
karena secara berkala ada angin yang berhembus menolak bola yang di lemparkan kearah lubang itu
Tapi Andi justru mengincarnya karena kesal dengan pemilik stand yang curang itu.
Andi tersenyum mengejek menatap si pemilik stand yang terlihat cemas, saat melihat Andi sedang mengincar hadiah rice cooker nya.
Bola akhirnya di lemparkan oleh Andi, pemilik stand yang bertubuh pendek gendut itu, sampai menghapus keringat di keningnya,
Saat melihat lemparan Andi ternyata gagal, si gendut langsung tersenyum lega.
Tapi saat melihat Andi bersiap dengan bola terakhirnya, dia kembali tegang dan cemas.
Sekali ini lemparan Andi tak terhadang lagi, angin yang ditiupkan untuk menghadang bola yang Andi lemparkan tidak mampu menghadang lemparan bola Andi..
Bola Andi tetap meluncur masuk kedalam lubang yang berhadiah rice cooker..
Si gendut pemilik stand langsung menepuk jidatnya sendiri, setelah melihat bola Andi kembali masuk kedalam lubang berhadiah.
Dengan wajah kesal dan kurang rela, dia terpaksa menyerahkan hadiah rice cooker kepada Andi.
Violin sambil tertawa gembira berkata,
"Ayo di,.. kita coba lagi, itu hadiah lanjutannya, dispenser air panas dan dingin.."
Sehabis berkata, Violin langsung meletakkan uangnya di depan meja si gendut, maksudnya ingin membeli bola untuk di lempar lagi.
Tapi uangnya di dorong kembali oleh si gendut sambil berkata,
"Maaf uang anda tidak laku di sini, aku tidak sanggup melayani bisnis mu."
"Ehh apa maksud mu ?"
tanya Violin melotot kearah si gendut.
Si gendut langsung bereaksi dan berkata,
"Pemain yang sudah dapat hadiah utama 3 kali tidak boleh ikut main lagi.."
"Itu peraturan titik,.."
"Kau,..!"
teriak Violin kesal sampai tidak tahu mau bilang apa, hanya jari telunjuknya yang gemetar menunjuk kearah wajah si gendut.
Si gendut tidak memperdulikan Violin, dia malah mencibir Violin dan berkata,
"Apa,.. aku kenapa ? mau memukul ku, awas masuk penjara nanti kamu, gadis bau Pampers.."
Violin udah hampir meledak menerjang kearah si gendut.
Tapi gerakannya keburu di tahan oleh Andi , Andi buru-buru memeluk kekasihnya dan berkata,
"Udah udah,.. malu di lihat orang, tak perlu emosi dengan orang seperti itu.."
"Lebih baik kita simpan dulu barang ke mobil, kita baru lanjutkan jalan jalan ke stand lain.."
__ADS_1
"Itu masih ada bianglala kita belum naik..kamu mau kan naik bianglala bersama ku, nanti aku belikan es krim BR lagi ok,..?"
Violin menatap Andi dan mengangguk, lalu dia menoleh kearah si gendut menjulurkan lidahnya mengejek si gendut sambil menaruh kelima jarinya di ujung hidung nya.
Setelah itu dia baru pergi dengan Andi, melompat-lompat riang sambil memeluk dua boneka hadiahnya..
Andi sambil menenteng rice cooker ditangannya hanya bisa tersenyum melihat gaya kekasihnya yang imut dan lucu.
Bila sudah begini, Violin terlihat berbeda jauh dengan penampilan sehari-hari nya, sebagai seorang dokter yang anggun dan berwibawa.
Sambil menyimpan rice cooker ke tempat duduk belakang, Andi berkata,
"Lin ini ada rice cooker extra jumbo, buat rumah makan.."
"Di rumah kita gak bakalan cocok, lagi pula di rumah kita kan sudah ada rice cooker.."
"Gimana kalau kita kasih ke mama saja, buat mana buka kantin ini lebih pas.."
Violin tertawa dan berkata,
"Kenapa masih mau nyogok mama ku, sekarang udah gak perlu kak.."
