
"Kepada keponakanku yang paling hebat Ling Tian, aku persilahkan untuk kembali memimpin acara!" lanjut Ling Bo Teng mempersilahkan kepada Ling Tian.
Zheepp!
Seperti biasa, Ling Tian muncul tiba-tiba dari udara tipis karena memang sedari awal dirinya sudah berada ditempat itu namun dirinya dengan sempurna menyembunyikan keberadaan tubuh serta auranya. Semua ini tidak lepas berkat elemen bayangannya yang sangat hebat.
Pemilik elemen kegelapan sebenarnya juga mampu melakukan hal seperti itu, namun perbedaannya adalah dari jejak auranya. Seorang yang memiliki elemen kegelapan akan tetap terdeteksi auranya meski sangatlah kecil.
Lain halnya dengan Ling Tian yang memiliki elemen bayangan bawaan. Dia sama sekali tidak terdeteksi sedikitpun keberadaan serta auranya. Hal ini tentu sangat memberikan keuntungan yang sangat berharga bagi diri Ling Tian saat melakukan pertarungan atau sedang mengintip gadis-gadis yang sedang mandi. Ah! Lupakan hal itu!
Saat ini Ling Tian sudah berdiri disamping pamannya atau Patriark Klan Ling, Ling Bo Teng.
"Silakan nak Tian!" kata Ling Bo Teng.
"Terima kasih paman Bo!" ucap Ling Tian.
Ling Bo Teng turun dari arena dan kembali ke tempat duduknya yang semula membiarkan Ling Tian sendiri yang mengurus jalannya babak final turnamen generasi muda antar klan.
"Halo semuanya! Selamat datang kembali di babak final turnamen generasi muda antar klan! Disini aku akan memberitahukan beberapa peraturan dan pengaturan pada babak final kali ini!" teriak Ling Tian.
"Peraturannya adalah keempat peserta akan maju secara acak melalui nomor undian yang nanti akan saya bagikan. Para peserta dipersilahkan menggunakan jurus terkuat yang dimiliki! Namun dilarang membunuh peserta lain yang menjadi lawannya! Jika peserta terlempar keluar arena atau tidak sanggup lagi bertarung, maka dinyatakan kalah!..."
"Selanjutnya, aku akan membuat sebuah array pelindung sekaligus penekan kultivasi! Jadi, semua peserta masuk arena akan ditekan kultivasinya hingga berada di ranah Pendekar Besi Awal Bintang 9! Ini aku lakukan untuk keadilan didalam pertarungan nanti!" jelas Ling Tian.
Ling Tian terbang kearah sisi kanan arena dan membuat segel ditangannnya. Ling Tian membuat sebuah formasi yang berbentuk meja yang melayang didepannya. Semua orang tidak tahu maksud Ling Tian yang membuat formasi berbentuk meja itu.
Namun tidak butuh waktu lama, mereka akhirnya tahu dan faham sepenuhnya saat Ling Tian mengeluarkan beberapa barang dari cincin penyimpanannya.
Swush...
Sebelas barang berharga terdiri dari 3 pedang, 4 botol pil dan 4 cincin penyimpanan keluar dari udara kosong. Ling Tian meletakkan dan menatanya diatas formasi berbentuk meja. Aura yang cukup kuat terpancar dari ketiga senjata tingkat hijau. Ling Tian sengaja memperlihatkan hadiah turnamen supaya para peserta menjadi lebih bersemangat lagi dalam bertarung memperebutkannya nanti.
Hal itu langsung terbukti dari sorot mata yang saat ini terpancar dari keempat peserta yang lolos babak final. Mereka sama-sama ingin memperebutkan posisi pertama dan menjadi juara.
__ADS_1
"Adek Xuan Ji yang manis, bagaimana jika kita bertaruh lagi?" ucap Hong Lie bertanya kepada Xuan Ji yang ada disampingnya.
"Sialan kau k-kakak Hong Lie! Siapa takut!" Xuan Ji menjawabnya dengan dingin. Dia tentu masih saja belum terima jika harus memanggil musuh bebuyutannya itu dengan sebutan kakak! Namun bagaimana lagi? Dia telah sepakat dan nyatanya kalah taruhan.
"Taruhan apa yang akan kamu ajukan?" lanjut Xuan Ji bertanya.
"Cukup mudah saja! Siapapun yang menjadi pemenang teratas, maka akan dilayani dengan dengan baik selama satu pekan! Bagaimana?"
