Ling Tian

Ling Tian
Laporan Dari Aliran Hitam


__ADS_3

***


Disebuah ruang bawah tanah istana yang cukup mewah, duduklah lima orang dengan aura Pendekar Berlian Akhir Bintang 6 sampai 7 dan salah satunya Pendekar Berlian Puncak seperti Long Yuan dan Wei Hun.


Mereka belima adalah dedengkot aliran hitam seluruh daratan di Benua Langit. Orang-orang tentu tidak akan pernah menyangka bahwa akan ada kultivator kuat dengan ranah Pendekar Berlian Akhir sebanyak itu. Semua dikarenakan adanya orang yang menjadi pemimpin mereka yang telah memberi empat pil berwarna hitam yang dengan cepat meningkatkan kultivasinya.


Saat ini mereka berlima telah merundingkan rencana besar dan memasang wajah cukup serius.


"Jadi apa yang terjadi dengan Sekte Taring Iblis di Kekaisaran Wei itu?" tanya salah satu orang berwajah seram dan bertanduk yang duduk di singgasana. Dia adalah pemimpin pertemuan ini.


"Ampun Yang Mulia! Sekte Taring Iblis saat ini sedang menutup diri!" jawab pria berjubah emas layaknya seorang Kaisar.


"Mengapa begitu? Apa ada yang terjadi sesuatu kepada mereka?" tanya pria bertanduk.


"Dari mata-mata dan utusan yang telah kita kirim kesana, mereka melakukan hal demikian karena telah kehilangan tujuh tetua Yang Mulia!" jawab pria berjubah emas.


"Kehilangan tujuh tetua?" pria bertanduk mengerutkan keningnya dan berucap dengan nada lumayan tinggi.


"Benar Yang Mulia! Mao An, Patriark Sekte Taring Iblis mengirim tujuh tetuanya untuk mencari pembunuh keponakannya. Tapi saat para tetua sekte melakukan tugas, tiba-tiba giok jiwanya hancur satu persatu dan kini hanya tersisa satu namun sudah retak parah!" ujar pria berjubah emas.


"Bodoh! Mao An benar-benar ceroboh! Hanya gara-gara mencari pembunuh keponakannya yang lemah dia mengirim tujuh tetua yang akhirnya binasa dijalan!" geram pria bertanduk.


"Lalu bagaimana dengan daratan utara?" lanjutnya memberi tatapan jatuh para wanita berjubah hitam.


"Sejauh ini tidak ada masalah sedikitpun! Sekteku telah memberi arahan pada sesama aliran hitam untuk terus merekrut anggota dengan baik-baik maupun paksaan!" jawab wanita itu yang tak lain adalah Matriark Sekte besar aliran hitam di daratan utara.

__ADS_1


"Bagus! Kau bekerja dengan baik! Aku akan memberikan sedikit hadiah kepadamu nanti!" ujar pria bertanduk.


"Terima kasih Yang Mulia!" kata si Matriark dengan tersenyum senang. Dia adalah yang terlemah dari orang-orang yang berkumpul dengan memiliki ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 6. Namun begitu, kelicikannya adalah yang paling teratas.


"Berarti hanya daratan tengah yang saat ini belum bisa kita susupi. Sialan! Kaisar Xiao Sujin dan ayahnya Kaisar terdahulu benar-benar susah untuk ditaklukkan! Penjagaan mereka terlalu ketat!" geram pria bertanduk itu dengan pancaran mata penuh kebencian. Bagaiman tidak? Didaratan tengah tidak ada satupun pasukannya yang bisa menyusup. Jika memaksa maka akan segera terdeteksi karena aura gelap yang dimiliki.


"Lalu bagaimana dengan Kaisar Kekaisaran Song? Apakah benar dia yang memiliki pedang pusaka tingkat merah itu?" tanya pria bertanduk itu setelah kembali menguasai amarahnya.


"Ampun Yang Mulia! Rumor mengatakan memang benar Kekaisaran Song lah yang memegang pedang pusaka itu! Lebih tepatnya dipegang Leluhur Kekaisaran Song itu sendiri!" jawab pria lain yang menggunakan jubah merah darah. Dia adalah seorang Patriark Sekte Besar aliran hitam.


