
Tubuh Mimi dan Maya diikat dengan tali, baru di masukkan ke dalam sungai, untuk mencegah mereka agar tidak hanyut terbawa air sungai yang deras.
Saat di masukkan kedalam air yang sangat dingin, awalnya mereka berdua sedikit gelagapan.
Tapi perlahan-lahan mereka mulai bisa lebih tenang, tidak seperti cacing kepanasan lagi.
Suara rintihan aneh, juga tidak terdengar lagi,.saat melihat mereka berdua mulai mengigil Andi pun berkata,
"Ayo angkat mereka cepat, segera bawa ke tenda..!"
"Biarkan panitia wanita yang mengurus mereka..!"
Sementara teman Bobby dan Andi mengurus Mimi dan Maya ke tenda.
Bobby pergi memanggil beberapa panitia wanita membantunya, menjaga Mimi dan Maya.
Setelah beberapa panitia wanita tiba di tenda, Andi Bobby dan panitia lain pun meninggalkan tenda.
Mereka menyerahkan para panitia wanita untuk mengurus Mimi dan Maya.
Andi kemudian duduk di dekat Sarah dan berkata,
"Sar kamu kok bisa tahu, mereka ingin meracuni ku..?
Sarah tertawa dan berkata,
"Insting wanita.."
"Serius Sar ?"
ucap Andi sambil menoleh.
Sarah tertawa dan berkata,
"Aku secara kebetulan memergoki mereka diam-diam memasukkan cairan tertentu kedalam minuman itu."
"Makanya aku dan Santi sengaja meninggalkan acara, ingin lihat maksud tujuan mereka sebenarnya."
ucap Sarah menjelaskan.
"Sekali ini makasih banyak Sar, kalau gakda kamu aku pasti sudah jatuh dalam jebakan mereka."
Sarah tertawa, menggoda Andi dan berkata,
"Mereka berdua cantik dan imut-imut, apa kamu gak menyesal, aku mengganggu acara kalian..?"
Andi tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
"Tidak Sar mana boleh seperti itu, bila Viona tahu dia pasti akan sangat sedih."
"Dan dia pasti akan sangat kecewa dan tidak akan pernah memaafkan aku ."
Sarah mengangguk dan berkata,
"Ini baru Andi yang ku kenal, Viona sungguh beruntung.."
"Sudah malam, kembali lah ke tenda mu untuk istirahat."
"Aku mau melihat keadaan kedua gadis itu sebentar."
ucap Sarah kemudian berjalan kearah tenda di mana Mimi dan Maya dirawat.
Andi menghela nafas panjang, kemudian dia pun kembali ke tendanya untuk istirahat.
Sambil berbaring di dalam tenda dengan berbantalkan lengan, Andi berpikir.
Sebenarnya apa yang di kehendaki mereka berdua,? buat apa mereka ingin menyeret ku kedalam perbuatan hina itu.?
__ADS_1
Toh tidak ada manfaatnya buat mereka,. mereka juga akan terseret kedalam hal memalukan itu bersama nya.
Bukan mustahil mereka bertiga akan di keluarkan dari kampus secara tidak hormat.
"Ahh sudah lah, itu bukan urusan ku lebih baik cepat tidur cepat bangun."
gumam Andi seorang diri.
Andi mencoba memejamkan matanya, tapi dia terus terbayang dengan bayangan Viona, yang berjalan berpelukan mesra dengan Rio.
Karena sulit tidur, Andi iseng mengambil hpnya, lalu mengirim pesan ke Viona.
"Vi gimana keadaan mu sekarang ? apakah sudah lebih baik ?"
Begitu pesan terkirim. Andi langsung mendapatkan balasan.
"Apa masih penting ? bukan nya kamu sudah ada yang temani ?"
Membaca chat balasan Viona yang menyindirnya dengan dingin.
Andi buru-buru bangun duduk, lalu mengirim.pesan balasan ke Viona,
"Kamu kenapa Vi ? aku dan mereka hanya berteman biasa saja, kamu jangan salah paham."
"Apa karena hal itu, kamu marah dan tidak bersedia membalas chat dan mengangkat telpon dari ku, sejak sore tadi.?"
"Kapan kamu ada kirim pesan ? kamu kirim ke siapa ? ke kedua gadis baru itu kali ?"
balas Viona sinis.
