
Saat ini yang tersisa dari kultivator Klan Xueren adalah 130 orang saja. Itu pun kebanyakan di antara mereka sudah mengalami luka-luka yang berat maupun ringan.
Ling Tian berdiri dengan tegap di hadapan para kultivator itu. Angin dengan hawa dingin menusuk tulang membuat rambutnya yang panjang terurai berkibar-kibar dan terlihat sangatlah keren dan gagah sekali.
Satu-satunya kultivator wanita dari Klan Xueren itu hampir saja tergoda karena penampilan Ling Tian yang teramat sangat menggoda imannya. Untung saja dirinya teringat dan segera sadar bahwa pemuda bertopeng separuh wajah di hadapannya itu adalah seorang musuh yang telah membantai puluhan kultivator dari klannya.
"Siapa kau sebenarnya bocah? Dari klan dewa mana kau berasal?" ucap salah satu kultivator Ranah Kaisar Akhir yang kembali bertanya mengenai identitas Ling Tian.
Itu karena dia tidak yakin bahwa pemuda bertopeng separuh wajah di hadapannya itu adalah seorang manusia biasa. Meskipun dia tidak merasakan sebuah aura yang khusus hanya dimiliki oleh para dewa sepertinya, akan tetapi kekuatan dari pemuda bertopeng separuh wajah itu tidaklah normal layaknya manusia biasa yang telah banyak mereka bunuh karena memasuki kawasan dari wilayah terlarang.
Aura dewa sendiri adalah sebuah aura tipis berwarna keemasan yang menyelimuti seluruh tubuh seorang kultivator ataupun beast. Dengan aura itulah biasanya seseorang dapat mengetahui apakah dia hanyalah manusia biasa atau seorang dewa.
Aura dewa sendiri muncul dari seorang kultivator karena sudah membangkitkan kekuatan darah mereka secara penuh atau 100%. Sedangkan untuk Ling Tian, dia tentu saja tidak memiliki aura dewa karena bahkan 5% kekuatan darahnya saja belum terbangkitkan.
Waktu di Hutan Tanpa Batas, saat Ling Tian mengamuk karena saudara-saudarinya dilukai oleh Klan Bai, dia barulah secara tidak sengaja membuka atau membangkitkan kekuatan darahnya sebesar 3% saja.
"Apakah aku wajib menjawab pertanyaan darimu itu?" ucap impian yang balik bertanya kepada kultivator Klan Xueren.
"Setidaknya jika kamu nanti berhasil menghabisi kami semua atau kami berhasil membunuhmu, roh dan jiwa kami tidak akan penasaran sampai membuat terhambatnya kultivasi kami nanti!" jawab kultivator tersebut karena menyadari bahwa pertarungan mereka harus ada yang mati di salah satu pihaknya.
__ADS_1
"Hoo.. Begitu? Baiklah! Untuk menyingkat waktu, akan aku perlihatkan kepada kalian siapa diriku yang sebenarnya!" ucap Ling Tian sambil tersenyum.
Kemudian dia mengeluarkan aura kultivasinya yang sebenarnya yang disertai dengan ledakan elemen bayangan, cahaya, kegelapan, api, air, es, angin dan petir tanpa warna. Tidak hanya sampai di situ saja, Ling Tian juga mengeluarkan pemahamannya mengenai niat pedang serta jiwa pedang dan juga domain pedangnya.
Kultivasi Ling Tian hanya terlihat berada di Ranah Kaisar Puncak saja karena wilayah terlarang itu membatasi kultivasi seseorang hingga tingkat itu saja. Namun semua orang dari Klan Xueren dapat merasakan bahwa kultivasi sebenarnya dari pemuda bertopeng separuh wajah yang telah mereka ketahui identitasnya yang tidak lain adalah dari trah Shen Zhu Ling itu sudah berada jauh di atas Ranah Kaisar.
Patriark Klan Xueren saat ini yang mereka ketahui adalah kultivator yang paling kuat sekalipun mungkin tidak akan dapat menandingi kekuatan dari pemuda bertopeng separuh aja di hadapan mereka.
