Ling Tian

Ling Tian
Babak Final 3


__ADS_3

Mendengar aba-aba dimulai dari Ling Tian, Ling Lianhua dan Hong Lie langsung melesat untuk saling menyerang setelah mengalirkan energi Qi milik mereka ke senjatanya. Senjata pusaka tingkat putih masing-masing langsung terdengar nyaring tepat saat berbenturan. Ling Lianhua menggunakan pedang dan Hong Lie menggunakan sebuah palu.


Trank!


Bhuushh...


Ledakan aura dan bilah angin yang cukup kuat menyebar kesegala arah hingga menabrak array penghalang. Array itu tidak bergeming sama sekali. Meskipun terlihat sangat tipis, nyatanya formasi array berwarna biru transparan itu sangatlah kuat. Butuh kekuatan diatas ranah Pendekar Berlian untuk bisa menghancurkannya.


Ling Lianhua dan Hong Lie sama-sama termundur beberapa puluh depa jauhnya. Serangan pembuka dari mereka berdua ternyata cukup kuat.


Semua orang langsung bersorak hebat saat setelah ketegangan berlangsung selama beberapa detik.


Ling Lianhua tersenyum indah saat dirinya juga ikut terseret kebelakang beberapa jauhnya. Tanpa memberikan jeda bagi Hong Lie, Ling Lianhua kembali menyerang dengan kecepatan pedangnya. Sementara Hong Lie membulatkan matanya karena terkejut dengan kecepatan yang dimiliki Ling Lianhua. Dengan sigap dia berusaha memblokir tebasan pedang yang mengarah kelehernya.


Trank!


Mendapati serangannya berhasil dihalau, Ling Lianhua mengayunkan pedangnya kearah lain dengan sangat cepat dan lincah. Dia menggunakan teknik berpedangnya dengan sangat lembut dan lihai. Karena keliahaiannya itu, Ling Lianhua malah tampak seperti seorang yang sedang menari.


Trank! Trank!


Bamm...


Tring!


Tebasan, sayatan dan tusukan pedang Ling Lianhua melaju dengan lembut dan anggun. Namun semua orang khususnya Hong Lie tahu bahwa serangan itu sangatlah mematikan. Hong Lie harus dibuat terus bertahan dan bertahan. Dia hanya terus menahan dan menghindari pedang lawan. Sesekali dia juga memberikan serangan balasan jika ada kesempatan.


Trank!


Tring! Tring!


Bamm... Bamm...


Pertarungan mereka berdua berjalan dengan sengit. Selama beberapa puluh menit mereka saling jual dan beli serangan. Para penonton dibuat terpukau dengan penampilan Ling Lianhua dan Hong Lie.

__ADS_1


"Aku sangat tidak menyangka bahwa teknik berpedang nona Hua sangatlah mengerikan!" kata salah satu penonton.


"Jangan lupakan juga hantaman palu Tuan Muda Hong Lie! Aku merasa jika aku yang dihantam oleh palu itu aku akan menjadi bubur manusia dengan cepat!"


"Hahaha.. Tentu saja aku tidak akan melupakannya. Permainannya dalam menggunakan palu juga sangatlah mengagumkan! Pantas saja dia digadang-gadang juga sebagai orang yang mungkin memenangkan turnamen kali ini!"


"Kamu benar! Tuan Muda Hong Lie ini memang juga sangat kuat! Diusianya yang sangat muda, dia sudah mencapai kekuatan tubuh diatas rata-rata!"


"Iya!"


"Hei, kalian berdua ini bisa diam apa tidak? Situasi ini sangatlah tegang! Kalian jangan berisik!" ujar salah satu penonton yang lain sambil mendengus kesal. Dia saat ini sedang melihat pertarungan diatas arena dengan memasang wajah sangat serius. Sepertinya dia adalah salah satu dari ratusan orang yang memasang taruhan dengan semua harta yang dimilikinya.


"Ayolah senior! Jangan terlalu serius! Ini baru semi final! Pertarungan sebenarnya belum akan dimulai!"


"Jangan terlalu serius kepalamu! Jika jagoanku kalah maka aku akan menjadi pengemis dijalanan! Kamu tahu!"


"Hahaha.. Maaf senior! Bukan seperti itu maksudku!"


Dari atas langit-langit Klan Ling, Ling Tian melihat pertarungan sengit Ling Lianhua dan Hong Lie dengan mata sedikit menyipit dan kening yang mengerut.


'Palu?' gumam Ling Tian yang memliki sedikit jejak ketertarikan diwajahnya.


'Senjata palu memang jarang digunakan oleh kultivator! Namun...' Ling Tian memotong gumamannya.


