
Ling Tian yang ditemani oleh Patriark Xueren Han menjelajah di beberapa tempat yang ada di wilayah terlarang daratan utara untuk menemukan beberapa sumber daya yang bertipe es sembari menunggu Feng Lanse'er menyelesaikan memulihkan dirinya.
Dia tidak mengajak Mao An karena wilayah terlarang ini tidaklah cocok dengan dirinya yang memiliki elemen api. Mao An sendiri juga tidak memaksa untuk ikut, dia lebih senang berhela-hela di dalam istana jembari makan dan tidur dan sesekali mengajari Feng Lanse'er dan Leluhur Xueren Chong mengenai teknik penyamaran langit.
Ling Tian menemukan beberapa sumber daya yang berupa tanaman obat seperti lotus es, ginseng es, rumput salju dan beberapa tumbuhan lainnya yang memiliki kegunaan untuk dibuat menjadi sebuah pil.
"Ah! Patriark! Sepertinya saudari Feng dan Leluhur Xueren Chong telah menyelesaikan pekerjaan mereka! Mari kita pulang sekarang!" kata Ling Tian kepada Patriark Xueren Han setelah selama seminggu ini terus berjelajah tanpa henti.
"Baik Tuan Muda!" jawab Patriark Xueren Han dengan anggukan dikepalanya.
Patriark Xueren Han kemudian mengubah dirinya atau bertransformasi menjadi sosok monyet raksasa berbulu putih dan meminta kepada Ling Tian untuk naik ke atas punggungnya. Ling Tian hanya tersenyum dan menganggukkan kepala kemudian dia pun meloncat ke atas punggung Patriark Xueren Han.
Dengan menggunakan tubuh transformasinya, Patriark Xueren dapat membawa Ling Tian lebih cepat untuk kembali ke istana Klan Xueren. Dan benar saja, Patriark Xueren Han hanya membutuhkan waktu 2 jam saja sebelum akhirnya mereka sampai di kediaman Klan Xueren.
Ling Tian meloncat dari atas punggung Patriark Xueren Han, Sementara sang Patriark langsung mengubah tubuhnya kembali menjadi tampilan manusia. Beberapa tetua yang menyambut kedatangan mereka pun memberikan penghormatan dengan menangkupkan kedua tangan dan membungkukkan sedikit badan mereka.
"Selamat datang kembali di Klan Xueren Tuan Muda Ling dan Patriark!" ujar seluruh tetua itu.
"Terima kasih para tetua atas sambutan yang luar biasa ini!" kata Ling Tian sambil membalas angkupan tangan para tetua.
"Mari Tuan Muda dan Patriark!" ujar salah satu tetua mengajak masuk Ling Tian dan Patriark Xueren Han.
Mereka pun masuk ke dalam aula istana dan menemukan bahwa Mao An, Feng Lanse'er, Leluhur Xueren Chong dan semua petinggi Klan Xueren sudah ada di sana. Semua orang berdiri dan menangkupkan kedua tangannya untuk menyambut kedatangan dari Ling Tian dan juga Patriark Xueren.
Ling Tian dan Patriark Xueren Han membalas penghormatan mereka dan keduanya lalu duduk dikursi masing-masing. Setelah hening untuk beberapa saat karena Ling Tian masih menyantap beberapa makanan yang disediakan oleh para pelayan, Patriark Xueren Han akhirnya memulai membuka kata.
__ADS_1
"Tuan Muda Ling Tian! Setelah ini, apakah rencana selanjutnya dari Tuan Muda?"
Ling Tian tersenyum mendengar pertanyaan yang diajukan oleh Patriark Xueren Han.
"Tentu saja aku akan pergi meninggalkan wilayah terlarang daratan utara bersama dengan dua saudaraku dan juga leluhur kalian!.."
"Dan untuk tujuan selanjutnya dari pengembaraanku sebenarnya adalah menuju ke daratan barat untuk menyusup dan menyelidiki mengenai perkembangan dari pihak aliansi aliran hitam!.."
"Namun rencana itu sepertinya harus sedikit tertunda karena aku merasa bahwa aku sudah cukup lama meninggalkan rumah dan merindukan ayah serta ibu dan semua keluargaku di daratan timur!" kata Ling Tian menjelaskan.
"Ohoo.. Apakah itu artinya Tuan Muda berencana untuk pulang kampung?" tanya Mao An dengan wajah yang sumringah.
"Ya, begitulah! Sepertinya para murid yang telah kalian latih juga harus diberikan pengalaman langsung untuk berada di klan mereka masing-masing!" ujar Ling Tian yang mengingat para murid dari saudara-saudarinya yang kini keseluruhannya sudah berada di ranah Pendekar Berlian Puncak.
