Ling Tian

Ling Tian
Dimanapun Tempat, Orang Jahat Selalu Ada!


__ADS_3

"Hahh.. Baiklah.." ucap Mao An dengan lemas.


"Baguslah jika kamu mengerti! Haha.." ucap Ling Tian sambil tertawa renyah.


"Kalau begitu kembalilah dulu ke dunia jiwa! Beritahu Zhuge Ruxu tentang cara tersebut lalu berlatihlah kembali! Kabari aku jika kalian sudah berada di Ranah Kaisar Puncak! Aku akan mengajakmu kembali berpetualang bersama!" lanjut Ling Tian.


"Baik!" turut Mao An.


Ling Tian lalu membuka gerbang dimensi dunia jiwa. Dengan santai Mao An memasukinya lalu lenyap bersama dengan menghilangnya pusaran angin putih keemasan itu.


Disaat Mao An baru saja menghilang ke dunia jiwa, tiba-tiba Ling Tian merasakan beberapa aura yang mendekat kearahnya. Dengan tenang Ling Tian tetap duduk santai menunggu kehadiran sosok-sosok itu.


Swush... Swush...


Swush...


Enam sosok pria dengan dua wanita muncul dihadapan Ling Tian dengan wajah tidak ramah. Kelima sosok itu berada pada ranah Pendekar Berlian Puncak, dua Ranah Raja Tahap Awal dan satu lainnya Ranah Raja Tahap Menengah.


"Siapa kau? Berani memasuki wilayah kami!" ucap pria yang memiliki kekuatan tertinggi. Tampaknya dia adalah pemimpin dari kelompok kecil tersebut.


Ling Tian berdiri dari tempatnya duduk lalu menangkupkan tangannya dengan hormat.


"Salam senior-senior sekalian! Aku She Tian dari Klan She! Hanya mampir ke tempat ini untuk sekedar beristirahat!" ucapnya.


"Orang dari Klan She? Kebetulan sekali! Serahkan cincin penyimpananmu lalu lumpuhkan kultivasimu! Maka kami akan mengampunimu karena telah lancang memasuki wilayah kami bahkan mengambil barang tanpa seizin kami!" ucap pria tersebut sambil menunjuk duri-duri ikan yang baru saja habis dimakan Ling Tian dan Mao An.


Pria itu tidaklah gentar sama sekali kepada Ling Tian karena pemuda tampan didepannya itu hanyalah berada di Ranah Raja Tahap Awal dalam penglihatannya.


"S-senior! Mengapa demikian? Apa ini tidak bisa kita bicarakan lagi?" tanya Ling Tian sambil pura-pura ketakutan.


"Hahaha.."


Kelompok kecil itu tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi ketakutan Ling Tian.

__ADS_1


"Nak! Maaf kami tidak bisa menoleransi siapapun yang memasuki wilayah kami! Biasanya jika ada yang berani masuk maka kami akan langsung membunuhnya!" ucap pemimpin kelompok tersebut sambil menyeringai.


"T-tuan! T-tolong jangan bunuh aku! A-aku.." Ling Tian berusaha membuat sebuah alasan tapi langsung dipotong oleh salah satu wanita buruk rupa dari kelompok tersebut.


"Bocah! Kamu cukup tampan! Bagaimana jika kamu menjadi pelayanku saja? Aku pastikan kamu akan senang dan ketagihan!" ucap wanita itu.


Ling Tian melihat kearah wanita itu, tidak terasa bulu kuduknya berdiri saat melihat betapa buruknya wajah si wanita. Dia membayangkan jika dirinya benar-benar menjadi bahan berkultivasi wanita itu. Sungguh dia lebih baik mati saja!


"T-tapi.." ucapnya.


"Sudahlah! Jangan banyak bicara lagi! Serahkan saja cincin penyimpananmu! Atau aku tidak akan berbelas lagi!" ucap sang pemimpin lalu bergerak maju untuk meraih tangan Ling Tian dan merebut cincin penyimpanannya secara paksa. Namun tiba-tiba sebuah tamparan keras mendarat di pipi kiri pria tersebut dan menerbangkan tiga giginya.


Plaaakkk!


Bammm...


Pria tersebut terlempar puluhan meter dan mendarat dengan keras diatas tanah. Wajahnya hancur tidak dikenali lagi dan darah segar keluar deras dari mulutnya.


"Dimanapun tempat, orang jahat dan tidak tahu diri seperti kalian memang selalu ada! Sejak kapan hutan bebas seperti ini memiliki tuan yang mengharuskan seseorang yang membayar untuk melewatinya? Dasar bandit-bandit menyebalkan!" ucap Ling Tian dengan dingin.


