
Ling Tian melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah Kota Humeng berada. Salah satu kota dari puluhan kota yang telah dikuasai oleh pihak aliansi aliran hitam. Kota Humeng merupakan markas paling besar yang digunakan oleh aliansi untuk bernaung sementara.
Di kota ini pula lah ketua pemimpin aliansi aliran hitam yang tidak lain adalah pangeran Song Yunlei dan Matriark Sekte Hasrat Chang Roulan berada. Ling Tian berniat untuk membunuh salah satu diantara keduanya kemudian membuat kacau barak prajurit aliansi aliran hitam.
Butuh waktu 1 jam bagi Ling Tian yang menggunakan kecepatan tertingginya untuk sampai di area pertempuran yang sedang berkecamuk antara kedua belah pihak. Melalui penglihatannya yang sangat tajam dan pengedaran indra spiritual, Ling Tian dapat melihat dengan jelas dari atas langit pertempuran yang sangat kacau itu.
Yang pasti, dia melihat pasukan dari pihak Kekaisaran Bing atau daratan utara sedang dalam kondisi yang terdesak dan membutuhkan bantuan sesegera mungkin. Ling Tian tidak melihat adanya dua pemimpin dari aliansi aliran hitam. Itu menandakan bahwa pihak aliran hitam sangat-sangat menyepelekan kekuatan lawan meskipun mereka juga dibuat kewalahan oleh adanya perisai es abadi yang dibuat oleh orang-orang dari daratan utara.
'Lebih baik aku membunuh beberapa pemimpin dari pihak aliansi aliran hitam! Setelah itu, aku akan berpura-pura menjadi orang di antara mereka!' batin Ling Tian berencana.
"Saudaraku! Apakah kamu sudah faham apa yang harus dilakukan?" tanya Ling Tian kepada Mao An.
"Yoo.. Urusan mengobrak-abrik barak pasukan aliansi aliran hitam anggap saja sudah selesai!" ucap Mao An dengan santainya kemudian dia pun meloncat dari atas pundak kanan Ling Tian melesat menuju ke arah Kota Humeng mendahului tuannya.
Setelah itu, Ling Tian kemudian juga ikut menghilang dan melesat menuju medan pertempuran.
Zheep!
***
Boommm...
__ADS_1
Seorang pria paruh baya yang memiliki postur tubuh gempal dengan wajah sangar berhasil mendaratkan sebuah serangan telak mengenai seorang wanita yang terlihat berumur seperti 30 tahunan yang memiliki kulit putih bersih seputih salju.
"Hahaha.. Es abadi milik orang-orang dari daratan utara memang sangat sangat luar biasa hebat! Tapi api hitam neraka milikku tentu lebih kuat daripada es kalian!" ucap pria setengah baya itu sambil tertawa terbahak-bahak. Tatapan pria itu juga menjadi sangatlah liar ketika melihat kulit bersih seputih salju dari balik pakaian yang terkoyak milik wanita yang menjadi lawannya.
Sementara untuk wanita yang menjadi lawan pria bertubuh gempal dan berwajah sangar itu langsung memuntahkan beberapa teguk darah karena mengalami cidera yang cukup parah pada bagian organ dalam tubuhnya.
Wanita itu sudah tidak mampu lagi untuk bangun dari terkaparnya. Dia hanya bisa terbaring dengan lemah sembari melihat pria paruh baya yang mulai berjalan mendekati dirinya dengan tatapan penuh akan kebringasan.
"Ohohoo.. Sayang sekali! Aku secara tidak sengaja telah melukai barang sebagus ini! Sungguh sayang sekali!" ucap pria paruh baya itu seolah dirinya menyesal telah membuat wanita itu terkapar tidak berdaya.
Pria itu berniat untuk mengambil wanita itu dan membawanya ke dalam markas pihak aliansi aliran hitam untuk dia jadikan sebagai budak penghangat tidurnya. Namun di saat tangan pria paruh baya itu hendak meraih tubuh dari wanita yang sudah tidak perdaya, tiba-tiba tangan itu berubah menjadi es karena membeku.
