
Desiran angin yang disertai dengan turunnya hujan salju yang terasa begitu dingin menusuk tulang terus menerpa wajah dari Ling Tian, Leluhur Xueren Chong dan si kucing hitam jadi-jadian yang imut alias Mao An.
Ling Tian dan Leluhur Xueren Chong terus melangkahkan kaki mereka menuju ke arah bukit es abadi. Semakin dekat mereka dengan bukit es abadi itu maka semakin berat pula tekanan gravitasi yang mereka rasakan. Ditambah lagi dengan suhunya mungkin yang sudah berada di minus 10 derajat celcius yang merupakan suhu yang sangat rendah dan mampu membekukan darah.
Setengah jam telah berlalu. Saat ini mereka sudah berada di depan bukit es abadi yang memancarkan aura dingin luar biasa. Mereka berniat hendak melangkahkan kaki menuju ke arah atas bukit namun sebelum itu Mao An yang sudah tidak bisa lagi menahan suhu dingin di tempat itu langsung meminta kepada Ling Tian untuk memasukkannya ke dalam dunia jiwa.
"Hoo.. Akhirnya kamu menyerah juga saudaraku!" ucap Ling Tian dengan senyuman yang sedikit mengejek.
"Cepat Tuan Muda! Bukalah pintu gerbang dunia jiwa sekarang! Apa Tuan Muda ingin membunuhku?" ujar Mao An yang penuh dengan keluh dan kesahnya.
"Hahaha.. Janganlah mati dulu saudaraku! Kamu masih belum bisa menyusul kakak kedua sekaligus guru besar panutanmu itu!" kata Ling Tian sambil membuka pintu gerbang dunia jiwa dan melemparkan tubuh kecil Mao An ke dalamnya.
Setelah mengurus perkara kecil itu Ling Tian dan Leluhur Xueren Chong kembali melanjutkan perjalanannya untuk mendaki perbukitan es abadi. Ling Tian merasa bahwa semakin dia banyak melangkah di perbukitan itu maka semakin diperkuat pula elemen es yang dimilikinya.
"Xueren Chong! Bagaimana jika kita berdua berkultivasi di tempat ini? Aku merasa bahwa elemen es milikku menjadi sangatlah kuat di tiap detiknya saat hawa dingin di tempat ini memasuki tubuhku!" ucap Ling Tian sambil menatap ke arah Leluhur Xueren Chong.
"Tuan Muda! Aku tidak bisa melakukan hal seperti itu karena es abadi yang ada di tempat ini sangatlah tidak cocok dengan elemen es yang kumiliki! Shen Zhu Xueren memang memiliki elemen es sebagai identitasnya! Namun karena begitu lemahnya elemen es yang kami miliki, maka kami hanyalah menjadi sebuah klan rendah yang ada di alam dewa dan akhirnya jatuh di Benua Langit ini!" ujar Leluhur Xueren Chong menjelaskan.
"Jadi maksudmu tempat yang penuh akan energi es ini tidak bermanfaat untuk kalian?" tanya Ling Tian terkejut.
"Benar sekali Tuan Muda! Hanya sesuatu yang berada di dalam segel itulah yang bermanfaat untuk kami serap!" kata Leluhur Xueren Chong menganggukkan kepalanya.
__ADS_1
"Baiklah jika begitu! Aku akan berkultivasi selama beberapa saat di tempat ini! Kuharap kamu tidak akan bosan menungguku hingga selesai!" ujar Ling Tian.
"Orang tua ini akan menjaga Tuan Muda selagi Tuan Muda berkultivasi!" ucap Leluhur Xueren Chong sambil membungkukkan sedikit badannya dan menangkupkan kedua tangannya.
"Baik! Terima kasih kalau begitu!" ucap Ling Tian kemudian dia mencari tempat yang cocok untuknya berkultivasi.
Setelah menemukan sebuah tempat yang tentu saja terbuat dari es abadi namun terlihat seperti sebuah batu yang terlihat datar dan cukup nyaman untuk diduduki. Ling Tian segera duduk bersila dengan sikap lotus dan menutup kedua matanya lalu menjalankan manual kultivasi pelahap miliknya. Tidak butuh waktu lama dirinya langsung larut di dalam meditasinya.
