
Suara gemertakan es abadi yang berwarna hitam itu segera terdengar oleh Ling Tian dan Leluhur Xueren Chong. Keduanya sontak menatap ke satu titik yang tidak lain adalah lapisan yang sebelumnya terdapat ukiran-ukiran segel hexagram.
Ling Tian dan Leluhur Xueren Chong dapat melihat bahwa bebatuan yang terbuat dari es abadi berwarna hitam itu terbuka sedikit demi sedikit. Keduanya juga sudah merasakan bahwa tekanan suhu yang sangat panas sebelumnya telah menghilang dan digantikan dengan suhu yang sangat dingin.
Setelah beberapa saat kemudian, pintu itu akhirnya berhenti bergerak dan kini sudah terbuka dengan lebar. Ling Tian dan Leluhur Xueren Chong langsung dibuat melongo karena terkagum-kagum saat melihat sesuatu yang berada di dalam batu es abadi berwarna hitam itu.
"Sang Phoenix Yin dan Yang!" ucap Ling Tian dengan wajah terkagum-kagum.
Phoenix itu adalah phoenix yang berwarna biru dan memiliki dua elemen dasar yaitu elemen api dan elemen es. Jenis ini merupakan jenis yang paling langka sekaligus yang terkuat yang pernah ada dalam sejarah tatanan alam semesta.
Ling Tian sungguh sangat tidak menyangka bahwa akan menemukan Phoenix yin dan yang di tempat antah berantah seperti ini. Sebuah keberuntungan yang luar biasa baginya jika dia dapat menjinakkan phoenix yin dan yang ini.
Dia jadi teringat akan telur yang dimiliki oleh Kota Yunzun atau bawahannya yang berasal dari ras beast dan hewan siluman. Mungkinkah telur itu merupakan telur dari Phoenix yin dan yang ini? Itu mungkin saja demikian! Namun yang menjadi pertanyaannya adalah bagaimana cara menjinakkan burung di hadapannya ini?
Dilain sisi, saat mengingat bahwa Kaisar Langit saat ini yang memerintahkan kepada anggota klan dewa jatuh Shen Zhu Xueren untuk menjaga segel sekaligus kuncinya, itu berarti Kaisar Langit adalah dalang di balik semua ini.
"Xueren Chong! Mendekatlah!" pinta Ling Tian sambil menggerakkan jari jemarinya untuk mendekat.
"Baik Tuan Muda!" patuh Leluhur Xueren Chong.
Keduanya lalu melihat dengan intens Phoenix berwarna biru itu yang terlihat sudah sangat lemah dan menutup kedua matanya. Tidak hanya sampai di situ saja, burung phoenix biru itu juga dirantai kaki serta kedua sayapnya menggunakan rantai yang juga terbuat dari es abadi berwarna hitam. Ling Tian dan Leluhur Xueren Chong lalu berjalan mendekati Phoenix itu berniat untuk berinteraksi.
"Katakan siapa kalian dan apa mau kalian membuka segel pengurungan ini?" tiba-tiba sebuah pertanyaan terdengar dari arah Phoenix biru meskipun mulutnya tetap tertutup rapat begitu pula dengan matanya.
"Kami hanya seorang pengembara saja yang begitu penasaran dengan hal apa yang ada di dalam segel hexagram kuno di luar batu es abadi hitam berbentuk kubus ini!" jawab Ling Tian dengan santai.
__ADS_1
Phoenix biru itu terdiam untuk sejenak setelah mendengarkan jawaban dari Ling Tian. Dia dapat merasakan detak jantung pemuda bertopeng separuh wajah itu tetaplah stabil dan itu menandakan bahwa dia tidaklah sedang berbohong.
"Kau hanyalah seorang manusia! Sementara orang yang di sampingmu adalah seorang dewa! Mengapa seolah kamu itu adalah tuan dari dewa itu?" tanya sang Phoenix biru.
"Ya! Memang begitulah adanya! Shen Zhu Xueren Chong memang merupakan salah satu dari bawahanku!" jawab Ling Tian.
"Shen Zhu Xueren!" ucap Phoenix biru itu mengulangi marga dari Leluhur Xueren Chong.
Tiba-tiba niat membunuh yang sangat kuat dan pekat merembes dari tubuh Phoenix biru itu yang disertai dengan ledakan energi panas dan dingin secara bersamaan.
"Shen Zhu Xueren! Kalian adalah salah satu dari kelompok penghianat!" teriak Phoenix biru itu dengan kemarahan yang meluap-luap. Matanya yang sebelumnya terpejam, kini telah terbuka dengan lebar dengan nyala tapi sekaligus dinginnya es menatap Leluhur Xueren Chong.
