Ling Tian

Ling Tian
Pesta Yang Sesungguhnya 2


__ADS_3

Setelah beberapa jam berlalu, akhirnya energi Qi Ling Tian sudah pulih seperti sedia kala. Tentu dia bisa sangat cepat! Karena Ling Tian menggunakan manual kultivasi pelahapnya hampir secara sempurna. Dengan tiga pusaran angin hitam disisinya maka dengan sangat cepat dan rakus menyedot energi alam. Manual Pelahap memang sesuatu!


Ling Tian membuka kembali kedua matanya dan menghela nafas.


"Haahhh.. Sudah waktunya! Sekte Taring Iblis, kalian telah menyinggung orang yang tidak seharusnya kalian singgung!" ucapnya pelan dengan senyum seringai iblisnya.


Ling Tian berdiri dari duduknya dan langsung melesat dengan kecepatan maksimal. Tidak membutuhkan waktu lama dia segera sampai diatas langit Sekte Taring Iblis.


"Pantas saja tidak ada yang tahu dimana letak pasti Sekte Taring Iblis. Ternyata seluruh areanya dilindungi formasi array tingkat renda dan kabut ilusi. Cukup pintar juga! Tapi itu tidak cukup untuk menghentikanku!"


Zhuung...


Swoosshh...


Swoosshh...


Swoosshh...


Tiga sosok muncul didepan Ling Tian setelah dirinya membuka gerbang dunia jiwa. Mereka tidak lain adalah Wei Hun, Long Yuan dan Zhuge Ruxu. Mereka semua adalah pemegang puncak ranah kultivasi di Benua Langit ini. Sungguh kekuatan yang sangat besar dan tidak bisa disinggung siapapun!


"Hemm.. Jadi disini tempatnya? Lalu kapan kita mulai pestanya?" tanya Long Yuan dengan wajah tersenyum gembira layaknya psik*pat gila.


"Sepertinya kamu sangat bersemangat Naga Kecil?" tanya Wei Hun.


"Haha.. Tentu saja! Sudah cukup lama aku tidak mengunyah tubuh manusia!" jawab Long Yuan dengan santai.


"Ooh.. Apa kau akan menggunakan tubuh sejatimu, si Cacing biru itu?" tanya Ling Tian.


"Sial! Aku Naga Biru Yang Agung! Bukan cacing bocah bau!" keluh Long Yuan.


"Hahaha.." Ling Tian dan Wei Hun tertawa dengan pecah.


"Ekhem.. Baiklah aku akan menyerang formasi rendahan ini dulu!" kata Ling Tian.


Zhepp!


Tanpa menunggu jawaban dari Wei Hun dan Long Yuan, Ling Tian langsung melesat turun dari langit dan mendekati formasi pelindung berbentuk kubah itu.


"Hem.. Kira-kira bagaimana evek yang terjadi jika aku menggunakan Jurus Pedang Awan yang kupelajari dengan guru kala itu?" tanya Ling Tian kepada dirinya sendiri.

__ADS_1


"Halah! Bodo amatlah! Aku akan menggunakannya!" tekat Ling Tian.


Dia mengeluarkan pedang samudera kegelapannya dari cincin penyimpanan jiwa dan bersiap mengeksekusi Jurus Pedang Awan. Ling Tian menarik nafas dalam dalam dan mulai menyuntikkan energi Qi ke pedangnya.


Ling Tian juga mengendalikan elemen kegelapannya untuk menambah kuat daya serang dan penghancurnya. Fluktuasi udara disekitar seketika terguncang tidak beraturan. Angin terhembus kesana kemari tidak menentu.


"Teknik Pedang Awan, Gerakan Kesembilan; Penebus Dosa!" teriak Ling Tian sambil mengayunkan pedangnya. Dia cukup bernostalgia saat menggunakan teknik ini. Dia dulu sempat dimaki-maki oleh gurunya karena sembarangan menggunakan jurus ini. Namun sekarang? Bodo amat!


Swoooosssssshhh...


Bilah angin berwarna biru kehitaman yang sangat kuat melesat dengan cepat. Namun ditengah jalan bilah itu berubah menjadi siluet sosok burung legenda, Sang Phoenix.


"Gila! Teknik apa yang bocah itu gunakan?" tanya Long Yuan dengan suara keras. Dia baru saja selesai mengubah dirinya menjadi bentuk Naga Sejati berwarna biru.


"Aku juga tidak tahu! Yang pasti jika kita menghadang jurus itu dengan kekuatan saat ini, kita akan terluka dengan parah!" jawab Wei Hun.


"Apakah Sang Maha Dewa yang membelajarinya?" tanya Zhuge Ruxu.


