
"Jangan ikut campur minggir,...!!"
ucap si brewok sambil melotot dan mendorong Andi kesamping dengan kasar.
Tapi tangannya menemui tempat kosong,.di saat bersamaan lengannya di cengkram oleh Andi kemudian di tarik ke depan menabrak pohon.
Si brewok wajahnya membentur batang pohon yang keras, sehingga darah pun ngucur dari kening dan hidungnya.
"Bajingan Anjing sialan, berani kamu melawan..!"
"Kamu belum kenal si Jampang, cari mati.kamu..!?"
teriak si brewok marah berkoar-koar, lalu mencabut golok yang di selipkan di pinggang nya.
Lalu dia mulai bergerak gerak memamerkan jurus pencak silatnya.
Si tukang ojek yang bertubuh kecil, tubuhnya semakin gemetaran ketakutan.
Saat melihat si brewok marah-marah dan mencabut golok nya.
Andi bersikap tenang dia menatap si brewok dengan tajam dan berkata,
"Ada masalah apa, kita bisa bicarakan baik-baik.?"
"Tak perlu bersikap kasar, apalagi sampai menggunakan senjata tajam.."
"Senjata tidak punya mata, bisa melukai siapa pun, dan itu sangat tidak baik.."
ucap Andi masih berusaha mengingatkan si brewok.
"Bocah bau bawang, mau ngajari aku..!"
"Jangan banyak bacot...! lihat golok...!"
Si brewok menerjang kearah Andi sambil mengayunkan goloknya menebas miring dari arah bahu ke bawah.
Andi menggelengkan kepalanya, melihat sikap si brewok yang arogan.
Andi menggunakan langkah sesat aliran keluarga Huo, tebasan si brewok lewat 2 centi di hadapan nya..
Andi memberikan sebuah pukulan miring dengan telapak tangan terbuka, tepat di tenggorokan si brewok.
Tebasan telapak tangan Andi mendarat tepat di bawah jakun si brewok, membuat si brewok terjengkang kebelakang.
Golok terlepas dari tangannya, karena kedua tangannya di gunakan memegangi tenggorokan nya yang terkena pukulan Andi.
Sesaat pandangan si brewok menjadi gelap, karena dia kesulitan bernapas, dia tergeletak di atas tanah dengan mata mendelik keatas.
Melihat keadaan si brewok, teman-teman si brewok yang berjumlah hampir 10 orang menjadi marah.
Tanpa banyak cakap, mereka langsung mencabut golok dan pisau tajam yang mereka selipkan di pinggang mereka.
__ADS_1
Sambil mengeluarkan jurus pencak silat mereka, mereka mengepung Andi.
Tanpa banyak cakap 3 orang menebaskan goloknya kearah punggung Andi, tiga orang lagi menyabetkan golok mereka kearah lipatan kaki Andi.
Yang tiga orang sisanya menerkam dari arah depan menusuk dada kiri dan kedua sisi perut Andi.
Andi dengan gerakan cepat menggeser langkah kakinya menghindari serangan yang datang dari berbagai arah.
Sambil melakukan serangan balik.
ke titik-titik lemah lawannya, tebasan kearah punggung di sambut Andi dengan sebuah tendangan putar kearah tengkuk ketiga orang penyerangnya.
Ketiga penyerang itu langsung pingsan tidak sadarkan diri, karena pusat syaraf di belakang kepala mereka tergoncang hebat oleh tendangan Andi
Lalu dengan cepat Andi melepaskan tiga pukulan beruntun kearah punggung tiga orang yang berjongkok di bawah sedang menebas kakinya.
Ketiga orang itu tersungkur mencium aspal dengan wajah mendarat keras diatas aspal yang kasar dan keras.
Setelah mendarat Andi baru menangkap kedua tangan orang yang menikam kearah perutnya.
Lalu Andi menarik tangan kedua orang itu keatas secara menyilang, untuk menangkis tikaman kearah dadanya.
Dan melepaskan tiga kali tendangan beruntun kearah perut ketiga orang itu.
Ketiga orang itu langsung tersungkur meringkuk didepan Andi dalam posisi berlutut dengan ekspresi wajah menahan mules.
