Ling Tian

Ling Tian
Hutan Gelap


__ADS_3

Ling Tian berjalan mendekati para Tetua itu. Sementara mereka terheran melihat bocah belasan tahun berani mendekati Hutan Gelap.


"Hei bocah! Kenapa kamu disini? Cepat pergi! Disini bukan tempat bermain!" Ucap salah satu Tetua yang berjaga.


"Maaf para tetua sekalian. Aku disini bukan untuk bermain. Aku sengaja kesini untuk masuk kedalam hutan!" Jawab Ling Tian.


"Apa kau gila?" tanggap Tetua itu.


"Tidak tetua! Aku sehat jasmani dan rohani!" Kata Ling Tian masih tenang.


"Tempat ini sangat berbahaya! Cepat kau pergi! Atau nyawamu akan terancam!"


"Sekali lagi aku minta maaf tetua. Tolong izinkan saya masuk! Dan untuk masalah nyawaku ini, aku tidak masalah jika harus mati nantinya!" Santai Ling Tian.


"Tidak bisa! Apa kamu tidak tahu bahwa akhir-akhir ini banyak monster beast keluar hutan dan menyerang para penduduk?" Tanya si Tetua.


"Aku tahu Tetua! Tapi aku harus tetap masuk di Hutan Gelap ini!" Jawab tegas Ling Tian.


"Masuk hutan dengan kondisimu seperti ini?" ujar si Tetua sembari menyeritkan alisnya.

__ADS_1


"Ada masalahkah?" Tanya balik Ling Tian.


"Tentu saja! Kami semua disini yang memiliki tenaga dalam dan basis kultivasi Pendekar Besi Tahap Menengah saja masih kewalahan menghadang para beast! Sedangkan kamu?" Ejek Tetua itu.


"Aku memang tidak punya tenaga dalam. Tapi aku masih sanggup melawan mereka saat menyerangku. Jikapun ada beast tingkat tinggi aku juga setidaknya sanggup untuk kabur secepatnya!" Tanggap Ling Tian.


"Haa.. Terserah kau saja! Aku sudah menasehatimu! Silakan lakukan saja apa maumu," Lemas ucapan Tetua.


"Hehe.. Terima kasih tetua! Kalau begitu aku pamit dulu," ucap Ling Tian sambil menangkupkan tinjunya.


"Terserah!" Jawab si Tetua sambil menggelengkan kepala karena keras kepalanya Ling Tian.


"Dasar bocah keras kepala!" Ujar salah satu teman si Tetua.


"Benar! Dia hanya menyetor nyawa saja! Tapi biarlah, dia akan merasakan sendiri akibat perbuatannya." kata tetua yang lain.


"Hm!" Semua tetua menganggukkan kepala tanda sependapat.


Ling Tian yang sudah memasuki pinggiran Hutan Gelap menjumpai beberapa kawanan beast liar dan paling kuat monster beast tingkat dua. Hal itu masih sanggup dihadapi oleh Ling Tian dengan mudah. Dengan pusaka pedang pemberian Patriark Klan Yi, dia terus membabat habis beast-beast yang mendekatinya.

__ADS_1


Hari ini Ling Tian panen besar. Kristal-kristal dari monster beast tingkat satu sampai dua telah banyak dia dapatkan. Dua puluh kristal beast tingkat satu dan tujuh kristal beast tingkat dua. Itu sangat cukup bila dijual dan untuk menghidupinya satu tahun penuh tanpa bekerja apa-apa.


'Hufth.. Ternyata hanya ada beast tingkat rendahan disini! Aku harus masuk lebih dalam lagi!' Gumam Ling Tian.


Ling Tian yang tidak mampu menggunakan cincin penyimpanan yang dimiliki hanya bisa menaruh kristal-kristal itu di kantong khusus yang dia buat sendiri.


Hari sudah gelap. Ling Tian berniat untuk beristirahat. Dia berjalan mencari-cari siapa tahu ada gua yang bisa dia tinggali. Ternyata keberuntungan memang sedang berpihak kepada Ling Tian. Dia melihat gua di atas perbukitan dekat sungai.


Ling Tian segera menaiki bukit. Setelah sampai didepan gua, dia mengecek apakah gua itu berpenghuni atau tidak. Gua itu kosong dan sangat nyaman untuk ditempati.


"Haah.. Syukurlah" Ucap Ling Tian lalu membuat perapian didekatnya.


Monster beast yang berhasil dikalahkan, sengaja Ling Tian ambil beberapa potong dagingnya untuk makan. Andai saja Ling Tian mampu menggunakan tenaga dalam, dia pasti akan dengan mudah membawa semua bangkai monster beast didalam cincin penyimpanan untuk persediaan makannya atau di jual suatu saat nanti.


Setelah api telah membesar dan menjadi bara, Ling Tian segera membersihkan daging itu disungai dan kemudian membakarnya. Tak perlu waktu lama, dagingpun telah matang. Ya, walaupun tidak merata, kadang ada bagian yang gosong ada pula bagian yang baru separuh matang sebab cacing dalam perutnya terus berteriak dan ingin segera diberi makan. Alhasil, Ling Tian terburu-buru memakannya. Disamping itu dia juga tidak pernah memasak saat didalam Klan Ling. Jadi maklum saja hal tersebut terjadi pada daging monster beast buruannya itu.


___________________________


Maaf buat para readers semua... Author lagi nggak fit.. Jadi nggk bisa nulis seperti biasa.. Sekali lagi maaf. Ini cuman secuil🙏

__ADS_1


__ADS_2