
Di jalan tengah Kota She, Ling Tian dan rombongannya menghentikan langkah dan menatap pemuda memakai pakaian serba kuning dengan kening mengerut. Dia tidak menyangka bahwa hari pertama dirinya mendatangi Klan She akan ada orang yang langsung mengajaknya duel hidup dan mati.
Pemuda itu dengan jelas mengarahkan niat membunuhnya kepada Ling Tian dengan disertai ledakan aura Ranah Raja Tahap Awal dari tubuhnya.
'She Shuma?' tanyanya pada diri sendiri sambil mengorek ingatan yang dia dapatkan dari She Danfan.
'Ooh.. Dia orang yang selalu membuat masalah dengan She Danfan karena iri akan pangkat komandan yang justru diberikan kepada pemilik indentitas tubuh ini!' ucapnya setelah mendapatkan informasi tentang She Shuma.
Teriakan yang dilontarkan oleh She Shuma sontak mengundang perhatian banyak orang dan membuat Ling Tian menjadi pusat perhatian. Mereka saling bertanya apakah Ling Tian akan menanggapi tantangan itu dan bertarung sampai mati dengan She Shuma.
Di Klan She, aturan berlaku dengan sangat ketat. Anggota klan dilarang keras untuk membuat kekacauan yang merugikan klan. Jika sesama antar anggota klan ada sebuah masalah dan tidak lagi dapat dipecahkah, maka kedua orang yang bersangkutan diperbolehkan saling bertarung hidup dan mati di arena yang sudah disediakan.
Seperti yang dilakukan oleh She Shuma ini, dia memiliki masalah dengan She Danfan yang menurut Ling Tian adalah masalah yang sangat sepele.
Namun karena ketidak kuasaannya She Shuma menahan ego dan kemarahannya, maka dia nekat mengajukan tantangan hidup dan mati di arena pertarungan.
Kembali ke tantangan She Shuma. Semakin lama orang-orang yang awalnya sedang berlalu lalang dan menjalankan aktifitas kini semakin banyak yang menghentikannya dan berkerumun menunggu jawaban dari Ling Tian.
"Danfan pengecut! Apa kau sudah menjadi bisu sehingga hanya diam seperti itu?" tanya She Shuma dengan berteriak lantang.
Orang-orang dan para beast dari berbagai jenis semakin lama semakin banyak yang berkerumun dan menunggu jawaban yang akan dikeluarkan dari Ling Tian.
Ling Tian yang sedang menyamar menjadi She Danfan menatap She Shuma dengan tatapan penuh arti.
"Shuma! Aku tidak suka diantara kita ada saling permusuhan! Aku adalah orang yang menjaga perdamaian. Jika kau ingin mengambil jabatanku sebagai komandan prajurit elite, maka ambillah! Aku sudah mencopotnya dan disetujui oleh Patriark!" ucap Ling Tian.
"Cuih! Pengecut! Aku tidak percaya dengan ocehanmu! Sekarang kemarilah! Bertarung denganku sampai salah satu diantara kita mati!" ucap She Shuma dengan sengit.
__ADS_1
"Tapi aku berka-.." belum sempat Ling Tian menyelesaikan ucapannya, She Shuma sudah memotongnya.
"Danfan! Kamu memang pecundang! Sama juga seperti keluargamu yang pecundang!" ujar She Shuma dengan menghina.
She Danfan adalah seseorang yang lahir dari keluarga miskin di Klan She dan anak semata wayang. Ayahnya hanyalah seorang pekerja rendahan sebagai tukang kebun di kediaman salah satu Tetua Tingkat Tinggi.
Dengan upah yang tidak seberapa itu, dia menghidupi keluarga kecilnya dan membelikan She Danfan beberapa sumber daya untuk berkultivasi.
Karena kejeniusan She Danfan, dia terpilih menjadi prajurit elite klan dan akhirnya diangkat menjadi komandan setelah kultivasinya berada di Ranah Raja.
Karena hal itulah, banyak orang dari keluarga kaya yang iri dengan Danfan dan keluarga kecilnya. Salah satu diantaranya adalah She Shuma. Teman satu angkatan dalam pelatihan prajurit elite yang digadang-gadang akan menjadi komandan pasukan karena kekuatannya.
Namun ternyata takdir berkata lain. Sang Jendral dan para Tetua Klan She lebih memilih Danfan karena keuletan serta keaktifannya.
Tidak berapa lama setelah She Danfan diangkat menjadi komandan dan sedang bertugas keluar, keluarga kecilnya itu tiba-tiba dibantai oleh orang yang tidak diketahui yang membuat Danfan begitu terpukul setelah kembali dari tugas.
