
Swosh...
Saat Ling Tian baru saja keluar dari celah dimensi, dia langsung melesat dengan kecepatan tinggi menuju ke arah pusat wilayah terlarang. Namun Sang Naga Hijau yang sudah menyadari akan terjadi sesuatu hal yang tidak baik mengenai dirinya dari tutur kata yang diucapkan oleh Ling Tian saat memintanya untuk mengeluarkan Ling Tian dari dunia kecil tempat harta langit dan bumi berada, dia melesat tidak kalah cepat untuk pergi meninggalkan wilayah terlarang dengan memasuki kembali portal besar yang ada di atasnya.
Ling Tian pada akhirnya tidak berhasil menangkap Naga Hijau dan memukulinya hingga babak-belur untuk yang kedua kalinya. Dia hanya melihat senyuman mengejek dari Sang Naga Hijau sebelum akhirnya pusaran angin atau celah dimensi besar itu tertutup sepenuhnya.
"Cih! Sialan kau cacing hijau kecil! Awas saja jika aku bertemu lagi denganmu! Aku pasti akan memberimu hadiah yang tidak akan pernah kamu lupakan seumur hidupmu sama seperti naga kekacauan itu!" seru Ling Tian dengan wajah yang sangat kesal melihat senyuman mengejek dari Sang Naga Hijau.
Sementara orang-orang yang melihat Sang Naga Hijau ketakutan dengan pemuda bertopeng yang mengejarnya hanya bisa membelalakkan matanya karena tidak percaya. Padahal Sang Naga Hijau telah memperlihatkan kekuatan jiwanya yang sangat kuat luar biasa dan tidak terbayangkan tingkatannya.
Jika mereka tidak melihat dengan mata kepala mereka sendiri, maka mereka tidak akan pernah mempercayainya. Sosok Naga Agung yang dapat menekan semua kultivator dari seluruh daratan di Benua Langit dibuat lari terbirit-birit oleh seorang pemuda bertopeng.
Hanya satu orang yang tidak terkejut dan berekspresi biasa-biasa saja saat melihat tingkah yang diperlihatkan oleh Ling Tian. Tentu saja orang itu adalah saudaranya sendiri, Mao An.
Dia hanya menggeleng-gelengkan kepala karena sadar mungkin Sang Naga Hijau itu telah membuat ulah yang membuat hati Ling Tian sangatlah kesal dan dongkol. Dia yakin Ling Tian pasti akan memberikan hadiah berupa wajah yang babak-belur jika saja naga itu berhasil ditangkap olehnya.
Leng Wandao yang berdiri di samping Mao An bahkan sampai membuka tutup mulutnya lebar-lebar melihat Ling Tian yang memiliki tubuh ribuan kali lebih kecil dari Naga Hijau tapi berani hendak menghajarnya tanpa takut sedikitpun. Dia berpikir bahwa Shen Zhu Ling memanglah sesuatu!
Mao An yang berada disampingnya melirikkan mata dan berkata,
"Kuharap mulai saat ini kau harus menjaga jantungmu baik-baik supaya bisa tetap terjaga dan tidak mati karena akan banyak lagi kejutan-kejutan dari Tuan Muda Ling Tian!" ucap Mao An dengan senyuman tipis.
Leng Wandao bahkan tidak terlalu memperhatikan ucapan dari Mao An. Dia masih merasakan takjub yang luar biasa dengan apa yang dilakukan oleh Ling Tian. Tuannya itu benar-benar sangat luar biasa!
"Cih! Jika terlalu lama membuka mulut, aku yakin tidak lama lagi monster lalat akan masuk ke mulutmu itu!" ujar Mao An lagi dengan nada mencibir.
Seketika Leng Wandao langsung tersadar dan menutup mulutnya rapat-rapat takut apa yang diucapkan oleh Mao An akan benar-benar terjadi. Mao An hanya tertawa terkekeh-kekeh melihat ekspresi wajah dari Leng Wandao yang menurutnya sangatlah lucu.
***
__ADS_1
"Hachhiiiiimmmmm!"
Disebuah dunia lain lebih tepatnya disebuah istana yang sangat besar dan megah, sosok Naga Petir berwarna merah menyala yang sedang hanyut dalam meditasinya tiba-tiba bersin dengan sangat keras sekali sehingga terdengar seperti sebuah guntur saja.
"Sial! Mengapa hidungku tiba-tiba terasa gatal? Siapa yang berani mengutuki Naga Paling Agung ini! Sial! Aku akan menyambarnya hingga hancur menjadi abu!" ucap Sang Naga Petir merah yang tidak lain adalah Naga Kekacauan.
