
Setelah mengatakan itu, Ling Tian membuat segel ditangan untuk membuat beberapa buah formasi. Dia mengalirkan hampir tujuh puluh persen energi Qi miliknya ketangan.
'Pertama, aku harus membuat formasi penjara ilusi jiwa!' gumam Ling Tian.
'Aku juga harus menggabungkan beberapa hal! Seperti hukum domain dan waktu didalamnya. Serta penyegel kultivasi!' lanjutnya.
Tangannya terus bergerak-gerak dengan sangat rumit dan sangat cepat. Dia juga mengeluarkan ratusan batu roh dari cincin jiwa. Perlahan, seberkas cahaya muncul dari jari-jemari Ling Tian. Fluktuasi udara juga ikut berubah-ubah dan tidak stabil.
Zhuung!
Sebuah bulatan cahaya berbentuk mirip bola namun berdiameter sebesar rumah tercipta didepan Ling Tian.
'Selesai! Selanjutnya membuat sebuah proyektor atau hologram untuk bisa menonton dari luar!' batin Ling Tian.
Semua orang hanya menyaksikan dengan mata yang tidak bisa dijelaskan, betapa tidak tahunya mereka semua dengan apa sedang dibuat oleh Ling Tian. Bahkan untuk beberapa Tetua Klan yang mempunyai keahlian mantra formasi hanya dibuat menunduk karena merasa begitu rendahnya pengetahuan mereka tentang formasi.
.
.
Dari atas langit, Wei Hun dan Long Yuan menatap Ling Tian dengan mata yang menyipit.
"Menggabungkan formasi penjara ilusi jiwa dengan beberapa hukum dan penyegelan? Seperti yang diharapkan dari murid Sang Maha Dewa!" ucap Wei Hun memuji.
"Padahal bahkan di alam dewa saja hal seperti ini hanya bisa dilakukan oleh dewa-dewa formasi terkenal dan berpangkat tinggi saja!" ungkap Long Yuan dengan jujur.
"Kakak kedua!" panggil Mao An.
"Iya adik terkecil. Ada apa?" sahut Long Yuan.
"Emm.. Ngomong-ngomong tadi kakak kedua bilang Alam Dewa? Apakah kakak kedua tahu tentang dewa-dewa?" tanya Mao An dengan polos.
"Eh? Kakak belum cerita denganmu kah?" Long Yuan mengerutkan kening dan memiringkan sedikit kepalanya.
"Cerita apa kak?" bingung Mao An.
"Ooh.. Ternyata belum rupanya! Baik, nanti kakak tampanmu ini akan ceritakan sesuatu hal tentang asal mula kakak dan saudara Wei!" kata Long Yuan.
"Sekarang kita fokus saja kepada turnamen dibawah!" lanjutnya.
"Baik kakak kedua!" angguk Mao An dengan patuh.
.
__ADS_1
.
Zhuuung!
Tiga buah layar proyektor berdiameter sangat besar tercipta diatas bulatan formasi penjara ilusi jiwa. Semua orang dapat melihat dari layar itu terdapat hutan yang sangat luas dan dipenuhi dengan monster beast dan hewan iblis.
"Ini benar-benar keren! Apakah itu tempat babak kedua dilaksanakan? Benar-benar hutan yang penuh monster beast dan hewan iblis!" kata salah satu penonton dengan takjub.
"Tepat sekali! Jika itu adalah tempat babak kedua, maka kita akan dengan mudah menontonnya dari sini!" sahut penonton yang disebelahnya.
"Turnamen kali ini benar-benar sangat mengejutkan! Sial! Aku sangat iri tidak terpilih menjadi peserta! Padahal ini adalah pelatihan yang hebat!"
"Iya! Aku juga sangat iri dengan mereka!"
Bisik-bisik semua orang terdengar seperti badai yang bergemuruh. Mereka saling membicarakan tempat diadakannya babak kedua.
Ling Tian mengangguk puas dengan formasi hasil yang buatannya.
"Baiklah.. Apa kalian sudah siap?" tanya Ling Tian.
"Siap Tuan Muda!" jawab semua peserta.
"Pejamkan mata kalian! Jangan melawan jika ada yang menarik keluar jiwa kalian!" tutur Ling Tian.
Ling Tian mengalirkan kekuatan jiwa lalu menarik kesadaran jiwa peserta turnamen dan melemparkannya kedalam formasi penjara ilusi. Sebelum itu, Ling Tian juga menempelkan token penghitung poin para peserta.
Kesadaran jiwa para peserta turnamen segera masuk didalam formasi dan jatuh ditempat yang acak. Para penonton lagi-lagi kembali menyadari sesuatu dan merasakan keiriantak terhingga.
