
'Sial! Bocah ini sangat cepat! Meski hanya berada diranah Pendekar Platinum Menengah Bintang 8 tapi kecepatannya melebihiku! Dengan terpaksa aku harus menggunakan kekuatan darah yang diberikan Yang Mulia!' batin Patriark Mao An.
Memang benar Mao An dan seratus orang lainnya bertambah kuat setelah menyerap satu tetes darah pemberian pria bertanduk yang ada di daratan selatan atau Kekaisaran Han yang awalnya Patriark Mao An hanya di ranah Pendekar Emas Akhir.
Namun beberapa orang yang menyerap darah itu sebelumnya langsung tewas saat tidak sengaja terkena serangan jurus Ling Tian diawal-awal penghancuran formasi array yang melindungi Sekte Taring Iblis.
'Tidak ada cara lain lagi! Aku akan menggunakannya!' lanjut Mao An membulatkan tekat.
Tiba-tiba dari dalam tubuh Patriark Mao An muncul asap hitam yang perlahan menyelimuti seluruh tubuhnya.
"Aaaaaakkkhhh.."
Patriark Mao An berteriak dengan keras saat mendapati seluruh tubuhnya membengkak menjadi lebih besar dan mengerikan. Kulitnya berubah menjadi hitam kemerahan dan bersisik, dua tanduk muncul didahi kanan dan kiri, tak lupa pula sepasang sayap kelelawar tumbuh dari punggungnya.
Anggota yang terpotong sebelumnya kembali utuh. Tangannya tumbuh dihiasi dengan kuku hitam panjang yang tajam, telinganya menjadi lancip juga melebar dan terakhir gigi-giginya memanjang menjadi taring. Sial! Sangat panjang menguraikan perubahan Patriark Mao An yang kini menjadi iblis sejati!
"Hahaha! Inilah kekuatan yang sesungguhnya!" teriak Patriark Mao An dengan tertawa lantang dan aura merah kehitaman selalu mengelilinginya.
Ling Tian yang melihat itu seketika menyipitkan matanya dan memasang wajah serius.
"Ranah Pendekar Berlian Menengah? Ini akan sedikit merepotkan karena aku masihlah sangat lemah! Tapi tidak apa, aku akan mengukur sampai sebatas mana kekuatanku ini!" batin Ling Tian.
"Hahaha.. Bocah! Kau tidak akan pernah bisa lagi mengalahkanku!" ucap Patriark Mao An dengan suara berat dan serak dalam bentuk iblisnya.
"Tidak bisa mengalahkanmu? Kita lihat saja nanti!" kata Ling Tian dengan tersenyum sinis.
"Bedebah! Matilah kau bocah!" teriak Patriark Mao An marah dan melesat menyerang Ling Tian dengan kuku-kuku tajamnya.
Zhep!!
"Sial! Dia sangat cepat!" decak kesal Ling Tian lalu berusaha menghindari serangan cakar Mao An. Memang benar tubuhnya tidak akan terluka sedikitpun karena Ling Tian memiliki tubuh terkutuk, tapi tubuh bagian dalamnya adalah hal lain.
Bammm...
Ling Tian terlambat menghindar dan akhirnya terlempar beberapa jauhnya. Dia kembali bangkit dengan darah yang sedikit mengalir dari sudut bibirnya. Ling Tian memegangi dadanya yang agak terasa nyeri. Bisa dilihat bahwa pakaiannya telah robek karena cakar lawannya.
"Sialan! Ini lumanyan sakit!" ujar Ling Tian.
Sementara iblis Mao An memelototkan matanya hingga hampir keluar saat merasakan kuku-kuku hitamnya sedikit retak saat bertabrakan dengan tubuh Ling Tian. Namun beberapa saat kemudian kembali pulih seperti sedia kala saat aura merah kehitaman membuatnya regenerasi.
__ADS_1
'Sebenarnya terbuat dari apa tubuh bocah itu? Tubuhnya sangat keras seperti baja saja! Apakah dia masih manusia?' gumamnya.
"Aku tidak tahu dari apa tubuhmu terbuat. Tapi yang jelas aku akan tetap membunuhmu!" kata iblis Mao An lalu kembali menyerang Ling Tian.
Ling Tian juga tidak diam saja menerima serangan iblis itu. Dia menyiapkan kuda-kuda terbaiknya untuk bersiap menghalau serangan iblis Mao An dengan pedang digenggaman tangannya.
"Hyaaat!"
Trank!
Trank! Trank!
