AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
RESTORAN VEGETARIAN.


__ADS_3

Setelah membenarkan posisi duduk Santi, dan membantunya mengenakan sabuk pengaman, tanpa menghiraukan Omelan Santi yang menurutnya sangat lucu dan menarik.


James menutup pintu disebelah Santi, lalu dia kembali duduk di posisi supir mengendarai mobil nya meninggalkan restoran Seafood tersebut.


Tidak jauh dari restoran seafood tadi, kini James kembali memasuki sebuah halaman parkir restoran yang lain.


Restoran ini tidak kalah besar di banding kan dengan Restoran Seafood barusan.


Hanya di restoran ini ada perbedaan di depan restoran tertulis dengan jelas.


Restoran vegetarian dengan sayuran dan buah-buahan organik.


Santi melirik kearah James dan tersenyum senang.


Dia semakin kagum dengan James yang tidak egois, penuh perhatian dan pengertian.


Hanya saja terkadang James sering membuat nya, ngeri dan seram.


Terutama saat dia marah ataupun terganggu, sikapnya yang dingin dan sadis, membuat Santi terkadang berpikir sebenarnya apa yang terjadi dengan James selama masa dia minggat dari rumah.


Sehingga bisa merubah karakternya menjadi seperti sekarang ini.


"Ayo kita turun,"


ucap James sambil membantu melepaskan sabuk pengaman Santi, sehingga lamunan Santi pun buyar.


Dengan wajah tersipu malu, Santi buru-buru membuka pintu mobil, lalu turun dari mobil James.


Santi berdiri di depan restoran menunggu James, yang sedang menyusul menghampirinya.


Setelah tiba di depan Santi James berjongkok memunggungi Santi dan berkata,


"Naiklah aku akan membawamu kedalam.."


"Apa apaan sih James, malu tahu..!"


"Aku baik-baik saja, biar aku jalan sendiri aja kedalam.."


ucap Santi menolaknya.


Tapi James tidak bergeming dan berkata,


"Sayang jangan menolaknya lagi ya, ku mohon please.."


James merangkapkan sepasang tangannya didepan wajahnya seakan-akan memohon pada Santi.


Melihat ekspresi James, Santi pun menjadi tidak tega menolak niat baik James tersebut.


Tiba-tiba Santi teringat dengan momen saat mereka hiking dulu.


James juga terus menggendong nya sepanjang perjalanan, perasaan itu sangat menyenangkan, Santi jadi kepengen mengulang nya kembali.


"Dasar kamu ini ya,...suka maksa..dan tidak tahu malu deh.."


ucap Santi pura-pura mengomeli James, untuk menutupi rasa gengsi malu nya.


Padahal di dalam hati, dia sangat bahagia dan senang dengan penawaran James ini, selain itu dia sendiri juga merindukan situasi di gendong oleh James.


Sambil mengomel Santi nemplok juga di punggung James dan melingkarkan sepasang tangannya didepan dada James.


James hanya menanggapi Omelan panjang pendek Santi dengan tersenyum bahagia.


Santi yang diam diam memperhatikan wajah James dari samping saat dia sedang tersenyum,


Santi diam diam harus akui, James bila sedang tersenyum seperti saat ini, dia benar-benar terlihat sangat mempesona dan tampan.

__ADS_1


Tanpa sadar Santi berkata,


"James mengapa kamu tidak sering tersenyum ?"


James sambil berjalan menuju restoran, dia menoleh kearah Santi dan berkata,


"Emangnya kenapa ?"


"Gak papa lebih suka aja.."


jawab Santi sekenanya, karena dia gengsi mengakuinya.


James tersenyum dan berkata,


"Kalau kamu suka, aku akan sering tersenyum untuk mu.."


"Kenapa cuma ke aku ? ke orang lain kan juga boleh ?"


"Senyum kan bagian dari iman, bila kamu tersenyum pada orang lain, orang lain merasa senang, kamu kan termasuk berbuat baik"


"Karena orang lain senang dan ceria, kamu akan terbawa suasana menjadi senang dan bahagia, bukan kah itu adalah hal yang baik.."


James tersenyum dan mengangguk, dia tidak menjawab ceramah Santi yang panjang lebar.


