Ling Tian

Ling Tian
Melanjutkan Liburan


__ADS_3

"Haahh.. Aku sudah menduga sejak awal kamu lah pelakunya!" ucap Ling Tian acuh tak acuh.


"Saudaraku.. Ini.. Bisa aku jelaskan!" ujar Long Yuan terputus-putus.


"Sudahlah! Yang terpenting jangan kau ulangi lagi!" kata Ling Tian.


"Emmm.. Akan aku usahakan! Hehe.." jawab Long Yuan dengan nyengir kudanya yang menjijikkan.


Ling Tian sadar bahwa Long Yuan pasti akan kembali mengulanginya suatu saat nanti. Sejak awal dia sudah diperingati oleh Wei Hun sebelum pergi dari Hutan Gelap untuk sedikit bersabar menanggapi ulah Long Yuan. Pada awalnya Ling Tian bingung. Sabar? Dalam hal apa? Namun saat ini dia sepenuhnya tau. Ternyata Long Yuan adalah berandal ulung! Sedikit sama dengan dirinya atau mungkin sebelas dua belas dalam perumpamaannya.


Aiiih.. Intinya sama-sama berandal! Hanya saja Long Yuan yang kelas kakap dan Ling Tian kelas teri! Dan Ling Tian saat ini sudah sedikit mendapat cahaya ilahi untuk pentobatan!


Ling Tian tidak marah sama sekali kepada Long Yuan karena dia tahu sebetapa sedihnya Long Yuan yang hanya tinggal tersisa dirinya seorang didalam keluarganya yang terbantai di Alam Dewa. Pada intinya Long Yuan hanya ingin menghibur diri!


"Saudara Long!" panggil Ling Tian.


"Iya," jawab Long Yuan singkat.


"Setelah ini kita akan melanjutkan perjalanan liburan kita. Akan sangat membosankan jika hanya makan dan seperti ini saja tanpa ada sesuatu yang membuat semangat!" ujar Ling Tian membuat Long Yuan mengangkat alisnya.


"Apakah disekitar sini tidak ada bar atau diskotik?" lanjut Ling Tian yang membuat Long Yuan bertambah bingung dan mengerutkan keningnya dalam-dalam.


Bar? Diskotik? Kata-kata yang baru pertama kali Long Yuan dengarkan sejak dia lahir sampai saat ini. Ling Tian memang tak sengaja menyebutkan dua kata itu karena asal ceplosnya saja.


"Bar? Diskotik? Tempat atau makanan macam apa itu saudara Tian?" tanya Long Yuan dengan bingung.


Seketika Ling Tian sadar dari kesalahannya dalam berkata dan menepuk jidatnya sendiri.

__ADS_1


"Ah.. Itu.. Bar atau diskotik itu suatu tempat makan dan minum yang ada alunan musik menghiburnya dan beberapa wanita cantik yang melayani melayaninya!" jawab Ling Tian santai namun sedikit tersenyum canggung.


"Ooh.. Jadi itu yang dinamakan bar atau diskotik.." kata Long Yuan dengan pandangan kosong namun tidak lama dia tersedak dari minumnya karena baru menyadari sesuatu.


"Apa maksudmu seperti rumah bordil?" teriak Long Yuan yang sedikit banyak menarik beberapa pelanggan restoran lain.


"Yaa.. Agak mirip-mirip gitulah.. Hehehe.." Ling Tian menjawabnya dengan cengengesan.


"Sial! Kau tau saja tempat bagus saudaraku! Hahaha.. Kita akan berangkat setelah ini! Aku punya rekomendasi tempat bagus di Ibukota Kekaisaran!" ujar Long Yuan dengan bersemangat tinggi.


Ling Tian hanya melongo melihat reaksi saudaranya yang tidak sesuai spekulasinya pada awal-awal. Dia tidak menyangka Long Yuan akan menjadi sesemangat ini. Sial! Ling Tian lupa sesuatu! Berandalan tetap saja berandalan!


Setelah sedikit mengobrol dengan saudaranya itu tentang rencana melanjutkan perjalanannya dan tentunya mendatangi rumah bordil juga, beberap pelayan datang ke meja Ling Tian dan Long Yuan dengan membawa makanan dan minuman terbaik untuk dua berandalan itu.


"Silakan dinikmati tuan-tuan!" ujar pelayan dengan tersenyum ramah.


