Ling Tian

Ling Tian
Membangun Dan Meningkatkan Klan 2


__ADS_3

"Iya! Aku sudah memutuskannya! Mungkin terlihat sangat pemborosan, namun aku tidak ingin kejadian seperti ini terulang kembali! Dengan kekuatan kita akan dihormati dan disegani!" tutur Ling Tian dengan mantap. Bagaimana tidak? Setelah kejadian sepuluh hari lalu dan kabar menyebar dengan cepat layaknya api yang memakan kapas, gejolak dan kegempan terjadi yang mengatakan bahwa sekte aliran hitam menyerang Klan Ling yang lemah!


Lemah! Kabar itu hanya dari mulut ke mulut manusia tak berdasar sama sekali. Tapi tetap saja Ling Tian tidak terima Klan Lingnya dikatakan lemah! Padahal dengan keberadaannya dan Long Yuan, bisa dikatakan Klan Ling adalah klan terkuat di Benua Langit.


Keluarga Hei dan keluarga Wang juga datang berkunjung di klan. Mereka mengkhawatirkan akan kabar angin tersebut. Bagaimanapun Klan Ling adalah klan saudara mereka. Keberadaan Hei Si dari Klan Hei dan Wang Zie dari Klan Wang adalah alasan utamanya disamping ada juga anak-anak mereka seperti Ling Tian.


Setelah mengetahui kebenaran yang ada, Klan Hei dan Klan Wang cukup bisa menghela nafas lega meskipun masih belum percaya seratus persen akan kekuatan Ling Tian dan Long Yuan yang berada diatas semua anggota Klan Ling.


Mereka juga menawarkan bantuan kepada Klan Ling untuk pembangunan kembali rumah-rumah dan gedung yang hancur. Namun dengan cepat Ling Bo Teng atau Patriark Klan Ling saat ini dengan cepat menolaknya.


Bagaimana tidak menolak? Bahkan dengan harta yang diberikan oleh Ling Tian saja dia dibuat sakit kepala dan bingung hendak membuat bangunan semegah apa untuk Klan Lingnya.


***


Kembali ke Ling Tian yang telah memutuskan keinginannya.


"Baiklah.. Jika itu yang menjadi keputusanmu, aku hanya akan mendukungnya saja!" ujar Ling Yuan setelah mendengar jawaban mantap Ling Tian.


"Terima kasih saudaraku!" kata Ling Tian dengan tersenyum.


"Oiya saudara Tian, katanya kau hendak mengunjungi dan mengajak jalan-jalan gadis Hua itu, kapan?" tanya Long Yuan yang mengejutkan Ling Tian.


"Eh.. Darimana kau tahu itu?" ujar Ling Tian dengan mata menyelidik.


"Cih! Tentu saja aku tahu! Waktu itu setelah kembali bersama Ling Jian dan Ling Yun aku langsung menuju aura keberadaanmu yang ternyata sedang bucin dengan gadis Hua itu!" jawab Long Yuan mengejek.


"Lho lho lhoo.. Kenapa kau ini cacing biru sialan? Kenapa bicaranya pakai ngegas? Kau iri?" cibir Ling Tian.

__ADS_1


"Brengs*k! Jangan kau sebut kata-kata itu lagi bocah bau! Huh.. Iri? Buat apa juga aku iri hanya denganmu!" kata Long Yuan dengan tegas.


"Halaaah.. Bilang aja.. Tak perlu menutup-nutupi! Kau iri bukan? Hahaha.. Cari saja wanita lain! Jangan Hua'erku itu! Atau jangan-jangan kau tidak laku yah?" ujar Ling Tian dengan senyuman mengejek yang membuat Long Yuan naik pitam.


"Sialan! Aku sama sekali tidak iri dan juga bukan tidak laku bocah bau! Aku hanya terlalu malas meladeni wanita. Wanita itu sangat merepotkan!" teriak Long Yuan.


"Hoo.. Benarkah begitu?" Ling Tian bertanya dengan mata menyelidik.


"Tentu saja! Kau akan tahu jika sudah memiliki wanita!" jawab Long Yuan dengan acuh tak acuh.


Ling Tian tersenyum melihat ekspresi saudaranya itu. Memang benar apa yang dikatakannya bahwa hidup didunia kultivator yang keras ini dengan bersama wanita akan sangat merepotkan. Namun itu tidak juga sepenuhnya benar. Setiap orang yang berambisi mencapai ketinggian dalam kultivasi setidaknya harus mempunyai wanjta yang selalu mendukungnya dari belakang.


Dengan kebijaksanaan dari jiwa asli Ling Tian saat ini, dia memahami betul konsep itu.