Ling Tian dapat menahan serangan awal iblis Mao An dan mengembalikan serangannya berupa sabetan pedang. Namun iblis Mao An juga dengan sigap menahan laju pedang Ling Tian dengan cakarnya yang tajam lagi kuat.
Trank! Trink!
Buk!
Baammm...
Ling Tian sekali lagi terlempar karena serangan bogem iblis Mao An menghantam dada Ling Tian dan menabraklah dirinya dinding kokoh yang mengelilingi sekte hingga hancur.
"Ukhuk!"
"Ayo! Lagi!" kata Ling Tian sembari tersenyum bahagia.
Iblis Mao An merasa terprovokasi segera mengeksekusi serangan cakar terkuatnya. Dia menyuntikkan Qi iblis sangat banyak ketangan kanannya.
"Terimalah bocah!" teriak iblis Mao An.
Ling Tian tersenyum sinis dan bersiap menghalau serangan si iblis dengan senang hati.
'Aku sengaja tidak menggunakan teknik-teknik tingkat dewa supanya bisa membangunkan jiwa tempurku! Dan sekarang sudah waktunya!' gumam Ling Tian.
Traaank!
Pertempuran antara Ling Tian dan iblis Mao An dengan jarak dekat berjalan dengan sengit. Jual beli serangan mereka lakukan. Tebasan, tendangan, tinjuan,cakaran dan lain sebagainya telah mereka berdua lakukan. Namun tidak ada sedikitpun dari mereka yang terlihat kelelahan.
"Hyaaat!"
__ADS_1
Baammm...
Ling Tian berhasil menendang perut iblis Mao An dengan telak hingga terpental lumayan jauh. Sebelumnya dia membuat gerakan seperti sedang hendak menyabetkan pedang kearah leher si iblis namun itu hanyalah gerakan tipuan. Nyatanya saat iblis Mao An menyilangkan tangan untuk menghalau pedang Ling Tian, terbukalah celah bagian perutnya dan Ling Tian langsung melakukan eksekusi berupa tendangan.
'Tch! Ternyata kulitnya sangat kuat! Sisik-sisik itu? Hmm.. Baiklah! Aku akan menyerangnya disatu tempat!' gumam Ling Tian.
Zheepp!
Ling Tian kembali menghilang dan melesat menyerang iblis Mao An tanpa memberi kesempatan pada iblis itu untuk bernafas. Dia menyuntikkan energi Qi yang cukup banyak kedalam pedang sehingga pedang itu diselimuti aura biru kehitaman dan berdengung. Iblis Mao An sangat terkejut saat melihat Ling Tian sudah menyerangnya lagi dengan sangat cepat disaat dirinya baru saja hendak sempurna berdiri.
Sraak! Sraak!
Sraak! Sraak!
Sraak! Sraak!
Duggg!
Baaammmmm...
"Aaaaaakkkhh.."
Tiga tempat yang menjadi sasaran Ling Tian berhasil mendarat dengan tepat dan berhasil melukai iblis Mao An lumayan dalam dengan enam tebasan pedangnya. Terakhir, Ling Tian kembali sukses menggajul perut iblis Mao An di tempat yang sama seperti sebelumnya.
Iblis itu berteriak kesakitan saat lengan kanan, paha kiri dan pinggangnya terluka parah dengan sisiknya yang terkelupas dan mengalir banyak darah berwarna hijau.
"Ooh.. Kau masih cukup bertahan rupanya! Baik, mari kita lanjutkan! Aku akan lebih serius sekarang!" kata Ling Tian dan menghilang lagi.
Jreezzhh...
"Aaakkhh.. Tidaaak! Kakiku!" teriak iblis Mao An saat mendapati kedua kaikinya tiba-tiba terpotong padahal ada sisik yang sangat keras yang melindunginya. Tubuhnya roboh tak kerkendali. Dia terus berteriak kesakitan hingga suaranya menjadi serak dan perlahan mengecil.
"Apakah hanya begitu saja kekuatan Pendekar Berlian Menengah yang kuat itu?" cibir Ling Tian kepada iblis Mao An dan mendekatinya.
"Hyaaa..!"
Jrezzz...
Ling Tian menebas lengan kanan iblis Mao An hingga putus.
__ADS_1
"Aaaakkhhh.. Bunuh saja aku! Bunuh!" teriak iblis Mao An yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit yang dia dera.
"Membunuhmu adalah hal mudah.. Tapi aku tidak akan melakukannya secepat itu!" tutur Ling Tian dengan tersenyum iblis dan bahkan lebih terlihat iblis daripada iblis Mao An itu sendiri.