Ling Tian

Ling Tian
Sudah Saatnya!


__ADS_3

"Baiklah.." Patriark Li Duanren akhirnya menerima hadiah tersebut dengan tangan terbuka setelah mendengar ucapan Ling Tian.


Setelah itu, mereka saling mengobrol dan berbicara ngalor-ngidul sampai beberapa waktu lamanya. Tidak jarang pula terdapat tawa yang menggelegar menghiasi obrolan orang-orang kuat tersebut.


Tuan Muda Li Shin yang merasa paling kecil dan lemah hanya bisa terdiam tidak berdaya. Dalam batinnya, dia bertekad untuk menjadi lebih kuat lagi dan lagi sehingga menyamai orang-orang dihadapannya.


"Saudaraku! Mungkin hanya sampai disini kita berbicara! Kami harus kembali dan melatih para murid kami lagi!" ucap Wei Hun yang merasa sudah cukup dan waktunya untuk kembali kedalam dunia jiwa.


"Ohh.. Sudah mau kembali?" Ling Tian bertanya untuk memastikan.


"Benar sekali bocah! Aku merasa mereka seperti sedang menunggu kepulangan kami!" Long Yuan yang menjawab.


"Baiklah jika begitu!" angguk Ling Tian.


Ling Tian tidak berdiri dari tempat duduknya, dia hanya melambaikan tangan untuk membuka pintu gerbang dunia jiwa. Setelah kekuatannya meningkat, dia tidak lagi perlu membuat segel rumit untuk membukanya.


Saudara-saudara Ling Tian segera berdiri dan berpamit memasuki celah spasial yang sepenuhnya sudah terbentuk.


"Jika begitu, kami pergi dulu!" ucap Wei Hun.


"Silakan.." jawab Ling Tian.


Zheeeepp!


Keempat orang yang berada di ranah Puncak Pendekar Berlian tersebut menghilang secara bersamaan dan tertutup pula lah pintu gerbang dunia jiwa.


Patriark Li Duanren dan putranya Li Shin akhirnya bisa bernafas lega karena keempat sosok yang mungkin saja bisa menghancurkan seluruh Sekte Neraka dengan hanya beberapa menit jika sampai menyinggung mereka.


Namun begitu, mereka berdua penasaran kemana perginya keempatnya setelah memasuki sebuah celah spasial yang tiba-tiba terbentuk karena lambaian tangan Ling Tian.


"Maaf Tuan Muda! Kemanakah mereka semua pergi?" tanya Patriark Li Duanren yang memberanikan diri.


"Ooh.. Patriark cukup penasaran ternyata! Mereka pergi kesebuah tempat tersembunyi yang mana hanya kami sajalah yang mengetahui!" jawab Ling Tian dengan senyum yang terlihat misterius.

__ADS_1


"Jadi begitu! Maaf jika sebelumnya lancang Tuan Muda Ling!" ujar Patriark Li Duanren.


Jdeeerrrrr...


Belum lagi Ling TIan sempurna membuka mulutnya, tiba-tiba suara petir diatas langit menggelegar dengan sangat keras.


"Kesengsaraan saudara We!" ujar Ling Tian yang sudah tahu bahwa petir ini adalah milik saudaranya yang telah berhasil menembus ranah Pendekar Platinum.


Ling Tian cukup terkejut mengetahui Ling We hanya membutuhkan waktu satu bulan baginya untuk menembus ranah selanjutnya dari yang sebelumnya hanya berada di ranah Pendekar Emas Awal Bintang 4. Bakat Ling We bukanlah omong kosong belaka!


Ling Tian dan kedua anak dan ayah itu segera keluar dari aula tamu guna melihat proses kesengsaraan Ling We. Tidak lama, ketiganya telah sampai di dekat Ling We yang sedang berdiri disuatu tanah lapang belakang kediaman Patriark Sekte Neraka.


Ling We tidak memperhatikan kehadiran tiga orang sama sekali. Dia hanya melihat kearah dimana awan hitam keemasan dan gemuruh petir menggelegar dengan memasang wajah serius.


"Saudara We!" panggil Ling Tian dengan sedikit berteriak.


Ling We hanya melihat kearah dimana suara saudaranya itu muncul tanpa membuka suaranya untuk memberi sahutan.


"Petir yang akan kamu jalani adalah kesengsaraan surgawi! Kamu peragakan teknik pedang Klan Ling dan gunakan pedang ini!" ujar Ling Tian sambil melemparkan pedang pusaka tingkat merah dari cincin penyimpanannya. Pedang itu tidak lain adalah Pedang Samudera Kegelapan. Ling We dengan sigap menangkap dan lansung menghunuskannya.


