
Ling Tian mengangguk puas dengan kinerja Mao An yang sangat memuaskan itu.
"Lalu kapan Tuan Muda akan memulainya?" tanya Mao An.
"Tunggu sampai kekacauan terjadi di Kota Humeng ini!" jawab Ling Tian.
"Apa si tua bangka es itu juga akan ikut serta?" tanya Mao An lagi.
"Tentu saja! Seperti yang sudah direncanakan! Setelah array kurungan aku aktifkan, kita hanya akan membasmi mereka yang berada di ranah Pendekar Platinum sampai ranah Perndekar Berlian saja! Selainnya, serahkan saja pada Jenderal Besar Bing Luoyan dan pasukan yang akan dibawanya!" jawab Ling Tian.
"Ohohoo.. Aku sudah tidak sabar ingin melihat wajah putus asa dari para penjajah ini! Hahaha.." kata Mao An sambil tertawa terkekeh-kekeh.
"Setimpal dengan apa yang telah mereka perbuat kepada orang-orang dari aliran putih!" tambah Ling Tian dengan sudut bibir yang memancarkan seringai tokoh antagonis.
Mereka berdua terus mengobrol diatas dahan pohon raksasa yang berada didekat istana Kota Humeng. Dengan menggunakan elemenitas bayangan milik Ling Tian, kedua makhluk berbeda ras itu tidak khawatir akan ketahuan oleh orang-orang aliran hitam.
.
.
Malam pun tiba. Beberapa dari prajurit pasukan aliansi aliran hitam yang memiliki tugas untuk memasakkan makanan untuk acara makan malam dibuat sangat terkejut karena mendapati bahwa gudang penyimpanan makanan tidak terlihat ada bahan makanan satu pun alias kosong melompong.
Hanya terdapat secarik kertas putih yang memiliki tulisan ucapan seseorang atau pelaku yang menghilangkan seluruh persediaan makanan semua pasukan. Tulisan itu berkata;
"Hehehe.. Maaf! Aku kekurangan bahan makanan, jadi aku ambil saja disini!"
__ADS_1
Orang-orang itu langsung panik dan segera melaporkan apa yang mereka saksikan kepada para komandan dari pasukan yang terdekat dari mereka. Komandan pasukan itu segera berlari mengecek kebenaran dari informasi yang baru saja dirinya dapatkan.
Dan ketika komandan pasukan itu melihat bahwa gudang penyimpanan bahan makanan telah benar-benar kosong tanpa tersisa sedikitpun menjadi sangat lemas. Raut wajah keputus-asaan segera terpancar darinya. Komandan itu terlihat lebih tua beberapa tahun dari sebelumnya.
Bagaimana tidak? Sekarang adalah tugasnya untuk berjaga. Namun kejadian yang tidak terduga seperti kecolongan malah terjadi disaat gilirannya berjaga! Dia pasti akan mendapatkan marah besar dan hukuman berat dari jenderal pasukan atau bahkan kedua pemimpin aliansi aliran hitam.
"Cepat bunyikan lonceng tanda bahaya!" ucap komandan itu dengan wajah panik.
"Baik komandan!" ucap beberapa orang yang sebelumnya memiliki tugas untuk memasak.
TANGGG! TANGGG! TANGGG!
Tidak berapa lama kemudian suara lonceng yang terus bergema terdengar di seantero Kota Humeng yang menandakan bahwa situasinya sedang dalam kondisi genting dan berbahaya.
***
Sementara si pria yang terikat itu meskipun sebelumnya diperlakukan dengan kurang baik oleh beberapa bawahan dari wanita cantik yang sedang menungganginya layaknya seperti kuda mau tidak mau ikut juga merasakan sensasi nikmat pada bagian adik kecilnya.
Karena bagaimanapun seorang pria mana mungkin akan menolak jika diperkosa oleh seorang wanita cantik. Namun yang tidak pria itu ketahui adalah setelah si wanita cantik yang berada diatasnya mencapai puncaknya, seluruh esensi kehidupan milik pria akan tersedot habis dan menjadi milik si wanita cantik itu seutuhnya. Pria itu nanti akan menjadi kering dan tewas ditempat tidur itu.