"Aaaakkhh.. Keparat! Aku akan membunuhmu!"


Raungan kemarahan terdengar dari pemimpin kelompok tersebut setelah bangkit dari terkaparnya. Dia menatap Ling Tian dengan tajam dan aura Ranah Raja Tahap mMenengah serta niat membunuh yang sangat pekat meledak dari tubuhnya.


"Aku sudah sangat sering mendengar ocehan-ocehan seperti itu! Namun nyatanya aku masih tetap hidup sampai saat ini! Justru orang yang mengatakan hal itulah yang kini telah bertemu dewa kematian!" ucap Ling Tian dengan santai.


"Sombong! Kalian semua! Kepung dan hajar dia sampai mati!" teriak pemimpin kelompok itu dengan marah.


Segera ketujuh anggota kelompok kecil itu langsung mengepung Ling Tian dan mengeluarkan senjatanya masing-masing yang berupa pedang dan tombak. Bahkah kedua wanita kelompok itu mengeluarkan cemeti atau cambuk pusaka. Niat pembunuhan juga terpancar jelas dari mereka bertujuh.


Sementara Ling Tian masih tetap berdiri dengan tenang meskipun sedang terkepung oleh musuh. Dengan santai dia mengeluarkan pedang pusaka tingkat putih pemberian Patriark Yi dari cincin penyimpanannya.


Melihat ketenangan yang diperlihatkan Ling Tian, ketujuh orang itu menjadi lebih waspada lagi. Beberapa diantaranya ada yang mengerutkan kening saat Ling Tian mengeluarkan pedang.

__ADS_1


'Sejak kapan Klan She memiliki seorang kultivator pedang? Bukankah mereka semua adalah pengguna tombak?' pertanyaan itulah yang menggelayut didalam fikiran mereka.


"Serang!" ucap salah satu diantara mereka memberi aba-aba menyerang.


Ketujuh orang itu menyerang Ling Tian sejara bersamaan. Dengan teknik dan gaya bertarung masing-masing, mereka menebas, menusuk dan memecut Ling Tian.


Trank! Trank!


Beberapa serangan itu dihalau oleh pedang Ling Tian dan yang lainnya dihindarinya. Ling Tian menggunakan jurus-jurus dari Klan Yi untuk mengimbangi ketujuh serangan kelompok bandit tersebut.


Sementara untuk ketujuh orang yang melawan Ling Tian itu sangat terkejut melihat Ling Tian dapat mengimbangi mereka yang menyerang secara bersamaan. Mereka berfikir pastilah pemuda tampan yang dilawannya ini sebelumnya sengaja menyembunyikan kekuatannya dan berpura-pura sok lemah supaya dikira cupu namun ternyata suhu.


Untuk melawan mereka, Ling Tian hanya menggunakan dua puluh persen dari kekuatannya. Itu pun karena dia sedikit terpaksa untuk menambah kewaspadaannya, mengingat pemimpin kelompok bandit itu hanyalah diam mengamati. Bisa saja tiba-tiba dirinya diserang dengan serangan kejut yang susah dia hindari. Bukan berarti Ling Tian takut, tapi menjaga kewaspadaan itu lebih baik.


Boomm... Boomm...


Trank! Tring!


Boomm...


Ledakan dan bunyi dentingan senjata yang beradu terus terdengar mengguncang tempat itu dan merobohkan banyak sekalk pepohonan hutan persik.


Suasana yang awalnya sangat tenang kini menjadi begitu bising dan kacau. Gelombang angin tajam evek ledakan yang menyapu area itu memotong pohon-pohon persik dan menghancurkannya.


"Haiss.. Gara-gara kalian hutan yang begitu tenang dan indah ini menjadi hancur!" ucap Ling Tian lalu mengalirkan satu persen Qi kedalam pedangnya.


Pedang pusaka putih itu berdengung dengan lembut dan aura mengerikan meledak darinya. Ling Tian mengayunkan tangannya lebih cepat dua kali lipat dari sebelumnya yang langsung membuat ketujuh orang lawannya kelabakan.


Trank! Trank!


Sreet! Srak!


Trank!

__ADS_1


Dua tebasan berhasil mendarat pada satu wanita dan satu pria. Dua orang tersebut langsung mundur dang mengingatkan kelompoknya.


"Hati-hati! Dia mulai serius!" ucap wanita yang terluka.


__ADS_2