Sontak saja pria itu langsung memundurkan tubuhnya beberapa langkah untuk menjaga jarak dari wanita yang sedang terkapar.
Sosok pemuda yang memakai topeng separuh wajah dengan berjubahkan hitam tiba-tiba secara perlahan muncul dari udara tipis dalam keadaan berjongkok di dekat wanita yang telah terkapar tidak berdaya.
"Telanlah pil ini nona! Biarkan aku yang mengurus pria tidak tahu diri itu!" ucap sosok bertopeng itu dengan ramah dan senyuman lebar sambil memberikan sebuah pil penyembuh tingkat 9 kepada wanita itu.
"T-terima kasih Tuan Muda!" ucap wanita itu lalu dengan cepat dia menelan pil penyembuh tingkat 9 itu.
Sosok bertopeng separuh wajah dengan berjubah hitam itu tentu saja adalah Ling Tian. Dia kemudian berdiri membiarkan wanita itu untuk memulihkan dirinya sendiri. Dia menatap ke arah pria paruh baya yang sebelumnya menjadi lawan tangguh baru wanita yang telah ditolongnya.
__ADS_1
Sebuah senyuman mengejek segera terpancar dari sudut bibir Ling Tian. Dia melihat bahwa kekuatan yang dimiliki oleh pria itu setidaknya adalah ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 5, sementara wanita yang berada di belakangnya hanyalah seorang kultivator es yang berada di ranah Pendekar Platinum Akhir Bintang 8.
"Merundung seorang wanita yang lebih lemah kekuatannya dari dirimu sendiri bukankah juga termasuk dari tindakan yang tidak tahu malu dan lebih pengecut daripada pengecut itu sendiri?" ucap Ling Tian bertanya kepada pria paruh baya.
Pria itu tidak menggubris dengan apa yang dikatakan oleh pemuda bertopeng separuh wajah di depannya. Yang jelas, dia dapat merasakan marabahaya yang sangat besar terpancar dari tubuh pemuda bertopeng itu sehingga membuatnya sangat waspada di atas kewaspadaan.
"Oiya aku lupa! Kalian adalah orang-orang dari aliran hitam yang memang tidak tahu malu dan bersikap pengecut semuanya!" cibir Ling Tian terang-terangan sehingga membuat wajah dari pria paruh baya dengan tubuh gempal dan wajah sangar itu menjadi sangatlah murka.
Namun karena tangan kanannya yang telah dibekukan bahkan belum bisa dia cairkan kembali, dia tidak berani untuk langsung menyerang pemuda bertopeng separuh wajah yang sangat arogan itu.
"Kau ditanya selalu saja diam seperti orang yang sudah mati saja! Maka baiklah! Kau mati saja!" ucap Ling Tian sedikit kesal kemudian langsung menghilang dari tempatnya dan muncul sepersekian ribu detik kemudian tepat di hadapan pria paruh baya bertubuh gempal dan berwajah sangar.
Zheep!
Boommm...
Tubuh pria itu seketika langsung hancur dihantam oleh tinjuan mentah dari Ling Tian. Sementara untuk menghindari kecurigaan, sebelumnya dia telah mengalirkan juga elemen es dalam tinjunya itu sehingga tubuh dari pria yang dihantam tinjunya itu hancur berkeping-kepingnya juga menjadi es.
"Sangat lemah!" ucap Ling Tian yang bahkan setelah pria baya itu hancur berkeping-keping dia masih saja mencibirnya.
Wanita yang ditolong oleh Ling Tian baru saja selesai dari memulihkan dirinya langsung dibuat terbelalak dengan aksi penolongnya. Bahkan bukan hanya dirinya saja, beberapa orang yang tidak jauh dari tempat kejadian Ling Tian menghancurkan pria bertubuh gempal dengan kekuatan ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 5 dengan satu tinjuan saja juga berekspresi dengan ekspresi yang sama.
__ADS_1
"Sangat kuat!" ucap mereka semua.