Ling Tian

Ling Tian
Jangan Mempersulit!


__ADS_3

Diatas langit yang berada tidak jauh dari Kota Yunzun atau kotanya para monster beast dan hewan siluman sekelompok orang sedang terbang melayang menjauh dari kota tersebut.


Mereka tidak lain adalah Ling Tian dan semua saudaranya.


"Baiklah.. Kalian semua silakan kembali kedalam dunia jiwa! Biarkan aku yang mengurus masalah telur Phoenix Ilahi dengan Raja Kota Xudong!" ucap Ling Tian sambil membuka gerbang dunia jiwa.


"Baik Tuan Muda!" jawab semuanya dengan serentak kecuali Mao An.


"Bicaralah Mao An!" ujar Ling Tian.


"Tuan Muda! Aku ingin menemani anda berpetualang!" tutur Mao An dengan gugup.


"Baik! Kalian semua masuklah! Teruslah berlatih untuk menjadi kuat lagi! Gunakan sumber daya yang ada didalam dunia jiwa dengan bijak!" kata Ling Tian sambil melihat Zhuge Ruxu dan kelima murid.


"Baik! Terima kasih Tuan Muda!" ujar mereka lalu memasuki dunia jiwa.


"Hua'er! Semangat!" ucap Ling Tian.


"Selalu! Gege juga!" jawab Ling Lianhua lalu masuk dunia jiwa.


Setelah semua orang telah lenyap, Ling Tian menutup kembali gerbang dunia jiwa dan menatap Mao An yang berdiri disampingnya.


"Baiklah.. Ayo kita kembali ke Kota Xudong!" ucapnya lalu melesat dengan kecepatan tinggi.


"Dengan senang hati!" jawab Mao An menyusul Ling Tian menggunakan kecepatan puncaknya.


.


.


Dua buah kilatan berwarna keemasan terus melesat dengan kecepatan tinggi menuju Kota Xudong. Dan benar! Kedua kilatan itu adalah Ling Tian dan Mao An yang sedang melesat dan iseng-iseng berlomba siapakah yang lebih dahulu sampai di kota.

__ADS_1


Hanya dengan waktu setengah jam saja keduanya telah sampai diatas langit Kota Xudong.


"Hahaha.. Cukup lumayan!" ujar Ling Tian sambil tertawa lepas karena telah menang dari Mao An.


"Cih! Kau licik Tuan Muda! Menggunakan skil bayangan yang tidak dimiliki orang lain!" ucap Mao An mennggerutu. Dia yang kekuatannya sudah bisa disamakan dengan kultivator ranah Pendekar Berlian Puncak tentu sangat malu jika kalah dengan Ling Tian yang baru mencapai ranah Pendekar Berlian Akhir Bintang 2.


"Hahaha.. Tidak ada kata licik! Tapi aku hanya menggunakan apa yang kumiliki saja! Ingat perjanjian kita Mao An! Kamu yang akan membayar semua kebutuhanku selama satu bulan penuh! Hahaha.." ujar Ling Tian dengan tertawa terbahak-bahak.


"Tck!"


Mao An hanya bisa berdecak kesal dan menggerutu dalam hatinya. Dua ratus meter dari pintu gerbang kota mereka berdua turun dari langit dan menuju Kota Xudong dengan berjalan kaki.


"Sepertinya semua orang telah percaya dengan kabar dari Tetua dan anggota Fraksi Naga Emas itu! Melihat Kota Xudong sudah membuka gerbang dan suasananya terlihat begitu tenang!" ucap Ling Tian mengangguk.


"Benar! Aku harap orang tua itu juga sudah menyampaikan pesan Tuan Muda kepada Raja Kota Xudong ini!" tambah Mao An.


"Oiya Mao An! Segel kultivasimu hingga pada ranah Pendekar Emas Awal!" ucap Ling Tian.


Mao An hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan Tuan Mudanya itu. Dia sangat tahu dengan maksud Ling Tian yang tentu ingin menguji Raja Kota Xudong nanti.


Mereka berdua akhirnya sampai didepan pintu gerbang kota. Para prajurit dan komandan jaga langsung menjadi pucat pasi saat melihat penampilan tamu yang akan mendatangi kota mereka adalah pemuda bertopeng separuh wajah.


