
Setelah beberapa saat lamanya, Ling Tian menarik kembali aura dan elemen anginnya yang meledak dari tubuhnya. Sementara Zhuge Ruxu dan Mao An akhirnya bisa bernafas dengan lega.
Perlahan, Ling Tian membuka matanya dan senyuman sangat menawan tersungging dibibirnya. Zhuge Ruxu yang mana notabenya adalah seorang wanita tidak bisa untuk tidak tertarik dengan senyuman menawan Ling Tian.
Sejenak dia lupa bahwa pemuda didepannya ini adalah Tuan Mudanya. Namun saat Ling Tian dan Mao An menegurnya, Zhuge Ruxu langsung tersadar dari lamunannya dan menepis jauh-jauh rasa ketertarikan bodoh dalam benaknya itu.
"Ah! Kalian mengejutkanku!" ucap Zhuge Ruxu.
"Haiih.. Jangan seperti itu saudari Ruxu! Aku memang tampan dan menawan, tapi ingatlah! Kita itu saudara!" ujar Ling Tian menggoda Zhuge Ruxu.
"Cih! Sifat narsis yang tiada obat! Sama seperti kakak kedua!" sahut Mao An tiba-tiba.
Ling Tian hanya tertawa untuk menanggapi ucapan Mao An. Sementara Zhuge Ruxu wajahnya sangat merah karena malu. Ya, meskipun itu tidak terlihat! Kerena memang wajah Zhuge Ruxu selalu ditutupi oleh kain hitam.
"Baiklah! Mari kita lanjutkan perjalanan menuju Gunung Yanshi itu! Aku yakin didalam sana akan ada harta yang sangat berharga! Mengingat array dan sesuatu yang menjaga tempat ini begitu mengerikan!" ucap Ling Tian lalu berdiri dari duduk lotusnya.
"Baik!" jawab kedua saudaranya serentak.
Mereka bertiga akhirnya melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju pusat Gunung Yanshi. Setelah beberapa jam lamanya berjalan kaki, mereka menemukan sebuah pintu yang menjadi satu-satunya jalan keluar dari formasi array yang mengurung mereka.
Ling Tian dengan tenang membuka pintu itu dan melangkah maju memasuki area dalam formasi array yang kedua.
Zhuung!
Pintu yang ada dibelakang mereka bertiga menghilang dan berubah menjadi kubah formasi array berwarna biru yang sama dengan array yang pertama.
Ketiganya lalu berjalan menuju pintu kedua yang mungkin juga ada di sisi ujung array yang sama seperti array sebelumnya. Mereka terus berjalan tanpa ada halangan suatu apapun hingga sampailah mereka pada bagian ujung lainnya dari formasi.
Dan benar! Mereka melihat ada sebuah pintu yang sama tapi ukurannya sangatlah besar berkali-kali lipat lebih besar daripada pintu array lapisan pertama.
Namun selain keberadaan pintu itu, mereka melihat ada sebuah buku atau kitab yang terlihat sangat usang melayang diatas sebuah batu didepan pintu keluar dan dilindungi oleh sebuah formasi.
Selain itu terdapat juga tiga raksasa golem besi yang terlihat sangat perkasa menjaga buku usang itu. Tiga makhluk itu duduk sambil menutup mata seolah sedang berkultivasi.
"Sepertinya akan lebih merepotkan dari yang sebelumnya!" ucap Mao An tidak berdaya.
Jika boleh jujur, dia tidak ingin akan ada sesuatu yang membuatnya kesusahan lagi. Mao An berfikir, sebenarnya ada apakah di bagian terdalam Gunung Yanshi ini sehingga harus dijaga dengan sebegitu ketatnya.
__ADS_1
"Apa kalian siap untuk menghajar golem-golem besi raksasa ditingkat Pendekar Berlian itu?" tanya Ling Tian.
"Tentu!" jawab Zhuge Ruxu semangat.
"Siap tidak siap harus tetap siap!" ujar Mao An dengan malas.
"Baik.. Ayo kita dekati mereka!" ucap Ling Tian.
"En.." angguk keduanya.
Ketiganya berjalan mendekati tiga raksasa golem besi itu secara perlahan-lahan. Saat ketiganya sudah dalam jarak sepuluh meter, mata beebentuk besi dari tiga raksasa golem besi itu terbuka lebar dan menatap Ling Tian dan kedua saudaranya.