"Ini tidak mungkin!" ujar Patriark Li Duanren yang seluruh tubuhnya menjadi sangat lemas karena berulang kali hari ini dirinya terkejut. Pertama, saat dirinya harus duduk bersama orang-orang super. Kedua akan melihat orang yang hendak menjalani kesengsaraan surgawi yang menurut catatan yang pernah Li Duanren baca adalah kesengsaraan tertinggi yang pernah ada. Dan yang ketiga adalah ternyata Tuan Muda Ling Tian yang ada didepannya ini memiliki senjata pusaka tingkat merah ada bersamanya. Padahal dirinya jelas tahu bahwa pernah terjadi perang benua yang maha dahsyat hanya karena senjata pusaka tingkat merah.


"Ada apa Patriark?" tanya Ling Tian yang sebelumnya sedikit mendengar gumaman Patriark Li Duanren dan saat ini melihat orang tua paruh baya itu begitu tidak bertenaga.


"Ah! Tidak apa-apa Tuan Muda! Itu, apakah benar pedang yang sebelumnya Tuan Muda Ling lemparkan itu ada di tingkat merah?" jawab Patriark Li Duanren lalu bertanya balik.


"Oh? Pedang itu? Memang benar! Pedang Samudera Kegelapanku berada ditingkat senjata merah!" jawab Ling Tian dengan tenang.


"Pedang Samudera Kegelapan? Nama yang sangat bagus!' ujar Patriark Li Duanren memberikan komentar.


"Terima kasih atas pujiannya Patriark Li!" kata Ling Tian.


.

__ADS_1


.


Ling We mengunuskan pedang milik saudaranya dan merasakan sensasi yang sangat berbeda yang pernah dia alami saat memegang senjata pusaka.


'Apakah pedang ini berada diatas tingkat hijau sempurna?' tanya Ling We kepada dirinya sendiri.


Zheep!


Ling We kembali melihat kearah langit dengan serius saat merasakan aura membunuh sangat kuat dari sosok berzirah emas tiba-tiba muncul dari awan hitam yang terus begumpal.


"Semangat saudara We! Jangan lupa potong sedikit demi sedikit seperti biasa! Haha.." teriak Ling Tian sambil membuat canda namun sangat garing.


Patriark Li Duanren dan Tuan Muda Li Shin sampai melihat Ling Tian dengan tatapan aneh dan sulit diartikan.


Swuuusshh...


Ling We terbang melayang menghampiri sosok berzirah emas atau prajurit surgawi itu dengan tanpa takut sedikitpun. Dia juga dengan tanpa ragu menyerang prajurit surgawi dengan teknik pedang Klan Ling, Teknik Pedang Petir.


Trankk!


Tebasan pertama Ling We berhasil prajurit surgawi itu tangkis dengan sempurna. Namun begitu, tubuhnya ikut terdorong beberapa langkah jauhnya.


"Sial! Dia ternyata juga sangat kuat dan cepat!" keluh Ling We.


Ling We kembali menyerang prajurit surgawi dengan teknik pedang Klan Ling. Mendapati dirinya diserang, prajurit surgawi tersebut tentu tidak tinggal diam. Dia langsung menangkis serangan Ling We dengan cepat dan tepat. Jika memiliki kesempatan, prajurit surgawi juga memberikan serangan balik yang cukup menyulitkan bagi Ling We.


Pertarungan antara Ling We dengan prajurit surgawi berjalan dengan sengit dan lama. Hingga saat setelah dua jam berlalu, Ling We berhasil memenggal kepala prajurit surgawi.


Tubuh dan kepala prajurit surgawi yang terpotong lalu menjadi partikel-partikel cahaya yang kemudian teresap oleh tubuh Ling We.


Bhuusshh...


Aura ranah Pendekar Platinum Awal Bintang 2 milik Ling We meledak dengan gila. Ling We melayang diatas langit dan tersenyum karena sangat senang.

__ADS_1


"Oooy! Sudahlah! Biasa saja! Baru juga ranah Pendekar Platinum! Cepat turun dan ganti pakaian! Sudah saatnya kita melanjutkan petualangan!"


Tiba-tiba suara teriakan milik saudaranya terdengar menggelegar digendang telinga Ling We dan tentu membuat moodnya hancur. Begitu pula dengan senyumnya yang merosot dan berbalik seratus delapan puluh derajat.


__ADS_2