Ling Tian

Ling Tian
Kota Zhongjian 5


__ADS_3

"Tidak bisa! Pokoknya kalian harus ikut dengan kami menghadap Tuan Kota dan memberi penjelasan!" kekeh pengawal satu.


"Apa-apaan! Kalian tidak bisa bertindak sembarangan dengan kami!" bentak Wei Ziin yang mulai termakan emosi.


"Sudah Ziin'er! Tidak perlu terbawa emosi! Dan kalian.. Baik! Kami akan ikut menghadap Tuan Kota. Akan tetapi kami harus makan dulu dan setelah itu baru kita berangkat!" ujar Ling Tian.


"Tapi kakak.." Wei Ziin ingin menolak namun terhenti saat pandangan matanya bertemu dengan Ling Tian.


"Tidak apa Ziin'er! Nanti kau perlihatkan saja lencana giokmu. Semua akan beres dengan cepat!" ucap Ling Tian melalui telepati.


"Baik kakak Tian!" turut Wei Ziin mengannguk.


"Bagaimana? Lebih baik kalian tunggulah sebentar Tuan Muda kalian sampai sadarkan diri dan kami selesai makan!" kata Ling Tian lagi.


"Baiklah.. Kami akan menunggu kalian sekaligus menunggu Tuan Muda siuman. Tapi jika kalian berani melarikan diri..?"


Bhuuusss...


Aura dua kultivator ranah Pendekar Perunggu Menengah Bintang 8 meledak menyapu segala arah dan menekan hampir semua orang membuat Ling Tian dan Wei Ziin mengerutkan kening.


"Jangan harap kalian bisa keluar dari Kota Zhongjian ini hidup-hidup!" lanjut pengawal satu.


"Kalian tenang saja! Kami tidak akan pergi. Itu janjiku." jawab Ling Tian dengan sikap tenang. Begitu pula dengan Wei Ziin. Kemudian Ling Tian melambaikan tangannya untuk menghilangkan tekanan tersebut.


Kedua pengawal Tuan Muda Chi San tentu saja sangat terkejut mendapati pemuda didepannya dengan sangat mudah menghilangkan penekanan aura dari mereka berdua. Tanpa sadar mereka mundur satu langkah karena tidak percaya.


Ling Tian dan Wei Ziin tentu saja tidak akan pernah merasakan tertekan sama sekali. Cih! Ranah Pendekar Perunggu Menengah ingin menekan ranah Pendekar Emas dan Platinum? Benar-benar tindakan mustahil dan bodoh!


Tidak berapa lama setelah ketegangan antara kedua belah pihak tampak mereda, pelayan restoran datang membawakan makanan dan minuman yang telah dipesan Ling Tian dan Wei Ziin. Mereka makan dengan tenang dan sangat lahap seolah tidak terjadi apapun sebelumnya.


***


Daratan selatan, Kekaisaran Han.

__ADS_1


"Apaaa! Sekte Taring Iblis hancur?" tanya pria bertanduk dengan amarah memuncak. Dia tidak lain adalah Sang Iblis Sejati atau pemimpin tertinggi aliansi aliran hitam di Benua Langit.


"B-benar Yang Mulia.." jawab sang pelapor yang tidak lain adalah pemimpin gedung pembunuh.


Bammm...


Sandaran tangan kursi singgasana yang diduduki pria bertanduk hancur menjadi debu karena sedikit hentakan tangannya.


"Kurang ajaaar!" teriak pria bertanduk. Niat membunuh sangat pekat terpancar dari tubuhnya membuat keempat orang lainnya menjadi kesusahan bernafas.


"Y-yang Mu-lia.. Tahan amarah anda Yang Mulia!" ujar pemimpin gedung pembunuh dengan terbata-bata.


"Bodoh! Mao An benar-benar bodoh dan lemah! Sia-sia aku memberikan seratus tetes darahku untuk mereka! Sial.. Sial.. Sial!" umpat pria bertanduk itu lalu menarik niat membunuhnya secara perlahan.


"Tapi siapa yang bisa mengalahkan mereka semua? Bukankah di daratan timur orang-orangnya sangatlah lemah?" lanjutnya bertanya.


"Orang-orang di daratan timur memang sangat lemah Yang Mulia. Bahkan tidak ada seorangpun yang berada diatas ranah Pendekar Platinum," jawab pemimpin gedung pembunuh.


"Hanya satu kemungkinan Yang Mulia!" tiba-tiba Kaisar Han menyuarakan pendapatnya.


