Ling Tian

Ling Tian
Yi Bei


__ADS_3

Setelah para tetua Klan Lang menurut dan mundur dua puluh tombak, Ling Tian segera lari menjauh dari tetua mesum. Batang pedang yang masih mempunyai bilah pedang dan seperti pisau masih digenggam Ling Tian. Setelah jaraknya cukup jauh, Ling Tian membidik tetua mesum dengan gagang pedang dan kembali lari sekencang-kencangnya.


Syuuuttt...


"Aakh.."


Alhasil, bilah tajam itu tepat mengenai leher tetua mesum dan menewaskannya.


"Bajingaaaan!" teriak geram tetua pertama.


"Kejar bocah sialan itu! Dan seret dia kehadapanku, jangan dibunuh!" perintah tetua tetua pertama pada para tetua yang lain.


"Baik." jawab mereka serentak.


Setelah kepergian para tetua, tetua pertama menghela nafas lalu berkata,


"Saudari ketiga, aku pasti akan membalaskan dendammu! Aku juga tidak akan tenang sebelum tanganku sendiri yang melenyapkan nyawanya!"


*****


Sementara itu, Ling Tian yang masih berlari dengan kencang merasakan ada banyak aura yang mengikutinya. Dia tahu bahwa mereka pasti sangat murka dan tidak mungkin melepaskan dirinya. Meski dia tidak membunuh tetua mesum, mereka juga pasti akan mengejarnya pula.


"Sial! Cepat sekali mereka." keluh Ling Tian. Dia mempercepat lagi lesatan larinya.


Para tetua melihat Ling Tian,


"Dia menambah kecepatannya! Ayo kita harus menangkapnya! Jangan biarkan dia lolos atau nasib kalian akan habis oleh tetua pertama!" ucap satu tetua.


Mereka juga menambah kecepatannya. Dengan kondisi tubuh yang masih segar bugar ditambah dorongan kuat tenaga dalam, kecapatan para tetua tentu melebihi lesatan lari Ling Tian sehingga sedikit demi sedikit jarak antara mereka dengan Ling Tian semakin memendek.


"Sialan! Beginilah jika tidak punya tenaga dalam! Cih!" gerutu Ling Tian.


Didepan Ling Tian terlihat sebuah hutan yang cukup rindang kelihatannya. Ling Tian berinisiatif akan mengecoh dan bersembunyi dari para tetua Klan Lang.


'Hmm.. Bagus! Mari kita lihat apa yang akan terjadi.' gumam Ling Tian sambil tersenyum iblis.


"Tetua Kim! Bocah itu mengarah ke hutan milik Klan Yi. Jika kita masuk maka Klan Lang akan menghadapi masalah!" ujar salah satu tetua.


"Bocah bangsat! Apa dia tahu konflik kita, sehingga dia menuju arah hutan Klan Yi!" kata tetua Kim atau tetua kelima Klan Lang.


"Bisa jadi begitu tetua Kim," jawab si tetua.


"Sial!" geram tetua Kim.


Dengan berat hati dan perasaan dongkol mereka akhirnya berhenti, mereka tidak mau mengambil konsekuensi menyinggung Klan Yi yang hanya akan berujung konflik antar Klan atau bahkan terjadi peperangan. Klan Yi terkenal dengan kebar-barannya dalam bertindak. Hal itu pulalah yang membuat Klan-klan lain yang menduduki Desa Cendana tidak mau berurusan dengan Klan bar-bar tersebut.

__ADS_1


Ling Tian terus melesat memasuki hutan. Berbagai strategi gerilya sudah tertata rapi dibenaknya. Namun tiba-tiba dirinya merasa aneh saat aura milik para tetua Klan Lang tidak lagi mengikutinya.


'Aneh.. Mengapa mereka berhenti? Apa mereka kelelahan? Ah, rasanya tidaklah mungkin!' gumam Ling Tian.


'Atau ada hal mengerikan didalam hutan ini? Hm.. ini mena-'


Syuuutttt... Syuuuttt... Syuuuttt...


Belum selesai Ling Tian bergumam, belasan anak panah melesat cepat kearahnya.


Swushh...


Ling Tian menghindari semua tembakan panah tersebut. Tak lama muncul dua puluh orang berpakaian layaknya orang-orang primitif.


"Siapa kau! Berani sekali memasuki hutan kami?" tanya satu sosok yang menjadi pemimpin kelompok. Aura yang dikeluarkan terasa sangat kuat oleh Ling Tian.


"Maaf Tuan-tuan, bukan bermaksud saya memasuki wilayah Tuan-tuan tanpa izin. Namun saya hanya berlari menghindari kejaran," jawab Ling Tian dengan sopan.


"Kejaran?" tanyanya.


"Benar Tuan! Saya sedang dikejar oleh para tetua Klan Lang!"


"Klan Lang? Apa yang kamu lakukan sehingga membuatmu dikejar seperti itu?"


