
Mendengar teriakan marah dari siluman babi, para komandan siluman dan monster beast langsung siap bergerak untuk menyerang Zhuge Ruxu.
Dengan tenang dan terkesan acuh tak acuh Zhuge Ruxu melihat kearah kebelakang.
"Anak-anak! Kalian kembali bantailah mereka yang lemah atau setara dengan kalian. Untuk kelima puluh beast dan siluman ini biarlah aku sendiri yang menghadapinya!" ujar Zhuge Ruxu dengan tenang.
"Baik guru!" ucap Ling Lianhua.
"Baik Bibi Guru!" ucap keempat lainnya.
"Bagus! Mundurlah!" kata Zhuge Ruxu. Dia mengembalikan pandangannya kearah semua monster beast dan siluman.
"Dan kalian semua! Majulah!" seru Zhuge Ruxu.
Para komandan monster beast dan hewan siluman merasa sangat geram dengan tingkah dan ucapan wanita berpenutup wajah itu. Amarah mereka dibuat memuncak terlebih bagi komandan siluman babi yang sebelumnya sudah terkena serangan petir kuning Zhuge Ruxu.
"Aaakkh... Keparat! Kau begitu sombong! Matilah!" teriak lantang komandan siluman babi lalu menyerang Zhuge Ruxu dengan serudukan mematikan.
Para komandan monster beast dan siluman yang lain juga tidak tinggal diam. Mereka merasa ucapan Zhuge Ruxu adalah hinaan terang-terangan dan patut mereka bunuh pelakunya.
Meski mengetahui kekuatan lawannya sangat tinggi, tapi para komandan monster beast dan siluman yang memiliki kekuatan tingkat 6 yang setara dengan ranah Pendekar Platinum nyatanya sama sekali tidaklah gentar.
Booommm...
Booommmm...
Ledakan demi ledakan bergema ketika serangan cakar, gigitan, pukulan, serudukan dan yang lainnya bertemu dengan tapak petir kuning Zhuge Ruxu. Karena perbedaan kekuatan yang sangat jauh, maka setiap setelah ledakan terjadi akan ada satu komandan monster beast dan siluman yang terlempar dan terluka.
Genap setelah ledakan yang ke-50, pertarungan tersebut terhenti karena semua komandan telah terluka.
"Apakah hanya itu saja kekuatan kalian? Cih! Sangat lemah!" ucap Zhuge Ruxu mencibir.
"Keparat!"
Tiba-tiba suara yang sangat keras bergema dan muncullah dua orang pria dengan wajah sangat garang. Aura dari keduanya sangat mendominasi dan meledak-ledak serta dapat dirasakan oleh semua orang yang ada di area lingkup seratus meter. Mereka berdua adalah jendral dari monster beast dan hewan siluman yang sudah awakening. Tertanda bahwa mereka sudah ada di tingkat 7.
"Owh.. Apakah kalian berdua adalah jendral dari para monster beast dan hewan siluman? Cukup lumayan!" ucap Zhuge Ruxu bertanya dan memberikan penilaian.
"Benar! Kami berdua adalah para jendral dari monster beast dan hewan siluman! Sebenarnya siapa kau dan kelima bocah-bocah itu? Mengapa kalian menghadang kami dan membantainya? Apakah kami pernah menyinggung kalian?" rentetan pertanyaan dilayangkan oleh sang jendral siluman tapir sehingga membuat Zhuge Ruxu sedikit kesal.
"Tidak bisakah kau bertanya satu satu tapir sialan?" ujar Zhuge Ruxu bersungut-sungut.
__ADS_1
"Aiya! Maafkan saudaraku!" ucap jendral monster beast kelinci.
"Kami memang tidak pernah bersinggungan dengan kalian para beast dan siluman. Tapi Tuan Muda kami tidak bisa membiarkan kalian dengan sesuka hati menyerang Kota Xudong yang menjadi pemukiman ras kami para manusia!" jawab Zhuge Ruxu.
"Lalu alasan kami membantai kalian tentu karena kami hanya ingin memberitahukan bahwa ras manusia tidaklah selemah yang kalian kira sehingga bisa seenaknya saja kalian serang dan hancurkan! Jika kalian tidak ingin kaum kalian lebih banyak lagi yang terbantai, maka silakan tarik pasukan kalian dan jangan pernah lagi datang ketempat kami para manusia! Itu saja!" lanjut Zhuge Ruxu.
Jendral beast kelinci dan siluman tapir sampai mengorek telinga mereka mendengar ucapan Zhuge Ruxu yang berbicara dengan sangat cepat seolah tidak ada remnya.