"Baiklah.. Mari kita temui paman Bo Teng! Dalam tujuh hari dari sekarang! Sudah waktunya Klan Ling menggapai ketinggian di Benua Langit ini!" ujar Ling Tian dengan penuh keyakinan terpancar dimatanya.


"Salam Paman Bo Teng!" ucap Ling Tian dan Long Yuan serentak.


"Ah! Tian'er, Yuan'er! Kalian rupanya!" jawab Ling Bo Teng terkejut.


"Iya paman. Bagaimana pembangunannya? Apakah berjalan lancar atau ada suatu kendala?" tanya Ling Tian.


"Haaaahhh.. Pembangunan berjalan lancar! Namun aku masih bingung bagaimana cara menghabiskan koin-koin platinum yang kau berikan itu! Apakah harus kubangun gedung-gedung super mewah disini? Atau bagaimana? Semua warga Klan Ling juga sudah merata kubagikan sepuluh keping tiap orangnya!" ujar Ling Bo Teng mengeluh panjang kali lebar.


"Hahaha.. Paman Bo Teng sepertinya cukup kesulitan saat memegang harta banyak!" canda Ling Tian.


"Sial! Bahkan kau tega membuat pamanmu dalam kondisi seperti ini. Kepalaku benar-benar sakit kau tau!" tutur Ling Bo Teng.

__ADS_1


"Intinya semua terserah paman! Uang itu sudah milik Klan Ling saat ini! Paman hendak membangun istana silakan, atau hanya membangun ulang seperti dulu juga silakan! Tapi saranku cukup bangun seperti dulu saja! Yaaa meski agak ditambah agak mewah sedikit. Sebab jika terlalu mewah akan menimbulkan kecurigaan klan-klan lain dan sekte di sekitar kita. Dan juga jika ada uang yang tersisa, masukkan saja didalam gudang perekonomian klan!" ujar Ling Tian memberikan saran.


"Hohoo.. Keponakan kecilku sudah cukup bijak ternyata! Apa kamu mau menggantikan pamanmu ini menjadi Patriark Ling baru?" tanya Ling Bo Teng memberi tawaran menggiurkan kepada Ling Tian.


"Paman Bo Teng! Dia pasti tidak akan mau!" ujar Long Yuan melalui telepati kepada Ling Bo Teng.


"Maaf paman. Aku menolak! Aku sama sekali tidak berminat menjadi Patriark! Dan juga kakak Jian lebih pantas untuk mendapatkannya!" ucap Ling Tian dengan tegas.


Seperti yang diucapkan Long Yuan sebelumnya. Ling Tian dengan tanpa ragu menolaknya. Padahal diluaran sana banyak sekali para Tuan Muda yang berjuang mati-matian untuk mendapatkan kursi Patriark. Bagaimana tidak? Sebagai seorang Patriark, mereka hanya disuruh bersantai di klan dan sumber daya untuk meningkatkan kekuatannya terjamin dan dengan pendapatan terbanyak pula. Namun hal seperti itu sama sekali tidak terbesit dihati ling Tian.


"Hahaha.. Sudah kuduga kau tidak akan mau menjadi Patriark! Kau pasti tidak akan mau untuk selalu mendekam didalam klan. Paman menduga, jiwa petualangmu sangatlah besar," kata Ling Bo Teng dengan tertawa.


"Yah.. Begitulah. Oiya paman, kira-kira dalam waktu seminggu ini apakah pembangunan itu sudah selesai?" tanya Ling Tian mengalihkan ke pembicaraan inti dia dan Long Yuan menemui Ling Bo Teng.


"Itu bisa saja kalau semua kalangan ikut bergotong-royong," jawab Ling Bo Teng.


"Memangnya ada apa? Kenapa kamu menanyakan tentang penyelesaian bangunan?" lanjutnya bertanya.


"Ekhemm.. Seperti yang sudah saudara Tian katakan sebelumnya paman Bo Teng, dia ingin cepat-cepat memperkuat lagi Klan Ling!" giliran Long Yuan yang menjawab.


"Aku ingin semua orang melakukan kultivasi tertutup! Untuk masalah sumber daya paman tidak perlu memikirkannya! Aku ada barang bagus untuk hal itu!" tutur Ling Tian.


"Semua orang? Lalu siapa yang berjaga di klan?" tanya Ling Bo Teng bingung.


"Paman bisa menyerahkannya kepadaku! Aku juga akan membuat formasi array pertahanan dan penyerangan tingkat tinggi di seluruh area klan!" jawab Ling Tian enteng.


"F-formasi A-rray tingkat tinggi? K-au menguasainya?" tanya Ling Bo Teng dengan terbata-bata karena saking terkejutnya. Keponakannya ini benar-benar orang gila! Tidak! Dia bukan orang! Tapi monster gila!

__ADS_1


__ADS_2