Namun tiba-tiba dia teringat akan Ling Tian yang berada di Benua Langit yang membuat dirinya babak-belur dan menjadi bahan tertawaan dari seluruh naga yang ada dibangunan itu. Tubuhnya seketika itu juga langsung menggigil karena ketakutan.
'Sial! Mengapa aku tiba-tiba mengingat bocah kampret itu? Apakah dia yang telah mengutuki aku?' gumam Sang Naga Kekacauan.
Swoosshh...
Sebuah celah dimensi berbentuk besaran angin berwarna hitam muncul di tengah-tengah ruangan tempat Sang Naga Kekacauan itu berada. Tidak lama, sosok Naga Hijau atau biasa dikenal dengan Naga Jiwa muncul dengan keadaan terburu-buru.
"Oi.. Naga Jiwa! Mengapa kau terburu-buru seperti itu? Darimana saja kau ini?" tanya Naga Kekacauan.
"Lalu mengapa pula kamu harus muncul dengan terburu-buru seperti itu?" tanya Naga Kekacauan keheranan.
"Itu.. Tidak apa-apa senior! Aku hanya ingin cepat-cepat beristirahat saja!" jawab Naga Jiwa membuat alasan. Itu karena dia tidak mungkin mengatakan alasan yang sebenarnya ya itu sedang berlari menghindari murid dari Sang Maha Dewa yang ingin menghajarnya hingga babak-belur.
Naga Kekacauan mengerutkan keningnya saat mendapati jawaban dari Naga Jiwa yang tidak terlalu masuk akal. Namun dirinya tidak menanyakan kembali alasan di balik terburu-burunya Naga Jiwa menurutnya hal itu tidaklah perlu.
Namun andai saja dia mengetahui bahwa Naga Jiwa sedang ketakutan dengan orang yang pernah membuatnya babak-belur maka dia pasti akan tertawa terbahak-bahak karena pada waktu itu Naga Jiwa juga ikut menertawainya saat kembali dalam keadaan wajah penuh dengan lebam.
***
Ling Tian kemudian melesat menuju ke arah saudara dan pelayan barunya karena merasakan formasi yang berada di wilayah terlarang akan segera aktif lagi dan itu sangat berbahaya bahkan bagi Ling Tian.
Zheep!
__ADS_1
Ling Tian muncul tepat dihadapan Mao An dan Leng Wandao yang terjengkang karena terkejut dengan kemunculan Ling Tian yang tiba-tiba berada didepannya.
"Kamu tidak apa-apa?" tanya Ling Tian sambil mengulurkan tangannya untuk membantu Leng Wandao berdiri.
"A-aku tidak apa-apa Tuan Muda! Hanya sedikit terkejut saja!" ujar Leng Wandao sambil meraih tangan Ling Tian dan kemudian berdiri kembali.
Ling Tian tersenyum mendengar jawaban dari pelayan barunya itu.
"Kamu adalah pelayanku yang paling lemah! Maka sekarang masuklah ke dalam pusaran angin ini dan berlatihlah disana dengan giat! Tingkatkan kultivasimu secepat-cepatnya, karena mungkin aku akan mengajakmu ikut dalam berpetualang atau berperang suatu hari nanti!" ucap Ling Tian sambil membuka pintu gerbang dunia jiwa.
Zhuung!
Leng Wandao pada awalnya bingung dengan kemunculan celah dimensi berupa pusaran angin berwarna putih keemasan tepat dihadapannya. Namun karena Tuan Mudanya telah memberikan perintah, maka dia pun harus menurutinya.
Zheep!
Leng Wandao menghilang dari tempat itu bersamaan dengan menghilangnya celah dimensi atau pintu gerbang dunia jiwa. Tidak lama setelah itu beberapa orang yang mengenali Ling Tian dan Mao An menghampiri mereka berdua.
Orang-orang itu beramah tamah dengan keduanya dan membicarakan beberapa hal mengenai pedang dewa yang telah diambil oleh pimpinan gedung pembunuh daratan selatan dan cara untuk mengambilnya.
Ling Tian hanya memberikan jawaban berupa saran agar mereka tidaklah berusaha untuk merebut pedang dewa karena kekuatan yang dimiliki oleh pemegangnya saat ini atau Han Tianba sudah berada jauh diatas mereka semua. Ling Tian mengatakan bahwa mungkin hanya dengan satu tebasan saja dari pedang dewa maka mereka semua pun akan langsung lenyap seketika itu juga.
Setelah selesai berbincang-bincang, satu persatu orang orang berpangkat tinggi itu pergi meninggalkan Ling Tian dan Mao An.
"Kemana kita selanjutnya?" tanya Mao An.
"Istana Kekaisaran Xiao!" jawab Ling Tian sambil tersenyum dan melesat meninggalkan kawasan wilayah terlarang yang diikuti oleh Mao An dari belakang.
Zheep! Zheep!
__ADS_1