Ling Tian

Ling Tian
Bertemu Mao An Kembali


__ADS_3

***


Ling Tian berjalan dengan santai setelah kabur hampir setengah hari dari kejaran pasukan manusia primitif. Sebenarnya sebelumnya dia ingin menghajar mereka denga Pukulan Pelebur Bumi, namun dia tidak melakukannya karena ternyata orang yang datang berjumlah ratusan dan sangat-sangat kuat sekali.


'Sepertinya tempat ini aman!' batin Ling Tian lalu duduk dibawah pohon yang paling besar.


Ling Tian ingin kembali berkultivasi untuk menaikkan ranah kultivasi aslinya. Ini adalah kesempatan baik dan tidak boleh disia-siakan. Kemacetan kultivasi yang selama ini dia alami dapat dipatahkan dengan menyerap energi aneh di dunia ini.


Setelah menarik nafasnya dalam-dalam, Ling Tian mulai mempraktikkan manual kultivasi pelahapnya sehingga dalam radius 2 kilometer lagi terjadi fluktuasi udara dan menjadi kawasan terlarang dimasuki makhluk hidup agar tidak mati karena tersedot vitalitas hidupnya.


Sementara para komandan dan beberapa jenderal pasukan manusia primitif langsung berwajah masam saat merasakan fluktuasi udara dan gejolak energi alam disekitar.


"Sial! Manusia bertopeng itu berulah lagi!" teriak marah salah satu jenderal yang dipunggungnya ada pedang pusaka tingkat merah.


"Lalu apa yang harus kita lakukan jenderal pedang?" tanya seorang wanita yang kekuatannya sama dengan jenderal pedang. Dia adalah jenderal cambuk.


"Kita tidak bisa berbuat apa-apa! Kita tidak bisa masuk lebih dalam lagi ke hutan sana! Karena hal itu sangatlah berbahaya!" jawab jenderal pedang dengan wajah serius.


"Jadi, itu artinya kita akan menunggu disini sampai mamusia bertopeng itu selesai melakukan hal mengerikan ini?" tanya jenderal cambuk.


"Mau bagaimana lagi?" jenderal pedang balik bertanya sambil menghela nafas panjangnya.


Jangankan dirinya, Sang Pimpinan juga sangat takut dan tidak berani mendekat kejangkauan penyerapan milik Ling Tian. Dia tidak ingin kekuatan yang dia miliki akan habis tersedot dan berakhir menjadi manusia berwajah tua dan lemah.


"Baiklah.. Jenderal pedang kembalilah terlebih dahulu untuk melaporkan hal ini kepada Pimpinan! Aku dan dua puluh komandan cambuk akan berjaga di sekitar sini!" kata jenderal cambuk.

__ADS_1


"Baik! Jika begitu aku pergi dulu! Segera menjauh dari tempat ini jika tiba-tiba terjadi hal berbahaya!" ucap jenderal pedang dengan serius lalu bergegas pergi meninggalkan tempat itu.


"Jenderal pedang tenang saja!" ujar jenderal cambuk mengangguk.


Setelah kepergian dari jenderal pedang, pasukan yang kini dipimpin oleh jenderal cambuk wanita langsung membuat semacam camp ditempat itu untuk tempat bernaung dan menunggu sampai fluktuasi udarakembali stabil.


__________


Dalam jajaran manusia primitif, mereka memiliki satu pemimpin tertinggi yang biasa mereka panggil sebagai Pimpinan. Kekuatan atau kultuvasi yang dimiliki oleh Pimpinan manusia primitif adalah ranah Pendekar Perunggu Akhir.


Jika menggunakan Pedang Dewa yang berada di tingkat senjata pusaka hitam kualias sempurna, maka Sang Pimpinan memiliki kekuatan yang mampu mengalahkan satu ranah penuh diatasnya atau ranah Pendekar Perak Puncak.


Setelah itu ada dua jenderal besar yang memiliki jurus tapak. Keduanya sama-sama ditingkat kultivasi ranah Pendekar Besi Puncak.


Setiap satu jenderal besar memiliki bawahan enam jenderal kecil yang memiliki kekuatan ranah Pendekar Besi Awal sampai Pendekar Besi Menengah. Jenderal inilah yang berjuluk jenderal pedang, jenderal golok, jenderal tombak, jenderal cambuk dan lain-lain.


