untuk tersenyum lebar.


Inilah Violin,, dia selalu memandang segala sesuatu dengan positif dan easy going.


Sangat berbeda dengan Viona yang lebih sering memandang dari segi negatip dan gampang menyerah.


Wajah sama, lahir dari orang tua yang sama, tapi bawaan sifat tetap saja berbeda.


Tentu saja pemuka agama yang di temui oleh Andi dan Violin sangat kaget.


Tapi mau gimana lagi, dia hanya bisa menuruti kemauan pasangan itu dan mengganti jadwal pemberkatan ulang.


Setelah keluar dari tempat itu, Andi langsung menghubungi panitia EO yang dulu pernah dia pesan untuk acarnya dan Violin tapi dia batalkan.


Tanpa masalah panitia itu dengan penuh semangat mengatur semuanya sesuai keinginan Andi dan Violin


Hal ini karena Andi di waktu lalu, meski batal dia menanggung full semua biaya yang harus di tanggung oleh pihak EO.


Sikap bertanggungjawab Andi ini, yang membuat pihak EO sangat segan kepada Andi.


Mereka malah banyak memberikan diskon buat Andi, untuk acara ulangan ini.


Dalam perjalanan kembali kerumah Violin tiba-tiba bertanya ke Andi,


"Kak rumah villa kita itu gimana ceritanya ?"


Andi tersenyum dan berkata,


"Lin kakak katakan pada mu, proyek itu tidak pernah kakak hentikan.."


"Biar kakak di kota B, kakak tetap selalu saling kontak dengan arsitek dan desainer rumah tersebut, kakak selalu memantau nya dari jarak jauh.."


"Lin setelah kakak kembali bersama kakak mu, kakak menyadari satu hal.."


"Terhadap kakak mu, kakak hanya ada perasaan bersalah kasihan dan ingin memperbaiki segala nya,


"Kakak ingin memberikan yang terbaik untuk nya, agar dia bisa pergi dengan tenang dan bahagia tanpa ada penyesalan dan penderitaan.."


"Hidupnya nasibnya terlalu menyedihkan, kakak tidak tega melihat dia pergi dengan kondisi seperti itu, "


"Kamu mengerti kan maksud kakak.."


ucap Andi sambil menghapus airmatanya yang jatuh menetes sendiri.


Violin memegang tangan Andi dan mengangguk dengan cepat dan berkata,


"Maafkan sikap Lin yang kekanak Kanakan kurang dewasa kurang pengertian yang hampir menghancurkan segala kebahagiaan kita, ya kak,.."


Andi menggelengkan kepalanya dan berkata,

__ADS_1


"Tidak Lin, dalam hal ini, kakak dulu juga ada salahnya.."


__ADS_2