AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU

AKU TIDAK PERNAH MENYESAL MENCINTAI MU
MENGHADIRI SIDANG DI KANTOR PUSAT.


__ADS_3

Setelah memutuskan sambungan nya, Andi kembali menghubungi Vera sekretarisnya.


"Halo Vera, kamu tolong minta ke bagian personalia, agar mengfoto copykan semua data pribadi John, untuk di kumpulkan ke Aku.."


"Baik pak Andi, ada yang lain?"


"Tidak ada, itu saja.."


jawab Andi singkat lalu memutuskan sambungan nya.


Menjelang makan siang sekretaris Vera datang membawa data dari kantor pusat yang dikirim lewat expedisi, dan data pribadi John dari personalia untuk di serahkan ke Andi.


Setelah mengurutkan semua data itu satu persatu, Andi lalu mulai mengirimkan semua data itu lewat PDF ke Wa Pak Kho.


Tak lama kemudian Andi mendapatkan Wa balasan dari pak Kho,


"Terimakasih datanya, tunggu kabar dari ku paling lambat Minggu depan mungkin sudah ada hasil.."


Andi lalu membalasnya dengan singkat,


"Terimakasih pak Kho.."


Tidak terasa 7 hari berlalu, Andi tidak berhasil menemukan kejanggalan begitu pula dengan Nicole dan Bos Wang Lei.


Penyelidikan detektif Kho juga belum menuai hasil, dia masih terus berusaha dengan caranya.


Andi sudah membayar semua klaim operasionalnya, yang menghabiskan dana 1000 Yuan.


Andi tidak masalah dengan uang segitu, yang penting kedua biawak itu, berhasil di temukan berapa biayanya pun Andi gak masalah.


Pagi itu saat Andi sedang duduk termenung, tiba tiba pintu ruangan Andi di ketuk dari luar.


"Tok,.Tok,..Tok,..!"


""Masuk,..!"


sahut Andi dari dalam..


"Pak Andi, maaf di luar ada tiga orang, yang katanya dari divisi audit pusat."


"Mereka bertiga datang untuk mengundang pak Andi ikut ke kantor pusat.."


ucap Vera takut takut.


Andi tersenyum tenang dan menganggukkan kepalanya, lalu berkata,


"Di mana mereka bertiga,.. ?"


"Kami di sini pak Andi !?"


ucap ketiga orang pemuda berambut licin, melangkah masuk kedalam ruangan Andi tanpa di suruh masuk.


Wajah ketiga orang itu terlihat dingin tanpa ekspresi.

__ADS_1


Mereka berjalan mendekati Andi dan berkata,


"Silahkan pak Andi,.. mari ikut dengan kami ke kantor pusat.."


Andi tersenyum tenang dan berkata,


"Maaf anda bertiga ini siapa ? saya tidak kenal dengan kalian..'


Salah satu dari mereka maju kedepan, mengeluarkan sebuah amplop dari saku jasnya, lalu dia serahkan ke Andi dan berkata,


"Ini surat tugas kami.."


Andi membuka amplop yang tidak tersegel tersebut, membaca sekilas surat di dalam nya, lalu berkata,


"Baiklah aku ikut dengan kalian.."


"Vera selama aku pergi, bila ada hal penting, wakilkan saja ke Marco.."


Pesan Andi sebelum ikut dengan ketiga orang yang datang menjemputnya itu.


Vera menganggukkan kepalanya dan berkata,


"Baik pak,.."


Andi sambil tersenyum tenang melangkah mengikuti ketiga orang itu meninggalkan ruangan kantornya.


Saat tiba di basemen, salah satu dari ketiga orang itu yang bernama Liang Yi bertanya pada Andi,


"Pak Andi akan bawa kendaraan sendiri atau ikut dengan kami..?"


"Aku ikut dengan kalian saja.."


ucap Andi sambil tersenyum tenang.


Di dalam hati Andi sadar betul, mungkin inilah saatnya trik jebakan John dan Seno akan terungkap.


Karena sudah berusaha, tapi belum menemukan hasil, Andi kini hanya bisa pasrah menunggu hal itu terungkap dengan sendiri nya.


Setelah itu nanti baru di pikirkan solusi mengatasinya, di saat kita tidak tahu apa kehendak musuh.


Terkadang yang terbaik adalah diam tidak bergerak sambil menunggu reaksi lawan.