"I-itu.."
"Ayolah adeeeekku! Masa iya kamu se-cemen ini!"
"Cih! Beraninya kamu mengatakan itu kepadaku! Xuan Ji pasti akan menang kali ini!"
"Jadi kita sepakat?"
"Ya, sepakat!"
Akhirnya kedua pentol korek itu kembali membuat kesepakatan bertaruh. Siapa yang berperingkat lebih tinggi, maka dia akan menjadi bos selama satu pekan lamanya! Sungguh taruhan yang lagi-lagi sangat konyol!
Ling Tian melihat kearah empat peserta turnamen.
"Kalian berempat naiklah ke arena!" pinta Ling Tian.
"Baik Tuan Muda!" jawab mereka serentak.
Mereka berempat naik keatas arena dan berdiri tepat dihadapan Ling Tian. Ling Lianhua sebenarnya merasa agak aneh dengan sikapnya yang sangat formal kali ini. Bayangan-bayangan dia dan Ling Tian menghabiskan waktu untuk bersama didalam dunia jiwa masih tergambar jelas dimatanya. Itu membuat wajah Ling Lianhua agak kaku saat ini yang mengharuskan bersikap formal.
Lupakan tentang Ling Lianhua yang masih berdebar-debar karena bucin. Ling Tian saat ini mengeluarkan empat bola kecil berwarna kuning dan memperlihatkan kepada keempat peserta.
"Didalam bola ini ada dua nomor yang sama! Silakan kalian ambil secara acak dan hancurkan bola ini! Jika kalian menemukan nomor yang sama, itu berarti kalian akan menjadi lawan!" kata Ling Tian.
Ling Tian menggunakan kekuatan jiwanya untuk menerbangkan keempat bola kecil itu. Ling Lianhua, Xuan Ji, Hong Lie dan Yi Shu mengambil pilihannya masing-masing. Setelah itu mereka menghancurkan bola itu dan mendapati ada secarik kertas didalamnya.
__ADS_1
Mereka berempat mengambil kertas tersebut dan melihat nomor yang tertera disana.
"Aku nomor dua!" ucap Xuan Ji.
"Aku nomor satu!" Ling Lianhua juga berucap.
"Aku juga satu!" lemas Hong Lie saat melihat angka dikertasnya. Dia sangat tahu bahwa Ling Lianhua sangatlah hebat dan kuat. Sepertinya dia akan kalah dalam taruhan kali ini.
"Nomor dua!" kata Yi Shu sambil melihat Xuan Ji dengan tatapan ingin bertarung.
Ling Tian mengangguk.
"Baiklah! Kalian berdua yang mendapatkan nomor dua silahkan turun terlebih dahulu! Dan kalian yang mendapat nomor satu tetap tinggal dan bersiaplah bertanding?" ujar Ling Tian.
"Baik Tuan Muda!" jawab mereka berempat dengan serentak.
Xuan Ji dan Yi Shu turun dari arena dengan tenang. Mereka berdua saling melirik sebentar dan kembali tetempat duduk masing-masing untuk menonton pertunjukan yang akan segera dilaksanakan.
Diatas arena, Ling Lianhua dan Hong Lie langsung menuju tengah-tengah arena untuk bersiap-siap. Sementara Ling Tian, dia terbang perlahan keatas langit dan membuat sebuah segel ditangan yang sangat rumit. Tidak lama kemudian muncullah sebuah array tipis berwarna biru bening yang melingkupi seluruh arena pertandingan.
Zzzttt...
Tubuh Ling Lianhua dan Hong Lie sedikit bergetar saat kultivasi mereka ditekan secara paksa oleh formasi array buatan Ling Tian hingga di ranah Pendekar Besi Awal Bintang 9.
Seluruh penonton bersorak-sorai saat pertandingan final turnamen antar klan akan segera dimulai. Beberapa diantara mereka bahkan ada yang melakukan taruhan untuk jagoan masing-masing. Bandar judi seketika dibuat sibuk akan banyaknya orang yang memasang taruhan. Tapi dia tidak mempermasalahkannya. Ini juga adalah rejeki nomplok buatnya.
"Apakah kalian sudah siap?" tanya Ling Tian.
"Siap!" jawab Ling Lianhua dan Hong Lie serentak.
"Baiklah.. Mulai!"
________________________________
__ADS_1
*Waktunya Vote 😴😁