"Saat ini juga!" jawab Ling Tian sembari tersenyum kearah Feng Lanse'er.
"Apa! Apakah itu tidak terlalu cepat dan buru-buru Tuan Muda? Tuan Muda baru saja kembali dari menjelajah wilayah terlarang bersama dengan Patriark, apakah tidak sebaiknya untuk beristirahat terlebih dahulu?" tanya saah satu tetua yang sebenarnya merasa sedikit keberatan dengan kepergian dari Ling Tian yang ternyata memiliki kepribadian yang sangat agung layaknya seorang kaisar.
"Mohon maaf tetua! Sepertinya permintaan tetua yang ini tidak dapat aku kabulkan. Lagi pula aku bersama dengan saudaraku dan juga leluhur kalian akan naik di atas punggung saudari Feng untuk mempercepat perjalanan dan segera sampai di daratan timur!" jawab Ling Tian sembari menangkupkan kedua tangannya untuk menunjukkan rasa hormat sekaligus ketulusan dari permintaan maafnya.
Tetua itu hanya dapat menghela nafas panjangnya karena tidak dapat membuat Ling Tian tinggal lebih lama lagi di klan mereka. Padahal, sebelumnya dia telah mengatakan kepada para murid Klan Xueren untuk meminta Ling Tian untuk kembali ikut mengajari tata cara bertarung dan juga berkultivasi kepada mereka.
Setelah selesai acara makan-makannya, Ling Tian, Mao An, Feng Lanse'er dan Leluhur Xueren Chong berpamitan kepada seluruh petinggi Klan Xueren. Dengan berat hati mereka pun harus rela melepaskan kepergian dari Ling Tian dan juga leluhur mereka yang selama ini telah menjaga mereka dengan sangat baik.
Feng Lanse'er menggunakan mode transformasinya menjadi seekor burung phoenix berwarna biru raksasa yang terlihat sangat menakjubkan. Dia lalu meminta kepada Ling Tian dan yang lainnya untuk segera naik di atas punggungnya karena dia telah siap untuk terbang.
__ADS_1
"Jangan lupa gunakan teknik penyamaran langit saudari Feng!" ucap Ling Tian yang mengingatkan.
"Tentu saja Tuan Muda!" jawab Feng Lanse'er lalu dia pun lepas landas terbang di angkasa meninggalkan istana Klan Xueren setelah Ling Tian dan kedua orang lainnya sudah benar-benar duduk dengan tenang di atas punggungnya.
Ling Tian dan Mao An tersenyum saat melihat daratan yang hanya dipenuhi oleh es dan salju terhampar ke segala arah. Keduanya sudah sangat tidak sabar untuk segera sampai di daratan timur dan bertemu dengan keluarga mereka.
***
Dengan kecepatan yang dimiliki oleh Feng Lanse'er yang kultivasinya sudah berada di ranah tinggi bahkan di alam alam dewa hanya membutuhkan waktu sekitar seminggu perjalanan untuk melewati lautan yang menghubungkan beberapa daratan di Benua Langit.
Keempatnya akhirnya kini telah dapat melihat pantai dari daratan timur dengan jelas yang saat ini dijaga oleh beberapa prajurit yang memiliki kekuatan yang luar biasa.
"Sepertinya daratan timur kita telah berubah menjadi daratan yang sangat disegani!" ucap Ling Tian saat melihat orang-orang yang berjaga di menara pantai itu memiliki kekuatan minimal berada di ranah Pendekar Perak Akhir.
"Ya.. Itu sudah pasti! Aku sudah tidak sabar untuk melihat bagaimana dengan Klan Ling milik Tuan Muda!" ujar Mao An menimpali.
Feng Lanse'er terus membawa mereka memasuki wilayah daratan timur dengan tanpa diketahui oleh pasukan yang berjaga karena dirinya terbang tinggi berada di atas awan.
Setelah satu jam terbang, Ling Tian dan seluruh rombongannya akhirnya kini telah sampai berada di atas langit kediaman Klan Ling yang ditutupi oleh kubah formasi array perlindungan dan pembunuhan.
"Saudari Feng! Berteriaklah yang kencang seolah akan ada sebuah penyerangan di Klan Ling! Kita harus memberikan sebuah kejutan untuk kedatangan kita!" kata Mao An yang mengutarakan ide konyolnya sambil tersenyum menyeringai.
Plaakkk!
"Aduh!"
__ADS_1