
Selain itu Andi juga merasakan bagian itu Violin sudah sangat licin dan basah.
Sepasang pa ha nya juga terbuka lebar siap menerima segala konsekwensinya.
"Owhhh,.. sekarang kak,.. please..!"
Rin tih Violin semakin tak terkendali tubuhnya yang meng ge Lin Jang hebat.
Mendengar permintaan ulang Violin, Andi dengan hati hati maju menciumi leher Violin, sambil menurunkan Ping Gul nya, sedikit demi sedikit.
Kemudian mendorongnya ke atas.
"Owhh,...ahh,..!"
Tubuh Violin mengejang, ujung kakinya juga mengejang, tangannya kanannya mencengkram kepala Andi dengan erat.
Sedangkan tangan kirinya mencengkram punggung Andi yang berotot dengan erat erat.
Kepala Violin sedikit mendongak keatas, sepasang bola matanya terbalik keatas.
Mulutnya sedikit terbuka membentuk huruf O.
Dia bisa merasakan bagian itu nya yang basah, sedang di masuki benda keras bulat panjang dan besar.
Hingga dia merasa bagian itu nya, terasa penuh hampir tidak muat, seperti mau robek.
Padahal sepasang pa ha nya sudah merenggang hingga maksimal.
Andi yang berhasil meloloskan sedikit rudalnya menembus lubang sempit Violin.
Dia menemukan ada sedikit penghalang di bagian dalam sana, Andi menambah sedikit tenaganya mendorong lebih dalam, hingga akhirnya penghalang tersebut tembus, milik Andi melesak setengah kedalam.
Andi merasakan sensasi hangat dan urutan urutan yang luar biasa nikmatnya.
Sedangkan Violin sepasang matanya terpejam rapat dan ada dua butir airmata melompat keluar di ujung matanya.
Dia mengigit erat bibir bawahnya sendiri, menahan perih dan sedikit ngilu di bagian itu nya.
Tapi sesudahnya, dia merasakan ada sensasi hangat dan nikmat luar biasa.
Yang membuat nya ingin merasa lebih.
Violin tanpa sadar memindahkan sepasang tangannya mencengkram Ping Gul Andi dan menariknya keatas.
Blass, kini masuklah seluruhnya milik Andi, Andi merasakan sensasi nikmat luar biasa, dari denyutan dan remasan di bagian dalam sana.
Andi mulai menaik turunkan ping Gul nya, mendorong maju mundur.
Violin juga mengimbanginya dengan menaik turunkan ping Gul nya, sambil di goyang goyang sedikit.
Deru nafas Rin tih Han dan de sah an bercampur aduk antara Andi dan Violin.
"Kak,..ohh,.. aku gak kuat lagi..ahh.."
Violin mera cau tubuhnya mene gang dan bergetar hebat.
Sebelum akhirnya terkulai lemas tak bertenaga, diam pasrah di sana.
__ADS_1
Menikmati sensasi semburan hangat yang berasal dari rudal Andi yang ada di dalam sana.
Begitu Andi selesai menyemburkan berkali kali hingga tuntas, Andi pun jatuh terkulai lemas sambil mendekap tubuh istrinya yang polos lembut dan hangat.
Mereka berdua langsung tertidur kelelahan, hingga tidak ada yang bersedia bangun untuk sekedar pergi ke kamar mandi membersihkan diri.
Menjelang subuh Andi baru terbangun dari tidur pulas nya.
Andi menatap wajah istrinya yang sedang tertidur pulas sambil tersenyum bahagia.
Dengan hari hati Andi meraba kening dan leher istrinya, saat merasakan semua normal.
Istrinya tidak demam lagi, Andi pun tersenyum lega, Andi bangun pelan pelan dari tempat tidur.
Lalu pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri nya.
Saat Andi keluar dari kamar mandi melihat tubuh istrinya yang tidur memunggunginya dalam keadaan polos terlihat sangat menggoda.
Andi buru-buru menggunakan selimut untuk menutupi bagian tubuh istrinya yang terbuka.
Violin yang merasa jauh lebih hangat, dia bergumam lirih dan kembali melanjutkan mimpi indahnya.
Andi memandangi wajah istrinya sejenak, kemudian sambil tersenyum lembut.