Dan yang terakhir adalah setiap satu komandan dari bawahan jenderal kecil memiliki 100 prajurit yang kekuatannya ada di ranah Pendekar Kayu Awal sampai Pendekar Kayu Akhir.


Jadi jumlah keseluruhan prajurit dari manusia primitif adalah 5.314 pasukan. Belum lagi ditambah jumlah manusia biasa yang tidak ikut serta menjadi prajurit namun memiliki kekuatan ranah Pendekar Jiwa berjumlah 10.000 orang.


___________


Sudah seminggu semenjak paling kembali memutuskan untuk berkultivasi. Mao An bersama dengan kedua leluhur melesat menggunakan ilmu meringankan tubuh mendekati ke arah di mana Ling Tian sedang berkultivasi.


Mao An berhenti bergerak saat merasakan fluktuasi udara di tempat yang sedang mereka lewati. Keduanya leluhur yang kini telah menjadi budaknya juga mengikuti Mao An berhenti.

__ADS_1


"Hanya satu orang yang bisa melakukan hal seperti ini! Tidak! Tapi dua orang! Jika bukan Sang Dewa Kuno Yang Mulia Danshuiyu Kunpeng, maka berarti Tuan Muda Ling Tian!" ucap Mao An.


Sementara kedua leluhur yang mengikutinya hanya diam. Namun di dalam hatinya, mereka berdua saat ini benar-benar ketakutan saat mendengar nama Ling Tian disebutkan. Mereka berdua merasa bahwa sebentar lagi hidup mereka akan segera usai. Sebab, mereka merasa bahwa mereka adalah orang yang membantu penghianat dari Klan Lian untuk menghapus keberadaan Klan Ling ribuan tahun lalu.


Wajah kedua leluhur dari kedua kekaisaran yang ada di Benua Langit tampak lebih tua dari sebelum mendengarkan kata Ling Tian disebutkan oleh Mao An. Mereka benar-benar tidak bisa berkutik kali ini. Bahkan kuasa akan tubuh mereka sendiri sudah tidak ada lagi. Saat ini seluruh jiwa dan raga mereka telah menjadi milik sang tuan atau Mao An.


Mau tidak mau mereka harus menuruti semua yang diperintahkan oleh tuannya meskipun itu adalah melakukan bunuh diri di tempat.


Sementara untuk Mao An yang tidak mengetahui apa yang dirasakan oleh kedua budaknya tidak menghiraukan keduanya. Dia kini sangat bersemangat karena sebentar lagi akan bertemu kembali dengan Tuan Mudanya, Ling Tian.


Mao An yang masih memiliki segel budak yang terhubung langsung dengan Ling Tian pun memberikan pesan jiwa kepada tuannya itu sebuah pertanyaan apakah yang melakukan hal yang membuat udara berfluktuasi adalah dirinya, dan jika memang benar itu dirinya maka Mao An meminta untuk menghentikannya serta mengatakan bahwa keberadaannya saat ini tidak jauh dari keberadaan Ling Tian.


Tidak berapa lama setelah Mao An mengirimkan pesan jiwa kepada Ling Tian, pesan itu pun dijawab dengan pengiyaan bahwa memang yang membuat udara berfluktuasi adalah dirinya.


Tidak lama setelah pesan itu dijawab, udara yang berfluktuasi pun berhenti dan Ling Tian meminta kepada saudaranya itu untuk segera memberikan koordinat tempat di mana dia berada supaya Ling Tian dengan mudah menemukan keberadaannya.


Itu Ling Tian lakukan karena dia yang akan mendatangi Mao An. Sebab jika Mao An mendatanginya maka keberadaan mereka akan semakin dekat dengan orang-orang primitif yang sebelumnya mengejar Ling Tian.


Lima menit kemudian, seorang pemuda yang memakai jubah hitam serta topeng separuh wajah melesat dengan cepat mendekati ketiga orang yang tidak lain adalah Mao An dan kedua budaknya.


Tap!


Pemuda bertopeng separuh wajah atau Ling Tian mendarat tepat di hadapan Mao An dengan tersenyum sumringah dan menangkupkan kedua tangannya untuk memperlihatkan rasa hormat.


"Selamat bertemu lagi Tuan Muda Ling Tian!" kata Mao An yang membalas angkupan tinju Ling Tian.

__ADS_1


_______________________________________


Mohon maaf hari ini cuma satu bab. Karena Author lagi kurang anu dan lagi anu.🙏 Harap readers memaafkan dan memaklumi.


__ADS_2