Ling Tian

Ling Tian
Ingin Mengikuti Dan Syarat Mendapat Rekomendasi


__ADS_3

"Masih bertanya kenapa? Dasar bodoh!" tanya Ling Tian sambil melotot kepada Ling We.


"Eh? Ada apa denganmu saudaraku?" tanya Ling We dengan polosnya. Dia masih belum mengetahui akar permasalahan sehingga saudaranya itu sangat jengkel kepadanya.


"Sudahlah! Cukup diam dan jangan banyak bicara lagi!" ujar Ling Tian. Kepalanya terasa begitu sakit saat dia terus melanjutkan perbincangannya kepada Ling We.


Tidak lama, muncullah seorang gadis muda yang menawan berjalan mendekati keduanya sambil membawakan seteko teh yang tercium jelas wanginya oleh Ling Tian dan Ling We.


Dengan anggun, gadis muda itu menuangkan teh tersebut pada tiga gelas yang tersedia dan meletakkannya diatas meja depan Ling Tian dan Ling We. Untuk yang satunya lagi, diletakkan pada depan kursi kosong yang nantinya akan ditempati Tetua Zhong En.


"Silakan dinikmati Tuan Muda sekalian!" ucap gadis tersebut dengan suara lembut dan tersenyum manis.


"Terima kasih nona cantik!" dengan cepat Ling We menjawabnya dengan menambah embel-embel cantik dibelakangnya.


Gadis itu hanya tersenyum menanggapi ucapan Ling We. Sementara Ling Tian hanya bisa menggelengkan kepala tidak berdaya. Ling We ini sudah diambang batas kewajaran kenormalan seseorang! Fikir Ling Tian.


Setelah beberapa saat, tuan rumah atau Tetua Zhong En akhirnya keluar dengan memakai pakaian yang terlihat sangat rapih dan berwibawa. Pembawaannya yang santai dan wajahnya yang terlihat bijak menjadikan sebuah aura tersendiri untuknya.


"Maaf sedikit menunggu Tuan Muda sekalian! Oiya, silakan diminum tehnya terlebih dahulu! Silakan.. Silakan.." ujar Tetua Zhong En sambil duduk ditempat yang didepannya terdapat gelas teh yang tersedia.


Ling Tian langsung meraih gelasnya dan menyesap teh hijau itu dengan perlahan.


"Ahh.. Rasa teh yang mantap dan menyegarkan! Aku mengira, teh ini pastilah cukup mahal bukan?" ucap Ling Tian setelah seruputan pertamanya yang terasa begitu nikmat.


"Haha.. Apakah Tuan Muda belum mendengar tentang teh galaksi? Nah.. Seperti itulah rasanya!" ujar Tetua Zhong En memberi balasan. Dia cukup senang karena tamunya yang satu ini memuji teh yang dirinya sajikan.


"Teh galaksi? Bukankah teh tersebut yang berharga hampir seribu keping emas persatu ons?" tanya Ling Tian. Dia cukup terkejut dengan teh galaksi yang disajikan oleh Tetua Zhong En untuknya dan saudaranya.


"Lebih tepatnya sembilan ratus tujuh puluh lima koin emas per-ons! Tapi tidak perlu difikirkan Tuan Muda Ling! Harga seperti itu sama sekali tidaklah sebanding dengan pertolongan Tuan Muda Ling berdua atas nyawaku!" tutur Tetua Zhong En lalu menangkupkan kedua tangannya untuk kembali berterima kasih.


Ling Tian menanggapinya dengan lambaian tangan lalu mengatakan,

__ADS_1


"Tetua Zhong tidak perlu seperti itu untuk berterima kasih! Kami juga tidak sengaja sedang lewat saja! Kebetulan kami juga sebelumnya memiliki konflik dengan anggota Klan Lian, jadi bukan masalah kami menghabisi mereka yang menghadang jalan Tetua Zhong!" ungkap Ling Tian. Sementara Ling We hanya fokus saja kepada kenikmatan teh yang menyegarkan dan membuat fikirannya menjafi lebih jernih.


Mereka berdua terus mengobrol sambil menikmati lezatnya teh galaksi tanpa memperdulikan Ling We yang sibuk dengan dirinya sendiri. Beberapa kali juga gadis sebelumnya kembali datang dengan membawakan camilan kecil seperti biskuit kecil dan kacang goreng.


Ling Tian banyak menanyakan tentang lomba atau turnamen alkimia yang akan diadakan oleh Asosiasi Alkemis.


"Jadi Tuan Muda Ling Tian ingin mengikuti ajang tersebut?" tanya Tetua Zhong En.


"Begitulah Tetua Zhong! Dan juga, aku belum mempunyai label alcemis serta lencananya! Dengan mengikuti turnamen tersebut, aku tentu bisa mendapatkan keduanya bukan?" kata Ling Tian sambil bertanya balik.