Andi keluar dari dalam kamar, mengambil posisi duduk bersila berlatih tenaga sakti, seperti yang biasa dia lakukan setiap hari.
Sebelum Andi nantinya memulai sarapan pagi.
Andi berencana menunggu Violin bangun, dia ingin mengajak Violin untuk turun ke restoran melakukan sarapan pagi bersama.
Violin akhirnya bangun dari tidur pulas nya, tapi saat ingin bangun tidur, selain merasa tubuhnya pegal pegal, dia merasa bagian perut bawahnya agak nyeri dan ngilu.
teriak Violin memanggil Andi.
Andi yang sedang asyik berlatih terkejut mendengar suara panggilan istrinya.
Andi langsung melesat masuk kedalam kamar dan berkata dengan wajah panik.
"Kamu kenapa sayang ? apa ada sesuatu yang gak beres,? mana yang sakit..?"
tanya Andi panik sambil duduk di samping istrinya.
Violin tersenyum dan berkata,
"Tidak aku tidak apa-apa, hanya merasa bagian itu ku perih dan perut bawah ini sedikit ngilu.."
"Sepasang kaki ku terasa lemas, makanya, aku panggil kakak untuk membantu ku ke kamar mandi.."
"Apa perlu kita cek ke dokter sayang ?"
tanya Andi cemas.
Violin mencubit paha Andi dengan gemas, sambil menahan senyum dia berkata,
"Mau cek apa ? aku sendiri bukannya dokter,..? dasar malu maluin aja.."
"Begituan setiap wanita yang baru pertama kali pasti mengalami hal yang sama.."
__ADS_1
"Apalagi punya kakak,.. diluar ukuran normal Asia..."
ucap Violin sambil melirik malu malu kearah Andi..
Andi sambil tersenyum berkata,
"Ya sudah untuk kedepannya, biar masuk sedikit aja gimana, ? atau setengah nya saja..?"
"Sembarangan,.."
ucap Violin sambil menggembungkan pipinya.
"Jadi,..?"
tanya Andi sambil tersenyum menggoda.
"Udah jangan di bahas lagi, memalukan,..lebih baik kakak gendong aku ke kamar mandi sekarang."
ucap Violin manja.
Andi mengangguk, lalu dengan hati-hati dia menggendong tubuh istrinya yang polos meninggalkan kasur.
Saat ingin meninggalkan kasur, Andi melirik kearah kasur, dia melihat ada sebuah pulau merah di atas kasur yang di tiduri istrinya.
Andi pun berkata menggoda Violin,
"Sayang kamu sedang datang tamu ya ? pulau mu indah juga ?"
Andi langsung menerima pukulan gemas dan jeweran lembut ditelinganya.
"Masih berani ngomong lagi, itu hasil karya mu semalam, bukan sedang datang tamu.."
bantah Violin sedikit sewot.
"Hi,..hi,..hi,.. geli jangan kak,.. aduh,.. ampunn,.."
ucap Violin .
Saat Andi membalas dengan menciumi bagian lehernya, dan menggunakan dagu nya yang ditumbuhi jenggot jenggot pendek kasar, yang baru mulai tumbuh. Untuk di gosok gosokkan di leher dan tengkuk violin.
Sensasi itu membuat Violin tertawa geli, mereka berdua akhirnya sambil bercanda dan tertawa tawa, malah jadinya Andi ikutan mandi sekali lagi menemani Violin.
Tapi Andi menolak keras melakukannya lagi, saat di lihatnya bagian itu istrinya sedikit merah dan bengkak.
Meski Violin berulang kali meyakinkannya itu tidak apa apa, satu dua hari juga akan sembuh sendiri.
Tapi Andi tetap menolak dengan tegas.
"Sayang jangan sekarang ya, kita puasa dulu, nanti saat sampai di Singapura saja kita baru lakukan lagi ok.."
"Jadi beneran kita mau keliling dunia ?"
tanya Violin mengalihkan pembicaraan.
Andi mengangguk dan berkata,
"tentu saja serius, tiket, hotel, kendaraan semua sudah siap mana mungkin gak serius.."
__ADS_1
"Tapi aku belum minum pil loh semalam, bagaimana bila keburu jadi.."
ucap Violin sambil tertawa nakal dan mengelus perutnya yang rata.