Ling Tian

Ling Tian
Dunia Jiwa Ling Tian


__ADS_3

Ling Tian hanya mengangkat kedua bahu dan melesat meninggalkan kedua orang itu yang masih syok. Baginya tidak masalah memberikan sedikit informasi kepada kedua orang yang sudah dia anggap sebagai saudaranya.


"Saudara Tian tunggu!" teriak Long Yuan.


Long Yuan dan Wei Hun menyusul Ling Tian yang melesat dengan cepatnya.


"Kemana tujuanmu kali ini?" tanya Long Yuan.


"Entahlah.. Mungkin bermalas-malasan atau kamu ada ide mau kemana?" jawab Ling Tian namun memberi pertanyaan balik.


"Owalaah bocah edan! Ditanya malah balik nanya!" keluh Long Yuan.


"Oiya senior Wei, apa kamu akan langsung kembali ke Hutan Gelap?" ujar Ling Tian bertanya.


"Tidak untuk sekarang! Benar katamu! Sedikit bermalas-malasan untuk berlibur mungkin akan sedikit menyenangkan!" jawab Wei Hun.


"Baiklah.. Mari kita kembali lagi ke penginapan. Aku juga ingin menunjukkan sesuatu kepada kalian!" kata Ling Tian.


"Sesuatu? Ap-" ucapan Long Yuan terpotong.


"Sudah.. Jangan banyak tanya! Ayo ke penginapan dulu!" kata Ling Tian.


Mereka bertiga berjalan santai setelah sudah dekat dengan tujuan. Ling Tian memimpin jalan dan mendekati wanita baya resepsionis.


"Selamat datang kembali di Penginapan Burung Merak tuan-tuan. Ada yang bisa saya bantu?" tanyanya ramah.

__ADS_1


"Benar! Kami ingin menginap selama dua hari disatu kamar favorit! Ini bayarannya!" kata Ling Tian sambil meletakkan satu koin platinum.


"Tu-an muda! I-ini terlalu banyak!" kata wanita resepsionis dengan bergetar.


"Tidak! Anggap saja sisanya adalah tips buat anda dari kami bertiga!" ujar Ling Tian.


"Oh.. Baiklah tuan muda!" kata wanita resepsionis.


"Mari saya antar tuan-tuan sekalian." lanjutnya.


Long Yuan dan Wei Hun merasa aneh dengan Ling Tian. Khususnya Long Yuan yang kemarin-kemarin ditolak mentah-mentah oleh Ling Tian untuk tidur satu kamar. Sementara saat ini telinganya malah mendengar dengan jelas Ling Tian meminta satu kamar untuk tiga orang! Sial! Apa maksudnya ini? Fikir Long Yuan.


"Bukankah kemaren kau jijik tidur satu kamar dua orang? Mengapa sekarang yang tiga orang malah kau pesan hanya satu kamar?" tanya Long Yuan tidak bisa untuk tidak protes.


"Diamlah kau cacing cerewet! Kau akan tahu nanti!" kesal Ling Tian.


Berjalan mengikuti wanita resepsionis kelantai teratas disertai debatan kecil membuat mereka tidak sadar telah sampai didepan kamar yang dipesan.


"Oiya nyonya! Tolong jangan biarkan siapapun mengganggu kami saat didalam kecuali kami yang meminta sesuatu kepada anda!" kata Ling Tian berpesan.


"Baik tuan muda! Saya mendengarkan pesan tuan muda!" ujar wanita resepsionis menurut.


Ling Tian, Long Yuan dan Wei Hun memasuki kamar favorit dan menguncinya.


"Baiklah.. Sekarang apa yang hendak kau perlihatkan kepada kami?" tanya Long Yuan tidak sabaran.

__ADS_1


Ling Tian tidak menjawab namun membuat sedikit gerakan rumit ditangan dan melambaikannya.


Swooossshhh...


"L-lorong spasial?" tanya Long Yuan.


"Mari kita masuk!" kata Ling Tian memegang pundak Long Yuan dan Wei Hun untuk memasuki lorong spasial atau gerbang dimensi itu secara bersamaan.


Zhheep!


Gerbang dimensi itu tertutup bersamaan dengan menghilangnya mereka bertiga.


***


Swooossshh...


Celah spasial tercipta diatas sebuah istana kecil yang megah yang disekitarnya ditanami bermacam-macam tumbuhan dan bunga-bunga yang sangat indah serta beberapa pohon buah abadi. Celah itu terus membesar hingga seukuran gajah dewasa. Tak lama, nampaklah tiga cahaya muncul dan membentuk rupa manusia.


Zheep!


Tiga sosok yang tak lain adalah Ling Tian, Long Yuan dan Wei Hun muncul tepat didepan istana megah.


"Di-dimana ini?" tanya Long Yuan dan Wei Hun serentak.


"Selamat datang di Dunia Jiwa milikku!" ucap Ling Tian dengan wajah penuh senyuman.

__ADS_1


"Dunia Jiwa?!" terkejut mereka berdua.


"Tentu!" jawab Ling Tian.


__ADS_2