Zhuuung!
Tiga buah pusaran angin hitam segera tercipta dari arah belakang Ling Tian yang menarik seluruh energi dingin di tempat itu yang membuat Leluhur Xueren Chong terkejut dan membelalakkan matanya akibat merasakan fluktuasi udara yang sangat begitu mengerikan yang berpusat di tempat Ling Tian.
Saat ini Ling Tian hanya menggunakan manual kultivasi pelahap tingkat paling rendahnya saja dan hanya berfokus untuk menarik energi dingin guna menaikkan tingkatan atau kekuatan dari elemen es miliknya hingga ke titik tertinggi atau menjadi pemilik dari elemen es abadi.
.
.
Dua hari kemudian, Ling Tian akhirnya membuka matanya setelah merasakan kekuatan es yang dia miliki telah berubah mendekati kekuatan es abadi. Ling Tian tidak bisa melanjutkan kultivasinya karena bisa saja dia merusak ekosistem yang ada di tempat ini dan membuat daratan utara yang sebelumnya adalah daratan yang dingin berubah menjadi daratan tropis akibat hilangnya energi es abadi yang ternyata muncul dari perbukitan di tempat ini.
'Mungkin jika aku menyerap habis energi dingin di tempat ini maka aku akan menjadi satu-satunya kultivator yang memiliki elemen es abadi yang belum menjadi seorang dewa!' batin Ling Tian sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.
__ADS_1
Leluhur Xueren Chong yang merasakan bahwa fluktuasi udara telah berhenti dengan segera dia berjalan menuju ke arah Ling Tian. Dia lalu mengerutkan keningnya tidak merasakan kekuatan dari pemuda bertopeng separuh wajah diadakannya itu sama sekali bertambah kuat padahal dengan jelas dia dapat merasakan bahwa rasa dingin yang dimiliki oleh perbukitan es abadi ini sudah berkurang separuh lebih terserap oleh Ling Tian.
Leluhur Xueren Chong tidak mengetahui bahwa manual kultivasi pelahap yang Ling Tian miliki dapat dengan mudahnya menarik elemen-elemen tertentu atau energi apapun yang dikehendaki oleh pemiliknya.
"Kita lanjutkan perjalanan sekarang!" ucap Ling Tian mendahului Leluhur Xueren Chong yang padahal sudah membuka mulutnya lebar-lebar untuk memulai pembicaraannya.
"Baik Tuan Muda!" jawab Leluhur Xueren Chong.
Setelah melewati perbukitan yang terbuat dari es abadi itu, mereka akhirnya dapat melihat sebuah kotak kubus yang juga terbuat dari es abadi namun berwarna hitam berdiameter sekitar 200 meter persegi dan memiliki sebuah segel saya ke kuno yang hanya dapat dibuka dengan menggunakan kuncinya saja atau seorang ahli mantra segel dan formasi yang membuatnya.
"Kita telah sampai Tuan Muda!" ujar Leluhur Xueren Chong.
Ling Tian hanya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu dia berjalan mendekati kubus es hitam itu yang memiliki ukiran-ukiran segel seperti sebuah hexagram. Dia kemudian mengeluarkan kunci yang sebelumnya diberikan oleh Leluhur Xueren Chong dan memasukkannya ke dalam sebuah lubang yang berada di tengah-tengah ukiran segel hexagram itu.
Zhuuung!
Seketika segel itu bersinar dengan sinar biru yang sangat terang namun memiliki aura panas yang luar biasa.
"Ini adalah tempat yang digunakan untuk menaikkan sesuatu yang sangat panas! Pantas saja orang yang menjaga sesuatu itu memilih tempat ini kalau dapat meredam hawa panas yang luar biasa ini!" ucap Ling Tian dengan menganggukkan kepalanya tanda bahwa dirinya saat ini sudah mengerti.
Dia iya juga memiliki elemen api tidak merasakan efek dari sinar berwarna biru yang memiliki aura panas luar biasa itu. Berbeda dengan Leluhur Xueren Chong yang langsung bergerak menjauh untuk menjaga jarak karena elemen panas adalah elemen yang berlawanan dengan elemen yang dia miliki.
__ADS_1
Krakk! Krakk!