Ling Tian

Ling Tian
Kabur Dulu


__ADS_3

Pusaran angin hitam berbentuk kerucut itu semakin membesar dari waktu ke waktu dan semakin mendekat kearah jendral tombak. Sementara untuk jenderal golok, matanya terbelalak lebar dan berusaha memberikan bantuan kepada saudaranya.


"Jenderal Tombak! Bahaya! Cepat menghindar!" teriak jenderal golok sambil melesat kearah pusaran angin hitam yang akan segera mengenai jenderal tombak.


Jenderal tombak yang tidak menyangka bahwa serangan tusukan dari jurus berpedang milik pemuda bertopeng dihadapannya sangatlah mengerikan sekali. Dia ingin menghindar, kesempatan itu sudahlah tidak ada lagi.


Dengan mengerahkan kekuatan terhebatnya serta menyuntikkan semua energi Qi dalam tombaknya, jenderal tombak berharap dia akan selamat.


Boommm...


Ledakan besar terjadi. Sapuan bilah angin yang sangat tajam seperti pisau menyebar kesegala arah. Jenderal tombak dan jenderal golok yang ikut membantu terlempar puluhan meter jauhnya dan memuntahkan seteguk darah dari mulut mereka. Tombak dari jenderal tombak juga terlepas dari pegangan tangannya.


Ling Tian bergerak membunuh keduanya, namun tiba-tiba saja dia merasakan ratusan aura kuat yang salah satunya adalah ranah Pendekar Perunggu Akhir. Ling Tian akhirnya memutuskan untuk mengambil tombak pusaka tingkat merah kualitas sempurna milik jenderal tombak yang tertancap tidak jauh dari ledakan mengerikan sebelumnya.


'Untuk sekarang, aku harus kabur dulu! Aku belum yakin mampu mengalahkan orang yang memiliki ranah kultivasi Pendekar Perunggu itu!' batin Ling Tian lalu melesat pergi meninggalkan tempat itu setelah mengambil tombak jenderal tombak dan menyimpannya dalam cincin penyimpanan.


.


.


Lima menit kemudian, ratusan orang primitif yang dipimpin langsung oleh Pimpinan tertinggi manusia primitif tiba ditempat pertarungan Ling Tian dan para manusia primitif.


Wajah Sang Pimpinan langsung menjadi suram saat melihat banyak prajuritnya mati dan dua jenderalnya terluka sangat parah.


"Cari dan telusuri semua kawasan! Bunuh semua manusia atau beast yang bukan dari dunia ini!" teriak murka Sang Pimpinan.

__ADS_1


"Baik!" jawab semua orang lalu mulai berpencar untuk mencari keberadaan Ling Tian.


***


Ditempat lain, Han Tianba juga tidak luput dari pertarungan melawan para manusia primitif yang hendak menangkapnya. Namun dia yang ternyata juga memiliki fisik kuat seperti Mao An dapat dengan mudah mengalahkan lawan-lawannya.


Dia mendapatkan cukup banyak senjata tingkat hijau kualitas sempurna dan satu senjata pedang tingkat merah kualitas menengah. Dia cukup puas dengan mengikuti masuk kedalam dunia ini dan terus mencari-cari manusia primitif dan membunuhnya dengan tanpa ampun.


Seperti sekarang ini, dia telah berhasil mengalahkan empat manusia primitif yang memiliki kultivasi ranah Pendekar Kayu Menengah sampai Akhir. Dia mengalahkan keempatnya dengan sangat mudah lalu setelahnya merampok senjata pusaka milik korbannya.


"Hehehe.. Dengan pedang pusaka tingkat merah dan energi aneh maha dahsyat yang berhasil kuserap sedikit, mungkin aku dapat mengalahkannya dengan beberapa usaha!" ucap Han Tianba sambil tersenyum menyeringai.


Ternyata Han Tianba juga memiliki tubuh yang berbeda dari orang-orang pada umumnya sehingga dia mendapatkan keberuntungan dapat menyerap energi aneh berwarna hitam putih yang terkandung dalam udara tipis.


Tidak hanya manusia primitif yang menjadi sasarannya, orang-orang dari Benua Langit yang bukan dari golongannya juga dia habisi dan rampok harta bendanya. Dirinya benar-benar mencerminkan pimpinan aliran hitam yang sesungguhnya.


