
"Baiklah jika kamu tidak mengetahuinya. Kami semua sangat memakluminya sebab memang harusnya kamilah yang lebih tahu mengenai Klan Ling daripadamu karena kami adalah penghuni asli dari dunia ini. Sekarang lebih baik kita bahas saja mengenai peperangan yang akan kita lakukan dengan aliran putih!" ujar Han Tianba mencoba untuk mengalihkan pembicaraan dan orang-orang tidak berfokus pada rasa penasarannya dengan kekuatan yang dimiliki oleh Klan Ling lagi.
Dan benar, Beberapa petinggi termasuk adik Han Tianba atau Kaisar Han Biao langsung mengemukakan pendapatnya karena dia ingin sekali menghancurkan pemuda dari Klan Ling yang telah mempermalukannya daat itu. Nan Kong juga melakukan hal yang sama.
"Dari penjelasan yang telah dikemukakan oleh pangeran Song Yunlei dan pemimpin Han Tianba, aku berpendapat bahwa kita harus menyerang secara besar-besaran di daratan timur untuk menghancurkan Klan Ling dan kekaisaran Wei terlebih dahulu. Setelah itu barulah kita menyerang ke tempat-tempat lainnya!" ujar Kaisar Han Biao dengan nada yang menggebu-gebu.
"Benar sekali! Klan Ling saat ini adalah tonggak dari pihak aliran putih. Bukan Klan Lian dan Klan Xiao lagi!" sahut Nan Kong menyetujuinya.
Beberapa orang yang ada di tempat itu juga menganggukkan kepalanya tanda ikut menyetujui apa yang telah disarankan oleh Kaisar Han Biao dan juga Nan Kong. Memang sudah sangat jelas bahwa Klan Ling saat ini adalah halangan terbesar bagi mereka. Jika ingin menguasai seluruh daratan maka gulingkanlah terlebih dahulu Klan Ling beserta dengan antek-anteknya, barulah setelah itu bukan masalah yang besar untuk mengalahkan para bawaan.
"Bagaimana menurutmu kakak?" tanya Kaisar Han Biao kepada Han Tianba.
"Apa yang dikatakan olehmu adalah hal yang sangat benar dan tidak terbantahkan, namun sebelum kita menyepakati akan penyerangan terhadap Klan Ling dan kekaisaran Wei, aku ingin mendengar pendapat dari kamu terlebih dahulu Mogui Heng!" kata Han Tianba sembari menatap ke arah pria bertanduk.
Mogui Heng kini menjadi pusat perhatian semua orang untuk yang kedua kalinya. Dia mendapati beberapa tatapan yang tidak suka karena mungkin saja dengan ucapannya yang akan dia lontarkan pendapat mereka dapat teralihkan dan tidak jadi disetujui oleh sang pemimpin aliansi atau Han Tianba.
Dan benar saja, Mugui Heng mengapa mengemukakan pendapat lain yang tidak menyetujui akan penyerangan secara besar-besaran kepada Klan Ling dan juga kekaisaran Wei.
"Aku menyarankan kita tidak perlu melakukan penyerangan besar-besaran seperti itu. Dari apa yang dikatakan oleh saudara Han Biao dan Nan Kong, jika mereka benar-benar memiliki kekuatan yang luar biasa dan dapat mengeluarkan simpanan kekuatannya setelah mereka lelah, maka menyerangnya secara langsung adalah hal yang tidak bisa dibenarkan.."
"Aku menyarankan kita tunggu saja kedatangan mereka di daratan selatan ini. Aku memiliki cara untuk dapat melemahkan kekuatan mereka jika mereka bertempur di daratan ini!" ujar Mogui Heng menjelaskan.
__ADS_1
"Mogui Heng! Apa kamu sepengecut itu?" tanya Kaisar Han Biao dengan nada tidak suka.
"Benar! Kami adalah para pejuang yang sudah mengalami banyak pertempuran dan hidup dan mati. Kami sama sekali tidak takut akan kematian. Jika kematian berani mendatangi kami maka kami yang akan membunuh kematian itu sendiri!" ujar salah satu petinggi aliran hitam yang sependapat dengan Kaisar Han Biao dengan nada bangganya.
Mogui Heng hanya menggelengkan kepalanya mendengar penuturan yang sangat sombong itu. Jika dibandingkan mereka yang umurnya barulah seujung kuku dengan umurnya, maka pengalaman pertarungan hidup dan mati tentu saja dirinya lah yang paling banyak melewatinya.
Satu bersatu orang-orang dari petinggi aliansi aliran hitam mulai mengatakan ketidaksukaannya terhadap Mogui Heng. Mereka menganggap bahwa pria bertanduk itu terlalu hati-hati atau bahkan seperti pecundang saja.
