
Semua orang tidak menjawab apapun. Tidak! Lebih tepatnya tidak berani mengucapkan sepatah kata! Dengan aura tirani ranah Pendekar Platinum dari Ling Jun siapalah para semut yang berani berpolah?
Bahkan untuk Ling Bo Teng sendiri yang notabenya adalah kakak Ling Jun baru bisa tersadar setelah beberapa waktu ditegun karena terkejut. Dia baru tahu bahwa Ling Jung telah menginjak ranah Pendekar Platinum. Pasalnya Ling Jun selama ini selalu menyembunyikan kultivasi atau menyegelnya hingga ranah Pendekar Emas Awal.
"Ayo katakan! Siapa lagi yang hendak menyalahkan tindakan putraku dan menjelek-jelekkannya? Biar sekalian kubunuh sekarang juga dan nanti kukunjungi klannya dan aku ratakan!" ujar Ling Jun masih dengan kemarahannya.
"Adik.. Sudah cukup! Tarik auramu!" kata King Bo Teng.
Ling Jun hanya mengangguk pelan dan menarik aura tiraninya sehingga membuat semua orang bisa kembali bernafas dengan lega. Jejak ketakutan tercetak jelas dimata semua orang. Benar-benar menakutkan!
"Aku hanya mengingatkan kalian semua yang tua-tua. Ajarilah generasi muda kalian dengan sikap baik dan sopan santun. Kalian sama sekali tidak tahu mengapa putraku melakukan hal hingga sedemikian rupa. Tapi coba kalian berfikir dengan jernih! Ling Tian putraku berusaha mendidik generasi muda kalian untuk berpolah dengan baik dan sopan jika berada diluaran sana..."
"Aku yakin putraku tidak semata-mata melukai generasi muda kalian tanpa suatu alasan!..."
"Lalu menanggapi hal kalian memanggil dan mengumpulkan aku dan kakak Bo Teng disini, kalian benar-benar seperti bocah tak berakal! Sejak kapan metode turnamen menjadi sesuatu yang untuk diperdebatkan?..."
"Bahkan jika kalian bertanya kapadaku sekalipun, maka aku juga akan menjawabnya tidak tahu! Hanya putraku Ling Tian yang tahu!..."
"Dia yang telah mengatur semuanya dan bahkan telah menyiapkan sebuah hadiah yang lebih besar dan mewah dari turnamen yang diadakan sebelum-sebelumnya..."
"Putraku juga mengatakan bahwa dia juga ingin memberikan sebuah manfaat untuk para generasi muda atau mungkin saja bisa meningkatkan kekuatan mereka seperti halnya yang dia lakukan kepada Klan Ling!.."
"Bukankah kalian sudah melihat bagaimana Klan Ling yang dikatakan kecil itu nyatanya hanya dengan satu orang sepertiku saja maka sudahlah cukup untuk menghabisi kalian dan klan kalian! Ketahuilah itu semua adalah jasa dari putraku!"
Ling Jun memberikan pidato yang lumayan panjang untuk memberikan panjelasan yang dia ketahui. Setelah itu, dengan tanpa menghiraukan semua orang Ling Jun mengajak kakaknya Ling Bo Teng untuk pergi dari ruang pertemuan.
"Mari kak! Kita tinggalkan pertemuan tidak berguna ini!" ajak Ling Jun yang langsung keluar dari ruangan.
"Ya!" Ling Bo Teng atau Patriark Ling hanya menurut dan mengikuti Ling Jun dari belakang.
Setelah kepergian kedua orang berpangkat tertinggi dari Klan Ling, suasana didalam aula pertemuan itu masihlah hening untuk beberapa saat lamanya.
Mereka masih tidak percaya dengan kekuatan Klan Ling dan kehebatan Ling Jun. Hanya dengan aura dan niat membunuh saja Patriark Klan Ao, Ao Xan dibuat terkapar tidak berdaya. Bagaimana jika menyerangnya dengan fisik? Mungkinkah akan menjadi abu atau minimal kabut darah dalam sekali hantam? Sekuat inikah kekuatan sejati ranah Pendekar Platinum? Lalu bagaimana dengan putranya yang dikatakan telah mencapai rang Pendekar Berlian Akhir? Benar-benar mengerikan Klan Ling ini! Fikir semua orang.
"Baiklah.. Kita bubarkan pertemuan ini! Kita telah menyinggung orang yang tidak seharusnya kita singgung! Segera rawat Ao Xan itu. Jangan sampai dalam waktu tiga hari dia belum siuman! Karena akan membuat mental generasi muda klannya rapuh sebelum bertanding!" tutur Penguasa Kota Awan.
"Baik Tuan Kota!" jawab beberapa pria disana dengan serentak.
"Yasudah.. Bubar sekarang!" ujar Tuan Kota Awan.
"Baik!"
__ADS_1
Akhirnya semua orang berdiri dari tempat duduknya dan membubarkan pertemuan tidak berguna ini.
***
Tiga hari kembali berlalu dengan sangat cepat. Ini adalah pagi yang begitu ramai. Semua orang menuju satu titik ditempat yang sangat luas yang diinstruksikan oleh Klan Ling sebelumnya. Benar! Hari ini adalah hari dimana turnamen antar klan akan segera dimulai.
Para penonton yang berjumlah ribuan sudah memenuhi kursi yang disediakan. Bahkan tidak sedikit pula dari mereka yang harus duduk disana dari satu atau dua hari sebelum hari dimulainya turnamen demi mendapat tempat duduk didepan.