"Raja dan Ratu kami tidak akan pernah mau menarik pasukannya! Terlebih dengan apa yang telah kalian lakukan kepada ras kami! Maka perang adalah jalan yang akan kami pilih!" jawab jendral kelinci.
"Oh? Jadi begitu? Baiklah.. Kalian maju hadapi aku!" ujar Zhuge Ruxu memberi tanggapan santai dan menantang kedua jendral tersebut.
"Kau sangat sombong wanita tua!" ucap jendral tapir.
"Apa kau bilang? Tua? Apa kau tahu bahwa membicarakan umur seorang perempuan adalah hal tabu?" seru Zhuge Ruxu dengan marah.
Swoosh...
Tanpa basa-basi Zhuge Ruxu melancarkan kekuatan petir berwarna kuning dan menghantam jendral tapir hingga terlempar beberapa puluh meter jauhnya.
Boomm...
"Keparat!.. Groaaaarrr.." teriak jendral tapir dan mengaum dengan sangat keras.
.
.
Dibarisan belakang para monster beast dan hewan siluman, Raja Beast Kong Ki dan Ratu Siluman Huli Hei menyaksikan semua aksi yang dilancarkan oleh Zhuge Ruxu.
"Kekuatan wanita itu setidaknya sama kuatnya denganku!" ucap Raja Kong Ki.
"Apaaaa! D-dia sekuat itu?" tanya Ratu Huli Hei.
"Benar! Kita harus mengerahkan semua jendral dan komandan untuk mengalahkannya!" jawab Raja Kong Ki.
"Apakah itu tidak berlebihan?" tanya Ratu Huli Hei.
"Tidak! Itu karena aku memiliki dua alasan!" ujar Raja Kong Ki.
"Apa itu?" Ratu Huli Hei mengangkat alisnya.
__ADS_1
"Pertama, dia belum mengeluarkan senjata dan kekuatan aslinya. Dan yang kedua adalah dua orang yang melayang diatas langit belumlah turun! Bisa dipastikan bahwa jika semua jendral dan komandan kita kerahkan maka kedua orang yang lain akan segera turun tangan. Kita bisa membunuh mereka semua setelah mereka kehabisan tenaga!" ujar Raja Kong Ki memberikan penjelasan tentang strateginya.
"Emm.. Kamu sangat benar dan cerdik Yang Mulia Raja Kong Ki!" puji Ratu Siluman Huli Hei.
"Ahahaha.. Itu biasa-biasa saja! Jadi bagaimana? Apakah kamu menyetujui usulanku yang sebelumnya?" tanya Raja Beast King Ki.
"Tentu!" jawab Ratu Huli Hei.
"Baiklah.. Para jendral dan komandan semua!" teriak Raja Kong Ki.
"Kami Yang Mulia!" ujar semua jendral dan komandan dengan serentak.
"Kalian semua serang wanita manusia yang arogan itu! Habisi dia!" ucap Raja Beast Kong Ki memberikan titahnya.
"Baik Yang Mulia!" jawab mereka dengan serentak.
.
.
Kelima murid saudara-saudara Ling Tian terus membantai para monster beast dan hewan siluman. Sementara dengan tenang Zhuge Ruxu yang sendirian melawan dua jendral dan lima puluh komandan monster beast dan hewan siluman.
Boommm...
Boommmm...
Tiba-tiba dari arah belakang Zhuge Ruxu diserang oleh dua kekuatan monster beast dan siluman tingkat 7 namun dirinya masih dengan sigap bisa menghindarinya.
"Wah.. Wah.. Wah.. Kalian ini benar-benar tidak tahu malu! Apakah para monster dan siluman selalu memiliki sifat pengecut yang sudah main keroyokan lalu menyerang secara diam-diam pula?" tanya Zhuge Ruxu memberikan cibiran yang mengena sampai relung hati para penyerang sebelumnya.
"Jangan hiraukan ucapannya! Ayo serang bersamaan perempuan gila itu!" teriak salah satu jendral.
Boommmm...
Booooommmmm...
Sebelum para jendral dan komandan menyerang, tiba-tiba dua buah ledakan besar karena sebuah serangan terjadi di bagian para kelima murid saudara-saudara Ling Tian. Tampak ratusan kultivator dengan kekuatan Pendekar Perak hingga Pendekar Platinum Puncak menyerang para monster beast dan hewan siluman.
"Habisi semuanya dan bantu para pahlawan kota kita!" teriak lantang seorang pria baya yang memiliki kekuatan ranah Pendekar Platinum Puncak.
Kelompok ratusan orang ini adalah anggota Fraksi Naga Emas dan dipimpin langsung oleh Tetua Liong yang berteriak sebelumnya.
__ADS_1