"Sekarang suruh mama nambah uang pun mama mau, asal bisa punya mantu seperti kakak ."
ucap Violin sambil tertawa menggoda Andi.
Andi hanya menanggapinya dengan tersenyum lebar dan berkata,
"Kamu pikir mama bisa di sogok, bila dia gak suka di undang pun belum tentu dia mau datang.."
Violin tertawa dan berkata,
"Ayo cepat tar es krim nya keburu habis.."
Andi sambil tertawa, menutup dan mengunci pintu mobil, kemudian merangkul kekasih kecilnya dengan mesra, meninggalkan tempat parkir langsung menuju stand penjual es krim.
Violin juga membalas dengan melingkarkan tangannya kearah pinggang Andi.
Melihat hal ini Andi pun tersenyum bahagia dan berbisik ke Violin,
"Sayang aku sungguh tidak pernah menyangka, bisa menikmati kebahagiaan seperti ini.."
"Makasih ya sayang.."
Violin melirik kearah Andi dan berkata,
"Asal kamu tidak bosan dan jenuh dengan ku, aku akan terus seperti ini buat mu, hingga rambut kita memutih dan wajah penuh kerutan.."
"Aku masih berharap kita bisa selalu berbahagia seperti sekarang ini.."
Andi mengangguk dan mengeratkan pelukannya, lalu berkata,
"Itu sudah pasti, aku akan berusaha mewujudkan harapan mu itu..'
Mereka berdua saling pandang dan sana sama tersenyum bahagia, kemudian melanjutkan langkah menghampiri si penjual es krim.
__ADS_1
Sekali ini Andi gak mau nanggung lagi di a langsung berkata,
"Yang pakai wadah ada mas,..?"
"Ada pak, bapak mau wadah besar sedang atau kecil..?"
ucap si pemuda penjaga stand sambil menunjukkan 3 wadah berbeda ukuran di hadapan Andi.
Andi melihat tempat wadahnya dan berkata,
"Satu besar satu sedang, rasanya samain aja dengan pilihan istri ku.."
Violin tersenyum gembira, saat mendengar Andi menyebutnya istri di hadapan orang lain.
Dia juga paham mengapa Andi minta rasa yang sama, karena yang sebelumnya pun yang lebih banyak makan es krim dia ketimbang Andi.
Pemuda penjaga stand itu bergerak cepat memenuhi.pesanan Violin.
Tak lama kemudian Andi dan Violin pun meninggalkan stand es krim berjalan santai melihat lihat permainan di stand stand lainnya.
"Kak tahu tidak mengapa aku sangat menyukai es krim ini..?"
tanya Violin sambil menikmati es krim ditangannya.
Andi menoleh kearah Violin sambil tersenyum dia berkata,
"Mengapa,..?"
"Dulu sewaktu kecil ayah usahanya masih lancar saya dan kakak sering di belikan es krim ini.."
"Waktu itu kami gak anggap, terkadang malah sering gak habis dan di kasih ke pembantu.."
"Hingga suatu hari saat kakak sedang berangkat kuliah, usaha papa mulai oleng hingga jatuh bangkrut ."
"Saat itu aku hanya bisa melihat teman teman makan dengan nikmat, rasanya sangat ingin mencicipinya, tapi gak punya uang untuk membelinya..'
"Di sana aku baru sadar, ternyata aku dulu tidak mensyukuri nikmat yang sudah diberikan oleh Tuhan.."
"Sekarang di saat ingin pun sudah tidak bisa lagi.."
"Sejak saat itulah, setelah mampu menghasilkan uang sendiri, yang paling pertama aku beli adalah es krim ini.."
ucap Violin sambil tersenyum pedih.
Andi menariknya kedalam pelukannya dan berkata,
"Nanti setelah nikah, kalau kamu mau kita bisa datang ke pabriknya langsung dan kamu boleh makan dengan bebas di sana.."
Violin menoleh kearah Andi dan berkata,
"Ahh kak Andi bercanda..."
Andi sambil tersenyum berkata dengan pelan,
"Aku dan Berry udah lama punya saham perusahaan es krim ini.."
__ADS_1