
Sebelum Manajer Ma Pu memeriksa isi cincin penyimpanan yang diberikan Ling Tian, seorang gadis muda kepercayaannya meminta izin untuk memasuki ruangan. Manajer Ma Pu tentu mengizinkannya dan gadis muda kepercayaannya segera masuk menghadap.
"Ini adalah teh galaksi pesanan anda tuan Manajer! Lima kilogram!" kata gadis tersebut melapor sambil menyerahkan sebuah cincin penyimpanan. Manajer Ma Pu menerima dan langsung memberikannya kepada Ling Tian.
Ling Tian tersenyum. Dia menganggukkan kepala puas setelah melihat isi dari cincin penyimpanan.
"Manajer Pu! Sebelum aku pergi, anda mengatakan bahwa akan diadakan lelang setelah turnamen alkemis selesai bukan? Bolehkah aku melelang satu atau dua barang milikku?" tanya Ling Tian.
"Tuan Muda Ling ingin melelang sesuatu? Tentu saja sangat boleh! Barang apakah yang Tuan Muda Ling akan lelang?" jawab Manajer Ma Pu lalu balik bertanya kepada Ling Tian.
"Itu.. Aku hanya ingin melelang beberapa pusaka tingkat putih dan hijau saja!" jawab Ling Tian.
Ling Tian lalu mengeluarkan empat pedang pusaka tingkat putih kualitas tinggi dan dua pusaka tingkat hijau berupa tombak dan pedang. Tombak tersebut berada di kualitas tinggi, sementara pedangnya pada kualitas rendah.
"Ini.."
Manajer Ma Pu sampai hampir tersedak nafasnya saat Ling Tian dengan mudahnya menjual pusaka-pusaka didepannya. Terlebih adalah pusaka tombak yang berada di tingkat hijau kualitas tinggi. Bukankah berarti pusaka tombak itu adalah termasuk pusaka terbaik diseluruh Benua Langit? Beberapa pertanyaan menggelayut difikiran Manajer Ma Pu.
Ling Tian sengaja menjual senjata-senjata tersebut karena memang tidak membutuhkannya kecuali tombak yang menurutnya untuk menjadi pengramai lelang nanti. Selama di dunia jiwa sebelumnya, selain memantau perkembangan para murid-murid saudaranya, Ling Tian juga aktif membuat puluhan atau bahkan ratusan senjata pusaka dari berbagai tingkatan. Mulai dari senjata pusaka tingkat putih hingga pusaka tingkat hitam.
Sementara senjata pusaka tingkat putih didepannya ini adalah senjata pusaka yang menurutnya gagal dibuat. Sebenarnya bukan gagal, tapi karena bahan-bahan yang digunakan hanyalah sisa-sisa dari bahan yang dia buat untuk membuat senjata pusaka yang memiliki tingkatan dan kualitas lebih tinggi.
Ling Tian membuatkan senjata-senjata pusaka tersebut untuk dia bagikan nanti saat dirinya kembali ke daratan timur dan akan menjadi pegangan orang-orang dari Klan Ling. Dengan bahan-bahan yang diberikan oleh gurunya di gudang penyimpanan Istana Ling, Ling Tian mungkin akan mampu membuat sekitar dua sampai tiga ribu senjata pusaka dari berbagai tingkatan.
Ling Tian juga sempat membuat senjata pusaka tingkat merah untuk dirinya sendiri sebab untuk memenuhi keinginannya saat melihat senjata milik Xuan Ji waktu turnamen generasi muda yang tidak lain berupa palu.
Setelah selesai membuatnya, dirinya langsung menyimpan palu tersebut di cincin penyimpanan namun belum memiliki kesempatan untuk mengeluarkannya lalu menggetok-getok jidat orang dengan palu itu.
"Untuk harga, aku menyerahkan sepenuhnya kepada pihak Paviliun, nanti aku dan saudaraku juga akan mengikuti acara lelang! Oiya, satu lagi! Pusaka-pusaka ini belumlah memiliki nama, Manajer Pu bisa memilihkan nama yang tepat untuk semuanya!" jelas Ling Tian kepada Sang Manajer.
__ADS_1
Manajer Ma Pu mengangguk dan menyanggupi untuk tugas lelang yang Ling Tian percayakan kepada dirinya.
"Tuan Muda Ling bisa tenang! Kami akan melakukannya dengan sebaik mungkin dan tidak akan mengecewakan Tuan Muda Ling!" balas Manajer Ma Pu.
"Baiklah Manajer Pu! Aku sangat puas dengan pertemuan kita kali ini! Saat ini, aku harus segera kembali kekediaman Tetua Zhong En terlebih dahulu!" ujar Ling Tian berniat untuk pamit. Dia juga berdiri dari tempat duduknya.