"Sial! Ini adalah pelatihan kekuatan jiwa! Semakin lama seseorang berlatih disana, maka semakin kuat saja kekuatan jiwanya!" tutur salah satu Patriark Klan.
"Apaa! Jadi seperti itu? Aku benar-benar sangat iri kepada mereka yang ikut turnamen!" jawab Patriark lain.
"Hei.. Hei.. Ini acara untuk generasi muda kita! Kita sebagai yang tua janganlah egois dan tidak tahu diri!"
"Ahahaha.. Bukan seperti itu Patriark! Aku hanya iri saja dengan mereka!"
"Haahh.. Sudahlah! Anggap ini keberuntungan mereka yang kedua, setelah pelatihan fisik kemaren!"
"Benar sekali katamu itu!"
.
.
__ADS_1
Diatas panggung kehormatan, Kaisar Heian mengerutkan kening.
"Sebenarnya apa tujuan Tuan Muda Ling Tian ini? Membuat pengaturan kompetisi namun layaknya sebuah pelatihan? Bahkan ini adalah pelatihan terhebat yang pernah aku temui dan lihat secara langsung!" ucap Kaisar Heian.
"Bahkan ayah belum pernah melihat pelatihan semacam ini?" tanya Wei Ziin yang sedikit mendengar komentar sang ayahanda sebelumnya.
"Benar sekali putriku! Ayahanda belum pernah melihatnya. Ini adalah pelatihan terbaik yang pernah ada dalam cacatan sejarah di daratan timur atau mungkin bahkan di Benua Langit!" tutur Kaisar Heian.
***
Ditempat bagian utara hutan penjara ilusi jiwa, Hong Lie dan Xuan Ji mendarat dengan selamat dan dalam posisi berdekatan. Mereka berdua saling tatap dengan niat bertarung yang sangat kuat. Ling Tian sengaja melemparkan kesadaran keduanya ditempat yang sama karena ingin melihat apa yang mereka lakukan setelah di babak pertama menjadi rival.
"Hong Lie! Kali ini aku tidak akan kalah darimu!" ucap Xuan Ji dengan nada geram. Bagaimana dia tidak geram? Dalam babak pertama dirinya melakukan sedikit hal ceroboh yang akhirnya menjadikan dirinya sebagai pemenang nomor dua dan tidak mendapatkan hadiah menarik dari Tuan Muda panutannya, Ling Tian.
"Hahaha.. Xuan Ji.. Xuan Ji.. Bagaimana jika kita bertaruh saja?" kata Hong Lie ingin membuat kesepakatan.
"Bertaruh?" Xuan Ji mengangkat satu alisnya.
"Benar! Kita berdua bertaruh! Siapa yang berhasil membunuh paling banyak monster beast atau hewan iblis dan mengumpulkan poin terbanyak, maka dia akan dipanggil kakak oleh yang kalah selamanya! Bagaimana? Apakah kamu berani?" tanya Hong Lie dengan senyum mengejek yang sangat menjengkelkan. Dia membuka tangannya untuk bersalaman tanda deal.
"Sialan! Sepakat! Aku tidak akan kalah darimu! Kamu akan memanggilku kakak saat waktu itu tiba!" ujar Xuan Ji sambil menyambut tangan Hong Lie dan menggenggamnya dengan cukup kuat.
"Hahaha.. Itu belum tentu Xuan Ji!" jawab Hong Lie sambil melepaskan tangannya.
Mereka berdua akhirnya berjalan menyusuri lebatnya hutan untuk memulai melakukan perburuan.
.
.
Ditempat lain, disebuah hutan yang sangat lebat lagi gelap, seorang gadis cantik sedang terduduk dengan banyak keringat dan darah hewan iblis membanjiri tubuh dan wajahnya. Disekitar gadis cantik itu tergeletak mayat-mayat dari hewan iblis tingkat 1 yang sangat banyak.
"Ugh! Ternyata babak kedua ini tidak semudah yang aku kira! Tapi..." gadis itu sengaja memotong ucapannya sendiri.
"Aku tidak akan mengecewakanmu!" lanjutnya berkata.
Gadis cantik itu segera menstabilkan tubuh dari kesadaran jiwa miliknya itu yang sempat sedikit terguncang sebelumnya ketika melawan puluhan hewan iblis tingkat 1 yang tiba-tiba menyerangnya saat dirinya baru saja mendarat dan tiba di hutan yang sangat gelap ini.
'Harus lebih cepat lagi untuk menjadi kuat! Aku tidak ingin dia malu karena diriku yang lemah!' gumam gadis cantik itu.
________________________________________
*Maaf telat dari jadwal🙏.. Author lagi kurang sehat dan banyak hal yang harus dilakukan di alam nyata! Jadi Author harap para readers memakluminya. Author akan tetap usahakan satu hari dua bab meski kadang seperti ini alias tidak sesuai jadwal.
__ADS_1