Meskipun mereka sedikit memiliki keraguan karena tingkat kultivasi pemuda tersebut hanya berada di ranah Pendekar Perak Menengah Bintang 3, namun mereka juga tahu bahwa kultivator tingkat tinggi bisa seenak jidatnya menyegel kultivasi di tingkatan yang mereka inginkan.


Sudah menjadi rahasia umum bahwa kabar tentang kelompok delapan orang yang dipimpin seorang pemuda bertopeng separuh wajah mampu menghadang gelombang beast dan siluman yang berjumlah kisaran ratusan ribu.


Kabar tersebut tentu disebarkan oleh para anggota Fraksi Naga Emas yang ikut bertempur dengan kelompok kecil Ling Tian didalam hutan tiga hari yang lalu dengan tujuan agar orang-orang tidak pernah menyinggung sekumpulan kecil tersebut.


"Para prajurit dan komandan ada apa?" tanya Ling Tian dengan heran.


"T-tidak ada Tuan Muda! Silakan masuk!" ucap sang komandan dengan suara bergetar. Dia menyuruh Ling Tian dan Mao An memasuki kota tanpa memeriksa identitas keduanya.

__ADS_1


'Sangat aneh!' gumam Ling Tian dalam hati.


"Baikalah.. Terima kasih komandan!" ucap Ling Tian lalu memasuki gerbang Kota Xudong dengan tenang yang diikuti Mao An.


Ling Tian dan Mao An tanpa mampir langsung menuju pusat kota atau lebih tepatnya istana kediaman Raja Kota Xudong. Beberapa saat kemudian, mereka telah sampai didepan istana yang cukup megah.


"Tuan-tuan! Anda berdua memasuki kawasan istana Raja Kota! Perlihatkan identitas dan katakan tujuan kalian datang kemari!" ucap komandan pasukan jaga. Tampaknya dia tidak terlalu update dengan kabar terkini tentang pemuda bertopeng separuh wajah yang sudah sangat terkenal akhir-akhir ini.


"Aku adalah Ling Tian! Dan ini adalah saudaraku Mao An! Kami datang karena ada janji dengan Raja Kota Xudong, Situ Mingxin!" jawab Ling Tian dengan santai sambil menunjukkan lencana Klan Ling.


"Klan Ling? Dari daratan timur?" tanya sang komandan.


"Itu benar!" jawab Ling Tian dengan tenang.


"Lalu perjanjian apa yang kalian lakukan dengan Raja Kota?" tanya sang komandan yang membuat Ling Tian dan Mao An terkesiap.


"Komandan! Bukankah anda sangat lancang dengan ingin mengetahui urusan kami dengan Raja Kota? Jangan mempersulit kami!" ucap Mao An bertanya dengan emosi.


"Hoo.. Kalian berdua adalah orang-orang lemah! Tidak mungkin Raja Kota melakukan perjanjian temu dengan kalian! Jujur saja aku sangat mencurigai kalian yang ingin menyusup dan berbuat hal buruk didalam istana!" ujar sang komandan dengan sengit.


"Tutup mulutmu komandan rendahan!" teriak Mao An dengan sengit sambil mengedarkan kultivasinya di ranah Pendekar Emas Awal Bintang 9.


"Hanya ranah Pendekar Emas Awal ingin menggertakku? Sungguh naif!" ucap sang komandan dengan aura ranah Pendekar Emas Puncak dan terlihat lebih mendominasi dari aura Mao An.


Ling Tian hanya melihat perdebatan dan pertarungan sengit antara aura Mao An dan sang komandan pasukan jaga lalu menggelengkan kepalanya.


Ling Tian mengibaskan tangan dan seketika benturan kedua aura itu lenyap. Hal itu tentu mengejutkan sang komandan dan beberapa prajurit jaga yang berada ditempat itu.


"Jujur aku sangat kecewa dengan kalian yang terlalu lancang dan tidak ada tata krama!" ucap Ling Tian pelan lalu meledakkan kekuatan puncaknya hingga membuat udara bergejolak dan tanah terguncang dengan hebat.


Komandan beserta para prajurit itu seketika dibuat berlutut dan beberapa diantaranya bahkan sampai kehilangan kesadaran dengan mengeluarkan darah dari mulut serta hidung dan telinganya.

__ADS_1


"Situ Mingxin! Keluarlah!" ucap Ling Tian dengan menggunakan energi Qi hingga suaranya terdengar bergema.


__ADS_2