Ling Tian

Ling Tian
Klan Lang Lagi


__ADS_3

"Hyaaat!"


Ling Tian yang memiliki intitusi tinggi bahwa akan ada bahaya dari arah belakang langsung menghindarinya dan berhasih selamat.


Swuuusshh...


Boommm...


"Hoho.. Ternyata kau cukup waspada bocah b*ngsat!" ucap Patriark Lng Shan.


Ling Tian melihat kearah sumber suara, spontan dia dapat mengetahui bahwa mereka berempat adalah anggota Klan Lang.


"Hm.. Ternyata kalian orang-orang Klan Lang. Apa masih belum puas setelah aku memberi pelajaran dengan kalian?" tanya Ling Tian dengan seringai iblisnya.


"Mati saja kau bocah sialan!" teriak Patriark Lang Shan kemudian menyerang Ling Tian dengan tapaknya.


Swuuushh..


Melihat serangan, Ling Tian menghindar dengan cepat. Dia tidak ingin mengambil resiko jika harus beradu pukul dengan Patriark Lang Shan yang mempunyai kultivasi tinggi di Pendekar Perunggu Tahap Awal Bintang 9.


Boommm...


"Ternyata kau sangat cepat! Pantas saja tetua ketiga tidak mampu mengalahkanmu!" ujar Patriark Lang Shan. Sementara tetua pertama dan kedua hanya menyaksikan perkelahian dan akan bertindak jika ada bahaya menghampiri Patriark.


Ling Tian yang berhasil menghindari serangan kedua lawannya langsung menyiapkan kuda-kudanya dan mengeluarkan pedang pusakanya.


"Hoho.. Pedang Pusaka? Hahaha! Ini akan jadi keberuntungan besar! Setelah aku membunuhmu, pedang itu akan menjadi milikku!" ucap Patriark Lang Shan sembari tertawa terbahak-bahak.


"Huh! Ambil saja jika kamu bisa!" sengit Ling Tian.


"Tentu saja aku sangat mampu! Hanya merebutnya dari orang lemah sepertimu!" ejek Patriark Lang Shan.


Ling Tian tidak menanggapi ejekan itu. Dia bersiap dan langsung menyerang Patrark Lang Shan dengan jarak dekat. Sementara Patriark Lang Shan cukup terkejut dengan kecepatan serangan pedang Ling Tian. Dia terus menghindari tebasan serta sayatan Ling Tian. Meski gerakan Ling Tian tidak cukup beraturan, tapi cukup berbahaya jika sampai lalai sedikit saja.


Patriark Lang Shan juga mengeluarkan Pedang Pusaka Tingkat Putihnya dari cincin penyimpanan. Dia menahan serangan cepat Ling Tian.


Trank! Trank! Trank!


Bunyi tabrakan pedang terdengar dengan keras. Dibarengi dengan percikan api kecil saat pergesekan membuatnya terlihat indah namun berbahaya. Ling Tian yang terus bergerak menyerang tidak sedikitpun ingin menjeda. Gerakan-gerakan berpedangnya cukup lumayan teratur setelah dia mengambil pelajaran dari pertarungan lawan tanding dengan Yi Shu.


Sreett...


"Ugh!"

__ADS_1


"Hahaha.. Kecepatanmu memang luar biasa untuk manusia yang tidak punya tenaga dalam. Tapi untuk melawan dan mengalahkanku kau butuh waktu seratus tahun lagi!" ejek Patriark Lang Shan setelah berhasil melukai Ling Tian.


"Hm.. Sombong sekali! Luka seperti ini tidak ada eveknya sedikitpun untukku!" jawab Ling Tian setelah mundur beberapa langkah.


"Hahaha.. Benarkah? Baik! Akan aku tambah lagi luka yang seperti itu di seluruh tubuhmu!" kata Patriark Lang Shan.


Sementara Ling Tian tidak ingin berlama-lama dalam pertarungan, dia menyimpan kembali pedang pusakanya kedalam sarungnya. Dia berniat menggunakan jurus Pukulan Pelebur Bumi. Tindakannya tentu membuat Patriark Lang Shan dan kedua tetua mengangangkat alisnya keheranan.


"Apa yang kau lakukan bocah? Apa kamu sudah menyerah dan pasrah siap menerima kematianmu?" ucap Patriark Lang Shan mengejek.


Ling Tian sama sekali tidak menggubris. Dia terus berfokus untuk bersiap menarik aura langit dan bumi secara besar-besaran kegenggaman tinjunya. Patriark Lang Shan sangat terkejut saat merasakan tarikan aura langit dan bumi mengarah kearah Ling Tian.


Begitu juga dengan kedua tetua Klan Lang yang sedari tadi hanya menyaksikan pertarungan.


"Tidak! Patriak bisa dalam bahaya! Mari kita bantu!" ucap tetua pertama.