Sejauh ini yang dirahasiakan publik adalah ada dua orang yang selamat dari peperangan besar ribuan tahun lalu. Mereka adalah Leluhur Kekaisaran Song daratan barat dan Kaisar terdahulu Kekaisaran Xiao daratan tengah.


Namun mereka sama sekali tidak menduga bahwa masih ada satu lagi orang yang selamat dari kehancuran itu. Dia adalah pelayan Klan Penguasa daratan timur terdahulu atau Klan Ling yang tak lain adalah Zhuge Ruxu.


"Sekte Pedang Kelelawarku berhasil menghasut salah satu pangeran Kekaisaran Song dan merekrutnya! Kami juga berhasil menghasutnya untuk menggulirkan Kaisar sekarang dengan siap membantu atas nama aliran hitam daratan barat!" ujar Patriark Sekte Pedang Kelelawar dengan bangga atas pencapaiannya.


"Siapa pangeran itu?" tanya pria bertanduk.


"Pangeran kedua, Song Yunlei!" jawab Patriark Sekte Pedang Kelelawar.


"Hahaha.. Kau itu memang cukup bisa diandalkan! Dengan adanya pangeran ambisius itu kita bisa selangkah lebih maju untuk menguasai daratan barat. Hahaha.. Baiklah! Untuk kau, aku yakin kau pasti telah berhasil bukan?" tanya pria bertanduk dengan pria yang tersisa yang juga adalah bawahan terkuat sekaligus orang kepercayaannya. Saat ini dia hampir menembus Bintang 8 ranah Pendekar Berlian.


"Tentu saja Yang Mulia!" jawab pria itu dengan tersenyum dan menganggukkan kepala. Dia adalah Patriark sekte besar aliran hitam sekaligus Pemimpin tertinggi pembunuh bayaran dari daratan selatan.


"Kau memang yang terbaik!" puas pria bertanduk.

__ADS_1


"Baiklah! Untuk daratan timur yang lemah itu kita urus nanti-nanti saja. Yang terpenting kita harus tetap bergerak dan sepenuhnya harus menguasai daratan selatan ini dahulu! Kaisar Han! Aku tugaskan kau untuk melenyapkan tikus-tikus sekte aliran putih itu dari wilayah kekuasaanmu ini!" lanjutnya memberi perintah kepada pria berjubah emas yang ternyata adalah Kaisar Han.


"Baik Yang Mulia. Aku dan para bawahanku akan segera menghabisi mereka semua!" jawab Kaisar Han.


"Bagus! Setelah menguasai Benua Langit ini, kita akan melanjutkan menguasai Benua Menengah! Hahaha... Sekarang kalian boleh pergi!" ujar pria bertanduk dengan tertawa terbahak-bahak seperti orang gila.


"Baik Yang Mulia!" jawab keempat bawahannya serentak.


***


Setalah menempuh jarak hampir tiga hari perjalanan akhirnya Ling Tian dan Long Yuan sampai dipinggiran Ibukota Kekaisaran Wei.


Seperti biasa, mereka turun dari langit sekitar jarak satu kilo meter sebelum gerbang. Mereka juga memasang profile rendah dengan menekan basis kultivasinya sampai diranah Pendakar Besi Menengah untuk tidak menarik banyak perhatian orang-orang yang tidak penting.


Setelah melesat dengan ilmu lompatan diimbangi meringankan tubuh, Ling Tian dan Long Yuan segera sampai didepan pintu gerbang yang sangat besar dan menjulang.


Ling Tian dibuat takjub dengan keindahan gedung-gedung pencakar langit dengan ornamen-ornamen kuno serta tata letaknya yang sangat rajin dan teratur. Hiasan-hiasan dinding berupa kayu yang diukir terlihat sangat klasik namun mewah. Andai dibumi, mungkin arsitek yang mengatur penataan gedung itu akan menjadi arsitek terhebat dan diakui seluruh dunia dan sepanjang sejarah peradaban.


Ling Tian yang masih menikmati kekagumannya itu tiba-tiba kekejutkan oleh sapaan dari Long Yuan.


"Saudara Tian!" ujae Long Yuan.


"Eh.. Iya.. Kenapa?" tanya Ling Tian dengan ekspresi kaget.


"Kenapa? Tentu saja mari kita masuk! Hmm.. Aku mencium aroma saudara Wei didalam sana!"

__ADS_1


__ADS_2