Itu adalah salah satu strategi Sun Tzu yang pernah Andi baca.


Kini Andi hanya bisa menerapkan hal itu dalam menghadapi situasinya saat ini.


Sesaat kemudian sebuah mobil Hongqi H7 buatan China meninggalkan gedung kantor Andi.


Di dalam mobil tersebut hadir Andi bersama ketiga orang, yang datang menjemputnya beserta seorang sopir perusahaan Group Wang.


Tidak lama kemudian akhirnya mobil tersebut parkir di depan sebuah gedung pencakar langit mewah milik kantor pusat group Wang


Andi sendiri baru pertama kalinya, menginjakkan kakinya di gedung kantor pusat group Wang.

__ADS_1


Andi meski sangat kagum dengan bangunan mewah kantor pusat ini.


Tapi Andi bersikap setenang mungkin, agar tidak menunjukkan sikapnya yang kampungan.


Andi berjalan dengan elegan mengikuti langkah ke 3 orang itu, tanpa menoleh ke kiri dan kanan.


Pendengaran Andi yang tajam langsung menangkap pembicaraan orang orang di sekitarnya.


Ada 3 hal yang mereka perbincangkan tentang dirinya secara bisik bisik.


Pertama adalah orang pada bertanya siapa dirinya dan maksud kedatangan nya..


Kedua adalah orang mengenalinya sebagai direktur muda paling sukses, di seluruh anak perusahaan group Wang


Ketiga orang mengenalinya sebagai calon mantu Bos Wang, yang kelak akan menggantikan Bos Wang memimpin group Wang bersama Nicole Wang Ling, putri tunggal Bos Wang.


Gosip ketiga ini yang paling tidak nyaman buat Andi, hingga sepasang telinganya berubah merah, seperti habis di jewer.


Tapi di wajah Andi ekspresinya tetapi tenang, seolah olah tidak mendengar apapun.


Pengalaman Andi yang pernah mengikuti berbagai turnamen, sangat membantu mentalnya dalam menghadapi situasi saat ini.


Andi terus berjalan mengikuti ketiga orang itu masuk kedalam lift khusus untuk dewan direksi dan para pemegang saham utama.


Lift itu membawa Andi dan ketiga orang itu menuju lantai 98.


Begitu keluar dari dalam lift, ketiga orang itu membawa Andi menuju sebuah ruangan meeting yang sangat besar mirip gedung bioskop.


Bedanya gedung bioskop di buat persegi empat, sedangkan ruangan ini ditata membentuk setengah lingkaran.


Di dalam ruangan tersebut Andi melihat disana telah hadir banyak orang, tapi yang Andi kenali hanya Bos Wang Lei yang duduk berdampingan dengan putrinya Nicole Wang Ling.


Disebelah Bos Wang Lei terlihat hadir pria lain, yang sedikit lebih muda dari Bos Wang Lei.


Wajahnya ada sedikit kemiripan dengan Bos Wang Lei, perbedaan menyolok di antar mereka Wajah Bos Wang Lei putih dan cerah, selalu tersenyum.


Sedangkan Pria ini wajahnya berkulit gelap dan selalu merenggut.


Dari penampilannya Andi menebak orang ini pasti Wang Xing, adik tiri Bos Wang Lei, yang merupakan rival abadi, musuh dalam selimut bagi Bos Wang Lei.


Di sebelah pria itu ada seorang kakek tua dengan alis putih dan janggut putih, memakai baju tradisional China.


Melihat semua orang terlihat sangat hormat dengan nya, Andi yakin dia pasti salah satu orang penting dalam Group Wang.


Selain keempat orang ini, yang lainnya mungkin pemegang saham minoritas dan para eksekutif perusahaan.


Ketiga orang itu berjalan menuju ke bagian tengah yang posisinya paling bawah, Andi pun mengikuti mereka menuju tempat tersebut.


Salah satu dari ketiga pria itu, yang bernama Liang Yi memberi hormat kesemua yang hadir lalu berkata,


"Hadirin semua yang terhormat mohon menjadi saksi, sidang kasus penyalahgunaan wewenang untuk kepentingan pribadi akan kami mulai."


Andi sempat melihat Nicole sedang menatap dirinya dengan wajah cemas dan tak berdaya.

__ADS_1


__ADS_2