"Grrraaaaa.."
Tiga golem itu berteriak sangat keras secara bersamaan lalu bangkit dari tempat duduknya dan melesat menyerang Ling Tian dan dua saudaranya tanpa basa-basi.
Sementara Ling Tian, Zhuge Ruxu dan Mao Ah hanya menggelengkan kepalanya melihat begitu agresifnya tiga raksasa golem besi itu.
"Benar katamu Mao An! Ini akan sedikit merepotkan!" ucap Ling Tian yang melihat satu golem meninjukan tangannya kearah mereka bertiga.
Taaangggg!
Wajah golem raksasa itu berubah menjadi jelek saat salah satu jari besi yang menghantam tangan Ling Tian penyok. Sementara Ling Tian hanya tersenyum melihat wajah golem itu sang berubah menjadi sangat buruk.
"Grrrraaaaaa.."
Golem besi itu mundur beberapa langkah lalu berteriak kesakitan. Sedangkan Ling Tian terus menatapnya sambil perlahan tubuhnya melayang terbang.
Kedua golem besi yang lainnya terlihat sangat terkejut melihat satu saudaranya kalah saat beradu fisik dengan manusia kecil dihadapannya. Mereka berdua sangat marah akan hal itu dan berniat menyerang Ling Tian secara bersamaan.
Namun dengan cepat Zhuge Ruxu dan Mao An datang menghadang mereka dengan serangan senjata pusaka tingkat merahnya.
Baammm...
"Grrraaaaa.."
Dua golem besi itu termundur beberapa langkah akibat serangan mendadak yang dilancarkan Zhuge Ruxu dan Mao An.
__ADS_1
"Huh! Kalian berdua lawan kami!" ucap Mao An dengan kesal.
"Grrraaaaa.." teriak kedua golem besi itu seperti memahami ucapan Mao An dan merasa terprovokasi.
"Apa kalian tidak bisa untuk tidak berteriak? Dasar besi karatan!" hardik Mao An.
Sementara Zhuge Ruxu hanya diam menatap serius raksasa golem besi yang baru saja dia hadang serangannya dan tidak ada goresan sedikitpun dari tubuh yang dia serang.
'Sangat kuat!' batin Zhuge Ruxu.
"Grrraaaaa.."
Keduanya kembali berteriak dan menyerang dua saudara Ling Tian dengan sangat brutal. Mereka seperti golem yang sedang kesetanan yang berusaha menghancurkan Zhuge Ruxu dan Mao An.
Trank! Trank! Trank!
Zhuge Ruxu dibuat kewalahan meski pertarungan baru saja berlangsung. Kekuatan dan fisik golem besi ini benar-benar sangat kuat dan tidak mempan saat dihantam tebasan pedangnya.
Hal yang sama juga terjadi pada Mao An. Wajahnya terlihat sangat menghitam saat cakarnya yang sangat dia banggakan bahkan tidak menggores sedikitpun tubuh sang lawan.
"Ayolah.. Mengapa kau begitu keras?" gerutu Mao An.
Sraak! Sraakk!
Bammm... Bammm...
Dia terus mencakar dan menombak golem itu dan sesekali bergerak menghindar dari hantaman tinju sang golem. Dengan tubuh yang begitu besar, Mao An bisa dengan mudah menghindari tinjuan golem besi karena tinjuan itu tidak terlalu cepat.
Bammm...
Mao An bergerak mundur untuk mengambil nafas lalu setelahnya maju lagi untuk menyerang.
Sementara itu disisi lain, Ling Tian yang melihat kedua saudaranya sudah bertarung setelah menghadang dua serangan golem besi yang dilancarkan untuknya masih berdiri melayang diudara sambil terus menatap golem besi yang seperti sedang memulihkan jarinya yang penyok.
"Sudah terlalu lama aku menunggumu!" ucap Ling Tian kemudian melesat menghampiri raksasa golem besi itu dan melancarkan serangan tinju untuknya.
Raksasa golem besi yang melihat lawannya itu menghampirinya menggertakkan gigi besinya dan langsung menyambutnya dengan tinju tangan kirinya.
__ADS_1
Bammmm...