Ketika Andi sedang di sibukkan dengan keroyokan 9 orang teman si brewok.
Tapi setelah berdiri, dia tidak membantu temannya menyerang Andi.
Sebaliknya dia bergerak menarik kerah baju si tukang ojek bisu, yang menjadi biang keladi.
Dirinya jadi babak belur di hajar Andi.
Si tukang ojek bisu meronta ketakutan dan tiba tiba berteriak,
"Lepaskan...tolong...tolong...!"
Mendengar teriakkan suara merdu seorang gadis Andi sangat terkejut, dia segera menoleh kearah si Tukang ojek yang dia kira bisu.
Yang ternyata adalah seorang gadis yang menyamar jadi pria, pantas saja penampilannya sedikit aneh pikir Andi dalam hati.
Menyadari yang sedang di tangkap nya adalah seorang wanita, si brewok tertawa terbahak bahak.
Dia tidak memperdulikan gadis itu yang meronta menampar dan memukul lengannya sambil menjerit-jerit.
Dia malah mempererat cekalan tangan nya, lalu menghantam kan gagang golok kearah perut gadis itu.
Sehingga gadis itu meringkuk kesakitan tidak mampu berteriak dan meronta lagi.
Dia hanya bisa mengigit bibir bawahnya keras keras menahan rasa nyeri dan mules di perutnya.
__ADS_1
Sambil tertawa terbahak-bahak, si brewok mengalungkan goloknya di leher gadis itu.
Lalu menarik lepas helm dan masker yang menutupi wajah gadis itu.
Rambut hitam panjang dan Indah terurai lepas dari sanggulannya, menutupi sebagian wajah gadis itu yang masih sangat muda tapi sangat cantik.
Bila di lihat dari wajahnya, gadis tersebut paling-paling berusia sekitar 15 atau 16 tahun.
Si brewok dengan kasar menjambak rambut hitam panjang gadis itu, sehingga wajah nya mendongak keatas.
wajah yang tadinya, sebagian tertutup rambut hitam panjangnya yang terurai, kini terlihat dengan sangat jelas.
Wajah yang putih cantik terlihat sedang menahan nyeri dengan tatapan mata penuh ketakutan.
Kulit lehernya yang putih panjang juga terpampang jelas, karena kepalanya ditarik keatas secara paksa oleh si brewok.
"Wah cantik juga kamu... harusnya tadi siang aku gak mengusir mu,...Ha...ha..ha...ha..!"
ucap si brewok sambil tertawa cabul dan menjulurkan lidahnya yang bau rokok menjilati pipi gadis itu yang putih dan mulus.
Gadis itu memejamkan matanya menahan geli
sambil meringis ketakutan, karena pipinya tertusuk oleh bulu jenggot dan kumis si brewok yang kasar dan tajam.
Andi sedikit terkejut melihat wajah gadis tukang ojek yang berada di hadapannya,
Sehingga dia sedikit terlambat maju mencegah tindakan a nonoh dari si brewok terhadap gadis itu.
Saat sadar Andi segera berteriak marah.
"Hentikan bajingan..!"
"Cepat lepaskan dia..!"
teriak Andi panik, melihat wajah itu seluruh ketenangan Andi hilang.
Saat ini yang ada di pikiran Andi, adalah bagaimana cara dia agar bisa menyelamatkan gadis itu.
"Ha..ha..ha..ha..! kalau aku tidak mau kamu mau apa ?"
"Kalau kamu berani maju selangkah, percaya tidak ? aku akan menggorok lehernya yang putih mulus ini hingga putus..!"
ucap Si brewok dengan kejam.
Sambil menekan mata Goloknya yang tajam dan dingin kearah leher gadis itu hingga lecet dan berdarah.
"Tahan...! katakan apa mau mu..?!"
teriak Andi panik, wajahnya menjadi sedikit pucat, melihat lehernya gadis itu yang putih kini mulai terluka berdarah.
Jantung Andi terasa hampir copot dari tempatnya, otaknya langsung blank saat itu juga.
__ADS_1