"Oh? Anda menginap ditempat Tetua Zhong ternyata! Silakan Tuan Muda Ling!" sahut Manajer Ma Pu juga ikut berdiri. Sementara gadis kepercayaannya hanya diam berdiri dibelakangnya dengan kepala yang menunduk.
"Benar sekali! Aku memang menginap disana! Jika begitu aku pamit terlebih dahulu!" kata Ling Tian.
"Ah.. Mari saya antarkan!" ujar Manajer Ma sangat ramah.
"En.." Ling Tian hanya mengangguk sebagai tanggapan.
Ling Tian dan Manajer Ma Pu pergi meninggalkan ruangan khusus tersebut sementara gadis kepercayaan Manajer Ma Pu membereskan gelas-gelas teh yang habis dipakai Ling Tian dan tuannya.
Sesampainya didepan pintu, Ling Tian menangkupkan tangannya kepada manajer Ma Pu.
"Terima kasih!" ucap Ling Tian.
Zheep!
Seperti biasa, Ling Tian menghilang seperti menyatu dengan udara tipis dari pandangan Manajer Ma Pu.
"Sungguh sangat cepat!" ucap Manajer Ma Pu pelan.
***
Disebuah pasar yang berada di pusat Kota Obat, seorang pemuda menggunakan topeng separuh wajah dan mengenakan jubah hitam sedang berjalan dengan santai sambil melihat-lihat toko-toko yang berada disamping kanan dan kirinya.
__ADS_1
'Aku harus membeli beberapa puluh stel pakaian sekaligus agar tidak berulang kali membelinya saat pakaian lama sudah tidak layak pakai atau ternoda sesuatu!' gumam pemuda tersebut.
Dia mulai mencari-cari dimanakah toko tujuannya itu berada. Setelah berjalan cukup lama akhirnya pemuda bertopeng itu menemukannya.
Pemuda itu melangkahkan kakinya menuju sebuah toko pakaian yang ditemuinya, toko yamg terlihat berbeda sendiri dari toko-toko lainnya yang biasanya selalu menyediakan tanaman obat atau pil roh.
Setelah masuk, pemuda tersebut langsung menjelaskan maksud kedatangannya yang ingin memborong tiga puluh stel pakaian berwarna hitam berbahan yang sama atau mirip dengan pakaian yang sedang dia pakai.
Sang pemuda diminta untuk menunggu beberapa saat sebelum akhirnya tiga puluh stel pakaian itu tiba. Pakaian baru itu bukan dari bahan yang sama yang pemuda itu dapatkan, tapi bahan yang jauh lebih bagus dari bahan pakaiannya saat ini.
Pemuda bertopeng separuh wajah itu tidak mempermasalahkan dan segera melunasi administrasinya.
Selesai membeli pakaian dan menyimpan semuanya didalam cicin penyimpanan, pemuda bertopeng itu berniat ingin melanjutkan perjalanannya yang sempat tertunda. Dia keluar dari toko dengan senyum lalu berjalan dengan damai, namun langkah kakinya harus dia hentikan oleh sebab sekelompok orang yang dipimpin seorang pemuda.
"Itu dia pemuda bertopeng yang berani menggandeng tangan Dewi Alcemis!" ujar salah satu orang dari kelompok tersebut sambil menunjuk kearah pemuda bertopeng.
"Oi.. Kau pemuda bertopeng! Berhenti!" teriak yang lainnya.
Pemuda bertopeng separuh wajah yang tidak lain adalah Ling Tian menoleh melihat kelompok tersebut. Kelompok yang terdiri dari kumpulan pemuda yang memakai pakaian mewah dan mempunyai lencana alcemis tergantung dipinggangnya.
"Aku?" tanya Ling Tian sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Iya kamu, berhenti!" seru salah satu pemuda.
Kelompok yang berjumlah tujuh orang tersebut mendekati Ling Tian dengan wajah arogan yang terpasang dengan jelas.
"Pemuda bertopeng! Perkenalkan! Aku adalah Tuan Muda Ma Huang Cai! Alcemis tingkat tiga sekaligus Tuan Muda dari Paviliun Harta Karun cabang Kota Obat! Ayahku adalah Manajer disana!" ucap pemuda yang tampaknya menjadi pemimpin kelompok itu. Namun yang menjadikan kening Ling Tian mengerut adalah ternyata pemuda didepannya ini anak dari Manajer Ma Pu, orang yang beberapa saat lalu ia temui.
"Salam Tuan Muda Huang! Ada apakah gerangan Tuan Muda yang hebat menghentikan langkahku?" tanya Ling Tian basa-basi.
__ADS_1
"Kamu masih bertanya setelah berani menggandeng tangan Dewi Alcemis kami? Bajing*n!" ujar salah satu pemuda disamping kiri Huang Cai.
"Apa maksud kalian? Aku tidak mengerti!" Ling Tian dibuat mengerutkan kening dan kebingungan.