Ling Tian sebenarnya ingin membuat sebuah domain terkuat yaitu domain yin dan yang sebelumnya, namun hal tersebut mungkin dapat membuat Kaisar Qi dalam tubuhnya akan terkuras dan keseimbangan di Benua Langit ini menjadi goyah. Tentu saja Ling Tian tidak akan melakukan hal tersebut karena dapat membahayakan keluarganya juga.
Seketika itu juga semua kultivator dari Klan Xueren langsung dibuat berlutut dan membeku karena tidak percaya dengan apa yang mereka lihat dan rasakan. Delapan elemen dan pemahaman pedang tingkat tinggi? Bagaimana mungkin seorang manusia dapat melakukan hal tersebut? Bahkan para dewa seperti mereka sekalipun hanya dapat memiliki satu elemen dan pemahaman teknik tingkat menengah saja!
"P-petir tanpa warna! S-shen Z-zhu Ling!" ucap kultivator itu dengan nada terbata-bata dan ketakutan yang teramat sangat mendalam.
Kultivator itu menyadari bahwa hanya merekalah yang memiliki elemen petir hitam yang dapat mengevolusikan kekuatan petirnya menjadi petir legenda, petir tanpa warna.
Saat mendengar ucapan terbata-bata dari salah satu kelompoknya itu, semua orang juga langsung berekspresi sama dengan kultivator tersebut. Mereka tentu saja sangat ketakutan saat mendengar nama klan yang begitu ditabukan bahkan oleh para dewa.
Klan itu memang sudah dinyatakan punah dari alam dewa, namun beberapa kabar terdengar bahwa mereka sebenarnya saat ini sedang bersembunyi di salah satu alam dengan identitas lain dan akan kembali ke alam dewa untuk membalas dendam dengan apa yang telah diperbuat oleh para pengkhianat terhadap mereka.
__ADS_1
"Hoo.. Kau ternyata sangat berpengetahuan!" ucap Ling Tian lalu dirinya mengibaskan tangan yang membuat udara di sekitar para kultivator Klan Xueren berfluktuasi dan membentuk jutaan niat pedang yang memiliki aura menakutkan dari 8 elemen.
"Sekarang katakan kepadaku dengan jujur! Mengapa klan dewa jatuh seperti kalian berada di tempat ini? Apa sebenarnya yang kalian jaga?" tanya Ling Tian dengan nada penuh penekanan.
"T-tuan Muda! T-tolong ampuni kami! K-kami hanyalah diperintahkan oleh Kaisar Langit saat ini! Kami diberi tugas untuk menjaga sebuah segel kuno yang terus memancarkan aura dingin dari dalamnya!" ucap satu-satunya kultivator wanita dari Klan Xueren dengan terbata-bata.
"Segel? Apa yang kalian ketahui mengenai segel tersebut?" tanya Ling Tian dengan nada acuh tak acuh.
"H-hanya Patriark dan Tetua Agung Klan Xueren kami lah yang mengetahuinya Tuan Muda!" jawab satu-satunya kultivator wanita itu.
"Apakah benar demikian?" tanya Ling Tian sambil menatap tajam ke arah kultivator lain.
"I-itu benar T-tuan M-muda!" jawab kultivator yang ditatap tajam oleh Ling Tian.
Ling Tian menatap lama dengan tatapan dingin ke arah cultivator itu. Dia kemudian menganggukkan kepalanya karena tidak menemukan sebuah kebohongan dari tatapan mata kultivator tersebut.
"Baiklah! Aku memberikan dua pilihan kepada kalian semua! Menjadi budakku.. Atau mati!" Ling Tian dengan nada yang terdengar sangat bengis layaknya seperti aktor antagonis dalam dunia pernovelan saja.
Semua kultivator dari Klan Xueren langsung terdiam membisu saat mendengarkan penuturan dari pemuda bertopeng separuh wajah di hadapan mereka. Mereka semua sungguh sangat tidak menyangka bahwa nasib mereka akan sesial ini.
__ADS_1
Untuk mati tentu saja mereka tidak akan memilihnya. Namun menjadi budak adalah suatu penghinaan yang tidak dapat mereka terima sama sekali mengingat mereka termasuk entitas tertinggi yang berada di seluruh alam semesta ini. Mereka tidak sadar bahwa selama ini pun mereka juga telah menjadi budak dari Sang Kaisar Langit yang berkuasa saat ini. Sungguh sangat ironis sekali!