Terlebih lagi mereka yang hanya rakyat kelas rendah mendengar bahwa Kaisar atau penguasa mereka juga ikut hadir dalam acara akbar ini, maka rasa ingin menyaksikan turnamen dan melihat junjungan mereka kian bertambah dan bertambah.
Para tamu kehormatan sudahlah menempati tempat duduk yang disediakan. Untuk para Patriark dan Tetua Klan juga diberikan tempat khusus diatas semuanya. Mereka bisa dengan jelas melihat area yang sangat luas dan satu arena ditengah-tengahnya.
"Yang Mulia Kaisar Wei telah tiba!"
Tiba-tiba sebuah teriakan dari seorang pria berzirah perak terdengar menggelegar. Benar! Dia adalah Jendral Utama yang telah pulih dari luka yang diberikan Ling Tian.
Kaisar Heian, Wei Ziin, Wei Yuji dan beberapa petingginya berjalan dengan tenang menuju kursi kehormatannya. Dia melihat semua orang dengan tatapan kebijaksanaan.
Brruuuugg!
Semua orang segera berlutut dihadapan sang penguasa daratan timur.
Kaisar Heian mengangguk pelan. Dia segera mengangkat tangan dan memberi kode semua orang untuk berdiri.
"Berdirilah kalian semua! Penghormatan kalian telah Yang Mulia terima!" teriak Jendral Utama Kekaisaran Wei.
Semua orang dengan patuh kembali menegakkan badan. Bisik-bisik dari mulut ke mulut segera terjadi.
"Sungguh! Aku tidak menduga bahwa hari ini aku bisa menyaksikan Yang Mulia Kaisar Wei dengan mata kepalaku sendiri!"
"Benar katamu! Aku pun juga seperti itu. Aku sangat bersyukur datang ke acara turnamen ini!"
"Haha.. Sepertinya Klan Ling ini selama ini telah berhasil menipu kita semua. Klan yang dikatakan lemah dan kecil nyatanya memiliki koneksi yang sangat hebat dengan para penguasa! Kau lihat dua orang yang dibelakang Yang Mulia Kaisar?"
"Iya.."
"Mereka adalah Wei Yuji dan Chi Fan! Wei Yuji adalah Penguasa Kota Qingque sekaligus keponakan Yang Mulia Kaisar! Sementara Chi Fan adalah Penguasa Kota Zhongjian! Aku dengar Tuan Kota Chi Fan ini juga telah tunduk kepada Tuan Muda Klan Ling, Ling Tian.
"Tch! Tuan Muda Ling Tian ini benar-benar seperti anak surga saja! Masih sangat muda tapi sangat kuat dan berbakat!"
"Iya.. Aku juga sangat iri!"
__ADS_1
"Tapi ngomong-ngomong, bukankah itu adalah Tuan Putri Wei Ziin? Kecantikan dan kelembutan tidak tertandingi Kekaisaran Wei? Ah.. Aku sangat mencintainya!"
"Sssttt.. Pelankan suaramu bodoh! Apa kau ingin mati?"
"Memangnya kenapa? Apakah ada masalah jika aku mencintai kecantikan tiada tara? Aku pria normal ooiii! Jadi biasalah!"
"Apa kamu tidak tahu kabar terkini bahwa Tuan Putri Wei Ziin itu sangat dekat dengan Tuan Muda Ling Tian? Apa kamu berani menjadi saingannya?"
"Apaaa! Jadi-.."
"Benar sekali!"
"Sial! Aku lebih baik mundur mulai sekarang juga daripada harus dipotong kaki atau tanganku oleh Tuan Muda Ling!"
"Hahaha.. Kam-"
Obrolan kedua orang itu terputus dengan terpaksa saat seorang pemuda yang memasang wajah malas terbang menaiki panggung arena. Benar! Dia adalah Ling We! Dia ditunjuk oleh Patriark Ling untuk menjadi pembawa acara. Awalnya dia terus menolak dengan alasan sakit perut, suara serak, kepala tiba-tiba pening atau alasan lainnya. Namun setelah Ling Jun, ayah dari sahabatnya ikut memintanya, maka dengan terpaksa Ling We mengangguk dan menurutinya.
"Selamat datang di Klan Ling kami! Perkenalkan namaku Ling We! Kali ini-.. Ah.. Sudahlah! Tidak usah basa-basi lagi! Turnamen antar klan saya nyatakan dimulai!" teriak Ling We.
__________________________________
*Assalamu'alaikum wr. wb.
Hai para readers semua. Salam terindah dari Author dan Long Yuan!
Mohon maaf bila Author banyak-banyak kesalahan dalam penuturan kata atau malah menyinggung para readers Ling Tian semua.
Author minta maaf karena keterlambatan Up ini yang harusnya jam 3 pagi sudah rilis. Tadi malem Author ketiduran pas lagi ngetik.
Disini Author hanya ingin menyapa dan mengucapkan beribu terima kasih kepada kalian yang masih terus setia menemani perjalama LT hingga mencapai titik ini. Terlebih kepada pemilik akun atas nama 'Malas Baca' yang telah menjadi pembaca teraktif dan akun atas nama 'SuHaRdI' yang menjadi pembaca terbanyak di minggu ini.
Author tidak bisa memberikan apapun kepada kalian berdua dan semuanya kecuali hanya ungkapan terima kasih yang setulus-tulusnya. Author do'akan semoga para readers semua selalu sukses dan terkabul segala hajat dan harapannya di dunia dan akhirat. Aamiin.
Jangan lupa VOTE.nya! Ini hari senin brey! Ingeeet!😁
Sekian.
Wassalamu'alaikum wr. wb.
__ADS_1