Andi buru-buru melakukan Screen shot pesan dan telpon yang dia lakukan ke Viona siang dan sore tadi.
Lalu dia langsung mengirimkan nya, ke Viona.
Viona yang sedang berbaring dalam tendanya begitu melihat screen shot berita dari Andi, dia buru-buru bangun duduk dan memperhatikan nya dengan teliti.
Viona memaki di dalam hati, pasti ini ulah Rio yang mengutak-atik HP nya, selagi dia sedang tidur.
Batin Viona memaki dirinya sendiri.
"Maaf di... kelihatannya aku benar-benar telah salah paham pada mu."
"Kelihatannya Rio yang telah diam diam menghapus semua pesan dan telpon mu sewaktu aku tidur."
Membaca chat dari Viona Andi pun bisa bernafas lega dan membalas pesan Viona.
"Tidak apa-apa Vi, bukan masalah besar."
"Jadi gimana keadaan mu saat ini ?"
tanya Andi mengulang.
"Aku sudah tidak apa-apa, hanya sedikit sedih kamu tidak datang menjenguk ku."
balas Viona.
"Vi bukan aku tidak mau, tapi saat ini tidak bisa."
"Aku tidak ingin mempersulit mu, kamu sendiri kan juga paham, aku tidak mau mengulangi kejadian di restoran kemaren.."
Balas Andi menjelaskan.
"Ya,...gak papa aku ngerti.."
balas Viona singkat.
"Kamu ada dimana sekarang ?"
__ADS_1
"Apa mereka masih bersama mu..?"
tanya Viona.
"Aku ada di tenda ku sendirian, tentu saja mereka ada di tenda mereka.."
ucap Andi.
"Kamu jangan khawatir Vi, aku dan mereka cuma berteman saja, selain kamu tidak akan ada gadis lain di hati ku, kamu harus percaya itu.."
balas Andi menenangkan pikiran Viona yang galau.
"Aku tidak leluasa bercerita panjang lebar pada mu, besok biar Sarah yang ceritakan semua pada mu.."
"Sekarang istirahatlah dengan tenang, agar kondisi mu besok pagi semakin baik ."
balas Andi.
"Di,..aku sangat merindukanmu, ingin rasanya aku tetap tinggal di dalam hutan sana, berdua dengan mu.."
"Sudah jangan berpikir terlalu banyak, kalau kamu merindukan ku, kamu bisa lihat patung ataupun foto-foto kebersamaan kita dulu."
"Aku juga sama sering rindu pada mu, foto dan patung mu lah, yang selalu ku gunakan sebagai obat penawarnya."
tiba-tiba HP Andi berdering, melihat siapa yang menelponnya Andi buru-buru mengangkatnya dan berkata,
"Ya halo Vi.."
"Aku kangen ingin mendengar suara mu,"
ucap Viona sambil menatap Andi dengan manja.
Viona melakukan panggilan video call, meski sinyal kurang bagus dan agak terputus-putus.
Tapi mereka berdua masih bisa saling bertatap muka secara langsung.
Suara bicara mereka kurang jelas, karena sinyal, akhirnya Viona melambaikan tangannya kearah Andi lalu memutuskan panggilan HP nya.
Lalu dia mengirim pesan,
"Selamat tidur..i Miss you so much.."
Andi membalasnya,
"I Miss u too.. honey..sweet dream.."
Keesokan paginya, pagi-pagi Viona sudah berkunjung ke tenda Sarah dan Santi, yang letaknya bersebelahan dengan tendanya.
"Ehh Vi kebenaran kamu datang, ayo masuk.."
"Aku baru saja berencana mau ke tenda mu selesai sarapan bersama Santi."
ucap Sarah menjelaskan.
Viona tersenyum kemudian ikut duduk disebelah Santi.
"Gimana keadaan mu sekarang Vi ?"
tanya Santi masih cemas.
Viona tertawa menepuk pelan tangan sahabatnya dan berkata,
"Aku sudah sehat, jangan khawatir aku baik-baik saja, makasih banyak San.."
Santi menganggukkan kepalanya, sambil melanjutkan dengan minum sereal nya.
"Sar Andi semalam bilang, kamu bisa menceritakan lebih banyak tentang Mimi dan Maya apa maksudnya.?"
__ADS_1
Sarah menghela nafas panjang dan berkata,
"Yang jelas bukan hal baik, mereka berdua juga korban.."