"Hoo... Benarkah? Dengan kondisimu yang tanpa tenaga dalam ini? Tetua mana yang berhasil kamu bunuh?"


"Mereka menyebutnya dengan tetua ketiga!" jawab jujur Ling Tian.


"Wanita mesum itu?" kaget pemimpin kelompok.


"Benar Tuan!"


"Hahaha! Bagus! Ini berita bagus!" pemimpin kelompok dan yang lainnya tertawa terbahak-bahak mendengar kabar dari Ling Tian.


Ling Tian tidak faham mengapa mereka tertawa sangat bergembira.


"Bagus! Sekarang kamu adalah bagian dari kami! Perkenalkan namaku Yi Bei! Tetua kedua Klan Yi dan mereka adalah saudara-saudaraku," kata pemimpin itu atau Yi Bei.


"Ah! Salam saudara Bei. Aku Ling Tian dari Klan Ling," ucap Ling Tian sambil membungkukkan badannya.


"Klan Ling dari Desa Cemara?" tanya Yi Bei.


"Benar saudara Bei," jawab Ling Tian.


"Hmm.. Baiklah. Mari kita ke kamp. Tidak layak rasanya jika harus mengobrol dengan saudara kami sambil terus berdiri," ujar Yi Bei.

__ADS_1


"Mari." jawab mereka semua.


Tidak butuh waktu lama Ling Tian dan rombongan Klan Yi sampai di kamp yang dimaksudkan. Ling Tian segera meminta izin untuk membersihkan diri dan mengganti pakaian yang baru. Sebab tak elok jika harus mengobrol tapi kondisi hampir seluruh tubuhnya berlumuran darah yang sudah mengering dan itu sangat bau.


Setelah bebersih dan memakai pakaian yang baru, Ling Tian menuju tempat berkumpul. Disana Yi Bei dan anggotanya sudah duduk santai ditemani beberapa guci arak dan makanan ringan. Yi Bei yang melihat Ling Tian selesai berganti, dia segera menyapanya,


"Kemarilah saudara Tian! Kita mengobrol sambil bersulang!" ucapnya.


"Tentu." jawab Ling Tian.


Yi Bei terlihat sangat ramah dengan Ling Tian. Dia juga terlihat banyak bicara dan menceritakan beberapa kisah serta banyaknya konflik antar Klannya dengan Klan Lang. Semua orang di Desa Cendana mengetahui bahwa Klan Lang adalah Klan yang sangat sombong dan angkuh. Mereka sering memantik pertikaian dengan beberapa Klan lain. Hanya Klan Yi yang tidak mereka sentuh sebab Klan Yi adalah rival yang sama kuat dengan Klan Lang. Dengan adanya tetua ketiga yang memiliki bakat tinggi, Klan Lang menjadi lebih sembrono beberapa puluh tahun belakangan. Mereka menaksir bahwa tetua ketiganya akan menjadi orang terkuat di Desa Cendana kelak.


"Hmm.. Jadi begitu. Pantas saja mereka sangat ingin melindungi wanita itu saat aku hendak membunuhnya," kata Ling Tian.


"Itu sudah tentu! Sebab wanita itu adalah aset yang sangat berharga bagi Klan Lang!" ujar Yi Bei.


"Tapi sekarang aset berharga itu telah raib dan sudah menghadap Dewa Yama di neraka. Hahaha," ucap Ling Tian.


"Kamu benar saudara Tian. Kerugian Klan Lang atas kematian wanita itu sangatlah besar! Dengan ini Klan Yi akan dipastikan tetapbmenjadi Klan terkuat disini! Hahaha." bangga Yi Bei sambil teratawa terbahak-bahak.


Ling Tian dijamu dengan baik oleh para anggota Klan Yi. Dia juga sangat senang dengan semua itu. Ling Tian juga sedikit menceritakan tentang dirinya dan Klan Lingnya.


Setelah usai berpesta kecil-kecilan itu, Ling Tian berpamit undur diri ingin beristirahat dan memulihkan tenaganya yang sempat terkuras.


"Baik! Silakan saudara Tian. Jika ada apa-apa yang dibutuhkan, jangan sungkan meminta kepada kami," kata Yi Bei.


"Kalau begitu aku tidak akan sungkan." ucap Ling Tian tersenyum manis.


Ling Tian segera menuju kamarnya dan membaringkan tubuhnya diatas kasur. Dia berniat akan melanjutkan lagi perjalanannya esok hari setelah bersarapan.


'Baik! Mari menunju alam mimpi dulu! Hehehe..' gumam Ling Tian lalu menutup matanya.


.


.


.


________________&&&&.


Tinggalkan like, komentar, atau votenya...


Kata-kata hari ini:


"Bukan kamu yang selalu kekurangan tapi kamulah yang kurang mensyukuri nikmat Tuhan Semesta Alam!" ... (Y)😌

__ADS_1


__ADS_2