"Itu sudah pasti!" jawab Wei Hun dengan tanpa ragu.


Boooooommmmmmm...


Teriakan-teriakan memilukan dapat Ling Tian dengarkan dari atas langit-langit Sekte Taring Iblis. Ling Tian tersenyum bahagia akhirnya bisa mendengar teriakan seperti itu dari golongan orang-orang yang pernah hampir mencelakakan kedua orang tuanya.


"Huuuhh.. Jurus ini cukup membuat energi Qi milikku berkurang hampir separuh!" ucap Ling Tian pada dirinya sendiri.


Groooaaarrr...


Sosok Naga Biru yang tak lain adalah Long Yuan mengaum dengan sangat keras dari atas langit, membuat orang-orang yang dibawah sana sangat terkejut dan tidak sedikit yang ketakutan.


Swuuusshh...


Long Yuan tiba-tiba muncul disamping Ling Tian dengan Wei Hun dan Zhuge Ruxu menunggang diatas kepalanya.


"Bocah! Kau cukup hadapi si manusia bernama Mao An itu saja! Tampaknya dialah yang terkuat disini! Biarkan kami bertiga yang akan mengurus lainnya. Aku merasakan masih ada delapan puluhan orang yang lumayan dibawah! Kau fokus dengan pertarunganmu saja!" tutur Long Yuan lalu melesat menukik kebawah dengan cepat.


Ling Tian yang melihat itu juga tidak mau kalah. Dia juga mengikuti Long Yuan dari belakang.


Swuusshh... Swuuusshh... Swuusshh

__ADS_1


"Siapa yang berani menyerang Sekt-.. Apaaaaaa!"


Delapan puluh tiga sosok dari jenis pria dan wanita muncul dengan aura ganas dan niat membunuh sangat pekat dihadapan rombongan Long Yuan. Namun mereka sangat terkejut saat melihat sosok Naga Agung berwarna biru dihadapan mereka.


"N-na-ga!" ucap orang yang berteriak sebelumnya dengan terbata-bata.


Mata mereka melotot dengan sempurna bersamaan dengan seluruh badan mereka sedikit melemas. Awalnya mereka keluar ingin memberikan pelajaran atau membunuh orang yang berani menyerang sekte mereka. Namun saat melihat sosok sejati Long Yuan dan dua lainnya serta aura kultivasi ketiganya nyali mereka langsung menciut seketika. Bahkan bisa dikatakan hilang tak berbekas.


"Siapa diantara kalian orang yang bernama Mao An?" Tanya Ling Tian yang tiba-tiba muncul dengan nada dingin.


"Aku Mao An! Siapa kalian? Mengapa kalian tiba-tiba menyerang sekteku? Aku merasa pihakku tidak pernah menyinggung kalian!"


"Hahaha.. Tidak pernah menyinggungku? Lucu sekali! Kalian benar-benar lucu sekali!" ujar Ling Tian sembari bertepuk tangan. Entah apa maksudnya dia bertepuk tangan, mungkin supaya terlihat keren saja.


"Apa maksudmu bocah? Bahkan aku tidak pernah mengenalmu!" kata Mao An.


"Memang benar kau tidak pernah mengenalku. Tapi ketujuh Tetua Sektemu itu berani melukai orang tuaku! Balasan kematian adalah yang terpantas untuk kalian!" teriak Ling Tian dengan niat membunuhnya yang sangat pekat merembes dari tubuhnya.


"J-jadi k-kau yang membunuh keponakanku dan seluruh Tetua Sekteku?" ucap Mao An dengan beringas. Aura dari ranah Pendekar Berlian Awal Bintang 1 meledak dengan gila dan berusaha menekan Ling Tian. Dia tidak lagi menghiraukan keberadaan tiga sosok disebelah Ling Tian.


"Benar! Akulah yang menghabisi mereka semua!" jawab Ling Tian dengan dingin.


"Kurang ajaar! Aku akan membunuhmu!" teriak Mao An kemudian melesat sangat cepat dengan dengan mengepalkan tinjunya.


Swuusshh...


"Lakukan saja jika kau punya kemampuan!" ujar Ling Tian. Dirinya juga ikut melesat untuk menyambut serangan tinju Mao An dengan pedang samudera kegelapannya yang dia genggam.


Zheepp!


"Teknik Pedang Awan, Gerakan Pertama; Tusukan Awan!"


Baammmm...


___________________________________


*Pesenan banyak orang jadi author Up dua bab pagi ini dan satu lagi nanti sore di jam biasa. 🙏🤗


Jangan lupa dukungannya.

__ADS_1


Thanks...


__ADS_2