Tapi sesaat kemudian dia berkata,


"Aku hanya akan tersenyum untuk mu, asal kamu senang dan bahagia aku pun akan turut senang.."


Sehabis berkata seperti itu, ekspresi James kembali menjadi dingin, Saat seorang pelayan wanita cantik Tersenyum ramah menyambut kedatangan mereka berdua.


Tapi melihat ekspresi dingin yang terpancar dari wajah James yang tampan.


Pelayan itu menjadi sedikit canggung, dan buru-buru berkata,


"Selamat datang tuan dan nyonya, silahkan masuk.."


tanya pelayan itu sopan.


James tidak menjawabnya, dia hanya menunjukkan dua jarinya saja.


Pelayan itu mengangguk mengerti, tanpa berani banyak tanya dan basa basi lagi, dia langsung mengantar James untuk mencari tempat duduk yang cocok.


Santi yang di gendongan James melihat kelakuan James, dia hanya bisa menggelengkan kepalanya, sambil menahan senyum.


James melangkah ke arah sebuah ruangan privasi yang menghadap ke arah laut, tanpa banyak bicara James langsung melangkah masuk kedalam ruangan tersebut.


Pelayan itu buru-buru berkata,


"Maaf pak tempat itu sudah ada yang pesan.."


"Aku mau di sini, alihkan saja mereka.."


ucap James tegas.


Melihat sikap James pelayan itu terlihat serba salah, tidak tahu mau berbuat apa.


Santi yang melihat hal itu pun berkata,


"James aku tidak suka tempat ini, kita kesana aja yuk.."


ucap Santi sambil menunjuk ke sebuah ruangan terbuka, yang juga menghadap kearah laut, hanya saja di sana tempat nya tidak privasi.


Di kiri, depan dan belakang setiap saat bisa di isi orang lain.


"Kamu serius Sayang..?"

__ADS_1


tanya James ragu, karena tempat itu jauh dari privasi.


Santi tersenyum dan mengangguk.


Tanpa banyak bicara, James pun meninggalkan ruangan tersebut pergi ke tempat duduk yang Santi tunjuk.


Pelayan tersebut menghela nafas panjang, seolah beban berat yang menindih punggungnya kini telah terangkat.


Pelayan tersebut menatap kearah Santi dengan penuh rasa terimakasih.


Santi hanya membalasnya dengan senyuman anggukan kecil.


"Tolong sajikan rujak terbaik resto ini, salad dan aku minta gado gado jangan pedes."


ucap James


"Ada lagi tuan ? minuman nya barangkali ?"


tanya pelayan tersebut sabar.


James menatap ke Santi dan berkata,


"Sayang, susu coklat mau ?"


"Atau ada tambahan yang lainnya..?"


tanya James dengan lembut.


Pelayan itu di dalam hati sedikit heran, Pria di hadapannya ini sangat dingin dan cenderung mengerikan, tapi saat berhadapan dengan gadis di depannya dia terlihat So Sweet..


"Boleh, cukuplah gak usah banyak-banyak, tar gak habis.."


ucap Santi.menanggapi pertanyaan James.


James mengangguk dan berkata,


"Itu saja dulu,.. jangan lama."


"Baik tuan.".


Jawab pelayan itu, lalu buru-buru meninggalkan meja James.


Entah kenapa dia merasa tidak betah, berada di sana lama lama, dia merasa seram dan tidak nyaman.


Setelah pelayan itu pergi, Santi sambil tersenyum berkata,


"Kamu bisa gak sih lebih ramah, kasihan pelayan itu, dia sampai ketakutan begitu, karena sikap mu itu."


"Selain dengan kamu aku tidak bisa.."


jawab James singkat.


Santi hanya bisa tersenyum tak berdaya menatap James.


"James selama 3 Minggu ini kamu kemana saja?'


tanya Santi.


"Ayah meminta ku menemui klien nya di Eropa dan Inggris."


"Inggris kamu bertemu Sarah dong gimana kabarnya dia di sana.?"


tanya Santi antusias.


Tapi James menggelengkan kepalanya pelan.

__ADS_1


"Kenapa ?"


tanya Santi tidak puas.


__ADS_2