Ling Tian

Ling Tian
Hutan Gelap 8


__ADS_3

Swoosshh...


Energi langit dan bumi tertarik kuat disertai dengan tiupan angin yang sangat kencang membentuk pusaran angin hitam kecil menuju satu titik yaitu lengan kanan Ling Tian.


"Pukulan Pelebur Bumi Tahap Ketiga!"


Banteng Api yang masih terkejut dengan fenomena alam sekitar kembali dikejutkan dengan serangan sangat cepat milik Ling Tian. Dengan segera Banteng Api masuk dalam posisi siap bertahan meski sedikit terlambat.


Disekujur tubuh Banteng Api dapat dilihat ada dinding tipis berwarna merah seperti api menyelimutinya.


Duuaarr!


Ledakan besar menggema diseantero hutan yang hampir mencakup seperempatnya mendengar. Banteng Api yang sedikit terlambat menyadari serangan Ling Tian terlempar sangat jauh hingga ratusan meter dengan tubuh penuh luka dan banyak sekali tulang yang patah serta kesadarannya hilang namun masih hidup.


Boommm...


Hasil lemparan tubuh besar Banteng Api membuahkan sebuah parit yang cukup dalam dan panjang dengan bermuarakan kawah yang sangat lebar.


Ling Tian sendiri saat ini hanya mampu terduduk dengan setengah berlutut tak berdaya. Seluruh tenaganya terkuras habis ditambah tubuhnya yang terbebani oleh jurus Pukulan Pelebur Bumi Tahap Ketiga yang masih belum bisa sepenuhnya ia kuasai. Tulang-tulang diseluruh tubuhnya terasa hancur, aliran darahnya berdenyut-denyut kencang serat nafas tersengal-sengal tidak stabil, dan terakhir adalah kepalanya, Ling Tian merasakan bebannya menjadi sangat berat. Ling Tian terus mempertahankan dan menahan kesadarannya yang memucuk ingin hilang.


Sementara itu dibarisan para monster beast termasuk para jendral sangat tidak menyangka bahwa kartu truf Ling Tian sangatlah mengerikan. Mereka yakin bahwa beast tingkat 6 saja jika menahan jurus mengerikan itu pasti akan terluka parah.


***

__ADS_1


Booommmm...


Bukan hanya para monster beast saja, bahkan sosok yang dipanggil dengan sebutan Raja Beast yang berupa Naga Biru dan sosok orang tua yang ada dikedalaman inti Hutan Gelap seketika membuka kedua matanya masing-masing saat mendengar ledakan kuat itu.


"Hmm.. Naga kecil! Apakah ledakan itu ulah anak buahmu dan pemuda itu?" Tanya sosok tua itu.


"Benar sekali! Seperti yang diharapkan dari orang yang diberkahi Sang Maha Dewa. Bukan begitu pak tua Wei?" Ungkap Naga Biru.


"Hm.. Begitulah. Oiya, kau suruhlah anak buahmu membawanya kemari! Sepertinya dia terluka sebab terbebani jurus yang belum sepenuhnya dia kuasai," Kata Pak Tua Wei.


"Baiklah." Jawab Naga Biru.


Naga Biru terbang ke ketinggian langit lalu mengaum dengan sangat keras.


Aumannya menggema diseantero Hutan Gelap hingga terdengar jelas oleh para pengikutnya.


***


Grooooaaarrr...


Para jendral dan komandan beast yang mendengar instruksi Sang Raja alias Naga Biru segera faham dengan apa yang harus mereka lakukan.


Mereka segera berlari sambil membawa Banteng Api yang pingsan dan Ling Tian yang masih terluka dengan setengah sadar.

__ADS_1


'Mau dibawa kemana aku ini? Apakah Naga brengsek itu hendak main kotor dengan memakanku disaat kondisiku seperti ini? Juga, elang sialan ini? Huh! Dikira aku apa?' Gumam Ling Tian lirih tak berdaya namun berdecak kesal.


Elang Emas yang membawa Ling Tian dengan mencengkram kerah baju terbang kearah inti Hutan Gelap seperti menenteng kresek sampah sedikit mendengar gumaman Ling Tian hanya terkekeh kecil.


Dia benar-benar salut dan cukup puas dengan kekuatan Ling Tian. Meski hanya mengandalkan kekuatan fisik dan jurus aneh yang menarik energi langit dan bumi.


Tidak butuh waktu lama, sekitar dua puluhan menit mereka semua telah sampai di tempat tujuan. Dapat dilihat istana kecil namun cukup mewah dengan satu Naga Biru yang terlihat mendominasi dan sosok tua diatas kepalanya terpampang jelas dihadapan Ling Tian.


Elang Emas yang membawa Ling Tian melepaskannya begitu saja dari cengkraman kukunya ketika masih datas ketinggian 20 meteran. Alhasil tampak seperti sampah yang terbuang dan jatuh bergedebuk ketika sampai diatas tanah.


"Ugh! Elang sialan!" Teriak Ling Tian.


Para jendral dan komandan beast segera bersujud dihadapan Sang Naga Biru.


"Hormat kami Yang Mulia Raja!" Ucap para jendral serentak.


"Hm.. Hormat kalian aku terima. Bagus! Kalian telah menjalankan tugas dengan baik. Silakan kembali ketempat masing-masing!" Ucap Naga Biru memberi titah.


"Baik Yang Mulia!" Jawab para jendral beast.


"Rawat komandan Banteng Api dan tinggalkan bocah itu disini! Biar aku dan saudara Wei yang mengurusnya! Hahaha.. Bukan begitu bocah kecil?" Ejek Naga Biru sambil melirik.


"Naga Sialan!" Teriak Ling Tian sangat kesal.

__ADS_1


__ADS_2