"Iya, mari!" jawab tetua kedua.


"Hoho... Kalian ingin ikut campur pertarungan mereka? Maka langkahi dulu mayatku!" tiba-tiba suara terdengar ditelinga kedua tetua Klan Lang bersamaan dengan munculnya dua orang yang sangat dikenali oleh Ling Tian dan semua orang-orang Klan Lang.


"Yi Bei! Yi Jireu!" teriak marah tetua pertama Klan Lang.


*****


"Tetua pertama Yi Jireu, tetua Bei!" panggil Patriark Yi Sun Sang.


"Kami Patriark!" jawab tetua pertama Yi Jireu dan tetua Bei.


"Ikuti secara diam-diam saudara Tian saat sudah keluar Klan. Aku merasa Klan Lang tidak akan semudah itu melepas dia setelah apa yang telah saudara Tian!" perintah Patriark Yi Sun Sang.


"Baik Patriark! Saya juga merasa demikian. Saya yakin para anggota Klan Lang atau bahkan Patriark Lang Shan sendiri akan menyergap saudara Tian," ucap tetua Bei.


"Iya! Maka dari itu, pastikan keselamatan saudara Ling Tian hingga dia sampai di Hutan Gelap. Pantau terus dia dari jarak jauh!" ujar Patriark Yi Sun Sang.


"Baik!" turut mereka berdua.


"Segera pergilah!" ucap Patriark Yi Sun Sang.


"Kami pamit Patriark dan tetua sekalian!" kata tetua Bei dan tetua pertama.


"Ya, silakan!"


Mereka berdua melesat pergi dari aula dan terus membuntuti tanpa sepengatahuan Ling Tian. Hingga saat mereka tahu kedua tetua Klan Lang akan membantu dan mengganggu Ling Tian, Yi Bei dan tetua pertama Yi Jireu langsung bertindak menghadang.

__ADS_1


*****


"B*ngsat kalian! Jangan ikut campur urusan kami!" bentak tetua pertama Klan Lang.


"Hoho.. Bagaimana kami tidak ikut campur sementara kalian bertiga ingin menghabisi suadara kami?" ucap tetua Bei santai. Raut wajahnya masih sangat tenang seperti air. Hal itu sangat membuat geram kedua tetua Klan Lang.


"Saudara? Sejak kapan pemuda sialan itu menjadi saudra kalian?" tanya tetua kedua Klan Lang keheranan.


"Sejak dia berhasil menghabisi aset paling berharga kalian! Hahaha," jawab tetau Jireu sambil tertawa terbahak-bahak.


"B*angsat! Mati saja kau Yi Jireu!"


Tetua pertama Klan Lang yang sudah kalap oleh amarahnya langsung menghunuskan pedang dan menerjang kearah Yi Jireu.


"Hahaha.. Lakukanlah jika kau mampu!" jawab Yi Jireu masih terus tertawa, kemudian menghindari serangan tebasan pedang tetua pertama Klan Lang.


Yi Bei hanya melihat Yi Jireu lalu menggelengkan kepala. Dia sangat heran dengan betapa pintarnya Yi Jireu memprovokasi lawan.


"Apa kau tidak ingin bertarung seperti mereka?" Yi Bei bertanya dengan santai kepada tetua kedua Klan Lang. Sementara orang yang ditanya tampak wajah keraguan sebab lawan yang harus dihadapi adalah Yi Bei. Semua tetua di Klan Lang atau bahkan semua orang di Desa Cendan sangat tahu nama orang-orang yang harus diwaspadai karena kekuatannya dan dilarang memprovokasi. Salah satunya adalah Yi Bei atau tetua Bei dari Klan Yi.


Yi Bei memanglah tidak menonjolkan kekuatannya. Dia bersifat sangat lembut dan rendah hati kepada semua orang bahkan kepada musuhnya. Hal itulah yang malah membuatnya sangat disegani.


Tetua kedua Klan Lang masih saja diam dan tidak bergerak sedikitpun.


"Baiklah. Kita lihat saja pertarungan mereka. Bukankah itu lebih baik?" Yi Bei tersenyum hangat. Namun bagi tetua kedua Klan Lang senyuman itu layaknya senyuman iblis yang siap membunuhnya kapanpun jika dia berani bergerak.


*****


"Bersiaplah menemui ajalmu tua bangka!" teriak Ling Tian.


.


.


.


________________&&&&.


Tinggalkan like, komentar, atau votenya...


Kata-kata hari ini:


"Kuwe reti mumet? Mumet adalah dimana posisi endas lagi ora singkron, pikiran macet, bayangan butek, krono nanggepi keadaan seng soyo suwe soyo ugal-ugalan!" Jiaannn 🤦🏻‍♂️.... 😂

__ADS_1


__ADS_2