
"Baik.. Mari kita bantu mereka!" ucap Long Yuan.
"Ayo!" sahut Ling Tian.
Swuuusshh...
***
Pria berjubah hijau kembali bangkit dari keterpurukannya. Dia berulang kali meludah darah. Sekilas dia melirik kelompoknya dan para wanita. Hatinya terasa begitu sakit dan berdarah nanah.
'Apakah ini akhir bagi kami?' gumamnya bertanya pada diri sendiri.
Baru saja bangkit dan berdiri tegak, serangan bilah angin tajam pria berjubah ungu kehitaman kembali menghujam dan mengenainya dengan telak.
"Ukhuk!"
Pria berjubah hijau kembali terbatuk darah. Organ dalamnya banyak yang hancur dan tulang-tulangnya tidak sedikit yang patah.
"Hahaha.. Apa hanya segitu saja kekuatan murid-murid Klan Xuan? Baiklah.. Mari kita akhiri saja! Burungku sudah tidak sabar memasuki paksa sarangnya! Hahaha.." ucap pemimpin para pria berjubah ungu kehitaman.
"Dasar biadab!" ujar pria berjubah hijau dengan berteriak sebisanya.
Pria berjubah ungu kehitaman itu segera memasang kuda-kuda kuat dan menyiapkan sebuah serangan terakhir. Dia menghimpun kekuatan pada pedang yang dipegangnya. Aura merah menyelimuti pedang dan terasa sangat mencekam.
"Hahaha.. Sekarang matilah!" teriak pria itu dan mengayunkan pedangnya.
Swiisshh...
__ADS_1
Bilah angin kemerahan yang cukup kuat melesat dengan kecepatan tinggi kearah pria berjubah hijau.
Boommm...
Ledakan sangat besar tercipta. Debu-debu berhamburan kemana-mana menghalangi pandangan semua orang. Pertarungan seketika terhenti saat itu juga. Mereka semua mengarahkan pandangan kearah ledakan besar tersebut.
"Hahahaha.. Selesai sudah!" ucap pria berjubah ungu kehitaman.
"Selesai?" tanya suara dari arah ledakan berada.
"Apaaa! Siapa disana?" tanya pria berjubah ungu kehitaman terkejut.
Tiupan angin menghilangkan debu-debu yang beterbangan. Perlahan pandangan semua orang kembali dan dapat melihat seseorang yang sedang terkapar disana. Namun tiba-tiba muncul bayangan satu sosok pria muda yang tampan dari kehampaan.
"Hmm.. Cukup lumayan untuk serangan seorang yang berada diranah Pendekar Besi Awal Bintang 4!" ucap sosok tampan itu setelah benar-benar terlihat yang tak lain adalah Ling Tian.
"Si-siapa kau? Mengapa kau ikut campur urusan kami?" tanya pria berjubah ungu kehitaman dengan membentak namun sedikit gagap.
"Aku hanyalah orang yang sedang lewat yang tak sengaja melihat pemandangan tak senonoh kelompokmu!" lanjutnya dengan tenang.
"Bajing*n! Kalau begitu matilah!" teriak pria berjubah ungu kehitaman.
"Hyaaatt!"
Wuusssh..
Pria itu menyerang Ling Tian dengan pedangnya kembali. Dengan mudahnya Ling Tian menghindari serangan yang sangat cepat dan mematikan itu. Bagi Ling Tian, serangan itu layaknya keong atau bekicot jalan dan hanya mainan anak-anak kecil! Tidak ada yang perlu dia khawatirkan.
__ADS_1
"Hooaahhm.. Sangat lambat!" ejek Ling Tian sambil menguap.
"Kurang ajar!" teriak pria berjubah ungu kehitaman.
Pria itu sangat tertekan dengan keadaannya saat ini, segala jenis serangan dan jurus terhebatnya telah dia keluarkan. Namun tak satupun mengenai musuh bahkan pakaiannya pun sama sekali.
"Pendekar Besi Awal mustahil mempunyai kualifikasi melawanku!" ucap Ling Tian mencibir membuat pria itu semakin marah dan menyerang dengan membabi-buta.
***
Sementara untuk Long Yuan, saat ini dia sedang duduk santai sambil melihat pertarungan saudaranya, Ling Tian. Tidak! Itu bukanlah pertarungan! Tapi permainan bagi Ling Tian.
Long Yuan sendiri bisa santai-santai seperti itu karena tugasnya membantu melumpuhkan semua anggota kelompok berjubah ungu kehitaman telah selesai.
Long Yuan menyelesaikannya hanya dalam waktu lima detik! Dia tidak mau basa-basi dan langsung menghajar lawan hingga semuanya ambruk dan lumpuh permanen. Ada yang tangannya hilang, kakinya terpotong, lidah terbelah, mata tercongkel satu, tulang rusuk hancur dan lain-lain.
Kedatangan Long Yuan yang membantu secara singkat tentu membuat pihak kelompok berjubah hijau terkejut. Pasalnya mereka tak tahu darimana datangnya pemuda tampan berjubah biru itu yang tiba-tiba membantai musuh mereka.
Mereka hendak mengucapkan terima kasih tapi diurungkan karena takut mengatakan hal salah sehingga menyinggung sosok pemuda tampan dan mengerikan tersebut.
***
"Saudaraku! Apa kau tidak bosan terus bermain-main seperti itu?" teriak Long Yuan yang sudah bosan menyaksikan pertempuran Ling Tian.
"Hahaha.. Sebenarnya cukup membosankan. Baiklah akan aku selesaikan segera!" jawab Ling Tian sambil tertawa disela menghindarnya.
Kemudian Ling Tian bergerak sangat cepat dan menampar pria berjubah ungu kehitaman tanpa bisa dihindari.
__ADS_1
Plak!
Boommm...