Kedua insan yang sedang memadu kasih itu terus saja melakukannya hingga si pria beberapa kali dipaksa keluar. Si wanita juga tidak mempermasalahkan akan hal itu. Dia terus saja tersenyum dan dan menggoda pria itu hingga adik kecilnya yang sudah layu sebelumnya kembali berdiri tegak menantang langit.
Akan tetapi senyuman menggoda dari wanita cantik itu langsung berubah menjadi cemberut saat mendengar suara lonceng yang berbunyi dan tidak terhenti.
"Sial! Siapa yang berani mengganggu ketenanganku? Aku tidak akan memaafkannya!" ucap wanita cantik itu dengan amarah yang membara.
__ADS_1
Wanita cantik itu tentu saja adalah Chang Roulan yang sedang melakukan kultivasi ganda dengan para tahanan dari pihak aliran putih. Dia tidak langsung menghentikan aktivitasnya, akan tetapi dia justru memacu laju kuda-kudaannya dengan kecepatan tinggi untuk mempercepat dia mencapai puncaknya.
Pria yang sebelumnya merasakan kenikmatan akan sensasi jepitan dari milik Chang Roulan kini langsung menjadi kewalahan. Dia awalnya juga mengutuki orang yang telah membuat kekacauan di Kota Humeng karena merasa terganggu juga, sama seperti Chang Roulan.
Namun saat dia merasakan sedikit demi sedikit vitalitas hidupnya menghilang dan terserap oleh wanita cantik yang ada diatasnya, dia langsung bergerak-gerak untuk memberontak. Akan tetapi semuanya tidak ada hasilnya sedikitpun karena Chang Roulan langsung menghempitnya dengan kedua paha mulusnya.
Hingga pada akhirnya, pria itu merasakan sakit yang luar biasa dari seluruh bagian tubuhnya saat semua vitalitas tubuhnya kini telah terserap habis oleh Chang Roulan. Tubuh pria itu menjadi kurus sekali layaknya kayu kering karena hanya tersisa tulang dan kulitnya saja yang tersisa.
Tidak lama kemudian, Chang Roulan meneriakkan sebuah suara yang menandakan dirinya telah mencapai puncaknya. Bersamaan denga teriakannya itu, pria yang dibuat menjadi kuda-kudaannya juga tewas ditempat.
"Aiih.. Cukup lumayan! Baiklah! Waktunya memberi pelajaran kepada orang yang berani membuat kekacauan di Kota Humeng ini! Jika dia laki-laki, maka aku akan menyedot seluruh vitalitas tubuhnya hingga habis. Namun jika dia perempuan, maka aku akan menyiksanya dengan siksaan yang tidak pernah ada dimuka bumi ini karena telah berani mengganggu aktivitas sakralku!" ucap Chang Roulan sambil mengenakan pakaiannya kembali lalu pergi meninggalkan kamarnya menuju halaman istana.
***
Dibagian lain dari gedung bekas istana Kota Humeng, pangeran Song Yunlei juga sedang melakukan hal yang serupa dengan Chang Roulan. Dia memaksa para gadis cantik penduduk asli Kota Humeng yang telah dijadikannya menjadi budak untuk melayaninya.
Pangeran Song Yunlei merasa sangat puas dengan pelayanan dari gadis-gadis muda itu. Dia terus tertawa dong terbahak-bahak ketika bagian belut kecilnya disodok-sodokan memasuki liang milik para gadis muda itu.
Sama dengan Chang Roulan. Tawa dari pangeran Song Yunlei segera terhenti karena mendengar suara lonceng yang bergema terus-menerus tanpa berhenti. Wajah bahagianya langsung berubah menjadi masam karena merasa sangat terganggu dengan kejadian tersebut.
"Sialan!" umpat pangeran Song Yunlei marah.
Tanpa mengatakan sepatah kata pun, dia langsung melesat pergi meninggalkan kediamannya untuk menuju ke arah halaman utama bekas istana Kota Humeng yang saat ini sudah berkumpul ratusan ribu manusia yang menjadi bawahannya.
Zheep!
__ADS_1
Chang Roulan atau Matriark Sekte Hasrat muncul didekat pangeran Song Yunlei dengan ekspresi wajah yang tidak berbeda.
"Sebenarnya apa yang terjadi? Mengapa lonceng tanda bahaya dibunyikan?" tanya Chang Roulan dengan nada sangat kesal.