Waktu itu kericuhan benar-benar terjadi di Klan She mengingat peraturan di klan melarang keras siapapun yang berlaku demikian. Namun setelah lama diselidiki, tidak ada hasil sedikit pun yang membuat Danfan semakin terpukul.
Hal itu semakin membuat orang yang sebelumnya iri kini semakin membencinya. Terlebih Shuma yang menjadi saingannya pada saat pelatihan prajurit.
She Shuma sangat senang saat mendengar Danfan hilang diculik oleh manusia yang menyusup di wilayah perbatasan Hutan Tanpa Batas. Namun sepuluh hari kemudian dia mendengar kabar bahwa Danfan masih hidup karena diselamatkan oleh orang tidak dikenal, membuat She Shuma sangat murka.
Dengan keberaniannya, She Shuma menantang She Danfan untuk pertarungan hidup dan mati dan memberikan cacian kepadanya guna memprovokasi Danfan agar mau menyambut tantangannya.
She Shuma yakin bahwa dirinya dapat mengalahkan She Danfan dan membunuhnya meski harus mengerahkan usaha yang cukup banyak. Sekali lagi She Shuma mengekuarkan cacian keoada She Danfan namun kali ini melibatkan keluarganya juga yang telah tiada.
Atmosfer disekitar arena itu tiba-tiba menjadi mencekam dan fluktuasi udara bergejolak tidak beraturan. Aura langit dan bumi mengombak layaknya stunami namun terpusat kepada sosok pemuda yang tidak lain adalah Ling Tian dalam tampilan She Danfan.
__ADS_1
Mao An yang mengetahui sesuatu yang akan terjadi langsung bergerak bersama kedua komandan She Na dan Komandan Fuiqi.
'Sepertinya Tuan Muda akan membunuh bocah songong itu dengan sekali serangan!' gumam Mao An.
"Kamu boleh mencaci dan menghinaku sesukamu! Tapi membawa-bawa keluargaku adalah sesuatu yang lain!" ucap Ling Tian dengan kemarahan yang memuncak.
Meskipun dia bukanlah Danfan tapi dia sungguh sangat membenci orang yang berani menjelek-jelekkan seseorang lalu membawa-bawa nama keluarga. Terlebih dia tahu akan keluarga She Danfan yang telah tiada dari ingatan yang dia dapatkan.
Zheepp!
Ling Tian tiba-tiba menghilang lalu muncul kembali sepersekian detik menembus perisai perlindungan yang memang sudah tersedia kemudian berdiri tepat dihadapan She Shuma.
'Pukulan Pelebur Bumi Tahap Sempurna! Mati!' gumamnya berteriak dalam hati sambil mengarahkan tinjunya pada kepala She Shuma. She Shuma yang yang tidak bisa lagi mengelak, dengan berani dia menghadang tinjuan itu dengan menyilangkan kedua tangan.
Booommmmmmmmm...
Ledakan maha dahsyat terjadi. Mengguncang hampir seperempat Kota She yang sangat luas itu. Semua orang yang sebelumnya berkerumun terlempar keberbagai arah karena terkena evek ledakan dan terluka. Sementara Mao An dengan cepat melindungi dirinya dan kedua komandan dengan perisai perlindungan.
Arena dari batu yang sangat keras seluas ratusan meter itu hancur lebur dengan pusatnya adalah Ling Tian yang dalam tampilan She Danfan yang sedang dalam posisi berlutut. Sudah bisa dipastikan bahwa She Shuma telah menjadi kabut darah dan tidak tersisa sedikit pun.
Ledakan yang menggoncang daratan itu tentu membuat membuat Kota She menjadi gaduh. Bahkan Patriark She Manglong dan para petinggi klan langsung mendatangi tempat kejadian dengan wajah sangat murka.
"Apa yang terjadi? Ledakan apa sebelumnya?" teriak Patriark Manglong dengan marah. Kekuatannya yang berada pada Ranah Kaisar Tahap Awal juga meledak dengan gila menekan semua orang kecuali dua orang. Tetua Agung She Jianyu yang ada disisinya dan Ling Tian yang berada di tengah arena yang telah hancur.
"Keparat! Apa kalian semua bisu?" teriaknya lagi dengan menghardik.
"Patriark! Lihatlah!" ucao Tetua Agung She Jianyu sambil menunjuk kearah arena yang telah hancur.
__ADS_1
"She Danfan?" ucap Patriark She Manglong dengan kening yang mengerut.
Para Tetua yang lainnya juga mengarahkan pandangannya kepada Ling Tian. Mereka tidak percaya bahwa ledakan itu berasal dari pemuda yang sebelumnya mereka temui di aula pertemuan.