***


Ditempat lainnya, Leluhur Tua Klan Lian atau Lian Qin yang terpisah dari Leluhur Xiao Chen dan Leluhur Song Mu kini nasibnya benar-benar tidak dalam kondisi baik. Dia kini menjadi buronan manusia primitif setelah kabur dan berhasil membunuh satu diantara kelima manusia primitif yang memiliki kekuatan ranah Pendekar Tembaga Puncak.


Dia juga sudah mendapatkan pedang pusaka tingkat merah kualitas rendah dari korbannya meski setelahnya harus berlari dan kabur dari kejaran manusia primitif lainnya.


Akan tetapi meskipun nasibnya saat ini sangatlah tragis dengan tubuh penuh luka, dia lebih beruntung daripada kedua saudaranya yang kini justru telah menjadi budak dari Mao An.


"Hahh.. Hahh.. Sial! Orang-orang primitif itu sangatlah kuat! Padahal hanyalah berada diranah Pendekar Tembaga saja!" keluh Leluhur Lian Qin dengan nafas yang tersengal-sengal. Dia beristirahat dari kejaran keempat komandan manusia primitif dan bersembunyi disebuah hutan yang sangat gelap karena terlalu rindang.

__ADS_1


Saat baru sekitar lima menit berhenti, dia tiba-tiba merasakan aura empat orang yang mengejarnya mulai mendekat kearahnya.


"Sial! Jika saja kultivasiku tidak ditekan hingga titik terendah, maka hanya dengan jentikan jari aku akan sanggup membunuh kalian?" ucap Leluhur Lian Qin yang sangat kesal dengan aturan ruang dalam dunia kecil ini.


Setelah itu dia pun kembali berlari sambil menggunakan ilmu meringankan tubuh untuk menghindar dari keempat manusia primitif yang ingin menangkapnya. Leluhur Lian Qin pernah melihat orang yang ditangkap oleh manusia primitif itu lalu diikat dan disembelih layaknya hewan kemudian dibakar dan dimakan dengan sangat lahap.


Token yang ada disaku atau cincin penyimpanan yang berguna untuk kabur meninggalkan dunia kecil ini seolah tidak berguna sebab para manusia primitif tidak membiarkan mangsanya bisa bergerak leluasa sampai bisa menghancurkan token.


***


Patriark Zhong Lin, Patriark Wen Wushang, Tetua Liong He dan Patriark Ma Rong tidak sengaja bertemu saat mereka sedang kabur dari kejaran manusia primitif. Mereka bergabung dengan banyak orang dari aliran putih hingga membentuk kelompok berjumlahkan seratus lima puluh orang.


Mereka berjalan secara serentak supaya dapat bahu-membahu untuk saling membantu satu sama lain dari setiap serangan manusia primitif. Alhasil, mereka berhasil mendapatkan cukup banyak senjata pusaka tingkat hijau kualitas sempurna dan membaginya dengan rata kepada seluruh anggotanya.


Tidak hanya itu saja, kelompok yang dipimpin oleh keempat orang itu juga mencari berbagai macam sumber daya yang berupa tanaman obat langka serta membunuh setiap orang yang berasal dari aliansi aliran hitam daratan Selatan pimpinan Han Tianba.


"Patriark Wusheng! Apa yang akan kita lakukan selanjutnya? Apakah kita akan bergerak mendekati perkampungan manusia primitif dan menyerang mereka?" tanya Tetua Liong He atau Raja Kota Xudong.


"Belum Tetua He! Kekuatan kita masihlah lemah sekali! Jika kita nekat menyerang mereka maka sama saja kita menyetor nyawa saja!" jawab Patriark Wen Wushang atau pimpinan tertinggi Organisasi Naga Pengelana.


"Benar yang dikatakan oleh Patriark Wen! Anggota kita juga masihlah terlalu sedikit! Kita harus merekrut lebih banyak lagi pasukan dengan memberikan iming-iming senjata pusaka tingkat hijau!" kata Patriark Zhong Lin menambahkan.


"Baiklah.. Waktu yang ditentukan oleh sang Naga Hijau juga masihlah ada 30 hari lagi! Jadi kita harus bersabar sedikit lagi!" tutur Tetua Liong He sambil menghela nafasnya panjang-panjang.


Dia sudah cukup lelah dengan keadaannya yang terus menjadi buronan manusia primitif yang memiliki kultivasi rendah namun nyatanya kekuatan mereka sangatlah kuat.

__ADS_1


__ADS_2