Sedangkan untuk Han Tianba, dia terus mendengarkan apa yang dikatakan oleh orang-orang itu sembari terus menatap ke arah Mogui Heng yang mungkin akan mendapati perubahan pada raut wajahnya. Namun setelah hampir 10 menit pria bertanduk itu mendapati cemoohan dari para petinggi aliansi aliran hitam, pria bertanduk itu sama sekali tidak mau memperlihatkan perubahannya.
"Mogui Heng! Kemukakan alasanmu dengan sejelas-jelasnya!" seru Han Tianba yang membuat orang-orang yang mengejek pendapat dari pria bertanduk terdiam.
"Pemimpin Han Tianba! Seperti yang aku katakan sebelumnya, jika memang orang-orang Klan Ling memiliki kekuatan yang tersimpan maka menyerang mereka secara langsung dan itu secara besar-besaran maka sama saja dengan kita memberikan peluang untuk mereka dapat menghancurkan kita semua.."
"Aku memiliki cara untuk dapat membuat kalian menjadi kuat sementara mereka menjadi lemah. Namun hal itu memerlukan persiapan dan kesiapan yang membutuhkan waktu cukup lama. Ya.. Hitung-hitung juga sembari kita menunggu mereka kita bekerja untuk mempersiapkan hal tersebut!" tutur Mogui Heng.
Semua orang khususnya Kaisar Han Biao dan Nan Kong langsung saja terdiam setelah mendengarkan penjelasan dari Mogui Heng. Mereka jelas-jelas tidak dapat membantah akan penuturan itu. Sebab mereka berdua lah yang benar-benar telah mengetahui seberapa kuatnya orang-orang dari Klan Ling.
Keduanya masih ingat dengan jelas bahwa sebelum pertarungan mereka dengan dua tuan muda yang menjadi pemimpin pasukan aliran putih yang menghadang mereka di bibir pantai daratan timur, mereka mendapati serangan dari niat membunuh seseorang yang belum diketahui namun yang jelas kekuatannya sudah berada di luar akal sehat manusia.
"Bagaimana saudara Biao? Apa kamu masih akan menyangkalnya?" tanya Han Tianba kepada adiknya.
__ADS_1
Kaisar Han Biao tidak menjawabnya. Dia hanya menggelengkan kepalanya saja menyatakan bahwa dia tidak membantah. Han Tianba lalu melihat ke arah Nan Kong dan Nan Kong juga menggelengkan kepalanya.
"Laku bagaimana denganmu pangeran Song Yunlei?" tanya Han Tianba yang tatapannya menalih pada orang paling muda yang ada ditempat itu serta merupakan yang terlemah karena kekuatannya hanya di ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 8 saja.
Han Tianba memang sungguh pemimpin yang baik. Dia sama sekali tidak mendeskriminasi seluruh anggoanya meski dia sangat lemah sekalipun. Hal itulah yang membuat orang-orang aliran hitam menyukainya dan sangat mendukung kepemimpinannya yang menggantikan Mogui Heng.
"Apapun yang kalian sepakati maka aku ikut saja. Namun aku memiliki satu permintaan! Ketika perang benar-benar terjadi, maka izinkan aku untuk melawan Tuan Muda Klan Ling yang memakai topeng separuh wajah itu!" ujar pangeran Song Yunlei dengan mata yang berapi-api karena dendam.
"Hoo? Bukankah itu terlalu berlebihan pangeran? Kekuatan pemuda itu terlalu kuat untukmu! Aku sendiri bahkan belum sepenuhnya yakin dapat mengalahkan pemuda itu jika harus bertarung nantinya!" kata Han Tianba mencoba untuk menghentikan aksi nekat pangeran Song Yunlei.
"Pemimpin tidak perlu khawatir. Bukankah sebelumnya saudara Mogui Heng telah mengatakan bahwa dia memiliki cara yang dapat membuat orang-orang dari Klan Ling itu menjadi lemah dan kita mejadi kuat?" sanggah pangeran Song Yunlei.
Han Tianba bingung tentang bagaimana cara membujuk pangeran muda yang masih memiliki perasaan menggebu-gebu dan labil itu. Dia tidak ingin karena hal tersebut pihk aliansi akan kehilangan satu tokoh mereka lagi.
Han Tianba menatap ke arah Mogui Heng lalu mendapati pria bertanduk itu menganggukkan kepalanya.
"Baiklah.. Kau boleh melawannya nanti!" kata Han Tianba.
"Terima kasih pemimpin!" ucap pangeran Song Yunlei sembari menangkupkan tinjunya untuk menunjukkan rasa hormat.
"Baiklah.. Sudah diputuskan bahwa kita akan menunggu mereka dan membiarkan orang-orang aliran putih yang mendatangi kita! Kita akan mempersiapkan semuanya termasuk strategi unggul yang akan kita gunakan dalam perang!" ujar Han Tianba pada akhirnya.
__ADS_1
____________________________________
Author minta rating bintang 5 dong.. bagi yang belum..🙏