"Kemungkinan? Siapa kemungkinan orang yang kau maksud Kaisar Han Biao?" pria bertanduk mengangkat alisnya.


"Kemungkinan orang yang menghancurkan Sekte Taring Iblis di daratan selatan adalah Leluhur Kekaisaran Wei!" jawab Han Biao.


"Leluhur Kekaisaran Wei?" kening pria bertanduk mengerut semakin dalam.


"Benar Yang Mulia! Maaf sebelumnya saya belum memberitahu anda tentang Leluhur Kekaisaran Wei," kata Kaisar Han Biao.


"Lanjutkan!" titah pria bertanduk.


"Alasan mengapa tidak ada yang berani mengusik daratan timur karena Kekaisaran Wei mempunyai seorang Leluhur Pendiri yang sangat kuat dan berada di Puncak Pendekar Berlian. Bahkan jauh lebih kuat daripada Leluhur Kekaisaran Song di daratan barat dan Leluhur Xiao di daratan tengah! Setelah peperangan besar yang terjadi di daratan timur, tiba-tiba muncullah Klan Wei yang mendominasi yang kemudian mendirikan kekaisaran yang kuat disana. Beberapa kali banyak intensitas kuat hendak meruntuhkannya, namun semua harus gagal dan berakhir dengan kekalahan pihak penyerang! Lambat laun Kekaisaran Wei semakin merajalela dan menguasai seluruh daratan timur." ungkap Kaisar Han Biao bercerita.


Jawaban yang disampaikan oleh Kaisar Han Biao cukup membuat pria bertanduk terkejut. Lebih kuat dari Leluhur Song dan Xiao? Mungkinkan sekuat dirinya? Atau mungkinkah Leluhur Wei ini juga pendatang baru sepertinya? Beberapa pertanyaan menggelayut difikiran pria bertanduk.

__ADS_1


"Baiklah.. Kesampingkan tentang Sekte Taring Iblis yang hancur itu! Aku cukup terkejut dengan berita yang baru saja kudengar darimu Kaisar Han Biao. Jika memang benar apa yang kau katakan itu, maka ini akan menjadi cukup sulit, kita harus merencanakan dengan matang-matang penyerangan di daratan timur! Untuk sekarang, kalian kirimlah beberapa orang kesana untuk memata-matai Kekaisaran Wei!" ujar pria bertanduk.


"Baik Yang Mulia!" jawab keempat orang bawahannya dengan serentak.


"Yasudah.. Kalian boleh pergi sekarang!" kata pria bertanduk kemudian tanpa menunggu waktu langsung dituruti oleh keempat bawahannya.


Setelah kepergian empat bawahannya, pria bertanduk duduk disinggasananya dengan termenung.


'Mungkinkah Leluhur Pendiri Kekaisaran Wei bukan berasal dari Benua Langit?' gumam pria bertanduk.


***


Kota Zhongjian.


Sementara itu didalam restoran mewah yang berada di pusat Kota Zhongjian tampak dua orang pemuda pemudi sedang melahap makanan dengan sangat tenang. Keduanya tidak menghiraukan tatapan banyak orang yang melihat mereka dengan pandangan tidak bisa dijelaskan. Pasalnya kedua pemuda pemudi tersebut baru saja mendapat konflik yang cukup lumayan namun mereka tetap tenang-tenang saja. Benar! Kedua orang pemuda dan pemudi itu adalah Ling Tian dan Wei Ziin.


Setelah beberapa saat, mereka berdua telah selesai makan. Ling Tian segera berdiri dari tempat duduk dan mendatangi kasir untuk membayar tagihannya. Tentu saja Ling Tian yang membayar! Mana mungkin Wei Ziin yang membayarkannya? Dimana harga diri seorang Ling Tian jika itu terjadi?


"Berapa nona? Untukku dan nona itu!" tanya Ling Tian sambil menunjuk Wei Ziin.


"Semuanya hanya empat puluh koin perak Tuan Muda!" jawab gadis pelayan yang menjaga tempat kasir.


"Emm.. Baiklah!" angguk Ling Tian.


Ling Tian mengeluarkan uang pas untuk membayarnya. Setelah itu dia kembali kepada Wei Ziin dan melihat kedua pengawal dan Tuan Muda Chi San yang sudah siuman namun membisu dan ketakutan.


"Kami sudah selesai. Ayo! Kita berangkat menghadap Tuan Kota sekarang!"


______________________________


*maaf.. Alurnya lagi datar😴


JANGAN LUPA VOTE...!!!! INGAT.. INI BUKAN NOVEL GRATIS!🤭

__ADS_1


__ADS_2