"Terima kasih!" jawab Ling Tian dan Long Yuan serentak.


Setelah beberapa saat, mereka berdua telah selesai memakan sarapan dan Ling Tian yang membayar semuanya. Karena mustahil jika itu Long Yuan. Mereka juga mengembalikan kunci kamar yang disewa kepada gadis resepsionis yang cukup cantik.


"Terima kasih telah berkunjung ke penginapan bulan berbunga kami tuan-tuan!" ucap gadis resepsionis.


"Iya, sama-sama cantik! Kapan-kapan aku akan berjunjung lagi kemari!" giliran Long Yuan yang menjawab dengan genit.


Plak!


Punggung Long Yuan dipukul oleh Ling Tian dan dia menyeret paksa Long Yuan keluar dari penginapan. Long Yuan sama sekali tidak marah sedikitpun dengan perlakuan Ling Tian.

__ADS_1


"Leluhur tua! Ingat umur! Jangan genit-genit pada semua gadis muda!" cibir Ling Tian.


"Cih! Bilang saja kau iri dengan aku yang pandai menarik para gadis!" gerutu Long Yuan.


"Iri? Tch, wibawaku merosot jika aku iri dengan orang.. Ah.. Maksudku dengan cacing biru tua sepertimu!" ujar Ling Tian mengejek dan terbang melesat meninggalkan Long Yuan.


"Sialan! Jangan sebut aku cacing dan tua bocah bau!" teriak Long Yuan sambil menyusul Ling Tian.


Mereka berdua akhirnya melanjutkan perjalanannya meninggalkan Kota Qingque dan Wei Yuji yang masih sakit kepala menuju Ibukota Kekaisaran Wei untuk berlibur. Untuk mengisi rasa suntuk, Ling Tian dan Long Yuan terus mengobrol meski kadang terlihat seperti sedang berdebat. Tapi juga tidak jarang canda dan tawa menghiasi obrolan mereka.


"Hahaha.. Oiya saudara Long, Telur Harimau Langit itu sudah menetas dan melahirkan harimau jantan!" kata Ling Tian.


"Tch! Aku sudah tau dari sedikit bau auranya yang masih menempel ditubuhmu!" ucap Long Yuan ketus.


"Hei.. Hei.. Mengapa kau ketus sekali saat membahas Harimau Langit? Asal kau tahu saja, dia aku beri nama sesuai dengan margaku, Ling Hu!" ujar Ling Tian.


"Apaa! Keturunan Bai Hu sialan itu kau beri nama dengan marga Ling? Cih! Itu tak cocok sama sekali!" Long Yuan cukup terkejut saat mendengar penuturan Ling Tian dan dia langsung memberikan komentarnya yang tidak setuju.


"Hmm.. Aku cukup penasaran, ada apakah gerangan denganmu dan siapa tadi? Bai Hu?" ungkap Ling Tian.


"Sudah! Lupakan saja! Aku tidak ingin membahasnya lagi!" jawab Long Yuan lalu melesat meninggalkan Ling Tian dibelakang.


Tentu saja dia tidak mau membahas tentang Bai Hu alias Kaisar Harimau di Alam Dewa. Bai Hu sendiri adalah saingan Long Yuan dalam hal kekuatan sekaligus orang yang mampu mendupak pantatnya dan Long Yuan dikirim terbang dengan rasa malu yang teramat.


Memikirkan tentang Bai Hu, Long Yuan sedikit menghela nafas panjang. Meskipun Bai Hu adalah saingannya dalam hal kekuatan, tidak dipungkiri juga bahwa mereka adalah sahabat yang cukup dekat. Apalagi sifat mereka yang mirip dalam hal berandalannya. Haahh.. Long Yuan cukup merindukan sahabatnya itu yang entah bagaimana kabarnya saat ini.


"Semoga kau baik-baik saja disana sobat!" ucap Long Yuan sambil menengadahkan pandangannya kearah langit yang sangat jauh.

__ADS_1


Sementara itu, Ling Tian yang dapat melihat reaksi Long Yuan sebelumnya hanya menggelengkan kepala. Dia dapat melihat dari mata Long Yuan terpancar sedikit kesedihan yang tertahan disana.


'Aku tahu kau tidak mau membahas Bai Hu karena kau begitu merindukannya bukan saudaraku?' gumam Ling Tian dalam hatinya.


__ADS_2