Ling Tian

Ling Tian
Berlatih 2


__ADS_3

"Apa kau sengaja ingin membunuhku pelan-pelan?" Teriak Ling Tian protes.


"Tidak! Memang seperti itulah ketentuannya!" Kali ini Wei Hun yang angkat bicara.


Ling Tian seketika kelakep tak berbicara lagi. Dia hanya bisa pasrah menerima latihan pertamanya yang mustahil untuk tidak mendapatkan hukuman bakar jiwa. Ling Tian kembali berbalik dan memulai berlari yang hanya dengan kekuatan fisiknya.


Ling Tian tidak bisa mengambil kesempatan dibalik kesempitan untuk menggunakan energi qi miliknya sebab Long Yuan menyuruh jendral Elang Emas sialan itu untuk membuntutinya dari atas langit. Demi menjadi kuat, Ling Tian menerima pelatihan neraka ini.


Ling Tian terus mengayunkan kakinya untuk berlari dan berlari. Tak terasa matahari sudah mulai condong ke ufuk barat.


"Haah.. Hahh.. Haahhh.."


'Sial! Mengapa matahari terasa begitu cepat berjalan? Aku baru mengelilingi Hutan Inti dua puluh putaran. Tidak! Setidaknya aku harus mampu menyelesaikan setengah target agar hukumanku tidak terlalu parah!' Gumam Ling Tian.


"Cih.. Apa selemah ini orang yang berani membicarakanku dibelakang? Benar-benar lemah!" Ejek Elang Emas dari atas langit dan masih terdengar jelas di telinga Ling Tian.


"Brengsek kau Elang Sialan! Hahh.. Hahh.." Tanggap Ling Tian dengan berteriak.


"Hahaha.." Elang Emas tertawa terbahak-bahak sangat puas mengejek Ling Tian.


Ling Tian lalu berlari lagi dan lagi, hingga dua puluh empat putaran matahari hampir tenggelam. Dia sudah tidak sanggup lagi untuk berlari. Nafasnya terengah-engah, jantungnya berdetak kencang tak beraturan. Ling Tian sudah menyerah! Badannya roboh diatas rerumputan dengan matanya yang terpejam sebab kelelahan.


"Waktu habis! Kemarilah bocah!" Terdengar suara teriakan yang tidak lain suara milik Long Yuan.

__ADS_1


Ling Tian duduk dan menstabilkan tubuhnya dengan energi qi. Dia mulai berdiri dan berjalan menuju sumber teriakan. Ling Tian berjalan masih dengan tubuh sempoyongan meskipun saat ini dia menggunakan energi qi.


Sesampainya ditempat Long Yuan dan Wei Hun. Matanya melotot dengan sempurna. Dia sangat geram dengan apa yang dilihatnya saat ini. Dia melihat Long Yuan sedang membakar daging kelinci kecil dan Wei Hun duduk manis sambil menyeruput teh dengan damai dan sejahtera.


"Bedebah kalian! Aku berlari susah payah sementara kalian enak-enak nge-teh dan bakar daging!" Teriak Ling Tian.


"Hahaha.. Apa ada yang salah bocah?" Tanya Long Yuan menanggapi. Sementara Wei Hun hanya melirik sebentar lalu mengacuhkan mereka lagi.


"Tentu saja salah! Mana jatah dagingku?" Teriak Ling Tian lagi.


"Jatah? Kalau kau mau, yaa cari sendiri! Enak amat! Oiya jendral Elang! Turunlah!" Kata Long Yuan menengadahkan pandangan ke langit.


Elang Emas yang dipanggil segera turun menghadap dan berlutut dihadapan Sang Raja. Sementara Ling Tian terbengong dengan ucapan Long Yuan 'mencari sendiri' untuk makan.


"Hanya dua puluh empat kali putaran Yang Mulia!" Jawab Elang Emas.


"Hanya segitu saja! Dasar lemah sekali kau bocah! Bahkan tidak sampai separuhnya dalam target!" Ejek Long Yuan.


"Saudara Wei!" Panggilnya melihat Wei Hun.


Wei Hun yang paham hanya mengangguk dan membuat segel tangan dengan kecepatan yang dapat dilihat mata. Seketika cahaya kebiruan muncul ditangannya. Setelah selesai Wei Hun langsung melemparkan segel kearah Ling Tian.


Ling Tian yang tidak siap langsung terkena segel dan kemudian tubuhnya membeku tidak bisa dia gerakkan.

__ADS_1


"Eh.. Senior Wei! Apa yang kamu lakukan dengan tubuhku? Mengapa aku tidak bisa bergerak?" Tanya Ling Tian.


Wei Hun tidak membalas pertanyaan Ling Tian sama sekali. Dai malah kembali terfokus pada teh hangat miliknya dan Long Yuan mendekati Ling Tian.


"Eh.. Apa yang terjadi? Dan kau naga sialan! Apa yang akan kau lakukan? Jangan mende-" Belum selesai Ling Tian berucap, Long Yuan langsung memotong.


"Diam dan rasakan hukumanmu bocah lemah! Hahaha.." Kata Long Yuan sambil tertawa yang diikuti oleh Elang Emas.


Long Yuan memunculkan api biru dari telapak tangannya dan mengarahkan kepada Ling Tian. Mata Ling Tian membulat sempurna melihat api biru mendekatinya dan siap membakarnya seperti kelinci ditangan Long Yuan.


"Akh.. Jangan naga sialan! Akkhh.. Panaaas! Panaaas! Aaakkhh.."


"Aaaaaaaaakkkhhhh..."


________________


Pengumuman:


Author akan usahakan upload sehari dua chapter! Yaitu di jam tiga pagi dan jam tiga sore. Harap memakluminya.


Jangan lupa like,komentar dan vote.nya..


Terima kasih!

__ADS_1


__ADS_2