"Itu-..' Tetua Zhong En tidak bisa melanjutkan bicaranya.


"Ada apa Tetua Zhong?" tanya Ling Tian sambil mengangkat alisnya.


"Tuan Muda Ling! Turnamen ini memang tidak membatasi siapapun untuk mengikutinya, namun para peserta memiliki syarat tersendiri yaitu harus memiliki lencana alcemis minimal tingkat satu!" jelas Tetua Zhong En.


"Alcemis tingkat satu ya.. Lalu dimana aku harus pergi untuk bisa mendapatkan label dan lencana tersebut?" tanya Ling Tian.


"Uhuk! Uhuk!" Ling We terbatuk-batuk saat tidak sengaja mendengar ucapan Tetua Zhong En. Ling Tian tidak bisa membuat pil? Jika Ling Tian dikatakan seperti itu, lalu apa pangkat atau derajat yang tepat untuk orang-orang yang mungkin hanya bisa membuat pil tingkat lima atau enam paling mentok? Sampah alcemis? Atau alcemis sampah? Ling We berfikir demikian.


"Ada apa Tuan Muda Ling We?" tanya Tetua Zhong En.


"Ah! Tidak apa-apa Tetua Zhong! Tapi aku rasa saudaraku ini selain kuat, dia juga lumayan berbakat dalam bidang Alkimia!" jawab Ling We dengan sedikit canggung.


"Oh? Begitukah? Apakah Tuan Muda We pernah melihatnya memurnikan sebuah pil?" tanya Tetua Zhong En mencoba mengorek informasi dan kejelasan.


"Untuk melihat mungkin belum! Tapi aku sangat yakin saudaraku akan mampu membuat pil yang sangat berkualitas!" ujar Ling We.


Tetua Zhong En tersenyum mendengar ucapan Ling We.


"Tuan Muda Ling We, Tuan Muda Ling Tian mungkin sangat berbakat dan kuat dalam beladiri. Namun untuk urusan alkimia, itu adalah urusan yang lain dan sama sekali tidak bisa disandarkan kepada orang kuat saja! Butuh pelatihan setidaknya tiga tahun bagi seseorang hanya untuk menjadi alcemis tingkat satu!" jelas Tetua Zhong En.

__ADS_1


"Itu.." Ling We tidak bisa berkata-kata lagi. Sesungguhnya dia sangat ingin berteriak dan menganggap Tetua Zhong En ini bodoh memberikan ceramah yang didepannya terdapat ahlinya diatas para ahli.


Sementara Ling Tian hanya mendengarkan penuturan Tetua Zhong En dengan tersenyum saja. Memang benar apa yang dikatakan, tapi dirinya adalah kasus yang lain. Dia mempunyai ingatan dan jiwa yang berguru lama dengan Sang Maha Dewa dari dunia ini. Andai kekuatannya memungkinkan, dirinya bisa saja membuat pil tingkat dewa sekalipun.


"Maaf sebelumnya Tetua Zhong! Lalu kira-kira apa yang harus aku lakukan untuk bisa mendapatkan pengakuan dan rekomendasikan darimu?" tanya Ling Tian.


"Oh? Tuan Muda Tian sangat tidak berbasa-basi! Untuk mendapatkan rekomendasi dariku, Tuan Muda Tian hanya perlu memperlihatkan kepadaku bahwa Tuan Muda mampu membuat pil! Itu saja!" jawab Tetua Zhong En.


"Tidak buruk! Baiklah.. Aku akan membuat pil didepan Tetua Zhong demi mendapatkan rekomendasi dan mengikuti lomba!" kata Ling Tian.


"Lalu pil apa dan tingkat berapa yang harus aku buat?" lanjut Ling Tian dan bertanya.


"Cukup pil roh kultivasi tingkat dua saja!" jawab Tetua Zhong En.


"Baik! Apakah Tetua mempunyai bahan-bahannya?" tanya Ling Tian.


"Tentu!" ujar Tetua Zhong sambil mengeluarkan bahan untuk membuat pil roh kultivasi tingkat dua.


Ling Tian menerbangkan bahan-bahan tersebut dengan menggunakan kekuatan jiwanya lalu membakarnya secara bersamaan.


Swoosshh...


Api yang tiba-tiba berkobar mengejutkan Tetua Zhong dan Ling We.


"Padatkan!" ucap Ling Tian.


"Murnikan!"


Pluk!


"Selesai!" ucap Ling Tian sambil menggenggam lima pil roh tingkat dua ditangannya. Membuat pil roh dengan tanpa tungku dan hanya dalam beberapa detik saja! Tetua Zhong sampai menahan nafasnya beberapa saat lamanya karena terkejut!

__ADS_1


__ADS_2