Leluhur Xueren Chong langsung mundur beberapa langkah saat merasakan sesuatu hal yang sangat berbahaya tertuju kepadanya.
"Hentikan tindakanmu Phoenix bodoh!" teriak Ling Tian yang juga marah kepada Phoenix biru itu.
"Kau manusia rendahan beraninya berteriak di hadapan Dewi Phoenix ini?" tanya sang Phoenix biru sembari melepaskan niat membunuh ke arah Ling Tian.
Ling Tian tidak merasakan sedikitpun efek dari niat membunuh itu. Baginya, niat membunuh seperti itu hanya terasa seperti gigitan seekor semut gula saja yang tidak mungkin dapat membahayakan dirinya.
"Jika kau mengatakan bahwa aku adalah seorang manusia rendahan, maka lebih rendahan mana dengan seorang yang mengatakan bahwa dirinya adalah Dewi namun dirantai dan tidak berdaya?" ucap Ling Tian yang dengan beraninya mencerca ucapan dari Phoenix biru dengan sebuah pertanyaan.
Phoenix biru itu langsung terdiam seribu bahasa saat mendengarkan cibiran yang diucapkan oleh pemuda bertopeng separuh wajah itu. Dan memang benar apa yang dikatakan oleh pemuda itu bahwa dirinya saat ini lebih rendahan daripada sang pemuda.
"Huh! Mengapa kau hanya diam saja Dewi Phoenix yang agung?" tanya Ling Tian dengan nada yang mencibir.
__ADS_1
Leluhur Xueren Chong sampai menahan nafasnya saat melihat Ling Tian dengan berani mengolok-olok Dewi Phoenix dihadapannya. Bagi dia yang notabenya juga termasuk salah satu ras beast tidak akan pernah bisa menahan serangan mental dari Sang Phoenix yang merupakan salah satu ras binatang suci.
Kekuatan darah dari binatang suci tidaklah mungkin bisa dilawan oleh dirinya yang merupakan ras beast rendah saja. Namun saat ini dia dapat melihat seorang pemuda yang masih belum menjadi dewa dengan beraninya mencibir dan mengolok-olok seekor binatang suci.
Phoenix biru itu semakin marah menjadi-jadi karena terus dicibir dan dicerca oleh pemuda bertopeng separuh wajah di depannya. Dia juga sungguh tidak menyangka bahwa tekanan dari niat membunuh yang dia lepaskan tidak dapat membuat pemuda di hadapannya ketakutan.
"Manusia! Siapa kau sebenarnya? Tidak mungkin kau hanya manusia biasa tapi memiliki bawahan seorang dewa!" kata Phoenix biru dengan mata yang menyelidik.
"Huh! Apa hakmu bertanya dengan Tuan Muda ini? Lebih baik aku yang bertanya, mengapa bisa kau yang merupakan salah satu dari dewa-dewi terkuat dapat tersegel ditempat ini?" ucap Ling Tian yang malah justru balik bertanya kepada sang Phoenix biru.
"Kau.." ujar Phoenix biru dengan amarahnya. Baru kali ini ada seseorang yang berani tidak menjawab pertanyaan darinya dan malah balik bertanya seperti sekarang ini.
"Kau apa hah? Cepat jawab saja pertanyaanku! Atau.." ucap Ling Tian yang menghentikan perkataannya.
"Atau apa manusia sialan? Apa kau berani berbuat macam-macam kepada Dewi ini?" tanya Phoenix biru yang menantang.
"Mengapa tidak?" ucap Ling Tian lalu dirinya duduk bersila dihadapan Phoenix biru.
"Xueren Chong! Mundurlah beberapa langkah! Jangan sampai kau juga ikut terkena eveknya!" ucap Ling Tian sambil melihat kearah belakang dimana Leluhur Xueren Chong sedang berdiri.
"Baik Tuan Muda!" jawab Leluhur Xueren Chong dengan patuh lalu mundur beberapa puluh langkah untuk menjaga jarak.
Ling Tian lalu menutup mata dan memulai berkultivasi menggunakan manual kultivasi pelahap miliknya. Seketika tubuh dari sang Phoenix biru bergetar dengan hebat karena ketakutan saat melihat tiga buah pusaran angin berwarna hitam menyedot dengan ekstrem kekuatan yang dimilikinya.
Zhuuung!
__ADS_1
"S-shen Zhu Danshuiyu!" ucap Phoenix biru dengan terbata-bata.