'Dengan aku mempunyai senjata palu, maka para musuh-musuhku atau orang yang berani bertindak nyeleneh akan aku getok-getok jidatnya dengan palu!' lanjutnya.


'Baiklah.. Sudah diputuskan! Setelah selesainya acara ini, aku akan menempa senjata pusaka palu!' batin Ling Tian dengan wajah tersenyum.


Kembali kedalam pertarungan. Hong Lie saat ini merasa sangat tertekan dengan keadaannya. Meskipun saat ini kultivasinya dengan Ling Lianhua sama, namun energi Qi yang tersimpan didalam dantian mereka berdua sangatlah jauh berbeda. Hong Lie hanyalah kultivator yang berada di ranah Pendekar Besi Akhir, sementara lawannya Ling Lianhua adalah seorang yang sudah mencapai ranah Pendekar Perunggu Menengah. Dengan alasan ini saja, Hong Lie sudah bisa dinyatakan kalah sejak awal.


Namun meski begitu, Hong Lie berusaha menutupi kelemahannya dengan kekuatan tubuhnya yang kuat. Dia tidak ingin menyerah sama sekali. Setidaknya meski tahu dia akan kalah, dia akan mendapatkan pengalaman bertarung yang sangat bermanfaat dan berharga bagi seorang kultivator.


Didalam kamus Hong Lie, tidak pernah ada kata menyerah sedikitpun. Hong Lie mengalirkan energi Qi sangat banyak kesenjata palu miliknya. Sesaat setelah itu, palu milik Hong Lie bersinar kekuningan dan berdengung dengan hebat. Palu itu menjadi lebih besar dari biasanya.

__ADS_1


"Terimalah seranganku! Hantaman Penghancur Gunung!" teriak Hong Lie.


Hong Lie melompat keatas dan mengayunkan palunya dengan cepat. Sementara Ling Lianhua sama sekali tidak khawatir akan serangan yang mungkin bisa menewaskannya itu. Dia justru tersenyum seakan mengejek perbuatan Hong Lie.


Ling Lianhua tahu bahwa jika dirinya tidak mungkin sanggup menahan serangan hebat Hong Lie, maka dari itu dirinya mengalirkan energi Qi miliknya yang cukup banyak kekaki dan melesat untuk menghindar.


Booommm...


Ledakan sangat besar segera terjadi saat palu Hong Lie menabrak lantai arena dan tidak mengenai target. Beruntung, lantai itu sudah diselimuti array formasi dibagian luarnya, maka lantai tersebut tidak akan pernah bisa dihancurkan.


"Sial!" keluh Hong Lie yang mendapati serangannya gagal.


"Bagaimana? Apakah kamu masih hendak melanjutkan? Aku tahu itu adalah serangan terhebatmu yang mengkonsumsi lebih dari separuh energi Qi milikmu!" ujar Ling Lianhua yang tiba-tiba muncul.


"Menyerah? Kata-kata itu tidak pernah ada dalam kamus seorang Hong Lie!" teriak Hong Lie dengan amarahnya yang meluap-luap.


Memang benar yang dikatakan Ling Lianhua bahwa Hong Lie menggunakan lebih dari enam puluh persen energi Qi dalam dantiannya untuk nelakukan serangan sebelumnya. Namun dirinya lupa bahwa Ling Lianhua dan seluruh orang-orang dari Klan Ling adalah pengguna jurus petir yang mampu bergerak dengan sangat cepat.


Palu ditangan Hong Lie kembali mengecil seperti ukuran sebelumnya. Dengan mengandalkan kekuatan fisiknya, dia kembali menyerang Ling Lianhua.


Swush...


Sementara Ling Lianhua, dia tidak tinggal diam dan menerima begitu saja serangan dari Hong Lie. Ling Lianhua mengalirkan energi Qi pada tiga tempat. Yaitu kaki, untuk kecepatannya dalam bergerak. Tangan, untuk kegesitannya dalam melancarkan jurus. Dan yang terakhir adalah pedang, untuk memperkuat daya serang dan daya rusak yang dihasilkannya.


Trank!


Palu Hong Lie dan pedang Ling Lianhua kembali bertambrakan dan menghasilkan bunyi yang nyaring. Karena keterbatasan energi Qi yang tinggal sedikit, kali ini Hong Lie terdorong mundur beberapa langkah.


"Sial! Tenagaku sudah tidak mampu lagi melawannya!" keluh Hong Lie.


Ling Lianhua tersenyum sedikit menyeringai melihat lawannya yang terlihat sudah kelelahan dan terdorong mundur.


"Sudah saatnya untuk serius! Maka enyahlah!" ujar Ling Lianhua.

__ADS_1


__ADS_2